Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Jakarta

December 31, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti adalah merupakan salah satu ruangan dalam paseban lama yang diresmikan pada 1 Oktober 1981 oleh Presiden Soeharto. Lokasinya persis berada di belakang Museum Paseban, dihubungkan dengan lorong terbuka dengan sebuah kantin kecil di bagian awal lorong.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Jakarta Timur ini menyimpan dan memamerkan cukup banyak benda asli yang dikonservasi secara khusus terkait peristiwa pemberontakan G30S/PKI, serta dokumentasi foto yang kebanyakan, jika tidak seluruhnya, berwarna hitam putih. Koleksi Ruang Relik berasal dari berbagai sumber, baik dari instansi resmi negara maupun dari keluarga para Pahlawan Revolusi, yang disumbangkan untuk dipamerkan sebagai bukti otentik tentang kekejaman yang dilakukan oleh pemberontak kepada para jenderal dan korban lainnya.

Tepat di seberang Ruang Relik terdapat ruang teater yang memutar film dokumenter terkait peristiwa G30S/PKI. Jika hendak menonton film dokumenter yang berdurasi sekitar 30 menit ini pengunjung akan ditarik bayaran yang besarnya bergantung pada jumlah penonton dalam rombongan.

ruang relik monumen pancasila sakti
Tengara Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti yang berada di tepi jalan di sisi kiri bangunan dimana ruangan berada. Tengara itu juga memberi informasi secara singkat mengenai sejarah ruang relik dan apa saja yang disimpan di dalam ruangan ini.

Beberapa buah foto juga dipajang di papan tengara, memperlihatkan sebagian isinya yang bisa dilihat secara langsung oleh para pengunjung di dalam sana. Tidak dipungut bayaran lagi untuk melihat koleksi yang ada di dalam Ruang Relik di kompleks Monumen Pancasila Sakti ini.

Di ruang sebelahnya dipamerkan foto-foto dokumentasi proses pengangkatan jenazah ketujuh Pahlawan Revolusi dari sumur tua, persiapan pemberangkatan jenazah dari MBAD ke TMP Kalibata yang sebagian telah saya lihat di Museum Pengkhianatan PKI, dan iring-iringan panser yang membawa jenazah saat melintasi jalanan di Jakarta.

Salah satu benda bersejarah yang disimpan di Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti adalah senjata laras panjang Karaben CALL dan sepeda Phoenix (Taiwan) yang digunakan oleh Agen II Polisi Soekitman ketika melakukan tugas patroli di sekitar Jl Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat sampai di Jl Hasanuddian dekat rumah Brigjen DI Pandjaitan ia ditangkap dan lalu diculik oleh gerombolan G30S/PKI yang sedang menculik dan membunuh Brigjen DI Pandjaitan di rumahnya yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 pukul 04.30. Adalah Agen Polisi Sukitman yang kemudian menunjukkan lokasi sumur tua di Desa Lubang Buaya dimana jenazah tujuh Pahlawan Revolusi disembunyikan.

Meski penataannya terbilang masih sangat sederhana, namun benda-benda yang dipamerkan di tempat ini mengandung nilai sejarah yang tinggi dan layak untuk diketahui serta dikunjungi.

Diantara benda koleksi yang dipamerkan di Ruang Relik merupakan pakaian yang dikenakan oleh para Pahlawan Revolusi ketika jenazahnya diangkat dari dasar sumur tua di Desa Lubang Buaya. Pakaian-pakaian itu kemudian diawetkan dan dikonservasi secara khusus sehingga darah para Pahlawan Revolusi yang menodai pakaian bisa terlihat dengan jelas.

Benda koleksi Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti yang cukup besar adalah radio tipe GRC-9. Pesawat radio yang berukuran cukup besar ini merupakan salah satu sarana komunikasi yang digunakan Pangkostrad Mayjen Soeharto ketika memimpin operasi penumpasan G30S/PKI pada tahun 1965. Ujung tombak operasi penumpasan adalah pasukan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) yang terkenal dengan baret merahnya.

