Jakarta, Jakarta Timur, Monumen, Museum

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti adalah merupakan salah satu ruangan dalam paseban lama yang diresmikan pada 1 Oktober 1981 oleh Presiden Soeharto. Lokasinya persis berada di belakang Museum Paseban, dihubungkan dengan lorong terbuka dengan sebuah kantin kecil di bagian awal lorong.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Jakarta Timur ini menyimpan dan memamerkan cukup banyak benda asli yang dikonservasi secara khusus terkait peristiwa pemberontakan G30S/PKI, serta dokumentasi foto yang kebanyakan, jika tidak seluruhnya, berwarna hitam putih.


Koleksi Ruang Relik berasal dari berbagai sumber, baik dari instansi resmi negara maupun dari keluarga para Pahlawan Revolusi, yang disumbangkan untuk dipamerkan sebagai bukti otentik tentang kekejaman yang dilakukan oleh pemberontak kepada para jenderal dan korban lainnya.

Tengara Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti berada di tepi jalan di sisi kiri bangunan dimana ruangan berada. Tengara itu juga memberi informasi secara singkat mengenai sejarah ruang relik dan apa saja yang disimpan di dalam ruangan ini.

Beberapa buah foto juga dipajang di papan tengara, memperlihatkan sebagian isinya yang bisa dilihat secara langsung oleh para pengunjung di dalam sana. Tidak dipungut bayaran lagi untuk melihat koleksi yang ada di dalam Ruang Relik di kompleks Monumen Pancasila Sakti ini.

Tepat di seberang Ruang Relik terdapat ruang teater yang memutar film dokumenter terkait peristiwa G30S/PKI. Jika hendak menonton film dokumenter yang berdurasi sekitar 30 menit ini pengunjung akan ditarik bayaran yang besarnya bergantung pada jumlah penonton dalam rombongan.

Meski penataannya pada saat kunjungan saya itu terbilang masih sangat sederhana, namun benda-benda yang dipamerkan di tempat ini mengandung nilai sejarah yang tinggi dan layak untuk diketahui serta dikunjungi.

Dokumentasi Foto

Di Ruang Relik dipamerkan foto-foto dokumentasi proses pengangkatan jenazah ketujuh Pahlawan Revolusi dari sumur tua, persiapan pemberangkatan jenazah dari MBAD ke TMP Kalibata yang sebagian telah saya lihat di Museum Pengkhianatan PKI, dan iring-iringan panser yang membawa jenazah saat melintasi jalanan di Jakarta.

Ada foto dokumentasi ketika Tim KIPAM KKO AL tengah bersiap untuk memasuki lubang sumur tua dalam usaha untuk mengangkat jenazah korban pembunuhan G30S/PKI, foto Anggota ABRI bersama masyarakat setempat tengah berusaha menarik jenazah dari dalam lubang sumur tua dengan menggunakan tali pada 4 Oktober 1965, dan masih banyak lagi foto lainnya.

Penemuan lokasi sumur tua

Salah satu benda bersejarah yang disimpan di Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti adalah senjata laras panjang Karaben CALL dan sepeda Phoenix (Taiwan) yang digunakan oleh Agen II Polisi Soekitman ketika melakukan tugas patroli di sekitar Jl Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat sampai di Jl Hasanuddian dekat rumah Brigjen DI Pandjaitan ia ditangkap dan lalu diculik oleh gerombolan G30S/PKI yang sedang menculik dan membunuh Brigjen DI Pandjaitan di rumahnya yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 pukul 04.30. Adalah Agen Polisi Sukitman yang kemudian menunjukkan lokasi sumur tua di Desa Lubang Buaya dimana jenazah tujuh Pahlawan Revolusi disembunyikan.

Benda Bersejarah Pahlawan Revolusi

Diantara benda koleksi yang dipamerkan di Ruang Relik merupakan pakaian yang dikenakan oleh para Pahlawan Revolusi ketika jenazahnya diangkat dari dasar sumur tua di Desa Lubang Buaya. Pakaian-pakaian itu kemudian diawetkan dan dikonservasi secara khusus sehingga darah para Pahlawan Revolusi yang menodai pakaian bisa terlihat dengan jelas.

Ada bagian yang memajang foto dokumentasi serta benda bersejarah terkait tewasnya Asisten IV Men/Pangad Brigjen DI Pandjaitan. Diantara yang dipamerkan adalah tongkat komando, topi berlubang yang tergantung di kamar tidur almarhum di tingkat atas rumah oleh sebab terkena peluru yang diberondong dari bawah, peluru gepeng yang ditemukan di teras rumah, riwayat hidup singkat, visum, foto jenazah ketika diangkat dari sumur maut, cincin kawin, dan celana tidur yang bernoda darah.

