Ereveld Menteng Pulo Jakarta Selatan

January 11, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Ereveld Menteng Pulo, atau Taman Kehormatan Belanda Menteng Pulo (Netherlands Field Of Honour), adalah kubur para korban perang yang tewas di kamp-kamp tentara Jepang di Hindia Belanda. Juga menajdi kubur Tentara Belanda yang tewas dalam agresi militer Belanda terhadap RI pada kurun waktu 1945 - 1949.

Lokasi Ereveld Menteng Pulo Jakarta berada di Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, tepat di sebelah Makam Perang Jakarta, yang bisa dikunjungi lewat Jl Menteng Pulo (akses masuk dari Jl Saharjo), atau lewat Jl Menteng Pulo 2 (akses masuk dari Jl Cassablanca, setelah Wisma Staco).

Adalah Olyvia Bendon yang juga mengatur kunjungan ini, sehingga kami bisa menyeberang dari Makam Perang Jakarta dan masuk ke kompleks makam yang resminya harus mendapat ijin terlebih dahulu kepada pengelolanya, yaitu Yayasan Makam Belanda (Oorlog Graven Stichting). Elisa Bharka, pria bertubuh atletis berusia 35-an tahun yang tengah bertugas saat itu, menemui kami di batas kedua kubur, dan lalu mengantar berkeliling area kubur yang sangat luas dan terpelihara sangat baik ini.

ereveld menteng pulo jakarta
Sebuah patung bocah bertulang rusuk menonjol dan perut buncit busung lapar tampak berdiri di sisi Ereveld Menteng Pulo Jakarta, dengan tulisan "Een Kind van de oorlog" atau "A child of the war", anak (korban) perang. Tampaknya patung itu sebagai memorial bagi anak-anak yang mati kelaparan di dalam kamp-kamp tentara Jepang.

Entahlah jika patung ini ada hubungannya dengan buku "Kind van de oorlog" yang ditulis oleh Anne de Graaf, seorang penulis kelahiran San Fransisco yang tinggal selama lebih dari 25 tahun di Belanda, dan menjadi anggota the British Society of Authors di London dan the Rotary Club Westland-Polanen di Belanda. Buku Anne de Graaf itu ditulis berdasarkan kisah nyata dan wawancara dengan mantan tentara anak-anak di Liberia.

Kubur yang ada di Ereveld Menteng Pulo Jakarta seluruhnya berjumlah 4.300, yang dipindahkan dari kubur-kubur Belanda di Banjarmasin (tahun 1961), Tarakan (1964), Manado (1965), Palembang (1967), Balikpapan (1967), Makassar (1968) dan Cililitan (1968). Rancangan kubur ini dibuat oleh perwira cadangan Letkol Ir. H. A. of Oerle, komandan Divisi C 7 December.

Ada tembok lekuk panjang di perbatasan Ereveld Menteng Pulo dengan Makam Perang Jakarta dengan tulisan berbunyi "Tanda peringatan bagi korban peperangan yang meninggal di kawasan Asia Tenggara", lalu "Opdat zij met eere moge rusten" (Bahwa mereka dapat beristirahat dengan kehormatan), dan "Ter nagedachtenis aan de oorlogsslachtoffers omgekomen in zui oost-azie" (Untuk mengenang para korban perang tewas di Asia Timur saja).

Melintas di jalan berkerikil putih halus dan membalikkan tubuh, terlihat kubur yang tertata rapi. Pada nisan salib ada nama, tanggal lahir dan meninggalnya. Tidak ada pangkat. Ada yang masih kanak-kanak, ada yang berusia lebih setengah abad. Sebagian menggunakan Budded Cross atau Salib Rasul / Salib Katedral, dengan tiga cakram di setiap ujung mewakili Trinitas, yang menurut Olyv menandai kubur perempuan. Dalam kepercayaan paganisme, dengan bentuk agak berbeda, ketiga lingkaran itu mewakili kekuasaan bumi, langit dan laut. Ada yang menggunakan Salib Kristen / Salib Latin atau salib biasa yang melambangkan kematian dan kebangkitan Yesus, untuk menandai kubur pria. Ada pula nisan Bintang Daud yang menandai kubur orang Yahudi, dan nisan dengan ujung membulat menandai kubur keturunan Cina.

Sebuah lorong tinggi pendek di Ereveld Menteng Pulo Jakarta dirambati tumbuhan sebagai peneduh di tengah kompleks kubur yang panjang dan lebarnya tak kurang dari 250 m ini meski hanya separuhnya yang digunakan sebagai makam, yaitu sekitar 29.000 m². Sisanya adalah rumah penduduk, dan Gereja Simultan. Melangkah lebih jauh ke ujung kompleks kubur terdapat beberapa pohon yang memberi sedikit keteduhan. Di sisi kanan terdapat sejumlah kubur yang dipisahkan oleh gapura dan pintu berjeruji besi. Di ujungnya terdapat Tugu Peringatan Royal Air Force, dengan relief pedang dan empat bilah baling-baling pesawat, namun salah satunya patah.

