Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi

June 14, 2019. Label:

Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi berada di Jl. Jatiluhur I, Jaka Sampurna, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat. Pura ini memiliki dua pintu masuk, dengan pintu masuk yang satu lagi menghadap jalan yang sejajar Kalimalang arah ke Bekasi, tidak jauh dari lokasi Sekolah Global Prestasi.

Tidak ada area parkir mobil di bagian depan pura itu, namun sepeda motor masih bisa parkir di sana. Di tempat itu juga ada sebuah pohon beringin yang terlihat sudah agak tua dengan akar-akar gantung sangat lebat dan harus diikat dan dilekatkan ke batang pohon agar tidak sampai mengganggu orang yang lewat di dekatnya. Gapura di bagian depan itu berbentuk paduraksa, bentuk yang tak lazim digunakan untuk memisahkan bangunan pura dengan area di luarnya.

Namun bentuk gapura paduraksanya memang berbeda, dengan lengkung lebih lebar dan tidak terlalu tinggi dibanding gapura pemisah jaba tengah dengan jaba jero. Di sebelah kiri dan kanan gapura terdapat patung harimau, yang mengingatkan saya pada Cioksay yang biasa berjaga di depan pintu kelenteng Tao. Hanya saja harimau betinanya tidak bersama anaknya, dan harimau jantannya tidak memegang bola.

pura agung tirta bhuana bekasi

Gapura candi bentar ini berada di sisi Jalan Jatiluhur I dengan tulisan selamat datang dan om suastiastu yang berhenti hanya sebatas tulisan, oleh sebab pintu ini terkunci, dan meski saya beberapa kali mencoba menarik perhatian orang yang ada di dalam pura, tak ada satu pun orang yang keluar mendekati saya untuk menyapa, malah gonggong anjing-anjing galak yang terus terdengar dan berusaha menghalau saya dari pintu pura.

Berbeda dengan gapura depan yang dijaga sepasang singa, di gapura candi bentar ini dijaga oleh sepasang arca dwarapala dengan posisi gada bayangan cermin. Ukiran arca semen ini, lantaran sekarang sudah sulit menemukan batu besar seukuran ini, dikerjakan dengan cukup baik. Di bagian bawah arca ada ram-raman besi sebagai tempat untuk meletakkan sesaji. Lambang swastika tampak menghiasi dinding bata di sisi kiri kanan gapura.

Area parkir mobil yang rapi dan cukup nyaman berada di sisi ini, dan di sana pula saya parkir. Setelah gagal masuk dari pintu ini saya sempat mampir ke warung yang ada di seberang jalan, namun tak mendapat bantuan atau petunjuk yang saya butuhkan. Sehingga akhirnya saya berjalan kaki ke gerbang depan dan berhasil menarik perhatian salah satu penjaga. Begitupun memerlukan 'negosiasi' cukup panjang hingga akhirnya saya bisa masuk ke dalam pura, dengan permintaan untuk tidak masuk ke dalam area jaba jero.

pura agung tirta bhuana bekasi

Area jaba jero ini saya ambil fotonya dari undakan yang ada di pintu tambahan di sebelah kanan kori agung, mentaati permintaan petugas untuk tidak melangkahkan kaki masuk ke dalam area yang dianggap paling sakral ini. Di tempat ini penganut agama Hindu bersembahyang dan melakukan ritual keagamaan menghadap candi utama dan stana yang ada di sampingnya.

Sayang sekali pandangan ke arah candi utama yang berbentuk meru terhalang oleh pepohonan, dan petugas tak bergeming ketika saya meminta ijin untuk mendapat sudut pandang yang lebih baik. Keramahan tempat ibadah memang sepenuhnya bergantung pada keluasan hati dan kedalaman wawasan petugasnya, apa pun agamanya. Meski tempat ibadah bukan tempat wisata, namun sesungguhnya bisa menjadi jembatan penghubung kerukunan dan membantu menipiskan sekat eksklusifitas agama.

Walau terhalang dahan dan dedaunan, saya masih bisa melihat bahwa di dasar meru tedapat arca ular naga, dan di puncak meru ada relief keemasan yang sepertinya melambangkan Dewa Indra. Boleh jadi di dasar meru juga ada patung penyu raksasa, seperti yang pernah saya lihat ketika berkunjung ke Pura Taman Sari di Klungkung.

Menurut catatan Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi diresmikan pada hari Sabtu Kliwon, 23 Maret 1991, beberapa tahun lebih tua dibandingkan dengan Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma yang baru diresmikan pada tahun 1998.

Selain sebagai tempat bersembahyang umat yang beragama Hindu, di lingkungan Pura Agung Tirta Bhuana juga diselenggarakan kelas tari Bali untuk umum oleh Sanggar Tari Saraswati. Kelas tari itu dilakukan pada setiap Rabu dan Sabtu.

