Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta

Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur adalah sebuah warisan berharga lainnya dari mendiang Presiden Soeharto yang koleksinya sebagian besar berupa hadiah dari para petinggi negara, politisi, dan kalangan pebisnis, saat ia masih berkuasa dan berjaya di negeri ini. Mungkin tidak akan ada lagi presiden yang bisa menyamainya.

Museum Perangko Indonesia TMII Jakarta

Museum Perangko Indonesia TMII menempati bangunan besar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, dibuat menggunakan arsitektur bergaya Jawa Bali dengan gapura masuk candi bentar serta pendopo besar di bagian depan. Sepeda pos antik merk Falter buatan Jerman Barat tahun 1950 diletakkan di serambi museum. Sepeda ini lazim digunakan oleh jawatan pos di negara-negara Eropa dan Indonesia, sehingga dikenal sebagai sepeda pos. Populasi sepeda ini di Indonesia kurang dari 100 buah, sehingga banyak diburu orang.

Angels Billabong di Nusa Penida

Inilah tebing pantai yang nge-hits di kalangan anak muda di sebuah pulau yang kami sebrangi dari pelabuhan Tribuana Kusumba Bali ke Pelabuhan Sampalan Nusa Penida dengan perjalanan sekitar 40 menit memakai boat Gangga Express. Adalah Angels Billabong Nusa Nusa Penida sebuah tempat yang kami buru, tempat tersembunyi yang mencegangkan. Pertama kali yang menyebut Angels Billabong menurut beberapa sumber yang saya himpun awalnya oleh wisatawan mancanegara, dan akhirnya penduduk sekitarpun menyebutnya demikian. Angels berarti bidadari di Nusa Penida dan Billabong dalam bahasa Inggris di kamus artinya ujung dari sebuah sungai.

Kelenteng Kong Miao TMII Jakarta

Kelenteng Kong Miao TMII atau Litang Kong Miao TMII merupakan tempat ibadah penganut Konghucu yang bentuk bangunan dan ornamennya terlihat anggun. Lokasinya berada tepat di belakang Teater Imax Keong Mas, berseberangan dengan Masjid Pangeran Diponegoro, di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Masjid Assalafiyah Jatinegara Kaum

Ini adalah kunjungan kedua ke Masjid Assalafiyah Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Kami mampir setelah dari Makam Pangeran Sanghyang yang letaknya bertetanggaan. Kali pertama adalah ketika berkunjung ke Makam Pangeran Jayakarta yang berada dalam satu kompleks, dan masuk dari pintu gerbang yang sama.