Ada bagian yang memajang foto dokumentasi serta benda bersejarah terkait tewasnya Asisten IV Men/Pangad Brigjen DI Pandjaitan. Diantara yang dipamerkan adalah tongkat komando, topi berlubang yang tergantung di kamar tidur almarhum di tingkat atas rumah oleh sebab terkena peluru yang diberondong dari bawah, peluru gepeng yang ditemukan di teras rumah, riwayat hidup singkat, visum, foto jenazah ketika diangkat dari sumur maut, cincin kawin, dan celana tidur yang bernoda darah.

Selanjutnya dipajang benda-benda dan foto dokumentasi terkait Ojen (Oditur Jenderal) / Inspektur Kehakiman TNI AD Brigjen Sutojo S. Diantara yang dipajang adalah kimono bernoda darah yang dikenakan saat ia tewas, tali yang dipakai untuk mengikat kaki dan tangannya, arloji dan cincin kawin, foto jenazah setelah diangkat dari sumur maut, tanda-tanda kepangkatan dan jasa, tongkat komando, riwayat hidup singkat, informasi visum at repertum jenazahnya, dan pakaian dinas.

Dipamerkan juga dengan jenis koleksi yang kurang lebih sama pada bagian yang terkait dengan tewasnya Asisten I Men/Pangad Mayjen S Parman, Deputi III Men/Pangad Mayjen MT Haryono, Men/Pangad Letjen Ahmad Yani, dan Deputi I Men/Pangad Mayjen R Suprapto. Penataan yang sedikit berbeda ada pada bagian yang memamerkan koleksi terkait tewasnya Kolonel Katamso Dharmokusumo, Letkol R Sugiyono Mangunwiyoto, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun, dan Lettu PA Tendean.

Ada foto dokumentasi ketika Tim KIPAM KKO AL tengah bersiap untuk memasuki lubang sumur tua dalam usaha untuk mengangkat jenazah korban pembunuhan G30S/PKI, foto Anggota ABRI bersama masyarakat setempat tengah berusaha menarik jenazah dari dalam lubang sumur tua dengan menggunakan tali pada 4 Oktober 1965, dan masih banyak lagi foto lainnya.

Keluar dari Ruang Relik pengunjung akan melihat Panser Tipe PCMK-2 Saraceen yang digunakan untuk membawa jenazah Pahlawan Revolusi dari MBAD (Markas Besar Angkatan Darat) ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Panser itu juga pernah dipakai untuk mendukung operasi militer di Timor Timur pada 1976, sebelum akhirnya ditarik pada Juli 1985 dan dijadikan monumen.

Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti

Alamat : Jl Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Telp 021-8400423. Lokasi GPS : -6.2901795, 106.9075084, Waze. Jam Buka : 08.00 - 15.30, kecuali Senin. Libur nasional buka. Tiket Masuk : Rp4.000, pelajar Rp2.500. Mobil Rp15.000, sepeda motor Rp5.000, bus Rp25.000. Pemutaran film Rp75.000, lebih dari 50 orang Rp1.500 per orang. Setiap 5 Oktober dan 10 November gratis, kecuali parkir dan film. Pemandu Rp75.000 per bus, pemandu bahasa Inggris Rp100.000.

Video Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti




Galeri Foto Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti

Pintu masuk ke dalam Ruang Relik atau Ruang Benda Bersejarah Monumen Pancasila Sakti. Meski penataannya terbilang masih sangat sederhana, namun benda-benda yang dipamerkan di tempat ini mengandung nilai sejarah yang tinggi dan layak untuk diketahui serta dikunjungi.

ruang relik monumen pancasila sakti

Koleksi Ruang Relik berupa radio tipe GRC-9. Pesawat radio yang berukuran cukup besar ini menjadi salah satu sarana komunikasi bagi Pangkostrad Mayjen Soeharto ketika memimpin operasi penumpasan G30S/PKI pada tahun 1965. Ujung tombak operasi adalah pasukan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) atau pasukan baret merah.

