Museum MH Thamrin Jakarta Pusat

March 22, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Museum MH Thamrin Jakarta merupakan salah satu museum di Jakarta yang letaknya masuk ke sebuah jalanan kecil, tepatnya berada di Gang Kenari II. Oleh sebab itulah meskipun terbilang sering melewati Jl. Kramat Raya, sangat lama saya tidak tahu menahu akan keberadaan museum ini.

Namun begitu meskipun Museum Sumpah Pemuda berada di tepi Jalan Krama Raya, tetap saja luput dari perhatian selama puluhan tahun. Pemda DKI dan pengelola museum tampaknya perlu membuat tengara lebih menonjol, agar keberadaan museum lebih mudah diketahui pejalan. Gedung Museum MH Tamrin ini dulu digunakan sebagai tempat Kongres Partai Nasional Indonesia pada 1928, Kongres Persatuan Arab Indonesia pada 1935, Kongres Gabungan Partai Indonesia pada 1939, serta sebagai tempat pendidikan perguruan rakyat. Peresmian sebagai Gedung Museum MH Thamrin terjadi pada 11 Januari 1986, setelah pada 1972 ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya.

Muhammad Hoesni Thamrin lahir dari keluarga berada di daerah Sawah Besar, Jakarta, pada 16 Februari 1894. Ayahnya, Thamrin Mohamad Thabrie, adalah Wedana Batavia pada 1908, jabatan tertinggi kedua bagi orang pribumi setelah Bupati. Neneknya, Noeraini, adalah perempuan Betawi dan kakeknya, Ort, orang Inggris pemilik hotel di daerah Petojo.

museum mh thamrin jakarta
Halaman depan Museum MH Thamrin cukup luas, berfungsi sekaligus sebagai tempat parkir. Patung MH Thamrin yang diresmikan pada 15 Februari 1987 ini digambarkan dalam posisi melangkah, berpeci dan mengempit buku, menyambut saya setelah melewati pos keamanan. Pada belakang patung tertulis kutipan perkataan MH Thamrin "Memilih djalan jang sesoeai dengan perasaan ra'jat akan membikin ia bekerdja bersama-sama dengan gembira oentoek kesentaoesaan Noesa dan Bangsa".

Oleh kawan dekatnya, MH Thamrin dipanggil Mat Seni. Ia dikenal mudah bergaul dengan siapa saja, dan dari semua status sosial. Gedung Museum MH Thamrin dibangun pada awal abad 20 sebagai rumah pemotongan hewan. Kemudian sebagai gudang buah import dari Australia sebelum dibeli oleh MH Thamrin dari Meneer Has, dan lalu dihibahkannya ke PPPKI (Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) pada 1928.

Di sisi kiri ruangan museum terdapat koleksi foto reproduksi perjuangan MH Thamrin dan pergerakan nasional, suasana kota Jakarta jaman dulu, diorama, serta benda peninggalan MH Thamrin seperti radio yang digunakannya untuk mendengarkan berita luar negeri. Dari tulisan dan foto pada poster, pengunjung Museum MH Thamrin bisa mengetahui riwayat MH Thamrin sejak kecil sampai ia meninggal, termasuk hubungannya dengan tokoh politik seperti Soekarno, dan pandangan hidupnya.

Sebuah sepeda onthel antik yang sejaman dengan MH Thamrin dipajang di Museum MH Thamrin Jakarta Pusat. Dokumentasi foto di sebelahnya adalah ketika MH Thamrin beserta istri dan anak angkatnya berkunjung ke Padang dalam rangka kunjungan kerja Perindra. Ruangan museum terbagi dalam dua bagian, lorong kiri dan kanan, dengan patung dada MH Thamrin berada tepat setelah pintu masuk. Di tempat ini ada Free Wi Fi, Perpustakaan, Bioskop.

