Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta Pusat

Setelah bertahun-tahun tinggal di Jakarta barulah saya tahu dan punya kesempatan berkunjung ke Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta, sebuah nama yang sebelumnya belum pernah saya dengar meski Museum Antara sebenarnya telah ada sejak 13 Desember 1992. Peresmiannya bertepatan dengan ulang tahun ke-55 LKBN Antara.

Lokasi Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta juga bukannya sulit untuk diakses, sangat strategis malah. Gedung tua warisan kolonial bernama Graha Bhakti di Jalan Antara 59 yang ditempati museum itu hanya beberapa meter dari pintu masuk Pasar Baru. Tempat yang sering pula saya kunjungi, dulu. Ketika tiba di lokasi, hari masih cukup pagi sehingga tak sulit mendapat tempat parkir di halaman museum yang terbatas. Sesaat setelah masuk ke dalam gedung kaki pun melangkah menuju ke ruang di sayap sebelah kanan, yang difungsikan sebagai cafe dan ruang serbaguna.

Saat itu tengah berlangsung peluncuran buku dan pameran foto "Makkah Photographic Diary" karya Saptono Soemardjo dan Prasetyo Utomo yang diterbitkan Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta dan Divisi Pemberitaan Kantor Berita Antara, berisikan foto-foto tentang kisah perjalanan dan pelaksanaan ibadah Haji, ragam potret manusia ketika berada di sana, dan dokumentasi foto seputar Kota Makkah.

museum dan galeri foto jurnalistik antara jakarta
Pada dinding di atas tangga menuju lantai dua terdapat Mural Proklamasi Kemerdekaan, serta sebuah tengara pada dinding tentang peresmian Gedung Graha Bhakti oleh Ir. Handjojo Nitimihardjo, Pemimpin Umum LKBN Antara, pada 27 Desember 1992. Lantai dua ini tampaknya difungsikan sebagai museum, sedangkan lantai satu yang digunakan sebagai galeri. Tangga menuju ke lantai dua ini berada di ujung ruang bagian depan Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta.

Sebelumnya saya sempat ke ruangan serbaguna yang memanjang di sebelahnya. Di sana sudah ada Dee Larasati, Olyvia Bendon, dan Lita Jonathans. Do Nitasari yang menyarankan tempat ini baru menyusul menjelang akhir acara. Dinding ruang digunakan sebagai tempat pameran foto, dan ruangannya difungsikan sebagai cafe. Ada pula panggung kecil yang bisa digunakan pada acara talk show, atau untuk bermain musik. Mungkin di ruangan inilah dilakukan pelatihan reguler untuk kelas Fotografi Dasar dan Fotografi Jurnalistik, serta pelatihan non-reguler untuk kelas Studio Lighting Dasar, Darkroom Processing Lanjutan dan Traveling Photography.

Teh, kopi dan makanan kecil yang telah dipesan sebelumnya atas jasa baik seorang teman, ikut menemani obrolan pagi itu, yang sebagian baru saling bertemu. Ruangan ber-AC, serta suasana yang cukup tenang membuat kami betah berada di tempat ini. Baru setelah beberapa lama kemudian kami beranjak untuk melihat-lihat ke ruangan yang berada di lantai dua.

museum dan galeri foto jurnalistik antara jakarta
Suasana ruang utama di lantai dua Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta, dimana terdapat panel komik sejarah perjalanan bangsa, poster Soekarno, Hatta, dan Syahrir, dan koleksi lainnya. Panel pertama berisi kisah Pergerakan Nasional dimulai dari berdirinya Boedi Oetomo, Kongres Pemuda di Jakarta 1928, dan lahirnya Kantor Berita Antara. Panel kedua berisi kisah semasa pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan, dan kisah Adam Malik yang pada pagi 17 Agustus 1945 menelpon rekannya di Antara untuk menyiarkan berita besar ini. Asa Bafagih kemudian meminta Pangulu Lubis untuk melaksanakan penyiaran.

Panel keempat berisikan kisah bergambar mulai dari jaman Demokrasi Liberal di awal kemerdekaan, kemudian Demokrasi Terpimpin ala Soekarno, sampai peristiwa G30S-PKI dan era pemerintahan Orde Baru dibawah Soeharto. Di langit-langit ruang utama Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara menggantung rangka bola dunia, dan dibalik kaca yang ditutup poster aneka rupa adalah lantai tiga yang sempat saya intip, terbuat dari papan, berisi buku-buku bertebaran dan tampaknya menjadi ruang baca, ruang kerja, dan ruang tidur. Lalu ada patung Gatotkaca di sebelah kiri bawah.

Penataan koleksi serta pencahayaan di Museum Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta ini sangat baik. Ruangan yang berpendingin juga membuat atmosfer menjadi lebih menyenangkan ketika berkunjung. Rupanya dari gedung inilah, yang waktu itu masih dikuasai Jepang dan bernama Domei, dua orang petugas yang bernama Sugirin dan Markonis berhasil menyisipkan berita Proklamasi Kemerdekaan RI diantara berita lainnya. Berita itu kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, dan lalu menyebar dengan cepat ke Amerika, India dan Australia.

Ada meja kayu panjang cantik penuh foto dan poster bersejarah yang berada di tengah ruangan lantai dua museum. Pada sebuah dinding dipajang dokumentasi foto yang menangkap momen saat seorang ibu melintas di sisi dua buah kendaraan lapis baja Pasukan Anti-Huruhara Kodam Jaya yang memblokir sebuah jalan besar saat Jakarta bergolak pada 20 Mei 1998. Di ruangan ini juga disimpan peralatan pengirim Morse yang dipakai memancarkan berita proklamasi ke seluruh dunia, tustel dan mesin ketik kepunyaan Adam Malik, peralatan produksi dan komunikasi yang pernah dipakai Antara, meja tulis dan lemari kuno, serta sepeda motor kuno yang digantung di ujung ruangan.

Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta

18 (delapan belas) foto lainnya di sini. Taut Youtube video di sini. Alamat : Jl. Antara No.59, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Telp 021-3458771. Lokasi GPS : -6.165734, 106.834212, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 09.00 - 21.00, Senin dan hari libur nasional tutup. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Hotel di Jakarta Pusat, Hotel Melati di Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Pusat.

Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

.