Jakarta, Jakarta Pusat, Museum

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia

Adalah sebuah artikel di the Jakarta Post pada hari itu yang akhirnya membawa saya ke Jl. Veteran 1, dan berhenti di Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), sebuah gedung di nomor 27. Beruntung pintunya terbuka, dan saya disapa oleh seorang anak muda yang terlihat agak terkejut karena ada tamu sepagi itu.

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia atau the Indonesian Heritage Trust adalah sebuah organisasi kemasyarakatan sipil yang bertujuan memperkuat dan membantu pelestarian budaya. Indonesia sangat kaya ragam budaya, dengan 700 kelompok etnik, masing-masing dengan bahasanya, kebijaksanaan dan tradisinya sendiri yang perlu dilestarikan.

Jumlah pulau di Nusantara ini yang berjumlah lebih dari 17.000 adalah sorga bagi flora, fauna dan sumber alam yang unik. BPPI tampaknya prihatin karena banyak dari warisan budaya yang tak ternilai harganya itu telah hilang, rusak, atau dalam keadaan kritis, karena ketidakpedulian, ketidakmampuan, atau salah kelola dalam waktu yang panjang.

Ketika itu Badan Pelestarian Pusaka Indonesia tengah menyelenggarakan sebuah pameran yang berjudul "Heritage Products Aftermath Disaster”. Menurut penjaganya, foto dan karya seni yang berbeda-beda dipamerkan di gedung ini setiap bulannya, dan terbuka untuk umum.

Warna dominan pada batik yang dipamerkan adalah biru dan abu-abu, berbeda dengan batik tradisional yang kebanyakan berwarna soga atau kecoklatan. Di tengah ruangan tampak sebuah meja kursi kayu jati, yang entah hanya sebagai pajangan atau bisa untuk minum teh sambil berbincang. Foto-foto tampak menempel di panel sebelah kanan.

Anggota Badan Pelestarian Pusaka Indonesia berasal dari beragam disiplin ilmu, seperti antropologi, arkeologi, arsitektur, ekonomi, hukum, lingkungan hidup, musik, perencanaan wilayah, sosiologi, ilmu sejarah, sastra, teater, dan lain-lain.

Sido Luhur

Salah satu batik yang dipamerkan di sebelah kiri adalah motif Sido Luhur yang diciptakan oleh Ki Ageng Henis, putera Ki Ageng Selo atau kakek dari Panembahan Senopati pendiri Mataram, yang khusus dibuat untuk anak keturunannya. Harapan Ki Ageng adalah agar si keturunanya berhati dan berpikir luhur sehingga berguna bagi masyarakat banyak.

Ruangan yang ditempati Badan Pelestarian Pusaka Indonesia boleh dikatakan kecil untuk sebuah ide pelestarian yang sedemikan besar. Bagaimana pun, setiap usaha besar sering dimulai dari tempat yang kecil, dengan semua keterbatasannya.

Fahombo Batu

Koleksi lainnya yang tengah dipamerkan di gedung Badan Pelestarian Pusaka Indonesia berupa sebuah baju dan gelang tradisional yang dipakai ketika melakukan pertunjukan Fahombo Batu atau lebih dikenal luas sebagai Loncat Batu yang terkenal dari Pulau Nias.

Tradisi yang unik ini hanya bisa ditemukan di Nias Selatan, dan dilakukan biasanya hanya oleh para pria setempat. Batu-batu itu ditumpuk sampai setinggi 2 meter dengan ketebalan mencapai sekitar 40 cm. Jika para pria itu berhasil melompatinya maka mereka akan menjadi lelaki dewasa dan bisa menjadi prajurit untuk ikut berperang dan menikah.

Dokumentasi foto dan batik lainnya yang sedang dipamerkan adalah tentang rehabilitasi dan rekonstruksi Makam Raja-Raja Mataram Imogiri, dan dihidupkannya kembali pusat kerajinan Kotagede paska gempa.

Keberadaan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia menegaskan kenyataan bahwa keindahan manusia adalah karena memiliki minat dan perhatian yang berbeda-beda. Ada yang berkeinginan untuk melestarikan warisan budaya yang usianya sudah ratusan tahun, dan ada pula yang memakai sebagian besar energinya untuk menciptakan karya seni budaya baru untuk hari ini dan masa depan. Keduanya tentu saja sama mulianya dan perlu mendapat dukungan dan dorongan.

Diantara program kerja badan ini adalah Program Masukan Strategis Pelestarian, Program Pendidikan dan Pengembangan Kapasitas Pelestarian, Program Pengembangan Sistem Pendanaan Pelestarian, dan Program Khusus Pelestarian dengan Kecepatan Aksi. Lokasi tempat ini berdekatan dengan gedung dimana Newseum Cafe berada.

badan pelestarian pusaka indonesiaSejumlah batik tradisional dalam pameran "Heritage Products Aftermath Disaster”.

badan pelestarian pusaka indonesia Koleksi batik dan dokumentasi foto lainnya.

badan pelestarian pusaka indonesia Baju dan gelang tradisional dalam pertunjukan Fahombo Batu atau Loncat Batu di Pulau Nias.

badan pelestarian pusaka indonesia Rehabilitasi dan rekonstruksi Makam Raja-Raja Mataram, dan revitalisasi pusat kerajinan Kotagede

Tentang Badan Pelestarian Pusaka Indonesia

Alamat Badan Pelestarian Pusaka Indonesia berada di Jl. Veteran 1 No. 27, Jakarta Pusat. Nomor Telepon: (021) 3511127, Fax : (021) 3511127. Lokasi GPS : -6.17039, 106.829601, Waze. Jam buka : pukul 09.00 - 16.30 Senin s/d Jumat. Sabtu, Minggu, dan hari besar tutup. Harga tiket masuk : gratis.

Panduan di Jakarta: Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Pusat, Hotel Melati di Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Pusat.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Agustus 15, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Tulisan Baru©2021 IkutiTulisan Lama »



Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.