Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta

Setelah sangat lama tertunda akhirnya berkesempatan juga untuk berkunjung ke Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, pura kedua di Jakarta setelah Pura Aditya Jaya Rawamangun, dan pura ketiga di Jabodetabek setelah Pura Parahyangan Agung Jagatkartta yang saya kunjungi. Karena baru saja meninggalkan Lakesgilut TNI-AU untuk periksa gigi, maka kami datang dari Jalan Raya Pondok Gede dan masuk area TNI-AU yang sangat luas itu melewati Jalan Padang Golf.

Masih banyak area hijau di kawasan itu, dan karena dalam pengawasan militer maka kami melewati dua pos jaga, namun tak ada hambatan setelah mengatakan kemana kami akan menuju, meski yang kami lalui bukan jalur yang lazim. Alternatif jalan lainnya adalah lewat Jalan Jatiwaringin Raya atau Tol Jagorawi, dan masuk lewat Jalan Trikora di hampir di ujung Jl Inspeksi Saluran Kali Malang.

Keuntungan berkunjung ke Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur melalui jalan tembus di dalam kawasan TNI-AU adalah selain jaraknya lebih pendek, tidak macet, juga pemandangannya menyegarkan mata karena masih banyak area hijau dengan pepohonan rimbun. Kami juga sempat melewati jalan yang tak begitu jauh dari ujung Landasan Pacu Bandara Halim Perdanakusuma, tak jauh dari hanggar pesawat kecil.

pura agung tamansari halim perdanakusuma
Tampak muka Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma dengan halaman yang luas, dan ada tiga undakan dengan yang lebar ada di tengah, berakhir di gapura candi bentar yang cantik. Meski pagar tidak dikunci namun sebelum melangkahkan kaki ke dalam, pak Dayat lebih dulu menemui penjaga dan mendapat ijin untuk masuk ke dalam pura.

Sepasang arca raksasa memegang gada berkain poleng tampak berjaga di depan gapura. Ada pula Makara, dan prasasti di depan gapura Candi Bentar. Prasasti dengan empat bintang itu menyebutkan bahwa pada hari Jumat, 27 Oktober 1995, dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan "Pura Agung Taman Sari" Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Rilo Pambudi.

Candi bentar adalah gapura simetri cermin yang terpisah sempurna tanpa atap penghubung, merupakan pemisah nista mandala (jaba pisan, halaman luar) dengan madya mandala (jaba tengah, halaman tengah). Sedangkan gapura paduraksa atau gerbang Kori Agung yang memiliki atap penutup dibuat sebagai pemisah jaba tengah dengan utama mandala (jero). Pura yang cukup besar ini juga memiliki akses dari sisi samping kiri dan kanan.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Kori Agung di Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur yang berbentuk gapura paduraksa cantik, diapit oleh sepasang pintu tambahan di kiri kanannya. Di atas pintu utama terdapat relief Kala pada 4 dari 7 meru, sedangkan di kedua kori tambahan terdapat relief Kala pada 3 dari 5 meru yang ada. Kedua sisi tangga kori utama dijaga oleh sepasang naga, sepasang Makara, dan sepasang raksasa memegang gada.

Prasasti di belakang Kori Agung menyebut Ngeteg Linggih Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma adalah tanggal 11 Mei 1998 bertepatan Purnama Sidhi Sasih Jiyestha Tahun Saka 1920. Pada prasasti terdapat lambang Swastika yang menggambarkan keharmonisan perputaran alam semesta dan kemahabesaran Sang Hyang Widhi Wasa selaku Maha Pencipta. Garis tegak melambangkan keharmonisan hubungan manusia dengan Sang Hyang Widhi Wasa, dan garis mendatar melambangkan keharmonisan hubungan antar sesama manusia dan alam semesta. Arti Swastika sendiri adalah keselamatan atau kesejahteraan.

Di area tengah terdapat satu buah bale berukuran besar di sisi sebelah kiri, dan sebuah lagi yang berukuran lebih kecil di sisi sebelah kanan. Yang biasanya ada di area tengah adalah Bale Kulkul, Bale Gong (Bale gamelan), Wantilan (Bale pertemuan), Bale Pesandekan, dan Perantenan. Karena hanya dua bale di pura ini, bale besar di sebelah kiri sepertinya berfungsi ganda atau lebih.

