Waduk Cirata Purwakarta

June 28, 2019. Label:
Waduk Cirata Purwakarta saya kunjungi lewat jalur Cibubur - Cileungsi - Cariu - Cikalong Kulon. Setelah di daerah Cikalong Kulon kami belok ke kiri menyusur tepian Waduk Cirata sampai akhirnya tiba di ujung jalan, di bendungan dan area instalasi PLTA Cirata di Purwakarta.

Selain rusak beratnya jalur di ruas Cileungsi - Cariu di beberapa titik, jalan yang menyusur tepian Waduk Cirata Purwakarta juga tidak kurang parah rusaknya. Beruntung saya memakai SUV dengan roda yang relatif besar, sehingga masih bisa lebih mudah melewati jalur derita itu.

Bendungan ini yang menahan aliran Sungai Citarum ini berada di sebelah hulu Waduk Jatiluhur, di wilayah yang masih sama. Waduk ini menggenangi wilayah sangat luas yang membentang di tiga kabupaten, yaitu Bandung, Cianjur, dan Purwakarta, dengan sebagian besar genangan airnya berada di Kabupaten Cianjur.

waduk cirata purwakarta

Bagian belakang struktur beton Waduk Cirata Purwakarta dengan puluhan anak tangga menuju ke dasar lembah, dan latar belakang Power House PLTA Cirata. Dasar lembah ini merupakan daerah aliran Sungai Citarum yang setelah menggerakkan turbin PLTA Cirata, aliran airnya menghidupi berhektar-hektar sawah di daerah Purwakarta.

Di tepian bendungan ada warung-warung makanan khas Purwakarta yang dikenal dengan nama Sate Maranggi. Sate empuk dan lezat ini biasanya menggunakan daging kambing atau sapi, berbumbu kecap dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas. Ikan bakar harum dan kelapa muda yang empuk manis segar juga banyak dijajakan di sana.

Bendungan PLTA Cirata Purwakarta memiliki sebuah instalasi Power House 4 lantai yang di dalam terowongan bawah tanahnya terdapat delapan buah turbin. Turbin-turbin itu pengoperasiannya dikendalikan dari ruang kontrol Switchyard yang berada dalam jarak sekitar 2 km dari mesin-mesin pembangkit listrik di dalam Power House itu.

Untuk bisa menikmati panorama senja, pejalan dari luar kota memang mungkin perlu mempertimbangkan untuk menginap di sekitar waduk atau di dekat Kota Purwakarta. Beberapa rumah penduduk di sekitar waduk ada yang menyediakan tempat menginap sederhana dan realtif murah, tentu dengan fasilitas yang seadanya.

waduk cirata purwakarta

Waduk Cirata berada di tengah suasana alam yang hening, dengan sesekali terdengar suara kendaraan bermotor yang melintas di jalanan. Di latar belakang terdapat empat menara kontrol di tepi jalur jalan ke Cianjur. Air waduk terbelah ketika dilewati perahu berpenumpang tunggal di latar depan, serta perahu lainnya yang lebih besar di ujung kanan sana.

Suasana alam terlihat cantik dan romantis ketika semburat cahaya kemerahan mulai mewarnai awan yang menggantung di atas air dan perbukitan yang mengelilingi Waduk Cirata Purwakarta. Semakin senja sapuan warna merah pada awan di atas waduk semakin kentara terlihat mata. Nelayan yang menjala ikan juga ikut mempercantik pemandangan. Panorama senja kala yang sangat indah di tepian bendungan ini bisa dinikmati dari warung-warung yang berada di tepian waduk, di lokasi yang disebut Buangan.

Selain duduk santai di amben bambu warung sambil makan minum hangat, di Buangan para pengunjung juga bisa menyewa perahu nelayan untuk menikmati suasana dari tengah waduk. Selain itu, pada siang hari cobalah mampir ke Sate Maranggi Abah Buyung di GPS: -6.70359, 107.36248. Ada lagi ibu penjaja Sate Maranggi di tepian waduk dengan tikar lesehan di tenda sederhana. Tempat sederhana ini memberi suasana nikmat untuk menyantap Sate Maranggi, sambil melihat pemandangan waduk yang tenang dengan panorama perbukitan hijau.

Seorang pria terlihat tengah mengayuh getek bambunya di aliran sungai yang lebar. Pemandangan ini diambil dari atas jembatan yang berada beberapa kilometer setelah meninggalkan tepian Waduk Cirata Purwakarta arah ke Jakarta lewat jalan tol, memperlihatkan bagian belakang Waduk Cirata serta aliran air dan wilayah yang dilewatinya.