ruang relik monumen pancasila sakti

Bagian di Museum Relik yang menyimpan benda bersejarah dan dokumentasi foto milik Ojen (Oditur Jenderal) / Inspektur Kehakiman TNI AD Brigjen Sutojo S. Diantara benda yang dipajang adalah kimono bernoda darah, tali pengikat kaki dan tangannya, arloji dan cincin kawin, foto jenazah setelah diangkat dari sumur maut, tanda kepangkatan dan jasa, tongkat komando, riwayat hidup singkat, visum, dan pakaian dinas beliau.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan lebih dekat pada tanda-tanda jasa dan kepangkatan milik Oditur Jenderal / Inspektur Kehakiman TNI AD Brigjen Sutojo S yang tewas dibunuh oleh G30S/PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pita dan tali yang digunakan oleh para penculik untuk mengikat tangan dan kaki Brigjen Soetojo S saat diculik dan kimono yang beliau gunakan ketika dibunuh.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan dekat pada kimono bernoda darah milik Brigjen Sutojo S yang beliau pakai dan masih melekat di badan ketika jenazah diangkat dari sumur maut di Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Cincin kawin dan arloji yang masih dipakai oleh Brigjen Sutoyo S ketika jasadnya diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Keadaan jenazah Brigjen Sutoyo sesaat setelah berhasil diangkat dan dikeluarkan dari sumur tua.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat yang berisi riwayat hidup singkat Brigjen Sutoyo Siswomihardjo yang lahir di Kebumen pada 28 Agustus 1922.

ruang relik monumen pancasila sakti

Visum et Repertum dari jenazah Brigjen Sutoyo S yang mencatat secara rinci setiap luka dan kondisi fisik beliau yang sepertinya mengindikasikan adanya penyiksaan selain adanya luka tembak di beberapa tempat.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pakaian dinas harian peninggalan Brigjen Sutoyo yang sepertinya disumbangkan oleh keluarga ke Ruang Relik sebagai bagian dari kenangan kepada beliau.

ruang relik monumen pancasila sakti

Bagian yang memajang foto dokumentasi serta benda bersejarah terkait tewasnya Asisten IV Men/Pangad Brigjen DI Pandjaitan. Diantara yang disimpan di Ruang Relik adalah tongkat komando, topi, peluru, riwayat hidup, visum, foto jenazaht, cincin, dan celana tidur bernoda darah.

ruang relik monumen pancasila sakti

Topi berlubang di bagian atasnya yang pada dinihari naas itu tergantung di kamar tidur almarhum Brigjen DI Pandjaitan di tingkat atas rumah oleh sebab terkena peluru yang diberondong oleh gerombolan penculik dari arah bawah.

ruang relik monumen pancasila sakti

Benda yang ada di Ruang Relik ini adalah peluru gepeng yang ditemukan di teras rumah Brigjen DI Pandjaitan yang berasal dari tembakan senapan para penculik.

ruang relik monumen pancasila sakti

Sudut pandang yang lebih utuh pada bagian yang menyimpan benda dan dokumentasi lainnya tentang mendiang Brigjen DI Pandjaitan.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat berisi riwayat singkat dari mendiang Brigjen Donald Isaacus Pandjaitan yang lahir di Balige, Tapanuli, pada tanggal 9 Juni 1925.

ruang relik monumen pancasila sakti

Visum et Repertum dari jenazah Brigjen DI Pandjaitan berisikan informasi mengenai apa saja luka dan kerusakan yang dialami pada fisik beliau.

ruang relik monumen pancasila sakti

Kondisi jenazah Brigjen DI Pandjaitan sesaat setelah berhasil diangkat dan dikeluarkan dari sumur maut di Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Noda darah yang masih melekat di celana tidur Brigjen DI Pandjaitan yang menjadi bukti tindak kejahatan yang dilakukan oleh G30S/PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Bagian di Ruang Relik yang memperlihatkan sejumlah foto dokumentasi serta benda-benda milik Myjen S Parman, Asisten I Men/Pangad saat itu.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan yang lebih lengkap pada bagian yang memajang benda-benda yang masih melekat pada tubuh mendiang Mayjen S Parman ketika beliau dibunuh oleh PKI pada dinihari 1 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat yang berisi riwayat hidup singkat mendiang Mayjen S Parman yang lahir di Wonosobo pada tanggal 4 Agustus 1918.

ruang relik monumen pancasila sakti

Visum et Repertum dari jenazah Mayjen S Parman yang berisi informasi sangat rinci mengenai setiap luka yang ada pada tubuh beliau.

