Museum Bahari Jakarta

Museum Bahari Jakarta menempati gedung tua sangat luas di Jakarta Barat, menyimpan koleksi berbagai benda laut dan kemaritiman. Museum Bahari letaknya di Jl. Pasar Ikan No.1, beberapa puluh langkah sebelum TPI Pasar Ikan. Pengunjung bisa memarkir kendaraannya di pinggir jalan, atau di area parkir Menara Syahbandar beberapa meter sebelum museum.

Gedung tua bergaya kolonial yang ditempati Museum Bahari Jakarta itu dibangun Belanda secara bertahap sejak tahun 1652 sampai tahun 1759 dan digunakan sebagai gudang penyimpanan rempah oleh VOC. Gedung ini baru secara resmi ditetapkan sebagai museum pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Dengan adanya perhatian pemda DKI Jakarta yang lebih besar untuk revitalisasi Kota Tua, serta perhatian pada kemaritiman yang lebih kuat, kondisi Museum Bahari Jakarta saat ini mestinya sudah jauh lebih tertata dan berkelas. Penataan yang baik tentunya juga diperlukan bagi kios-kios yang ada di depan musuem yang terkesan agak kumuh.

museum bahari jakarta
Pintu masuk ke Museum Bahari Jakarta sepertinya sengaja dibuat rendah dengan tembok tebal, mungkin dulunya untuk alasan keamanan, dengan jangkar kapal besi berukuran besar ditanam di depan pintu masuk. Kondisi museum waktu pertama kali datang belum begitu terurus dengan cat tembok terkelupas, cat pudar, lantai kusam, dan ruangan yang muram, menandai orientasi kemaritiman yang masih lemah.

Saat itu saya melihat ada miniatur perahu cadik Majapahit di Museum Bahari Jakarta, satu jenis perahu layar yang ditemukan pada relief candi-candi di Jawa Timur yang melambangkan kejayaan bahari pada masa Kerajaan Majapahit. Dengan kekuatan armada laut pada masa jayanya, Majapahit mampu mempertahankan keutuhan wilayahnya dari gangguan bangsa asing.

Ada koleksi perahu Cadik Borobudur di Museum Bahari, sebuah perahu layar niaga yang terlihat pada salah satu relief di Candi Borobudur, dibuat pada abad ke 8 dan merupakan simbol kejayaan kekuatan laut pada jaman kerajaan Sriwijaya. Replika perahu Cadik Borobudur berhasil napak tilas menyusuri jalur Kayu Manis dari Jakarta ke Ghana sejauh 11.000 mil laut dalam waktu sekitar 6 bulan. Perahu ini memiliki dua tiang layar berkonstruksi tiga kaki dengan layar berbentuk segiempat.

Ada pula miniatur Lancang Kuninga, sebuah perahu legendaris yang asalnya dari Kerajaan Melayu di Pulau Sumatera. Lancang Kuning (lancang artinya perahu) merupakan perahu resmi Kerajaan Siak Sri Indra Pura kuno dan merupakan lambang kekuasaannya. Lancang Kuning sekarang digunakan sebagai lambang Provinsi Riau.

Yang juga menarik di Museum Bahari Jakarta adalah Phinisi Nusantara, yang dibuat ahli-ahli pembuat kapal Bugis Desa Tanaberu, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Phinisi Nusantara berlayar dari Jakarta ke Vancouver sepanjang 10.600 mil selama 68 hari, dimulai 9 Juli 1986. Kapal kemudian meneruskan pelayaran selama dua minggu ke San Diego.

Miniatur KRI Dewi Ruci juga ada di Museum Bahari, yang merupakan kapal latih tertua dalam jajaran armada Angkatan Laut Indonesia. Kapal ini dibuat oleh HC Stulchen & Sohn Shipyard di Hamburg, Jerman pada tahun 1952 dan diluncurkan pada tahun 1953. Kapal ini digunakan sebagai kapal latih layar bagi para kadet angkatan laut dan juga sebagai duta persahabatan ke negara-negara lain.

Ada koleksi Lampu navigasi kapal (Tang Woo) di Museum Bahari yang merupakan kelengkapan kapal yang bahan bakarnya dari minyak tanah. Alat ini dipakai untuk menerangi perahu pada saat cuaca gelap dan menjadi petunjuk arah bagi kapal di sekitarnya. Juga ada roda kemudi kayu antik yang dibuat dari kayu berdiameter 50 - 100 cm. Ukuran kemudi semakin kecil setelah dihubungkan dengan kemudi secara hidrolik ataupun elektronik. Dengan perangkat komputer dan GPS, sekarang kapal bisa memakai pilot otomatis yang lebih cepat dan praktis, pada kondisi gelombang laut normal.

Koleksi lainnya adalah Perahu Gelati dengan ornamen indah yang disebut Jung Raje di Madura, serta fosil ikan lumba-lumba besar juga ada di Museum Bahari. Gelati banyak dijumpai di Selat Bali dan di pantai Utara Jawa. Rangka perahu ini umumnya terbuat dari kayu jati dengan panjang 12 meter dan lebar 2,6 meter. Layar perahu umumnya berbentuk segitiga. Kondisi Museum Bahari saat ini bisa menjadi tengara kekuatan maritim Nusantara apakah sudah sesuai dengan semboyan Jalesveva Jayamahe.

Kondisi Museum Bahari Jakarta sudah jauh lebih baik setelah renovasi totalnya selesai pada 30 November 2017, seperti halnya Museum Wayang yang sudah lebih dulu cantik, hanya saja saya belum sempat ke sana lagi. Sayangnya bagian depan museum yang sempat bersih dari bangunan liar ternyata sudah ada bangunan lagi. Lebih disayangkan lagi, pada 16 Januari 2018 justru terjadi kebakaran hebat di Museum Bahari Jakarta yang menghancurkan total sedikitnya dua bangunan museum berikut isinya yang sangat berharga.

Museum Bahari Jakarta

18 foto di sini. Alamat : Jl. Pasar Ikan No 1, Jakarta Barat. Tel. 021 669-3406, 669-2476. Fax. 021 669-0618. Lokasi GPS : -6.126943, 106.808578, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Selasa - Minggu 9.00 - 15.00. Senin dan hari libur nasional tutup. Harga tiket masuk : Rp 2.000, Pelajar/Mahasiswa & Anak-anak Rp 1.000. Rujukan : Hotel di Jakarta Utara, Hotel Melati di Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Utara. Label : . Updated : October 17, 2018
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!