Di area paling sakral Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta terdapat meru di tengahnya, yang disangga oleh Bedawang Nala atau penyu bermoncong api (Kurmagni) serta dibelit oleh dua ekor naga, yaitu Anantaboga lambang lapisan bumi sebagai sumber sandang, pangan dan papan, dan Naga Basuki sebagai simbol air. Pada puncak meru terdapat sebuah payung putih. Meru umumnya merupakan stana Dewa Wisnu yang dipuja di pura semacam ini. Meru adalah lambang Gunung Mahameru sebagai stana bersemayamnya para Dewa. Gunung dengan hutan lebat dilerengnya dan lembah subur di kakinya merupakan sumber mata air yang mengalir menjadi sungai-sungai yang airnya memberikan kesejahteraan atau Amerta bagi umat manusia, sebelum berakhir di laut.

Di sebelah kanan meru ada Sedahan Penglurah berbentuk tugu yang berfungsi sebagai penjaga keselamatan dan keamanan pura. Sedangkan di sebelah kiri meru adalah Ratu Made Jelawung yang berbentuk gedong, berfungsi sebagai tempat pepatih (pendamping) Dewa yang berstana di Meru. Agak sedikit ke depan ada sepasang guci ungu disaput warna emas. Dua puluh baris tegel berwarna kuning, diselang rumput, membentang sejauh 12 meter dan selebar masing-masing 4 meter di sebelah kiri dan kanan adalah tempat duduk umat saat berlangsung ritual. Di area utama mandala Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta ini terdapat empat bale, satu di dekat kori agung, satu di sebelah kanan, dan dua di sebelah kiri.

Pura Agung Taman Sari Halim Perdana Kusuma berada di atas tanah seluas 1,5 Ha dengan luas area pura sekitar 7.000 m2. Di bagian depan sebelah kanan, di dekat candi bentar, ada pelinggih Pura Dalem Ped untuk sembahyang dan memohon sesuatu. Di luar area parkir terdapat sejumlah patung, satu diantaranya adalah patung Ganesha, dan dua lainnya patung dengan warna-warni elok yang memegang kendi.

Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta

Alamat : Jl. Pura Agung Taman Sari, Kompleks Lanud Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Telp 021-8613719. Lokasi GPS : -6.2488913, 106.895586, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang waktu. Harga tiket masuk : gratis.

