Dunia Fantasi Ancol Jakarta

Dunia Fantasi Ancol Jakarta, yang lebih sering disebut dengan nama Dufan, dibuka pertama kali pada 29 Agustus 1986 di Ancol, dan merupakan taman tematik pertama dan terbesar di Indonesia, hingga saat ini. Bisa dibilang orang dari luar kota belum puas melihat Jakarta jika belum pernah berkunjung ke Dufan.

Dunia Fantasi Ancol terbagi dalam sejumlah kawasan, yaitu Kawasan Jakarta dengan Turangga-rangga dan Panggung Marunda; di Kawasan Asia ada Bianglala (Giant Ferris Wheel), Kora-kora (Boat Swing), Baku Toki (Bumper car kids), dan Gajah Beledug (Flying Elephant); di Kawasan Hikayat ada Ice Age Arctic Adventure, Kontiki, Dufan Glow, Hello Kitty Adventure, Burung Tempur, Panic House, Rajawali, Perang Bintang, dan Arung Jeram; di Kawasan Eropa ada Hysteria (Drop Tower), Kicir-Kicir (Power Surge) dan Panggung Maksima; di Kawasan Indonesia ada Alap-alap (Mini Roller Coaster) dan Tornado (Wind Shear); sedangkan di Kawasan Amerika ada Poci-poci, Rumah Jahil, Rango rango (Tilting house) dan Niagara-gara (Flume Ride); lalu Kawasan Kalila dengan Obanga banga dan Kalila Adventure; serta Kawasan Yunani dengan Halilintar, Ontang Antiing (Flying Chair), Pontang Ponting (Scramble Ride), dan Ombang Ombang.

Maskot Dufan adalah Bekantan, seekor binatang langka yang hidup di hutan Kalimantan, menggambarkan sifat yang baik, pintar bergaul, ramah, bersahabat, selalu gembira, lincah dan senang bergaya. Selain itu ada juga karakter Dufi, Tanit, Koje, Chili, Garin, Bije, dan Kombi.

dunia fantasi ancol jakarta
Pemandangan pada antrian pemeriksaan tiket masuk ke Dunia Fantasi Ancol Jakarta, dengan ornamen meriah yang saat itu dibuat untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Sebelumnya kami memilih untuk membeli tiket promo untuk setahun, tidak di loket Dufan namun di Tokopedia secara online oleh sebab harganya yang jauh lebih murah. Lumayan hemat banyak. Sudah lama sekali saya tak berkunjung ke Dufan, dan sepengamatan saya Dufan hari ini jauh lebih cantik dari apa yang masih tersisa di dalam ingatan.

Saat mengambil foto ini saya memunggungi bundaran dengan halaman luas yang di sisi depannya ada logo besar the Defender, yaitu film animasi petualangan luar angkasa yang menampilkan karakter Dufan sebagai tokoh utamanya. Kawasan ini menjadi meeting point yang sangat baik karena luasnya area, dan adanya tempat duduk. Sesaat sebelumnya kami melewati lintasan panjang beratap dengan puluhan lampion elok menggantung di sepanjang langit lorong, memberi pemandangan yang sangat indah dan Instagramable.

dunia fantasi ancol jakarta
Pemandangan pada area setelah pos pemeriksaan tiket Dunia Fantasi Ancol Jakarta, yang secara umum tidak berubah namun hanya terlihat lebih cantik, rapi, dan anggun. Di sebelah kiri adalah replika Meriam Si Jagur yang aslinya ada di Museum Fatahillah. Di belakang replika meriam adalah replika Gedung Kantor Fatahillah, dan di ujung sana adalah tiruan Gedung Balai Kota, tempat dimana kami mengurus kartu masuk tahunan Dufan yang dibuat secara instan, setelah difoto dan dipindai sidik jari.

