Foto Pura Tamansari Halim 1

Pandangan pada area tepat di belakang Kori Agung, dengan tembok kelir yang ditengahnya ada patung berkain putih kuning berpayung menghadap kori, dan di arah sebaliknya menghadap ke bale dan jaba jero ada prasasti yang menyebutkan peletakan batu pertama Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta Timur dilakukan pada tanggal 27 Oktober 1995, dan Ngeteg Linggih tanggal 11 Mei 1998 bertepatan Purnama Sidhi Sasih Jiyestha Tahun Saka 1920.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Pandangan ke arah area paling sakral yang ada di Pura Agung Tamansari Halim Perdanakusuma Jakarta dengan meru di tengahnya, yang disangga oleh Bedawang Nala atau penyu bermoncong api (Kurmagni) serta dibelit oleh dua ekor naga, yaitu Anantaboga lambang lapisan bumi sebagai sumber sandang, pangan dan papan, dan Naga Basuki sebagai simbol air. Pada puncak meru terdapat sebuah payung putih. Meru umumnya merupakan stana Dewa Wisnu yang dipuja di pura semacam ini. Meru adalah lambang Gunung Mahameru sebagai stana bersemayamnya para Dewa. Gunung dengan hutan lebat dilerengnya dan lembah subur di kakinya merupakan sumber mata air yang mengalir menjadi sungai-sungai yang airnya memberikan kesejahteraan atau Amerta bagi umat manusia, sebelum berakhir di laut.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Pandang dekat pada candi bentar, gapuran yang memisahkan nista mandala dengan madya mandala, yang dijaga sepasang raksasa memegang gada.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Patung naga bermahkota yang elok ini menjaga di salah satu sisi undakan Kori Agung. Patung naga satunya lagi ada di sisi undakan lainnya.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

Arca dewata ini menempel pada tembok kelir yang berada tepat setelah gapura paduraksa atau Kori Agung.

pura agung tamansari halim perdanakusuma

©2020 aroengBinang