Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta

Oleh Bambang Aroengbinang. January 14, 2019
Setelah sempat meninggalkan lokasi Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol lantaran gentar melihat antrian mahapanjangnya, akhirnya kami berjalan balik menuju buntut antrian, yang malahan lebih panjang dari ketika kami pertama kali datang. Begitulah, karena makin ditunda bisa-bisa semakin menaga lagi panjangnya.

Ice Age di Dunia Fantasi Ancol masih merupakan wahana wisata keluarga yang banyak diminati pengunjung. Ini tentu berkat keterkenalan karakter unik dan menarik dari film animasi Ice Age yang diproduksi 20th Century Fox. Film pertama Ice Age dirilis pada tahun 2002, diikuti sekuel pertama Ice Age : The Meltdown pada Maret 2006, lalu Ice Age : Dawn of the Dinosaurs Juli 2009, kemudian Ice Age : Continental Drift Juli 2012, dan sekuel keempat Ice Age : Collision Course yang dirilis pada Juli 2016.

Di Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta ini kami naik kereta yang bergerak di sepanjang kanal arus air melewati ruangan yang didekorasi dengan panorama film Ice Age, lengkap dengan tokoh-tokoh yang nama dan bentuknya sudah sangat dikenali anak-anak hingga orang tua. Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta ini mulai dibangun sejak tahun 2012 dengan menghabiskan dana sekitar 200 milyar, dan diluncurkan secara resmi pada 10 April 2014, menggantikan Legenda Rama Shinta yang pertama kali dibuka pada tahun 1999.

wahana ice age dunia fantasi ancol jakarta
Patung elok dari tiga tokoh utama dalam film yang diletakkan dalam sebuah bundaran di dekat antrian masuk ke area Wahana Ice Age Dufan. Sid adalah seekor kukang tanah yang konyol namun setia, Manfred atau Manny si gajah purba yang bermuka masam dan sarkastik, dan Diego si harimau gigi pedang (saber tooth tiger) yang meninggalkan gerombolan jahatnya untuk menjadi sahabat Manny dan Sid.

Kesemua binatang itu dalam dunia nyata sudah lama punah. Kukang tanah punah sekitar 10.000 tahun yang lalu di Amerika Utara, namun belum diketahui apa penyebabnya. Mammoth, gajah purba besar yang berbulu dengan punggung miring ke belakang dan gading melengkung panjang, sudah punah dari zaman Pleistosen sekitar 12.000 tahun yang lalu, kira-kira bersamaan dengan punahnya harimau gigi pedang.

Sebelum masuk ke antrian Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta kami lebih dulu membeli jajanan untuk mengisi perut dan minuman untuk membasahi tenggorok. Itu agar tidak sampai terjadi pemberontakan para cacing perut lantaran lamanya menunggu antrian yang bisa lebih dari satu jam lamanya, padahal ketika meluncur di wahananya sendiri hanya menghabiskan waktu 8 menit.

Jika pergi bersama teman atau keluarga, lebih baik masuk antrian dulu sebelum membeli makanan dan minuman. Setelah mengantri, salah seorang bisa keluar untuk membeli makanan minuman, dan orang tak akan ada yang protes ketika masuk kembali ke antrian setelah membeli makanan. Demikian juga pergi ke toilet setelah berada dalam antrian, sehingga tidak rugi waktu.

Model antrian Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta mirip setopan lalu lintas dengan durasi lampu merah sangat lama, membuat banyak orang rela duduk ndeprok di lantai daripada lelah berdiri. Namun ketika lampu hijau menyala, antrian berjalan bisa lumayan jauh majunya, yang rupanya memang disengaja untuk memudahkan petugas dan pengunjung pun bisa duduk santai menunggu.

wahana ice age dunia fantasi ancol jakarta
Setelah akhirnya melewati palang pintu yang dibuka tutup petugas untuk mengatur jumlah orang yang masuk ke dalam bangunan, kami pun berjalan melewati lintasan menanjak sehingga bisa melihat tulisan Ice Age pada dinding luar bangunan pada posisi yang hampir sejajar. Sesaat setelah masuk ke dalam ruangan, hawa sejuk pendingin ruangan mulai menyapa.

Jarak dari mulai kami masuk ke dalam bangunan hingga sampai ke dermaga di tepian kanal arus sebenarnya cukup jauh, namun pengelola mengatur agar tidak ada antrian di dalam ruangan yang didekorasi secara menarik. Hanya saja karena saking lamanya mengantri membuat orang tak sabar untuk segera sampai di ujung ruangan, sehingga hanya menikmati sepintas apa yang mereka lihat. Antrian yang tak terlalu lama ada lagi di ujung ruangan, menunggu perahu datang.

Setelah beberapa saat di tepian dermaga kanal arus, akhirnya perahu untuk kami tumpangi datang juga. Setiap perahu memiliki lima deret kursi yang masing-masing bisa diisi oleh 4 orang dewasa. Kami memilih duduk di baris paling belakang, karena tahu bahwa di ujung kanal akan ada luncuran yang mencipratkan air terutama ke mereka yang duduk di baris terdepan.

