Masjid Istiqlal Jakarta Pusat

aroengbinang.com -
Masjid Istiqlal Jakarta merupakan masjid agung terbesar di Jakarta, dan juga terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Meskipun demikian sangat jarang saya berkunjung ke masjid ini, dan lebih sering pergi ke masjid terdekat bila Jumatan atau pun saat Shalat Hari Raya. Jarak menjadi alasan utama, selain memang jarang lewat.

Saya tidak ingat kapan terakhir kali berkunjung ke Masjid Istiqal, namun sedikitnya lebih dari 10 tahun lalu. Nyaris tidak ada lagi yang tersisa dalam ingatan seperti apa penampakan ruangan dalamnya, dan karenanya setelah berkeliling ke beberapa tempat di wilayah Jakarta Utara, saya memutuskan mampir di masjid agung yang namanya berarti Masjid Merdeka ini.

Kami masuk melalui akses utama di sisi timur dengan melewati pos jaga yang berseberangan dengan gedung Gereja Katedral Jakarta. Area parkir Masjid Istiqlal cukup luas, memanjang beberapa lapis yang dinaungi oleh deretan pepohonan cukup rindang. Jarak dari area parkir ke serambi masjid sekitar 100 meter dengan berjalan kaki.

masjid istiqlal jakarta
Dari sebuah titik di selasar masjid, terlihat Menara Masjid Istiqlal yang tingginya mencapai 96,66 meter. Lokasi menara masjid berada di sebelah kiri bangunan utama, dengan tugu Monumen Nasional (Monas) tampak di latar belakang. Masjid Istiqal Jakarta lokasinya memang sangat dekat dengan Monas dan Istana Presiden.

Terdapat tujuh pintu masuk ke dalam Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, tiga diantaranya pintu utama, yaitu Al Fattah (Pembuka, timur laut, menghadap Gereja Katedral), As Salam (Kedamaian, utara, VIP) dan Ar Rozzaq (Rezeki, selatan). Sedangkan pintu masuk lainnya adalah Al Quddus (Kesucian), Al Malik (Raja, VVIP), Al Ghaffar (Ampunan), dan Ar Rahman (Pengasih).

Masjid Istiqlal Jakarta Pusat dirancang oleh Frederich Silaban, arsitek Kristen Protestan yang memenangkan lomba desain masjid pada 1955. Fondasi pertama diletakkan oleh Presiden Sukarno pada 24 Agustus 1961, dan pembangunannya memakan waktu 17 tahun dengan partisipasi berbagai umat beragama. Mendiang Presiden Suharto meresmikannya pada 22 Februari 1978.

Ruang utama masjid Istiqlal berbentuk segi empat berukuran besar dengan lantai berlapis karpet, sekaligus penanda shaf. Mihrab, sebuah lubang pada dinding depan yang menunjukkan arah kiblat (Mekah), dan mimbar dimana khotib berdiri memberikan khotbahnya, berada di bagian tengah dinding utama depan masjid.

Menempel pada dinding bagian kanan Masjid Istiqlal Jakarta adalah kaligrafi logam keemasan yang berbunyi Allah, dan yang menempel pada dinding sebelah kiri berbunyi Muhammad. Terdapat kaligrafi Surah Thaha di tengah-tengah dinding. Kubah bundar di pusat bangunan masjid berdiameter 45 m, ditopang 12 pilar bulat yang ditutup pelat alumunium. Di serambi masjid terdapat bedug berukuran besar yang dibuat dari batang Pohon Meranti Merah yang berusia 300-an tahun asal Pulau Kalimantan. Sedangkan di taman masjid di sisi barat daya terdapat kolam air mancur yang memancarkan air hingga setinggi 45 meter, yang dihidupkan hanya setiap hari Jumat dan pada hari-hari raya Islam.

Bagian dalam kubah Masjid Istiqlal Jakarta yang memiliki ornamen konsentrik repetitif terlihat sangat indah, dan ada tulisan kaligrafi Arab di sepanjang tepian lingkarannya. Lampu kristal di bagian tengah juga terlihat sangat elok, sangat serasi dengan garis dan warna ornamen pada langit-langit yang menjadi latar belakangnya.

Sebagaimana umumnya masjid, beberapa orang tampak sedang beristirahat setelah melaksanakan ibadah sholat di masjid ini. Masjid Istiqlal memang tidak pernah sepi dari pejalan yang mampir untuk berbagai keperluan, dari melakukan sholat sunnah, sholat wajib, dan kemudian sejenak menyepi dari kesibukan dan kebisingan kota.

Beberapa orang memilih suasana yang tidak terlalu ramai orang untuk sholat, yaitu di selasar di luar bangunan utama masjid. Selasar masjid juga menjadi tempat yang sangat nyaman dan hening untuk sejenak beristirahat di sela kesibukan kerja, meski berbaring di dalam masjid biasanya dilarang oleh pengurus.

Ada lima pintu gerbang untuk masuk ke dalam area masjid, beberapa diantaranya dihubungkan dengan jembatan yang melintang di atas Sungai Ciliwung. Gerbang masjid berada di sisi utara lewat pintu air dan Jalan Veteran, di sisi timur berseberangan Gereja Katedral, dan sisi tenggara-selatan lewat Jalan Perwira.