Replika kereta jenazah dalam ukuran aseli disimpan di Museum MH Thamrin Jakarta yang lazim digunakan dalam prosesi pemakaman petinggi Belanda dan tokoh perjuangan. Di ujung foto terdapat diorama suasana rapat Volksraad Batavia. MH Thamrin tampak sedang menyampaikan gagasannya tentang perbaikan kampung dan penyediaan air bersih. Thamrin adalah salah satu tokoh Betawi pertama dalam Volksraad. Pembangunan instalasi Penjernihan Air Minum Pejompongan oleh Belanda merupakan buah dari tuntutan itu. Perbaikan kampung Jakarta secara besar-besara pada tahun 1970-an karenanya diberi nama Proyek MH Thamrin (Proyek MHT).

Salah satu kutipan pernyataannya di Volksraad, antara 1930 - 1931, adalah: "Satu hal yang dapat dipastikan bahwa rasa keadilan yang dibangun dewasa ini sangatlah sulit dicari. Kepercayaan terhadap putusan pengadilan termasuk salah satu sandaran utama negara yang sangat penting. Tetapi dengan banyaknya keraguan terhadap kenetralan institusi pengadilan, maka pemerintah akan kehilangan salah satu pilar terkuat untuk memelihara kedaulatan hukum". Dari rapat-rapat di gedung Museum MH Thamrin ini lahir gagasan politik perjuangan Indonesia pada 15 Desember 1927, tuntutan Indonesia berparlemen dan merdeka, lahir juga konsep lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh WR Supratman.

Di lorong kedua Museum MH Thamrin dimana terdapat delman dalam ukuran sebenarnya, meja kursi khas betawi, foto dokumentasi, perlengkapan rumah orang Betawi, dan terlihat pada sebelah kanan foto adalah sebagian dari perlengkapan musik Tanjidor. Ada pula perlengkapan musik Gambang Kromong dan pakaian penari Ronggeng Blantek.

Tanjidor adalah kesenian Betawi sejak abad ke-19, dirintis oleh Mayor Jantje di daerah Citeureup. Alat-alat musik yang dipajang di Museum MH Thamrin Jakarta adalah trombone, tenor, terompet, panil / penjel, klarinet, pistone, simbal, tanji, dan beberapa lainnya. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat. Sedangkan perlengkapan musik Gambang Kromong yang disimpan di museum adalah kromong sebagai rithm, selukat (memperkuat kromong), gambang (pengiring lagu), kempul (menentukan ketukan jatuhnya gong), Gong, gambang besi (memperkuat melodi), Ningnon (pemanis lagu), kongahyan (melodi harmoni), kecrek (mempertegas tempo), gendang (mempercepat dan memperlambat tempo), serta seruling.

MH Thamrin juga layak dikenang para pecinta bola karena ia menyumbangkan dana 2000 Gulden pada 1932 untuk pembuatan lapangan sepakbola di daerah Petojo, lapangan bola pertama khusus untuk kaum pribumi. Kematiannya dikabarkan penuh dengan intrik politik kontroversial. Setelah lima hari menjalani tahanan rumah dengan penjagaan ketat Belanda, MH Thamrin meninggal dunia pada 11 Januari 1941 dalam usia 48 tahun. Laporan resmi menyebutkan bahwa ia bunuh diri, namun diduga ia dibunuh Belanda. MH Thamrin dimakamkan di TPU Karet, Jakarta.

Museum MH Thamrin Jakarta

Alamat : Jl. Kenari II / 15, Jakarta Pusat. Nomor telp 390 9148, 390 3387. Fax 392 3185. Email: museummhthamrin@yahoo.co.id. Lokasi GPS : -6.180574, 106.823311, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Selasa s/d Minggu 09.00 – 15.00. Sabtu 09.00 - 13.00. Harga tiket masuk : Umum Rp. 2.000, mahasiswa Rp.1.000, anak Rp. 600. Rombongan (minimal 20 orang) Umum Rp. 1.500, mahasiswa Rp.750, anak Rp. 500.