Saya sempat berdiskusi panjang dengan petugas pura yang masih sangat muda, taksiran saya belum sampai 20 tahunan umurnya. Ia mengaku anak Kediri, yang mengingatkan saya pada kunjungan ke Pura Penataran Agung Kilisuci dan Goa Selomangleng serta ke tempat-tempat bersejarah dan elok lainnya di Kediri yang bisa dibaca di sini. Jalan pikir cenderung toksik anak muda ini buat saya menjadi bukti bahwa sempit pikir dan bibit radikalisme tidak hanya ada di agama mayoritas, namun bisa ada dimana saja.

Berkunjung ke pura biasanya menyenangkan, karena lingkungannya yang terbuka lazimnya diteduhi dengan pepohonan rimbun, sekali pun berada di tengah kota besar padat penduduk seperti Bekasi dan Jakarta. Suasana di dalam pura biasanya juga hening jika tidak sedang berlangsung acara ritual besar. Beberapa hari setelah kunjungan saya itu akan ada piodalan, acara peringatan ulang tahun pura, hanya saja tak membuat saya tertarik karena adanya ketentuan untuk mengajukan ijin dan belum tentu juga bisa masuk ke jaba jero.

Pura Agung Tirta Bhuana

Alamat : Jl. Jatiluhur I Kalimalang Bekasi. Telepon : 021 – 8840965. Lokasi GPS : -6.248364, 106.967359, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Pura Agung Tirta Bhuana

Pandangan tegak pada gapura candi bentar Pura Agung Tirta Bhuana yang memisahkan area nista mandala (jaba pisan, halaman luar) dengan madya mandala (jaba tengah, halaman tengah). Candi bentar adalah gapura yang bagian atasnya terpisah, sedangkan gapura paduraksa bagian atasnya bertaut.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pandangan mendatar pada gapura candi bentar yang berada di sisi Jalan Jatiluhur I dimana terdapat area memanjang untuk parkir mobil. Ram-raman besi pada bagian bawah sepasang arca Dwarapala adalah digunakan sebagai tempat untuk meletakkan sesaji.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pandangan tegak pada gapura candi bentar Pura Agung Tirta Bhuana yang memisahkan area nista mandala (jaba pisan, halaman luar) dengan madya mandala (jaba tengah, halaman tengah). Candi bentar adalah gapura yang bagian atasnya terpisah, sedangkan gapura paduraksa bagian atasnya bertaut.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pandangan mendatar pada gapura candi bentar yang berada di sisi Jalan Jatiluhur I dimana terdapat area memanjang untuk parkir mobil. Ram-raman besi pada bagian bawah sepasang arca Dwarapala adalah digunakan sebagai tempat untuk meletakkan sesaji.

pura agung tirta bhuana bekasi

Sebuah stana, tempat pemujaan dimana di dalamnya biasanya ada arca dewa, yang berada di dekat gapura candi bentar kedua yang ada di bagian depan. Gapura ini letaknya setelah gerbang paduraksa depan yang sepertinya memang hanya berfungsi sebagai gerbang, bukan sebagai bagian dari bangunan pura.

pura agung tirta bhuana bekasi

Bangunan di sebelah kiri sepertinya berfungsi sebagai kelir atau penutup pandangan mata orang lalu lalang dari area nista mandala di luar pura ke ara madya mandala di bagian tengah pura. Jalur kotak di latar depan menuju ke kanan adalah jalan menuju ke kori agung Pura Tirta Bhuana.

pura agung tirta bhuana bekasi

Sebuah arca Ganesha dengan meja sesaji diletakkan di bagian depannya. Patung adalah menjadi semacam penghubung antara si pemuja dengan yang dipuja yang bisa membantu memberi suasana khusuk dan memudahkan pemusatan pikiran. Ganesha adalah Dewa Pengetahuan dan Kecerdasan, Dewa Pelindung dan Penolak Bala serta Dewa Kebijaksanaan yang dipuja oleh umat Hindu. Karenya Ganesha digunakan sebagai lambang sebuah institut terkenal di Kota Bandung.

pura agung tirta bhuana bekasi

Sudut pandang lain pada Arca Ganesha di Pura Agung Tirta Bhuana, Bekasi. Tempat patung yang dibiarkan terbuka tanpa penutup membuat kain yang menghias bagian bawah patung, serta payung poleng di atasnya, sudah terlihat mulai pudar warnanya, meski mungkin belum lama diganti dengan yang baru.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pepohonan yang daunnya hijau rimbun serta berbunga kuning merah membuat suasana pura menjadi lebih sejuk dan segar. Ini sangat membantu pengunjung oleh sebab lingkungan pura sebagian besar memang dibuat terbuka, terkecuali di beberapa tempat yang didirikan bale untuk keperluan tertentu.