Galeri Foto Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma

Pandangan pada area tepat di belakang Kori Agung, dengan tembok kelir yang ditengahnya ada patung berkain putih kuning berpayung menghadap kori, dan di arah sebaliknya menghadap ke bale dan jaba jero ada prasasti yang menyebutkan peletakan batu pertama Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur dilakukan pada tanggal 27 Oktober 1995, dan Ngeteg Linggih tanggal 11 Mei 1998 bertepatan Purnama Sidhi Sasih Jiyestha Tahun Saka 1920.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Pandangan ke arah area paling sakral yang ada di Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta dengan meru di tengahnya, yang disangga oleh Bedawang Nala atau penyu bermoncong api (Kurmagni) serta dibelit oleh dua ekor naga, yaitu Anantaboga lambang lapisan bumi sebagai sumber sandang, pangan dan papan, dan Naga Basuki sebagai simbol air. Pada puncak meru terdapat sebuah payung putih. Meru umumnya merupakan stana Dewa Wisnu yang dipuja di pura semacam ini. Meru adalah lambang Gunung Mahameru sebagai stana bersemayamnya para Dewa. Gunung dengan hutan lebat dilerengnya dan lembah subur di kakinya merupakan sumber mata air yang mengalir menjadi sungai-sungai yang airnya memberikan kesejahteraan atau Amerta bagi umat manusia, sebelum berakhir di laut.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Pandang dekat pada candi bentar, gapuran yang memisahkan nista mandala dengan madya mandala, yang dijaga sepasang raksasa memegang gada.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Patung naga bermahkota yang elok ini menjaga di salah satu sisi undakan Kori Agung. Patung naga satunya lagi ada di sisi undakan lainnya.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Arca dewata ini menempel pada tembok kelir yang berada tepat setelah gapura paduraksa atau Kori Agung.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Sebuah bale dengan ornamen indah ini berada di sisi kanan dari jaba jero, atau area paling sakral di sebuah pura.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Pandangan pada deretan barisan tempat duduk bagi umat yang diselang rumput merupakan cara menempatkan diri yang bersahaja di hadapan Sang Hyang Widi Wasa.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Sudut pandang lainnya pada bale yang berada di sisi sebelah kanan jaba jero itu.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Prasasti yang menjadi tengara peletakan batu pertama serta hari ulang tahun pura. Yang bertanda tangan mulai dari sebelah kiri adalah Ida Pedanda Gede Sindhu P, Ida Pedanda Gde Putra Sidemen, Ida Pedanda Istri Pidada Keniten, Ida Pedanda Gede Oka Kemenuh, Ida Pedanda Budha Jelantik, dan Ida Rsi Bhujangga Watsnawa. Nama yang disebut terakhir ditimpa ukirannya pada nama yang telah diukir sebelumnya, entah apa sebabnya.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Arca kepala Kala berdagu dengan kedua telapak tangan mengembang, terletak di atas lubang Kori Agung.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Arca Kala yang elok dilihat dari samping, dengan arca Kala lainnya terlihat di latar belakang.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Seorang anak muda dengan segerombolan anjing berjalan masuk dari pintu masuk samping dan keluar dari pintu samping lainnya, melintas di area jaba jero, yang membuat saya sempat terkaget-kaget.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Pandang dekat pada Meru yang disangga oleh penyu api dan di atasnya ada sepasang naga, Anantaboga dan Naga Basuki. Dua buah guci ungu berlapis warna emas tampak pada foto ini.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Bagian atas Kori Agung yang indah dengan tiga relief Kala, namun hanya yang paling bawah yang ada relief kedua telapak tangan mengembang.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Ratu Made Jelawung yang berbentuk gedong, berfungsi sebagai tempat pepatih (pendamping) Dewa yang berstana di Meru.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Sedahan Penglurah berbentuk tugu yang berfungsi sebagai penjaga keselamatan dan keamanan pura.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Sebuah tempayan yang disebut genah, digunakan sebagai tempat bunga dan dupa yang sudah digunakan.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Sisi kanan jaba jero dengan sejumlah pohon yang dibebat kain poleng dan Sedahan Penglurah di sebelah kirinya.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Pandangan pada Kori Agung dilihat dari sisi bale yang berada persis di depan tembok kelir, dimana terdapat prasasti dan arca di baliknya.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Sebuah arca dengan bola mata besar, tangan menyilang di depan dada, dan tangan satu lagi memegang senjata seperti tombak pendek. Arca ini dibuat dengan cukup baik.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Salah satu daru dua arca Raksasa berkain poleng yang berada di depan Candi Bentar dengan sebuah kendi kecil di sebelahnya. Nama Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma terlihat di latar belakang.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Arca Ganesha yang berada di sekitar halaman depan Pura Agung Tamansari.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Sebuah arca tak begitu besar namun terlihat cantik ini berada di luar area parkir dekat kolam ikan.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Arca lainnya yang tak kalah cantiknya tengah memegang kendi secara miring seolah menganugarehkan amerta bagi mahluk yang memerlukannya.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Dua Makara, prasasti, dan arca penjaga yang ada di depan gapura Candi Bentar. Prasasti dengan empat bintang itu menyebutkan bahwa pada hari Jumat, 27 Oktober 1995, dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan "Pura Agung Taman Sari" Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Rilo Pambudi. Sedangkan prasasti di belakang Kori Agung menyebut Ngeteg Linggih Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma adalah tanggal 11 Mei 1998 bertepatan Purnama Sidhi Sasih Jiyestha Tahun Saka 1920.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Di bagian depan sebelah kanan, di dekat candi bentar, ada pelinggih Pura Dalem Ped untuk sembahyang dan memohon sesuatu.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Info Jakarta

Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur, Nomor Telepon Penting.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