Selanjutnya dipajang benda-benda dan foto dokumentasi terkait Ojen (Oditur Jenderal) / Inspektur Kehakiman TNI AD Brigjen Sutojo S. Diantara yang dipajang adalah kimono bernoda darah yang dikenakan saat ia tewas, tali yang dipakai untuk mengikat kaki dan tangannya, arloji dan cincin kawin, foto jenazah setelah diangkat dari sumur maut, tanda-tanda kepangkatan dan jasa, tongkat komando, riwayat hidup singkat, informasi visum at repertum jenazahnya, dan pakaian dinas.

Dipamerkan juga dengan jenis koleksi yang kurang lebih sama pada bagian yang terkait dengan tewasnya Asisten I Men/Pangad Mayjen S Parman, Deputi III Men/Pangad Mayjen MT Haryono, Men/Pangad Letjen Ahmad Yani, dan Deputi I Men/Pangad Mayjen R Suprapto. Penataan yang sedikit berbeda ada pada bagian yang memamerkan koleksi terkait tewasnya Kolonel Katamso Dharmokusumo, Letkol R Sugiyono Mangunwiyoto, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun, dan Lettu PA Tendean.

Benda koleksi Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti yang cukup besar adalah radio tipe GRC-9. Pesawat radio yang berukuran cukup besar ini merupakan salah satu sarana komunikasi yang digunakan Pangkostrad Mayjen Soeharto ketika memimpin operasi penumpasan G30S/PKI pada tahun 1965. Ujung tombak operasi penumpasan adalah pasukan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) yang terkenal dengan baret merahnya.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Tengara Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti di sisi kiri bangunan.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Pintu masuk ke Ruang Relik atau Ruang Benda Bersejarah Monumen Pancasila Sakti.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Radio tipe GRC-9, salah satu sarana komunikasi Pangkostrad Mayjen Soeharto ketika memimpin operasi penumpasan G30S/PKI.

Ruang Relik Monumen Pancasila SaktiMasih tanda-tanda jasa dan kepangkatan milik Brigjen Sutojo S.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Cincin kawin dan arloji yang masih dipakai Brigjen Sutoyo S ketika jasadnya diangkat dari sumur tua.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Riwayat hidup singkat Brigjen Sutoyo Siswomihardjo yang kelahiran Kebumen pada tanggal 28 Agustus 1922.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Visum et Repertum dari jenazah Brigjen Sutoyo S.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Pakaian dinas harian Brigjen Sutoyo.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Topi berlubang itu tergantung di kamar tidur almarhum Brigjen DI Pandjaitan di tingkat atas rumah karena terkena peluru gerombolan penculik dari arah bawah.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Peluru gepeng yang ditemukan di teras rumah Brigjen DI Pandjaitan dari tembakan senapan penculik.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Riwayat singkat dari mendiang Brigjen Donald Isaacus Pandjaitan yang lahir di Balige, Tapanuli, pada tanggal 9 Juni 1925.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Visum et Repertum dari jenazah Brigjen DI Pandjaitan.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Benda-benda yang masih melekat pada tubuh mendiang Mayjen S Parman ketika beliau dibunuh oleh PKI pada dinihari 1 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Plakat riwayat hidup Mayjen S Parman yang lahir di Wonosobo pada tanggal 4 Agustus 1918.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Visum et Repertum dari jenazah Mayjen S Parman.