Jembatan yang tampak di tengah foto adalah miniatur dari Jembatan Kota Intan yang lokasi aslinya berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Sampai di area ini sepertinya Dufan tidak banyak berubah, dimana komidi putar berukuran besar masih tetap ada di sana. Namun selepas area ini bisa dibilang Dufan telah berubah cukup banyak, menjadi jauh lebih baik dengan kios-kios penjual makanan yang berselera di sejumlah titik.

dunia fantasi ancol jakarta
Pemandangan area di dalam kawasan Dunia Fantasi Ancol Jakarta dengan memunggungi wahana komidi putar yang diberi nama Turangga-Rangga, salah satu wahana paling lama di tempat pelancongan paling populer di Jakarta ini. Secara teknis rasanya tak ada yang berubah dengan komidi putar ini, hanya saja ornamennya lebih baru. Kios-kios makanan tampak sebagian di sisi sebelah kiri. Makanannya enak-enak, dan ada banyak pilihan, dengan harga yang cukup pantas.

Kenapa sampai membuat foto ini adalah karena setelah mengantri di ujung depan antrian komidi putar, tetiba ada yang ingin ke toilet. Jadilah kami masuk dan langsung keluar lagi untuk menunggu yang pergi ke toilet. Beruntung kami diperbolehkan masuk dari pintu keluar, tidak perlu ikut antrian lagi. Dari komidi putar kami ke mobil senggol Baku Toki yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak. Sempat ingin masuk ke Wahana Ice Age namun antrian masih panjang, sehingga batal antri.

dunia fantasi ancol jakarta
Patung Sid, Manny dan Diego di depan Ice Age Adventure di Dunia Fantasi Ancol Jakarta, dengan antrian yang mengular dan membuat orang rela duduk 'ndeprok' di lantai. Wahana naik kereta lorong air dalam ruang yang menarik ini menggantikan Legenda Rama Shinta yang dulu dibuka pada tahun 1999. Setelah dari mobil senggol barulah kami berdiri di antrian Ice Age, dengan lebih dulu membeli jajanan untuk mengisi perut.

Setelah keluar dari lorong air keren Ice Age yang merupakan hasil kerjasama dengan 20th Century Fox Consumer Product-Amerika dan 3DBA- Eropa, ada wahana seru berupa perahu bajak laut Kontiki dari kisah Ice Age dengan dekor yang sangat indah dan sedap dipandang. Di sebelahnya adalah Hello Kitty Base, merupakan lorong dan ruangan dengan warna-warni dan tata cahaya serta isi yang pasti disenangi anak-anak. Di sana ada pula ruang teater untuk menonton film. Sejumlah gerai makanan juga ada di area ini.

Sempat pula kami naik Bianglala dengan pemandangan luas ke seluruh area Ancol, meski sudah kalah tinggi dengan J-Sky Ferris Wheel di Aeon Mall Cakung, dan Mata Legenda di Taman Legenda Keong Emas. Istana Boneka masih sama seperti dulu, dengan musik yang sama pula, namun Balada Kera sudah tidak ada lagi diganti Wahana Kalila. Yang seru adalah Hysteria, yang membuat pengunjung terlontar seketika ke angkasa seperti astronot yang melesat dengan roket, lalu perahu Kora-Kora, dan banyak lagi lainnya. Mungkin harus datang sedikitnya 5 kali ke Dunia Fantasi Ancol Jakarta agar semua wahana yang ada di sana semua dikunjungi. Dufan belum lagi mati, bahkan menjadi jauh lebih menarik ketimbang saat terakhir saya berkunjung ke sana.

Dunia Fantasi Ancol Jakarta

Alamat : Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Telp. 021 - 64710000, 021 - 6403249/50 ext. 421/422. Lokasi GPS : -6.126503,106.832551, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Senin s/d Jumat 10.00 - 18.00, Sabtu, Minggu, Libur: 10.00 - 20.00. Harga tiket masuk : Rp200.000, dan Rp295.000 untuk akhir pekan. Annual Pass Rp600.000. Rujukan : Hotel di Jakarta Utara, Hotel Melati di Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Utara.
Label : . Updated : March 17, 2018.
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!