Galeri Foto Museum MH Thamrin

Sepeda onthel yang sejaman dengan saat MH Thamrin masih hidup. Foto memperlihatkan saat MH Thamrin, istri dan anak angkatnya ke Padang untuk kunjungan kerja Perindra.

museum mh thamrin jakarta

Tiruan kereta jenazah di Museum MH Thamrin Jakarta yang dulu dipakai petinggi Belanda dan tokoh perjuangan. Ada diorama rapat Volksraad di Batavia, ketika MH Thamrin berbicara tentang perbaikan kampung dan penyediaan air bersih. Dibangunnya instalasi Penjernihan Air Minum Pejompongan oleh pemerintah kolonial Belanda adalah hasil pemikiran MH Thamrin

museum mh thamrin jakarta

Ada delman di Museum MH Thamrin Jakarta, meja kursi betawi, foto, isi rumah Betawi, dan perlengkapan musik Tanjidor, serta perlengkapan musik Gambang Kromong dan pakaian penari Ronggeng Blantek.

museum mh thamrin jakarta

Ruangan museum terbagi dalam dua bagian, lorong kiri dan kanan, dengan patung dada MH Thamrin yang terbuat dari perunggu pada foto di atas berada tepat setelah pintu masuk. Ada tulisan "MHT" di dasar patung.

museum mh thamrin jakarta

Poster tentang MH Thamrin dan keluarganya. Muhammad Hoesni Thamrin lahir dari keluarga berada di daerah Sawah Besar, Betawi, pada 16 Februari 1894. Ayahnya, Thamrin Mohamad Thabrie, adalah Wedana Batavia pada 1908, jabatan tertinggi kedua bagi orang pribumi setelah Bupati. Neneknya, Noeraini, adalah perempuan Betawi dan kakeknya, Ort, orang Inggris pemilik hotel di daerah Petojo.

museum mh thamrin jakarta

Di sisi sebelah kiri ruang museum terdapat koleksi foto reproduksi perjuangan MH Thamrin dan pergerakan nasional, foto reproduksi suasana kota Jakarta jaman dulu, diorama, serta benda-benda peninggalan MH Thamrin.

museum mh thamrin jakarta

Radio kuno berukuran besar milik MH Thamrin yang dulu (1919 - 1941) digunakannya untuk mendengarkan berita dari siaran radio asing yang dipancarkan dari luar negeri.

museum mh thamrin jakarta

Sejumlah poster yang berisi dokumentasi foto serta kisah tentang MH Thamrin. Salah satunya adalah kutipan pernyataannya di Volksraad, antara 1930 – 1931: “Satu hal yang dapat dipastikan bahwa rasa keadilan yang dibangun dewasa ini sangatlah sulit dicari. Kepercayaan terhadap putusan pengadilan termasuk salah satu sandaran utama negara yang sangat penting. Tetapi dengan banyaknya keraguan terhadap kenetralan institusi pengadilan, maka pemerintah akan kehilangan salah satu pilar terkuat untuk memelihara kedaulatan hukum”.

museum mh thamrin jakarta

Poster berisi foto dan kisah kematian MH Thamrin yang dikabarkan penuh dengan intrik politik kontroversial. Setelah lima hari menjalani tahanan rumah dengan penjagaan ketat Belanda, MH Thamrin meninggal dunia pada 11 Januari 1941 dalam usia 48 tahun. Laporan resmi menyebutkan bahwa ia bunuh diri, namun diduga ia dibunuh Belanda. MH Thamrin dimakamkan di TPU Karet, Jakarta.

museum mh thamrin jakarta

Sudut pandang berbeda ke arah replika kereta jenazah dalam ukuran aseli di Museum MH Thamrin Jakarta yang lazim digunakan dalam prosesi pemakaman petinggi Belanda dan tokoh perjuangan.