Ruang Relik Monumen Pancasila SaktiJam tangan yang masih dikenakan oleh Mayjen S Parman ketika jasadnya dimasukkan ke dalam sumur maut.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Riwayat hidup singkat mendiang Mayjen MT Haryono yang lahir di Surabaya pada tanggal 20 Januari 1924.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Visum et Repertum jenazah Mayjen TNI MT Haryono.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Kacamata dan tanda kepangkatan Mayjen MT Haryono.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Benda-benda peninggalan mendiang Letjen Ahmad Yani yang ketika tewas menjabat sebagai Menteri / Panglima Angkatan Darat.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Plakat riwayat hidup Letjen Ahmad Yani yang lahir di Kota Purworejo pada 19 Juni 1922.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Visum et Repertum dari jenazah Letjen Ahmad Yani.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Topi dan tongkat komando peninggalan mendiang Letjen Ahmad Yani. Benda peninggalan beliau lainnya bisa dilihat di Museum Ahmad Yani.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Riwayat hidup singkat Mayjen R Suprapto yang lahir di Purwokerto pada tanggal 20 Juni 1920.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Visum et repertum dari jasad Mayjen TNI R Suprapto.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Bagian dari peluru yang diambil dari dada sebelah kanan jasad mendiang Mayjen R Suprapto.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Benda peninggalan dari Kolonel Inf Katamso Dharmokusumo yang lahir di Sragen pada tanggal 5 Februari 1923. Saat dibunuh oleh PKI, ia menjabat sebagai Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta. Jasadnya baru ditemukan pada tanggal 21 Oktober 1965 di sebuah sumur di Kentungan, Sleman.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Di sebelah kiri adalah foto dan benda peninggalan mendiang Letkol Sugiyono, Kas Rem 072/Pamungkas, Yogyakarta yang dibunuh oleh PKI dan jasadnya dimasukkan ke dalam sumur di Kentungan, Sleman, bersama dengan jasad Kolonel Katamso.

Ruang Relik Monumen Pancasila SaktiRiwayat hidup singkat Kolonel Inf Katamso Dharmokusumo yang lahir di Sragen pada tanggal 5 Februari 1923.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Riwayat hidup singkat Letkol Inf R Sugiyono Mangunwiyoto yang lahir di Wonogiri pada tanggal 12 Agustus 1926.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Karaben CALL dan sepeda yang digunakan oleh Agen II Polisi Soekitman saat patroli di malam naas itu.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Benda peninggalan mendiang Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun. Ia dibunuh oleh gerombolan G30S/PKI saat tengah berjaga di rumah Dr Leimena yang letaknya dekat dengan rumah Jenderal AH Nasution.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Riwayat hidup singkat mendiang Aip II Anumerta Karel Satsuit Tubun yang lahir di Tual, Maluku Tenggara.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Aqualung tipe ABM-1M yang digunakan sebagai alat pernapasan oleh IPAM KKO AL ketika mengangkat jenazah para Pahlawan Revolusi dari dalam sumur maut di Lubang Buaya.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Benda-benda peninggalan Lettu PA Tendean di Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Jakarta, diantaranya berupa raket tenis, tape yang berisi lagu kegemarannya, kamera, kartu pos, dan keker atau teropong.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Suasana pemakaman Ade Irma Suryani Nasution yang tewas tertembak oleh gerombolan G30S/PKI saat menyerbu rumah Jenderal Nasution.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Foto Ade Irma dan buku dengan gambar serta tulisan tangannya berupa angka 1 sampai dengan angka 10, dan dua baris kalimat pendek yaitu "Ade manis sekali", dan "Ade yang menulis".

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Kenangan pada buku gambar milik Ade Irma Suryani Nasution ketika ia masih bersekolah di taman kanak-kanak.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Sosok gagah dan ganteng dari Lettu PA Tendengan dengan pakaian dinas lengkap.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Ayah dan ibu mendiang PA Tendean, anak laki-laki satu-satunya dari A.L. Tendean, seorang dokter asal Minahasa, dan ibunya adalah Cornet M.E. yang berdarah Belanda dan Perancis.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Rombongan pelajar sedang melihat benda-benda para Pahlawan Revolusi.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Pengunjung sedang mengamati pakaian Kol. Katamso dan Mayjen Suprapto saat dibunuh di Lubang Buaya, serta foto kenangan dan perlengkapan yang dimiliki almarhum.