ruang relik monumen pancasila sakti

Kondisi jenazah Mayjen S Parman sesaat setelah berhasil diangkat dan dikeluarkan dari sumur tua di Desa Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Sebagian dari benda-benda yang ditemukan pada jasad mendiang Mayjen S Parman dan kemudian dikonservasi disimpan di Ruang Relik.

ruang relik monumen pancasila sakti

Benda-benda lainnya seperti jam tangan yang masih dikenakan oleh Mayjen S Parman ketika jasadnya dimasukkan ke dalam sumur maut di Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Rokok putih merk 'Kent' yang dulu terkenal, korek api, dompet, serta bagian dari peluru yang ditemukan pada tengkorak mendiang Mayjen S Parman sebagai bukti kejahatan PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi, riwayat hidup dan visum et repertum Mayjen MT Haryono di Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat riwayat hidup singkat mendiang Mayjen MT Haryono yang lahir di Surabaya pada tanggal 20 Januari 1924.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat Visum et Repertum dari jenazah Mayjen TNI MT Haryono.

ruang relik monumen pancasila sakti

Kondisi jenazah mendiang Mayjen MT Haryono sesaat setelah berhasil diangkat dan dikeluarkan dari sumur maut.

ruang relik monumen pancasila sakti

Kacamata dan tanda kepangkatan milik mendiang Mayjen MT Haryono yang disimpan di Ruang Relik.

ruang relik monumen pancasila sakti

Bagian di Museum Relik Monumen Pancasila Sakti yang menyimpan dan memperlihatkan foto dokumentasi, riwayat, visum, dan benda peninggalan Letjen Ahmad Yani sewaktu dibunuh oleh PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan lebih utuh pada bagian di museum yang memperlihatkan benda-benda peninggalan mendiang Letjen Ahmad Yani yang ketika tewas menjabat sebagai Menteri / Panglima Angkatan Darat.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat yang berisi informasi riwayat hidup singkat Letjen Ahmada Yani yang lahir di Kota Purworejo pada 19 Juni 1922.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat Visum et Repertum dari jenazah Letjen Ahmad Yani yang berisikan informasi rinci tentang setiap luka yang ada pada jasadnya akibat kekejaman yang dilakukan oleh gerombolan G30S/PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Celana yang dikenakan oleh Letjen Ahmad Yani sewaktu dibunuh oleh gerombolan G30S/PKI, memperlihatkan bercak-bercak darah yang masih terlihat sebagai bukti dari kekejaman yang mereka lakukan kepada beliau.

ruang relik monumen pancasila sakti

Peluru jenis senjata kaliber 45 yang diambil dari punggung kanan jenazah Letjen Ahmad Yani.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan lebih dekat pada bercak-bercak darah pada celana yang dipakai oleh Letjen Ahmad Yani ketika beliau dibunuh dan jasadnya dimasukkan ke dalam sumur tua.

ruang relik monumen pancasila sakti

Topi dan tongkat komando peninggalan mendiang Letjen Ahmad Yani. Benda peninggalan beliau lainnya bisa dilihat di Museum Ahmad Yani.

ruang relik monumen pancasila sakti

Bagian yang menyimpan dan memperlihatkan foto dokumentasi, plakat, dan benda-benda peninggalan mendiang Mayjen R Suprapto yang menjabat sebagai Deputi I Men/Pangad ketika dibunuh oleh PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan lebih utuh pada benda peninggalan mendiang Mayjen R Suprapto dengan pakaian yang beliau kenakan ketika dibunuh oleh gerombolan G30S/PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat berisi riwayat hidup singkat dari mendiang Mayjen R Suprapto yang lahir di Purwokerto pada tanggal 20 Juni 1920.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat visum et repertum dari jasad Mayjen TNI R Suprapto yang memberi informasi secara rinci luka-luka yang beliau derita ketika tewas dibunuh oleh PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Sebelah kanan adalah kain sarung bernoda darah yang dikenakan oleh Mayjen R Suprapto saat dibunuh oleh gerombolan G30S/PKI. Di sebelah kirinya ada tongkat komando, cincin kawin, dan butir peluru.

ruang relik monumen pancasila sakti

Bagian dari peluru yang diambil dari dada sebelah kanan jasad mendiang Mayjen R Suprapto yang disimpan di Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti.