pura agung tirta bhuana bekasi

Kori agung di bagian tengah yang berbentuk gapura paduraksa dengan pintu tambahan di sebelah kiri dan kanannya. Kori agung hanya dibuka jika sedang ada perayaan ritual dan tak sembarangan orang pula yang boleh melewatinya. Sepasang arca dwarapala, kadang naga, pintu berukir indah berwarna keemasan, ukiran Kala di atas pintu adalah ciri dari kori agung di sebuah pura. Kadang ornamen Kala dibuat pada setiap tingkatan di atas kori. Dari atas undakan di atas pintu samping kiri kanan itulah saya bisa melongok untuk melihat isi dari jaba jero atau utama mandala.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pandangan tegak pada gapura paduraksa Kori Agung yang menjadi jalan masuk ke area jaba jero bagi para pendeta dan petinggi, sementara umat kebanyakan akan melewati pintu samping di sebelah kiri, dan pintu samping sebelah kanan digunakan sebagai pintu kelluar. Arca Dwarapala yang menjaga pintu juga merupakan bayangan cermin dengan gada berada pada tangan yang ada di bagian luar. Tempat sesaji dipasang di depan kaki arca.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pandangan lebih dekat lagi pada kori agung dengan trap-trapan keemasan di atasnya yang berujung pada kepala Kala. Ukiran pada pintu terlihat sangat indah dan teliti, dengan sosok dewa di sebelah kiri dan sosok Hanoman atau Sugriwa di sebelah kanan, serta ukiran kepala Kala di bawahnya. Ukiran lainnya berupa dedaunan dan bebungaan serta bentuk geometris yang menyajikan lambang swastika.

pura agung tirta bhuana bekasi

Di belakang kori agung juga ada tembok kelir yang menjadi penghalang pandang dari area madya mandala ke utama mandala. Di belakang tembok kelir ada bale beratap ijuk tanpa dinding dengan sejumlah benda di dalamnya. Deretan keramik yang diseling rumput adalah menjadi tempat duduk umat ketika mereka mengikuti acara ritual keagamaan.

pura agung tirta bhuana bekasi

Sebuah bale terlihat berada di sisi sebelah kiri depan area utama mandala Pura Agung Tirta Bhuana yang dibiarkan kosong tanpa ada satu pun benda di dalamnya. Di ujung sana adalah stana berbalut kain poleng yang di bagian atas biasanya berisi patung salah satu patung dewa utama yang dipuja di pura.

pura agung tirta bhuana bekasi

Bale yang ada di sisi sebelah kanan, dengan sejumlah benda diletakkan pada rak yang menutup sisi sebelah kanan bangunan ini. Di ujung sana ada stana lainnya yang tidak begitu besar dan tidak begitu tinggi bangunannya dibandingkan dengan stana yang ada di sisi sebelah kiri area. Hari masih pagi dan tak terlihat ada seorang pun yang tengah bersembahyang di sana.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pandangan tegak pada meru yang merupakan bangunan utama di area jaba jero. Seperti tampak pada foto, di bagian atas ada patung berwarna keemasan yang terlihat dari sela dedaunan, yang kemungkinan adalah patung Dewa Indra. Dalam ajaran agama Hindu, Indra merupakan dewa cuaca dan raja kahyangan, yang diberi gelar dewa petir, dewa hujan, dewa perang, raja surga, pemimpin para dewa, dan banyak lagi sebutan lainnya.

pura agung tirta bhuana bekasi

Ujung bagian depan air parkir yang berada di sisi sebelah kanan kompleks Pura Agung Tirta Bhuana, dengan sebuah pohon beringin cukup tua yang menjadi tempat berteduh ojek pangkalan. Umur pohon ini saya sama mudanya dengan umur pura.

pura agung tirta bhuana bekasi

Gerbang depan pura dengan sepasang singa penjaga di kiri dan kanannya, yang mengingatkan saya pada cioksay yang biasa berjaga di depan kelenteng Tao. Halaman depan pura ini hanya bisa dipakai untuk parkir sepeda motor, namun mungkin dipakai untuk parkir kendaraan petinggi pura saat berlangsungnya sebuah acara ritual.

pura agung tirta bhuana bekasi

Pandangan lebih dekat pada pohon beringin yang dibagian bawahnya diikat dengan lembaran kain sederhana untuk menempelkan akar gantung pada batang pohon. Akar gantung yang agak jauh dari batang pohon sepertinya selalu dipotong agar tak mengganggu orang yang mangkal atau lewat di bawahnya.

pura agung tirta bhuana bekasi

Area parkir kendaraan roda empat yang memanjang di sisi sebelah kanan pura. Adanya pepohonan di samping dinding pura membantu memberi keteduhan bagi kendaraan yang parkir di sana selain membuat pandangan mata menjadi lebih sejuk. Halaman ini terlihat bersih, pertanda sampah dedaunannya telah disapu oleh petugas.

pura agung tirta bhuana bekasi

Info Bekasi

Hotel Murah di Bekasi, Hotel di Bekasi, Tempat Wisata di Bekasi, Peta Wisata Bekasi.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow This Blog !

Loading comments…

Baca Pula