Di Museum Monumen Pancasila Sakti terdapat ruangan teater yang menyajikan pertunjukan VCD berisi rekaman pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Sidang Mahmilub, dan pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI pada 12 Maret 1967, dengan durasi 30 menit.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Tongkat komando, topi, dan pakaian yang dikenakan Jenderal Ahmad Yani ketika tewas pada peristiwa meletusnya pemberontakan PKI. Benda-benda lainnya disimpan di Museum Sasmita Loka Ahmad Yani.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto tengah memberikan petunjuk pada saat dilakukannya proses penggalian dan pengangkatan jeazah pada tanggal 4 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Penggalian dan pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi dari dalam sumur maut.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Masih proses penggalian dan pengangkatan jenazah di Lubang Buaya.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Tim KIPAM KKO AL bersiap memasuki lubang sumur tua dalam usaha untuk mengangkat jenazah korban pembunuhan G30S/PKI.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Tim KIPAM KKO AL tengah melaksanakan persiapan untuk mengangkat jenazah korban pembunuhan G30S/PKI.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Tim KIPAM KKO AL di Lubang Buaya.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Anggota ABRI bersama masyarakat setempat tengah berusaha menarik jenazah dari dalam lubang sumur tua dengan menggunakan tali pada 4 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Peti berisi jenazah Mayjen TNI MT Haryono sedang ditempatkan di atas Panser Saraceen pada 5 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Peti berisi jenazah Brigjen TNI Sutoyo Siswomihardjo diletakkan di atas Panser Saraceen pada tanggal 5 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto sedang memberikan keterangan kepada pers setelah berlangsung pengangkatan jenazah dari sumur di Desa Lubang Buaya.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Kutipan keterangan pers Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto di Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Tembakan salvo sebagai penghormatan ketika melepas keberangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi dari MBAD menuju ke TMP Kalibata.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Kutipan amanat Menkohankam / Kasab Jenderal TNI AH Nasution pada Upacara Pelepasan Jenazah Pahlawan Revolusi di MBAD Jakarta, tanggal 5 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Persiapan pemberangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi. Jenazah terakhir sedang diangkat untuk diletakkan di atas Panser Saraceen, sementara keenam jenazah lainnya telah siap di atas panser masing-masing.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Mayjen TNI GPH Djatikusumo bertindak sebagai pengiring jenazah Letjen TNI Ahmad Yani dengan menggunakan panser menuju ke TMP Kalibata pada tanggal 5 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Menkohankam / Kasab Jenderal TNI AH Nasution sedang menyampaikan amanat sesaat sebelum proses pemberangkatan jenazah 7 Pahlawan Revolusi dari MBAD ke TMP Kalibata.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto sedang memberikan keterangan kepada pers di Lubang Buaya pada tanggal 4 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Iring-iringan panser pengangkut jenazah ketika keluar dari MBAD melalui regu salvo pada tanggal 5 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Iring-iringan Panser Saraceen pembawa peti jenazah Pahlawan Revolusi ketika melewati Jl MH Thamrin pada tanggal 5 Oktober 1965.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Menkohankam/Kasab Jenderal TNI AH Nasution mengalami cedera pada kaki sebagai akibat serangan G30S/PKI di rumah kediamannya.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Berdiri dari kiri ke kanan adalah Serda KKO Saparimin, Kapten KKO Winanto, Kopda KKO Martono, Kopda KKO Y Kandaw, Kopda KKO Samuri. Jongko dari kiri ke kanan adalah Kopda KKO Sagimin, Pratu KKO Subekti, Kopda KKO Sudarjo. Mereka adalah Tim KIPAM KKO AL yang mengangkat jenazah dari sumur tua di Lubang Buaya.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Kutipan amanat Presiden Soeharto pada Upacara Peringatan Hari ABRI ke-43 yang berlangsung pada tanggal 5 Oktober 1988.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Panser bertipe PCMK-2 Saraceen buatan Inggris yang dipakai untuk mengangkut jenazah para korban G30S-PKI dari Lubang Buaya ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta guna pemeriksaan visum et repertum.

Ruang Relik Monumen Pancasila SaktiSudut pandang lain pada Panser Saraceen juga pernah dipakai untuk mendukung operasi militer di Timor Timur pada 1976, sebelum akhirnya ditarik pada Juli 1985 dan dijadikan monumen.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Pandangan setelah keluar dari Ruang Relik, dengan cungkup dimana terdapat Panser Saraceen di sebelah kiri.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Jalan masuk yang lebar dan panjang dari tepi jalan untuk sampai ke depan Museum Pengkhianatan PKI. Namun demikian pepohonan yang rindang sangat membantu membuat suasana jalan menjadi teduh.

Alamat Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti berada di Jl Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Telp 021-8400423. Lokasi GPS : -6.2901795, 106.9075084, Waze. Jam Buka : 08.00 - 15.30, kecuali Senin. Libur nasional buka. Tiket Masuk : Rp4.000, pelajar Rp2.500. Mobil Rp15.000, sepeda motor Rp5.000, bus Rp25.000. Pemutaran film Rp75.000, lebih dari 50 orang Rp1.500 per orang. Setiap 5 Oktober dan 10 November gratis, kecuali parkir dan film. Pemandu Rp75.000 per bus, pemandu bahasa Inggris Rp100.000. Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Nomor Telepon Penting, Peta Wisata Jakarta, Peta Wisata Jakarta Timur, Rute dan Jadwal Lengkap KRL Commuter Line Jabodetabek, Rute Lengkap TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur, Trayek Bus Damri Bandara Soekarno - Hatta.


, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Agustus 19, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.