Di sebelah kiri waduk terlihat panorama perbukitan yang tinggi, sawah hijau subur di sebelah kanan, dan struktur beton Waduk Cirata tampak jauh di latar belakang. Selain untuk irigasi, Waduk Cirata juga digunakan sebagai tempat untuk budidaya ikan dengan menggunakan puluhan ribu petak kolam jaring apung (KJA). Bendungan PLTA Cirata lokasinya berada pada ketinggian 220 mdpl. Bendungan ini menggunakan genangan air yang luasnya mencapai 6.200 hektar sebagai sumber energi utama guna untuk menggerakkan turbin raksasa PLTA Cirata yang dalam keadaan normal mampu menghasilkan sekitar 1.400 juta kwh listrik pertahun.

Cara paling mudah untuk menuju Waduk Cirata Purwakarta dari Jakarta adalah melalui Tol Cikampek dan lalu masuk Tol Cipularang, keluar di gerbang tol Jatiluhur dan mengikuti Jalan Raya Ciganea. Setelah sampai di Jalan Raya Cialawi bertanyalah arah ke waduk, karena anda harus berbelok ke kanan di sekitar jalan ini, di GPS -6.64633, 107.36721.

Waduk Cirata Purwakarta

Alamat : Kawasan Kuliner Buangan, Kecamatan Cipeundeuy, Purwakarta Kabupaten, Jawa Barat. Lokasi GPS : -6.7008165, 107.3669815, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang hari sampai malam. Harga tiket masuk : sepeda motor Rp. 3.000, mobil Rp. 5.000.

Galeri Foto Waduk Cirata

Suasana alam ketika semburat cahaya kemerahan mulai mewarnai awan yang menggantung di atas air dan perbukitan yang mengelilingi Waduk Cirata. Semakin senja sapuan warna merah pada awan di atas waduk semakin kentara terlihat mata.

waduk cirata purwakarta

Seorang pria terlihat tengah mengayuh geteknya. Pemandangan ini diambil dari atas jembatan yang berada beberapa kilometer setelah meninggalkan tepian Waduk Cirata Purwakarta arah ke Jakarta lewat jalan tol, memperlihatkan bagian belakang Waduk Cirata serta aliran air dan wilayah yang dilewatinya.

waduk cirata purwakarta

Sebuah perahu yang terlihat telah menua mengapung di atas air waduk, sementara di ujung kiri dua orang penjala tengah mengais rizki dari dalam perut waduk. Mereka bergerak dari kiri ke kanan seraya menebar dan menarik jalanya.

waduk cirata purwakarta

Perbukitan yang berada di latar belakang Waduk Cirata memberi pemandangan yang memperkuat suasana, terutama saat senja, dengan latar depan perahu nelayana, pepohonan, serta seorang nelayan yang tengah menebar jala.

waduk cirata purwakarta

Karamba di sekeliling perahu nelayan di saat senja mulai jatuh. Waduk Cirata juga digunakan sebagai tempat untuk budidaya ikan dengan menggunakan puluhan ribu karamba atau petak kolam jaring apung (KJA).

waduk cirata purwakarta

Panorama senja kala yang sangat indah di tepian Waduk Cirata ini bisa dinikmati dari warung-warung yang berada di tepian waduk, di lokasi yang disebut Buangan, yang menjadi tempat dimana pengunjung biasa menyewa perahu nelayan untuk menikmati suasana dari tengah waduk.

waduk cirata purwakarta

Pemandangan pada lokasi yang sama dengan foto sebelumnya, hanya saja langit semakin memerah dan ada seorang penduduk yang tengah bekerja di atas karamba miliknya.

waduk cirata purwakarta

Masih di lokasi yang sama, namun perahu telah bergeser lebih ke kanan terbawa oleh pergerakan air dan memperlihatkan bilah-bilah bambu panjang yang menjadi rakit bagi karamba.

waduk cirata purwakarta

Betah dengan pemandangan yang indah, cukup lama juga kami berada di lokasi ini menunggui senja jatuh sebelum akhirnya beranjak pergi setelah membayar makanan dan minuman di warung tempat kami nongkrong.

waduk cirata purwakarta

Pandangan tegak yang memperlihatkan air terbelah ketika dilewati sebuah perahu dengan penumpang tunggal di latar depan, serta perahu lainnya yang lebih besar di ujung kanan sana. Air Waduk Cirata terlihat sangat tenang karena terlindung perbukitan.

waduk cirata purwakarta

Perahu yang di ujung sana itu tampaknya adalah perahu penumpang yang bisa disewa oleh pengunjung untuk menikmati pemandangan Waduk Cirata dari ujung ke ujung.

waduk cirata purwakarta

Perahu penumpang itu masih terus meluncur di atas permukaan air Waduk Cirata meinggalkan jejak air yang cukup panjang, sementara perahu yang satunya sudah tak terlihat lagi.