ruang relik monumen pancasila sakti

Baju bersimbah darah di Ruang Relik yang dipakai oleh mendiang Mayjen R Suprapto saat dibunuh oleh G30S/PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi dan benda peninggalan dari Kolonel Inf Katamso Dharmokusumo yang lahir di Sragen pada tanggal 5 Februari 1923. Saat dibunuh oleh PKI, ia menjabat sebagai Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta. Jasadnya baru ditemukan pada tanggal 21 Oktober 1965 di sebuah sumur di Kentungan, Sleman.

ruang relik monumen pancasila sakti

Di sebelah kiri adalah foto dan benda peninggalan mendiang Letkol Sugiyono, Kas Rem 072/Pamungkas, Yogyakarta yang dibunuh oleh PKI dan jasadnya dimasukkan ke dalam sumur di Kentungan, Sleman, bersama dengan jasad Kolonel Katamso.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat yang berisi riwayat hidup singkat Kolonel Inf Katamso Dharmokusumo yang lahir di Sragen pada tanggal 5 Februari 1923.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan lebih dekat pada dokumentasi foto dan benda-benda peninggalan dari Letkol Sugiyono, memperlihatkan keadaan jenazah sewaktu ditemukan, pakaian dinas upacara yang pernah beliau pakai, dan riwayat hidup singkatnya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Plakat berisi riwayat hidup singkat Letkol Inf R Sugiyono Mangunwiyoto yang lahir di Wonogiri pada tanggal 12 Agustus 1926.

ruang relik monumen pancasila sakti

Senjata laras panjang Karaben CALL dan sepeda Phoenix (Taiwan) yang digunakan oleh Agen II Polisi Soekitman saat patroli di sekitar Jl Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia ikut diculik oleh gerombolan G30S/PKI yang sedang menyatroni rumah Brigjen DI Pandjaitan. Adalah Agen Polisi Sukitman yang kemudian menunjukkan lokasi sumur tua di Desa Lubang Buaya dimana jenazah tujuh Pahlawan Revolusi disembunyikan.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi dan benda peninggalan mendiang Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun. Ia dibunuh oleh gerombolan G30S/PKI saat tengah berjaga di rumah Dr Leimena yang letaknya dekat dengan rumah Jenderal AH Nasution.

ruang relik monumen pancasila sakti

Riwayat hidup singkat mendiang Aip II Anumerta Karel Satsuit Tubun yang lahir di Tual, Maluku Tenggara.

ruang relik monumen pancasila sakti

Benda bersejarah Aqualung tipe ABM-1M yang digunakan sebagai alat pernapasan oleh IPAM KKO AL ketika sedang berusaha mengangkat jenazah para Pahlawan Revolusi dari dalam sumur maut di Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Benda-benda peninggalan Lettu PA Tendean yang disimpan di Ruang Relik Monumen Pancasila Sakti Jakarta, diantaranya berupa raket tenis, tape yang berisi lagu kegemarannya, kamera, kartu pos, dan keker atau teropong.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pojok ruangan yang menyimpan benda peninggalan mendiang Lettu PA Tendean, Brigadir Polisi KS Tubun, dan Aqualung yang digunakan untuk membantu pernafasan oleh sebab udara di dalam sumur tua sudah dipenuhi dengan bau busuk yang membuat orang sulit bernafas dengan normal.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi yang memperlihatkan suasana pemakaman Ade Irma Suryani Nasution yang tewas tertembak oleh gerombolan G30S/PKI yang menyerbu rumah Jenderal Nasution.

ruang relik monumen pancasila sakti

Baju dengan bekas noda darah, dan foto dokumentasi Ade Irma bersama ayah, ibu dan tantenya. Sebelah kanan adalah ketika jasadnya dibawa setelah meninggal.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto Ade Irma dan buku dengan gambar serta tulisan tangannya berupa angka 1 sampai dengan angka 10, dan dua baris kalimat pendek yaitu "Ade manis sekali", dan "Ade yang menulis".