Masjid Istiqlal Jakarta dibangun di lokasi yang di jaman kolonial dikenal dengan nama Taman Wilhelmina. Bangunan utama masjid memiliki enam lantai, termasuk lantai dasar, dengan gaya arsitektur modern, berdinding dan berlantai marmer. Ornamen geometrik dari baja juga menghias bangunan yang bisa menampung jamaah lebih dari dua ratus ribu ini.

Masjid Istiqlal Jakarta

Alamat : Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kec Sawah Besar, Jakarta Pusat. Nomor Telp 021-3500711. Lokasi GPS : -6.169793, 106.831591, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto

Ruang utama Masjid Istiqlal Jakarta merupakan segi empat besar dengan lantai dibalut karpet bersih. Mihrab, yang menunjuk arah Mekah dan mimbar khotib ada di bagian tengah dinding utama masjid.

masjid istiqlal jakarta

Dalam kubah Masjid Istiqlal Jakarta dengan ornamen terpusat berulang yang amat elok, serta kaligrafi di tepian lingkarnya. Lampu kristal di bagian tengah juga terlihat sangat elok, sangat serasi dengan garis dan warna ornamen pada langit-langit yang menjadi latar belakangnya.

masjid istiqlal jakarta

Pemandangan di selasar yang berada di luar bangunan utama masjid. Selasar Masjid Istiqlal Jakarta juga amat nyaman dan sepi, cocok untuk beristirahat selama beberapa menit di sela kesibukan kerja.

masjid istiqlal jakarta

Bagian dalam kubah Masjid Istiqlal yang memiliki ornamen konsentrik repetitif terlihat sangat indah, dan ada tulisan kaligrafi Arab di sepanjang tepian lingkarannya. Lampu kristal di bagian tengah juga terlihat sangat elok, sangat serasi dengan garis dan warna ornamen pada langit-langit yang menjadi latar belakangnya.

masjid istiqlal jakarta

Menempel pada dinding bagian kanan Masjid Istiqlal adalah kaligrafi logam keemasan yang berbunyi Allah, dan yang menempel pada dinding sebelah kiri berbunyi Muhammad. Terdapat kaligrafi Surah Thaha di tengah-tengah dinding.

masjid istiqlal jakarta

Kubah bundar di pusat bangunan masjid berdiameter 45 m, ditopang 12 pilar bulat yang ditutup pelat alumunium. Jumlah pilar dilambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu pada 12 Rabiul Awwal, juga melambangkan 12 bulan dalam penanggalan Islam dalam satu tahun.

masjid istiqlal jakarta

Kedua belas pilar penyangga kubah itu terlihat sangat kokoh dan elok. Kubah masjid ini memiliki diameter sebesar 45 meter, yang melambangkan tahun proklamasi kemerdekaan 1945. Kemuncaknya ada ornamen Bulan sabit dan bintang yang terbuat dari baja antikarat.

masjid istiqlal jakarta

Pandangan dari sudut ruangan utama masjid, memperlihatkan sebagian besar pilar penyangga kubah, serta langit-langit ruangan. Selain mereka yang meluruskan punggung sehabis shalat, banyak pula yang duduk berdzikir atau membaca Al Quran di dalam masjid.

masjid istiqlal jakarta

Selasar Masjid Istiqlal rupanya memang menjadi tempat yang nyaman untuk sejenak beristirahat, meski berbaring di dalam masjid biasanya dilarang oleh pengurus. Seluruh koridor Masjid Istiqlal mampu menampung sekitar 81.000 jamaah.

masjid istiqlal jakarta

Tinggi tubuh menara marmer Masjid Istiqlal ini adalah 66.66 meter melambangkan jumlah ayat Al Qur'an, dengan tinggi kemuncak yang terbuat dari baja 30 meter melambangkan jumlah juz, sehingga tinggi keseluruhan menara lebih dari 96 meter dengan diameter terbesar 5 meter.

masjid istiqlal jakarta

Gereja Katedral Jakarta yang berada pada arah timur laut dari Masjid Istiqlal, sering dipakai sebagai perlambang kerukunan umat beragama, karena letaknya yang berdekatan. Salah satu dari tiga pintu utama masjid, yaitu pintu Al Fattah (Pembuka) menghadap ke arah ini.

masjid istiqlal jakarta

Tengara Masjid Istiqlal yang berada di sisi timur laut. Masjid ini dirancang oleh Frederich Silaban, arsitek Kristen Protestan yang memenangkan lomba desain masjid pada 1955. Fondasi pertama diletakkan oleh Presiden Sukarno pada 24 Agustus 1961.

masjid istiqlal jakarta

Keindahan ruang utama Masjid Istiqlal dilihat dari sudut ruangan. Sebagaimana umumnya masjid, beberapa orang di tengah sana tampak sedang meluruskan punggung setelah selesai sholat. Masjid Istiqlal tidak pernah sepi dari pejalan yang mampir untuk berbagai keperluan, dari melakukan sholat sunnah, sholat wajib, dan kemudian sejenak menyepi dari kesibukan dan kebisingan kota.

masjid istiqlal jakarta

Info Jakarta

: Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Pusat, Hotel Melati di Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta Pusat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Pusat.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.