Kapal Kontiki Ice Age Dufan Ancol Jakarta

Bambang Aroengbinang. January 19, 2019
Kapal Kontiki Ice Age Dufan merupakan sebuah wahana menarik yang bisa membuat pengunjung memacu jantungnya sedikit lebih kencang, dibarengi teriakan kaget bercampur gembira. Pengunjung yang selesai naik perahu di Wahana Ice Age tentu akan melewati wahana ini setelah meninggalkan area sekitar dermaga kanal arus.

Wahana Kapal Kontiki Ice Age Dufan di Jakarta Utara ini memang ada di gedung yang sama dengan Wahana Ice Age Dunia Fantasi, dan juga mengambil visual serta karakter dari film serial Ice Age yang dibuat oleh 20th Century Fox. Meski ukuran kapalnya lebih kecil dari Perahu Ayun Kora-Kora yang ada di sebelah kincir raksasa Bianglala, namun karena ukurannya itulah maka Kapal Kontiki Ice Age bisa memiliki gerakan yang lebih dinamis.

Jika Perahu Ayun hanya bergerak mengayun sepanjang satu sumbu maka Kapal Kontiki Ice Age mengayun sambil berputar 360 derajat. Putaran Kapal Kontiki itu yang memberi kesan berbeda ketika menaikinya. Di separuh waktu, arah ayunan kapal tiba-tiba berubah yang membuat pengunjung yang sudah mulai membiasakan diri dengan pola ayunan kapal berteriak ramai-ramai karena terkejut kesenangan.


Di sisi kiri dan sisi kanan Kapal Kontiki Ice Age Dufan ini masing-masing terdapat 3 baris kursi untuk para penumpang, semuanya dibuat menghadap ke arah tiang kapal yang berada di tengah. Setiap kursi yang tanpa pembatas tengah itu, sehingga lebih tepat disebut bangku panjang, bisa diisi oleh dua orang dewasa.

Jika hanya ingin naik wahana Kapal Kontiki Ice Age Dufan, pengunjung bisa langsung masuk lewat lorong sama yang digunakan untuk antrian ke Ice Age, nambul ambil bagian lorong yang ada di sisi sebelah kanan di luar jalur antrian, dan kemudian terus berjalan ke belakang hingga sampai ke tepian area wahana Kapal Kontiki.

Nama Kapal Kontiki Ice Age Dufan Ancol berasal dari nama rakit kayu balsa Kon-Tiki yang digunakan oleh Thor Heyerdahl, seorang petualang dan etnolog berkebangsaan Norwegia, yang melakukan pelayaran pada tahun 1947 untuk membuktikan bahwa masyarakat asli Polinesia di Samudera Pasifik berasal dari daerah di wilayah Amerika Selatan, bukan dari benua Asia sebagaimana yang dipercayai oleh banyak orang waktu itu.


Anak dengan tinggi paling sedikit 1 meter bisa naik wahana Kapal Kontiki, namun untuk bisa diijinkan naik kapal anak-anak harus didampingi oleh orang dewasa. Di puncak tiang kapal berkibar bendera perompak bergambar tengkorak, dan di tengah tiang kapal yang berbentuk pohon gundul terlihat nangkring pentolan geng bajak laut bernama Kapten Gutt.

Kapten Gutt adalah wujud dari primata purba Gigantopithecus yang telah punah ratusan ribu tahun yang lalu. Jenis primata ini termasuk dalam genus kera mirip orangutan namun dengan berat tubuh hampir lima kali lipat. Hampir, jika tidak semua, karakter yang ada di film Ice Age memang merupakan satwa purba yang telah lama punah.

Dalam film Ice Age: Continental Drift, Manny dan kawan-kawan disergap kawanan perompak pimpinan Kapten Gutt yang kemudian memaksa mereka untuk menjadi kru kapal es-nya. Karena menolak, Gutt hendak mengeksekusi mereka, namun Manny dkk bisa lolos dan secara tak sengaja membuat kapal es dan persediaan makanannya tenggelam. Shira, harimau gigi pedang betina anak buah Gutt, menjadi penyelamat dan akhirnya bergabung dengan Diego dan Minny.

Gutt yang keras hati melakukan pengejaran. Manny, Sid, Diego, dan Granny yang lolos dari mahluk sihir Sirene akhirnya berhasil pulang namun tak menemukan siapa-siapa kecuali jembatan yang telah hancur. Gutt yang berhasil menyusul menyandera Ellie, Peaches, dan anggota kelompok lainnya.

Ketika Minny dkk terdesak, paus raksasa kesayangan Granny yang bernama Precious datang menjadi penyelamat. Manny akhirnya mengalahkan Gutt dalam duel, dan Gutt terperangkap dalam sihir Sirene yang menelannya hidup-hidup.

Kapal Kontiki Ice Age Dufan

7 foto ada di gallery. Alamat : Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Telp. 021 - 64710000, 021 - 6403249/50 ext. 421/422. Lokasi GPS : -6.123889, 106.8325, Waze. Jam buka : Senin s/d Jumat 10.00 - 18.00, Sabtu, Minggu, Libur: 10.00 - 20.00. Harga tiket masuk : Rp200.000, dan Rp295.000 untuk akhir pekan. Annual Pass Rp600.000, rajin-rajin cek promo sebelum beli tiket. Rujukan : Hotel di Jakarta Utara, Hotel Melati di Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Utara.
Label : .

Matched content:

Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.