ruang relik monumen pancasila sakti

Kenangan pada buku gambar milik Ade Irma Suryani Nasution ketika ia masih bersekolah di taman kanak-kanak.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto, pakaian, visum, riwayat hidup, cincin, tali yang dipakai untuk mengikat ketika ia diculik, dan benda-benda lain kepunyaan mendiang Lettu Pierre Andrean Tendean.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi yang memperlihatkan sosok gagah dan ganteng dari Lettu PA Tendengan dengan pakaian dinas lengkap.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi yang memperlihatkan sosok ayah dan ibu mendiang PA Tendean. PA Tendean adalah anak laki-laki satu-satunya dari A.L. Tendean, seorang dokter asal Minahasa. Sedangkan ibunya adalah Cornet M.E. yang berdarah Belanda dan Perancis.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto yang memperlihatkan kondisi jenazah PA Tendean, sesaat setelah jasadnya berhasil diangkat dan dikeluarkan dari sumur maut Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto yang memperlihatkan benda-benda yang disimpan dan dipamerkan di Ruang Relik, yang mengalami perubahan dari ketika saya pertama kali berkunjung ke tempat ini.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana museum ketika rombongan pelajar datang untuk melihat memorabilia milik para Pahlawan Revolusi yang gugur pada peristiwa pemberontakan PKI di Ruang Relik.

ruang relik monumen pancasila sakti

Sudut pandang lain pada memorabilia Kapten Pierre Tendean yang disimpan di Ruang Relik Museum Monumen Pancasila Sakti. Lettu Pierre Andreas Tendean menjadi salah satu korban pembunuhan G30S-PKI di Lubang Buaya dan dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi.

ruang relik monumen pancasila sakti

Beberapa pengunjung remaja tampak tengah mengamati pakaian Kol. Katamso dan Mayjen Suprapto saat dibunuh di Lubang Buaya, serta foto kenangan dan perlengkapan yang dimiliki almarhum. Di Museum Monumen Pancasila Sakti terdapat ruangan teater yang menyajikan pertunjukan VCD berisi rekaman pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Sidang Mahmilub, dan pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI pada 12 Maret 1967, dengan durasi 30 menit.

ruang relik monumen pancasila sakti

Tongkat komando, topi, dan pakaian yang dikenakan Jenderal Ahmad Yani ketika tewas pada peristiwa meletusnya pemberontakan PKI. Benda-benda lainnya disimpan di Museum Sasmita Loka Ahmad Yani.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto tengah memberikan petunjuk pada saat dilakukannya proses penggalian dan pengangkatan jeazah pada tanggal 4 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto lainnya ketika Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto memberi petunjuk ketika berlangsung proses penggalian dan pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi dari dalam sumur maut.

ruang relik monumen pancasila sakti

Masih dokumentasi yang memperlihatkan suasana ketika berlangsung proses penggalian dan pengangkatan jenazah di Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Tim KIPAM KKO AL ketika bersiap untuk memasuki lubang sumur tua dalam usaha untuk mengangkat jenazah korban pembunuhan G30S/PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana ketika Tim KIPAM KKO AL tengah melaksanakan persiapan untuk mengangkat jenazah korban pembunuhan G30S/PKI dari dalam sumur tua di Desa Lubang Buaya, Jakarta Timur.

ruang relik monumen pancasila sakti

Tim KIPAM KKO AL tengah melakukan pengangkatan 7 jenazah Pahlawan Revolusi dari dalam lubang sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

ruang relik monumen pancasila sakti

Anggota ABRI bersama masyarakat setempat tengah berusaha menarik jenazah dari dalam lubang sumur tua dengan menggunakan tali pada 4 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana lainnya ketika Tim KIPAM KKO AL sedang melakukan proses pengangkatan ketujuh jenazah korban keganasan G30S/PKI.

ruang relik monumen pancasila sakti

Foto yang menangkap suasana ketika peti yang berisi jenazah Mayjen TNI MT Haryono sedang ditempatkan di atas Panser Saraceen pada 5 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana ketika peti mati yang berisi jenazah Brigjen TNI Sutoyo Siswomihardjo diletakkan di atas Panser Saraceen pada tanggal 5 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana ketika Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto sedang memberikan keterangan kepada pers setelah berlangsung pengangkatan jenazah dari sumur di Desa Lubang Buaya, Jakarta Timur.