Kanal arus di Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta ini hampir sama dengan yang ada di Istana Boneka, hanya temanya saja berbeda dan teknik animasi di Ice Age bisa dibilang lebih modern serta memikat, dilengkapi layar media serta sejumlah efek khusus. Sensasi yang tak ditemukan di Istana Boneka adalah ketika perahu menanjak dan sesaat kemudian meluncur tajam ke bawah setinggi 4 meter yang mengakhiri petualangan pengunjung di Wahana Ice Age Dufan.

Pengunjung yang menonton film Ice Age akan bisa mengenali karakter dan potongan peristiwa yang berada di sepanjang kiri kanan kanal arus. Ice Age pertama menceritakan Sid, yang ditinggal keluarganya, dan kawanan mamalia yang migrasi ke selatan. Sid bertemu Manny, keduanya sepakat untuk mengembalikan seorang bayi manusia ke ayahnya, setelah perkampungan keluarganya diserang gerombolan harimau dan ibunya tewas terseret arus sungai. Diego, salah satu harimau gigi pedang yang menyerang manusia, akhirnya menjadi penyelamat dalam perjalanan mengembalikan si bayi ke ayahnya.

Sekuel pertama Ice Age: The Meltdown menceritakan Manny, Sid, dan Diego yang mengetahui bahwa dinding es tinggi yang mengelilingi lembah tempat mereka tinggal hampir jebol dan bisa menenggelamkan lembah hingga satu mil di bawah air. Seekor burung nasar memberi tahu bahwa ada sebuah perahu di ujung lembah yang bisa menyelamatkan mereka semua, tetapi hanya ada waktu tiga hari untuk sampai ke sana atau mati. Di jalan mereka bertemu Ellie, mammoth betina yang mengira dia adalah possum (semacam tupai), seperti Crash dan Eddie yang selalu pergi bersamanya.

Di sekuel kedua Ice Age: Dawn of the Dinosaurs, Ellie sedang hamil tua dan Scrat si tupai konyol jatuh cinta dengan Scratte. Diego pergi karena tak mau berurusan dengan kehidupan rumah tangga keluarga baru Manny. Sid yang ditolak ikut oleh Diego, mencuri telur dinosaurus yang mengundang datangnya sang induk dinosaurus dan membawanya ke dunia bawah tanah. Manny, Ellie, Diego, beserta si possum Crash dan Eddie, datang ke dunia bawah untuk mencari Sid dan bertemu Buck, musang bermata satu antik yang membantu mereka dalam menyelamatkan Sid.

Di sekuel ketiga Ice Age: Continental Drift, Peaches, anak Manny dan Ellie, sudah remaja. Kelakukan Scrat dengan biji pohon eknya membawa akibat yang mengubah dunia, memisahkan Manny, Sid, dan Diego dari anggota kelompok lainnya. Ketika mencoba pulang dengan mengendarai bongkahan es, mereka harus berhadapan dengan geng bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Gutt.

Dalam sekuel keempat Ice Age: Collision Course yang dirilis sekitar dua tahun setelah Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta dibuka, kembali si tupai konyol Scrat membuat ulah dengan biji pohon eknya yang secara tak sengaja mengaktifkan pesawat luar angkasa dan melontarkannya ke luar orbit Bumi, memicu serangkaian peristiwa kosmik yang menerbangkan asteroid dan benturannya bisa membuat kehidupan di Bumi punah. Untuk menyelamatkan Bumi, Manny, Sid, Diego, dan kawanan lainnya bersatu kembali dengan Buck, yang memimpin mereka dalam upaya menyelamatkan kehidupan di Bumi dari kepunahan.

Boleh jadi karena Wahana Ice Age Dunia Fantasi Ancol Jakarta ini dibuka setelah sekuel ketiga, maka ketika berjalan keluar dari kanal arus kami disapa dengan sebuah wahana kapal mengayun secara acak yang menggunakan karakter kapal geng bajak laut pimpinan Kapten Gutt, yang nangkring di tiang utama kapal. Si kapten adalah wujud dari Gigantopithecus yang telah punah ratusan ribu tahun yang lalu, termasuk dalam genus kera mirip orangutan namun dengan berat hampir lima kali lipat.

Wahana Ice Age Dunia Fantasi

26 foto di gallery. Alamat : Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Telp. 021 - 64710000, 021 - 6403249/50 ext. 421/422. Lokasi GPS : -6.123517, 106.832063, Waze. Jam buka : Senin s/d Jumat 10.00 - 18.00, Sabtu, Minggu, Libur: 10.00 - 20.00. Harga tiket masuk : Rp200.000, dan Rp295.000 untuk akhir pekan. Annual Pass Rp600.000. Rujukan : Hotel di Jakarta Utara, Hotel Melati di Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Utara.
Label : .

Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.