waduk cirata purwakarta

Sudut Waduk Cirata yang memperlihatkan jalan menuju Power House, bukit yang dipotong untuk memberi tempat dan jalan bagi Power House, jalan yang melintang di atas bendungan di sebelah kanan, serta jalur jalan ke kiri yang mengarah ke Cianjur.

waduk cirata purwakarta

Bendungan PLTA Cirata memiliki Power House 4 lantai yang di dalam terowongan bawah tanahnya terdapat delapan buah turbin yang pengoperasiannya dikendalikan dari ruang kontrol Switchyard yang berada sekitar 2 km dari mesin-mesin pembangkit listrik di dalam Power House itu.

waduk cirata purwakarta

Ada banyak titik di sepanjang tepian Waduk Cirata yang ditumbuhi pepohonan yang cukup rimbun. Jarak dari jalan aspal yang kami lalui hingga ke tepian waduk cukup bervariasi jauh dekatnya.

waduk cirata purwakarta

Pandangan lebih dekat pada bangunan powerhouse Waduk Cirata yang terlihat kokoh, dengan lereng perbukitan di sebelah kirinya. Sayang saya tak sempat berkunjung ke fasilitas itu karena mungkin memerlkukan ijin khusus untuk bisa ke sana.

waduk cirata purwakarta

Seorang penduduk meluncur dengan rakitnya yang nyaris tak terlihat, meninggalkan jejak air memanjang. Tembok bendungan yang kokoh terlihat di latar belakang, dengan lereng perbukitan hijau di ujung sana. Di atas bendungan itu ada jalan yang cukup lebar dan beraspal.

waduk cirata purwakarta

Warung Abah Buyung yang menawarkan makanan khas Purwakarta yang dikenal dengan nama Sate Maranggi. Sate yang empuk dan sangat lezat ini biasanya menggunakan daging kambing atau sapi, berbumbu kecap dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas. Ikan bakar yang harum dan kelapa muda yang empuk manis segar juga banyak dijajakan di sana.

waduk cirata purwakarta

Selain Abah Buyung, ada seorang ibu penjaja Sate Maranggi di tepian Waduk Cirata yang menyediakan tikar lesehan di bawah tenda sederhana. Tempat sederhana ini memberi suasana nikmat untuk menyantap Sate Maranggi, sambil melihat pemandangan Waduk Cirata yang tenang dengan panorama perbukitan hijau yang mengelilinginya.

waduk cirata purwakarta

Tengara Bendungan PLT Cirata di sudut jalan di atas bendungan. Bendungan PLTA Cirata, yang menjadi nama resmi Waduk Cirata, lokasinya berada pada ketinggian 220 mdpl dan menggunakan genangan air seluas 6.200 hektar sebagai sumber energi utama guna menggerakkan turbin PLTA Cirata yang mampu menghasilkan sekitar 1.400 juta kwh listrik pertahun.

waduk cirata purwakarta

Puluhan anak tangga berderet rapi di punggung Bendungan Waduk Cirata menuju ke dasar lembah. Meskipun lereng belakang bendungan itu tersusun dari batu-batuan, namun lereng itu terlihat cukup rata dan rapi.

waduk cirata purwakarta

Pemandangan pada lembah yang diapit oleh bendungan Waduk Cirata dan perbukitan cukup tinggi di sebelah kanannya. Lembah itu berkelok dan menurun. Jika saja ada flying fox di tempat ini tentu akan sangat menghibur dan menyenangkan.

waduk cirata purwakarta

Perbukitan di belakang bentang bendungan Cirata yang tampak dipotong dan dikuliti dan belum lagi ditumbuhi pepohonan dan rerumputan, memberi pemandangan yang kontras dengan pegunungan hijau di latar belakang dan sisi kiri bendungan.

waduk cirata purwakarta

Jalan beraspal yang membentang di atas bendungan penahan air Waduk Cirata, menghubungkan kedua sisi waduk. Jika lurus menyeberang jembatan dan lalu belok ke sebelah kanan akan mengarah ke Jakarta lewat jalan tol, dan jika ke kiri akan mengarah ke Cianjur lewat jalan yang sangat rusak (saat itu).

waduk cirata purwakarta

Area yang berada beberapa kilometer di belakang Waduk Cirata, pada aliran sungai yang airnya berasal dari waduk, memberi penghidupan bagi petani dengan mengairi sawah-sawah mereka sehingga menjadi hijau subur, serta menciptakan sarana transportasi getek bagi petani dan pencari ikan.

waduk cirata purwakarta

Info Purwakarta

Tempat Wisata di Purwakarta, Peta Wisata Purwakarta, Hotel di Purwakarta.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