ruang relik monumen pancasila sakti

Dokumentasi yang memperlihatkan kutipan keterangan pers Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto di Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Tembakan salvo sebagai penghormatan ketika melepas keberangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi dari MBAD menuju ke TMP Kalibata, Jakarta.

ruang relik monumen pancasila sakti

Kondisi jenazah Brigjen Sutoyo Suswomihardjo sesaat setelah diangkat dari dalam sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

ruang relik monumen pancasila sakti

Dokumentasi yang berisi kutipan amanat Menkohankam / Kasab Jenderal TNI AH Nasution pada Upacara Pelepasan Jenazah Pahlawan Revolusi di MBAD Jakarta, tanggal 5 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana ketika berlangsung persiapan pemberangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi. Jenazah terakhir tampak tengah diangkat untuk diletakkan di atas Panser Saraceen, sementara keenam jenazah lainnya telah siap di atas panser masing-masing.

ruang relik monumen pancasila sakti

Mayjen TNI GPH Djatikusumo bertindak sebagai pengiring jenazah Letjen TNI Ahmad Yani dengan menggunakan panser menuju ke TMP Kalibata pada tanggal 5 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana yang tertangkap kamera ketika Menkohankam / Kasab Jenderal TNI AH Nasution sedang menyampaikan amanat sesaat sebelum proses pemberangkatan jenazah 7 Pahlawan Revolusi dari MBAD ke TMP Kalibata.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana yang tertangkap ketika Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto sedang memberikan keterangan kepada pers di Lubang Buaya pada tanggal 4 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Suasana iring-iringan panser pengangkut jenazah ketika keluar dari MBAD melalui regu salvo pada tanggal 5 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Dokumentasi foto lainnya di ruangan yang lokasinya berada di sebelah Ruang Relik. Pembunuhan para jenderal menjadi pemicu dilakukannya operasi besar-besaran untuk menumpas PKI di seluruh wilayah Indonesia, dan menjadikannya sebagai organisasi terlarang.

ruang relik monumen pancasila sakti

Iring-iringan Panser Saraceen pembawa peti jenazah Pahlawan Revolusi ketika melewati Jl MH Thamrin menuju ke TMP Kalibata pada tanggal 5 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Menkohankam/Kasab Jenderal TNI AH Nasution mengalami cedera pada kaki sebagai akibat serangan G30S/PKI di rumah kediamannya pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965.

ruang relik monumen pancasila sakti

Berdiri dari kiri ke kanan adalah Serda KKO Saparimin, Kapten KKO Winanto, Kopda KKO Martono, Kopda KKO Y Kandaw, Kopda KKO Samuri. Jongko dari kiri ke kanan adalah Kopda KKO Sagimin, Pratu KKO Subekti, Kopda KKO Sudarjo. Mereka adalah Tim KIPAM KKO AL yang mengangkat jenazah dari sumur tua di Lubang Buaya.

ruang relik monumen pancasila sakti

Kutipan amanat Presiden Soeharto pada Upacara Peringatan Hari ABRI ke-43 yang berlangsung pada tanggal 5 Oktober 1988.

ruang relik monumen pancasila sakti

Sebuah Panser bertipe PCMK-2 Saraceen buatan Inggris yang terletak tidak jauh dari Gedung Museum Pengkhianatan PKI. Panser ini dipakai untuk mengangkut jenazah para korban G30S-PKI dari Lubang Buaya ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta guna pemeriksaan visum et repertum.

ruang relik monumen pancasila sakti

Sudut pandang lain pada Panser Saraceen yang berada di belakang Ruang Relik. Panser itu juga pernah dipakai untuk mendukung operasi militer di Timor Timur pada 1976, sebelum akhirnya ditarik pada Juli 1985 dan dijadikan monumen.

ruang relik monumen pancasila sakti

Pandangan sesaat setelah keluar dari bangunan dimana Ruang Relik berada, dengan cungkup dimana terdapat Panser Saraceen di sebelah kiri.

ruang relik monumen pancasila sakti

Jalan masuk yang lebar dan panjang dari tepi jalan untuk sampai ke depan Museum Pengkhianatan PKI. Namun demikian pepohonan yang rindang sangat membantu membuat suasana jalan menjadi teduh.

ruang relik monumen pancasila sakti

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.