Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti Jakarta

Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti Jakarta berada di sayap kanan kompleks Monumen Pancasila Sakti, di ujung sebelah kanan area dimana terdapat Museum Pengkhianatan PKI (Komunis). Museum ini bisa diakses dari lorong penghubung setelah keluar dari Museum Pengkhianatan PKI, atau langsung masuk dari arah depan museum dengan melewati sejumlah undakan pendek.

Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti berisi diorama serta foto dokumentasi yang terutama terkait secara langsung atau berhubungan dengan peristiwa pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965. Museum ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Oktober 1981, bertepatan dengan peringatan dwi windu Hari Kesaktian Pancasila.

Renovasi terhadap museum kemudian dilakukan atas gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun 2007, namun renovasi baru dilaksanakan pada tahun 2013. Peresmian renovasi Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti dilakukan oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono pada tanggal 25 Agustus 2013.

museum paseban monumen pancasila sakti
Pandangan pada akses masuk yang langsung menuju ke dalam gedung Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti Jakarta. Akses lainnya adalah dari arah belakang, yang lebih dekat ke area parkir kendaraan, selain akses dari lorong penghubung setelah keluar Museum Pengkhianatan PKI.

Memasuki ruangan museum akan terlihat meja resepsionis yang sepertinya lebih banyak ditinggalkan kosong ketimbang dijaga. Bisa dimaklumi karena pengunjung telah membayar karcis masuk jauh di bagian depan area, dan lagi pula kebanyakan pengunjung sepertinya datang dari lorong penghubung.

Diorama pertama adalah mengenai rapat-rapat persiapan pemberontakan G30S/PKI, diantaranya menghasilkan pembentukan Biro Khusus PKI yang diketuai Syam Kamaruzaman, beranggotakan Pono dan Waluyo, langsung dibawah Ketua PKI DN Aidit. Sekembalinya dari RRC pada Agustus 1965, DN Aidit memerintahkan Kamaruzaman menyusun konsep gerakan militer untuk melakukan pukulan pada apa yang mereka sebut sebagai "Dewan Jenderal". Syam juga diberi tugas menyusun konsep "Dewan Revolusi" sebagai lembaga tertinggi negara setelah PKI meraih kekuasaan.

Diorama berikutnya memperlihatkan kegiatan ketika berlangsung latihan sukarelawan PKI di Lubang Buaya yang berlangsung dari 5 Juli hingga 30 September 1965, dengan dalih dalam rangka konfrontasi terhadap Malaysia. Dalam latihan itu mereka diajarkan baris berbaris, bongkar pasang senjata, dan teknik bertempur. PKI juga menuntut dibentuknya Angkatan ke-5 dengan mempersenjatai buruh dan petani, meniru konsep RRC.

Selanjutnya ada diorama yang memperlihatkan peristiwa ketika jenazah para perwira Angkatan Darat sedang dimasukkan ke dalam sumur maut di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965. Di sumur yang berdiameter 75 cm dengan kedalaman 12 meter itu jenazah dimasukkan dengan posisi kepala berada di bawah. Setelah semua jenazah dimasukkan ke dalam sumur, dilakukan penembakan ke dalam sumur secara beruntun. Sumur kemudian ditimbun dengan tanah dan sampah untuk menghilangkan jejak.

Lalu ada diorama yang menggambarkan keadaan ketika dilakukan operasi pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma pada tanggal 2 Oktober 1965, sebagai bagian dari operasi penumpasan pemberontakan G30S/PKI. Operasi ini bertujuan untuk membebaskan pangkalan udara dari tangan pemberontak, serta mencari lokasi disembunyikannya para perwira TNI AD yang diculik.

Melangkah ke diorama berikutnya adalah penggambaran ketika terjadi proses pengangkatan jenazah dari sumur maut yang dilakukan pada tanggal 4 Oktober 1965. Penemuan lokasi penculikan diperoleh atas informasi dari Agen Polisi Tingkat II Sukiman yang ikut diculik dalam peristiwa G30S/PKI namun ia berhasil meloloskan diri. Lokasi sumur tua ditemukan pada tanggal 3 Oktober 1965 sekitar pukul 16.00 oleh Pasukan RPKAD dibawah pimpinan Danyon I Mayor CI Santoso.

Kemudian diorama upacara pemberangkatan jenazah dari Markas Besar Angakatn Darat (MBAD) ke Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta yang berlangsung pada 5 Oktober 1965. Upacara pemberangkatan jenazah dipimpin oleh Menko Hankam / Kasab Jenderal AH Nasution yang bertindak sebagai inspektur upacara. Tepat pada pukul 10.00, dengan diiringi tembakan salvo dan bunyi genderang, ketujuh jenazah Pahlawan Revolusi diberangkatkan menuju TMP Kalibata. Selain diorama, di Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti Jakarta juga dipajang foto-foto dokumentasi yang terkait dengan peristiwa G30S/PKI.

Diorama lainnya menggambarkan penculikan-penculikan terhadap Jenderal AH Nasution, Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R Soeprapto, Mayor Jenderal MT Haryono, Mayor Jenderal S Parman, Brigadir Jenderal DI Pandjaitan, Brigadir Jenderal Soetojo S, dan Letnan Satu CZI PA Tendean. Juga ada diorama tertembaknya Ajun Inspektur Polisi Tingkat I KS Tubun yang saat itu bertugas di rumah kediaman Waperdam II DR Leimena. Foto-foto kesepuluh Pahlawan Revolusi dipajang pada sebuah dinding Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti Jakarta.

Di Museum Paseban juga ada ruang teater cukup besar yang menayangkan cuplikan film tentang penculikan dan pembunuhan oleh gerombolan G30S/PKI pada tahun 1965m, berdurasi 30 menit. Biaya pemutaran film akan ekonomis jika pengunjung datang dalam rombongan cukup besar, sedangkan pengunjung individu atau dalam jumlah kecil bisa melihat film-nya di ruang teater yang ada di seberang Ruang Relik, di belakang Museum Paseban.

Untuk menuju ke Museum Paseban, jika menggunakan kendaraan umum, pengunjung bisa naik Mikrolet M28 jurusan Kampung Melayu - Pondok Gede. Bisa pula naik Angkutan Kota jurusan Cililitan - Pondok Gede KWK Chandra 05; jurusan UKI - Pondok Gede - Pasar Rebo KWK 461; dan jurusan Kampung Rambutan - Pondok Gede - Ujung Aspal Kranggan K06. Untuk Metro Mini bisa naik T45 jurusan Pulo Gadung - Pondok Gede - Taman Mini Indonesia Indah. Pengunjung bisa naik Bus TransJakarta dan turun di Halte Pinang Ranti, dilanjutkan dengan angkot ke arah Pondok Gede.

Museum Paseban Monumen Pancasila Sakti

59 foto di gallery. Alamat : Jl Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Telp 021 8400423. Lokasi GPS : -6.2907101, 106.9075325, Waze. Jam Buka : 08.00 - 15.30, kecuali Senin. Libur nasional buka. Tiket Masuk : Rp4.000, pelajar Rp2.500. Mobil Rp15.000, sepeda motor Rp5.000, bus Rp25.000. Pemutaran film Rp75.000, lebih dari 50 orang Rp1.500 per orang. Setiap 5 Oktober dan 10 November gratis, kecuali parkir dan film. Pemandu Rp75.000 per bus, pemandu bahasa Inggris Rp100.000. Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur. Label : . Updated : November 08, 2018
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!