museum mh thamrin jakarta

Sebagian dari perlengkapan musik Gambang Kromong yang disimpan di Museum MH Thamrin, yaitu kromong sebagai rithm, selukat (memperkuat kromong), gambang (pengiring lagu), kempul (menentukan ketukan jatuhnya gong), Gong, gambang besi (memperkuat melodi), Ningnon (pemanis lagu), kongahyan (melodi harmoni), kecrek (mempertegas tempo), gendang (mempercepat dan memperlambat tempo), serta seruling.

museum mh thamrin jakarta

Pakaian penari tradisional Betawi yang dipakai oleh penari Ronggeng Blantek. Tarian ini diangkat dari pertunjukan Teater Belanda, yaitu Topeng Blantek, yang biasa dipertontonkan untuk memulai sebuah pertunjukan. Dalam perkembangannya, tari Ronggeng Blantek menjadi tarian penyambutan tamu.

museum mh thamrin jakarta

Sebagian dari alat-alat musik Tanjidor. Tanjidor adalah kesenian Betawi sejak abad ke-19, dirintis oleh Mayor Jantje di daerah Citeureup. Alat-alat musik yang dipajang di Museum MH Thamrin adalah trombone, tenor, terompet, panil / penjel, klarinet, pistone, simbal, tanji, dan beberapa lainnya. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat.

museum mh thamrin jakarta

Trombone dan Tanji (tambur), dua diantara peralatan musik Tanjidor koleksi Museum MH Thamrin. Musik ini muncul pada abad ke-18, yang dimainkan untuk mengiringi perhelatan atau mengarak pengantin. Belakang musik tanjidor juga ditampilkan untuk menyambut tamu. Tanjidor berasal dari kata Tangedor dalam bahasa Portugis yang berarti "alat-alat musik berdawai" yang sebenarnya tak cocok lagi karena tak ada alat musik berdawai yang dimainkan. Lagu-lagu yang sering dibawakan oleh orkes Tanjidor adalah Warung Pojok, Kramton, Bananas, Cente Manis, Keramat Karem, Merpati Putih, dan Surilang. Lagu Keramat Karem lahir terkait peristiwa meletusnya Gunung Krakatau.

museum mh thamrin jakarta

Pandangan pada lorong kedua Museum MH Thamrin dimana terdapat delman dalam ukuran sebenarnya, meja kursi khas betawi, foto dokumentasi, pakaian khas Betawi, dan perlengkapan rumah orang Betawi.

museum mh thamrin jakarta

Prasasti yang berisi riwayat gedung yang sekarang digunakan sebagai Museum MH Thamrin. Gedung Museum MH Thamrin dibangun pada awal abad 20 sebagai rumah pemotongan hewan. Kemudian sebagai gudang buah import dari Australia sebelum dibeli oleh MH Thamrin dari Meneer Has, dan kemudian dihibahkannya ke PPPKI (Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) pada 1928.

museum mh thamrin jakarta

Prasasti peresmian penggunaan Gedung Mohammad Hoesni Thamrin yang berada di Gang Kenari II No 15 oleh Gubernur DKI Jakarta R Soeprapto pada 11 Januari 1986.

museum mh thamrin jakarta

Pada belakang patung tertulis kutipan perkataan MH Thamrin “Memilih djalan jang sesoeai dengan perasaan ra’jat akan membikin ia bekerdja bersama-sama dengan gembira oentoek kesentaoesaan Noesa dan Bangsa”.

museum mh thamrin jakarta

Prasasti peresmian Patung Moehammad Hoesni Thamrin (1894 - 1941) yang berada di bawah kaki depan patung, dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta R. Soeprapto pada 15 Februari 1987.

museum mh thamrin jakarta

Patung MH Thamrin berwarna keemasan ini cukup membuat saya terkesan ketika pertama kali menginjakkan kaki di halaman Museum MH Thamrin yang lumayan luas itu. Akses jalan yang lebih lega dan tengara di tepi Jalan Kramat Raya yang mencolok mungkin akan membantu mempopulerkan keberadaan museum ini.

museum mh thamrin jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Pusat, Hotel Melati di Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Pusat.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.