Di sekitar Tugu Peringatan bertulis "Ter gedachtenis aan onze gevallen kameraden" (Dalam kenangan kawan-kawan kami yang gugur) adalah blok yang diperuntukkan bagi tentara KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) yang tewas selama Perang Kemerdekaan RI. Pada nisannya ada nama, tanggal lahir dan wafatnya, juga pangkat militernya. Namun ada juga salib yang bertuliskan verzamelgraf, atau kuburan massal. Di sebelahnya adalah kubur tentara KNIL pribumi beragama Islam. Sejak jaman Gubernur Jenderal Daendels, orang pribumi dari berbagai suku dan agama mulai direkrut, baik untuk menghadapi serangan armada kolonial lain, maupun untuk menaklukkan suatu daerah dan memadamkan pemberontakan.

Di sebuah lereng rendah berumput terdapat tulisan yang diukir di atas permukaan batu keramik berbunyi "Ter nagedachtenis aan hen Wier moed en standvastigheid Zegevierden over de dood" yang berarti "Mengenang mereka yang keberanian dan ketabahannya menang atas kematian." Peletakan batu pertama pembangunan Ereveld Menteng Pulo dilakukan oleh Simon Hendrik Spoor pada 8 December 1947. Letjen Spoor adalah komandan tertinggi pasukan KNIL yang memimpin langsung Agresi Militer I ( 21 Juli 1947 s/d 5 Agustus 1947) dan Agresi Militer II (19 Desember 1948) terhadap wilayah Republik.

Spoor diduga mati diracun saat merayakan pesta promosinya menjadi jenderal bintang empat di restoran tepi laut dekat Tanjung Priok pada 20 Mei 1949. Saat itu Spoor duduk semeja dengan Kapten Smulders (ajudannya) dan Veerhoven (pendeta sahabatnya). Menjelang acara selesai, ketiga orang itu mendadak tersungkur setelah menderita kesakitan hebat di bagian perutnya.

Kapten Smulders mengalami koma di rumah sakit. Pendeta Veerhoven dipulangkan ke Belanda menumpang kapal Big Dipper. Spoor meninggal pada 25 Mei 1949 dan dikubur di Ereveld Menteng Pulo ini. Dugaan diracun masuk akal karena tidak ada tamu lainnya jatuh sakit, meski keterangan resmi pemerintah kolonial menyatakan Spoor meninggal karena serangan jantung.

Kematian Spoor dikaitkan dengan terbunuhnya Letnan Rob Aernout di Kampung Genteng, Jayagiri, Lembang, Bandung, pada 28 Februari 1948. Aernout adalah perwira polisi rahasia yang menyelidiki kasus mega korupsi petinggi Pemerintah Kolonial seperti Gubernur Jendral HJ Van Mook, Jenderal Meyer dan Jendral De Waal. Dua yang terakhir adalah anak buah Spoor. Mereka diduga melakukan transaksi penjualan senjata gelap, menyelundupkan candu, menghilangkan mutiara dan berlian dari harta karun Nakamura dan kapal rampasan lainnya, menyelundupkan gula, dan melakukan tindak kejahatan korupsi lainnya.

Aernout diduga dilenyapkan terkait kegiatan penyelidikannya itu, meskipun versi resmi menyebutkan bahwa Aernout dibunuh oleh Sukrija bin Nurhaja, alias Gerong, dengan beberapa orang kawannya. Spoor diduga juga dilenyapkan karena membeberkan kasus-kasus korupsi itu kepada komisi penyelidik berdasarkan bukti-bukti yang didapatkan Rob Aernout.

Berkunjung ke Ereveld Menteng Pulo Jakarta membuat pikiran melayang ke masa-masa awal kemerdekaan yang penuh pergolakan, baik oleh kedatangan pasukan sekutu dan tentara kolonial yang ingin kembali menguasai negeri ini, maupun karena perpecahan di kalangan politisi sipil dan militer sendiri. Kini semua hingar bingar itu telah berakhir. Semoga saja mereka semua beristirahat dengan tenang, sampai di hari kebangkitan nanti.

Ereveld Menteng Pulo Tebet Jakarta Selatan

Alamat : Jl. Menteng Pulo RT 03 / RW 012, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta. Lokasi GPS : -6.222542, 106.838887, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Harga tiket masuk : gratis. Jam buka : dengan perjanjian. Perijinan : Oorlogsgravenstichting Indonesie, Jl. Panglima Polim Raya 23, Kebayoran Baru, Jakarta. Telp 021-7207983. Fax 7252986. Email: ogsind@cbn.net.id.

Galeri Foto Ereveld Menteng Pulo

Tembok rendah berlekuk ini ada di perbatasan Ereveld Menteng Pulo dengan Makam Perang Jakarta. Tulisan di kiri berbunyi “Tanda peringatan bagi korban peperangan yang meninggal di kawasan Asia Tenggara”. Tulisan di bagian tengah “Opdat zij met eere moge rusten” atau "mereka dapat beristirahat dengan kehormatan", dan tulisan di sebelah kanan berbunyi “Ter nagedachtenis aan de oorlogsslachtoffers omgekomen in zui oost-azie” atau "Untuk mengenang para korban perang tewas di Asia Timur".

opdat zij met eere moge rusten ereveld menteng pulo jakarta

Membalikkan badan lagi, terlihatlah sebuah lorong tinggi Ereveld Menteng Pulo yang dirambati tumbuhan, tampaknya dimaksudkan sebagai peneduh bagi peziarah di kompleks kubur yang panjang dan lebarnya tak kurang dari 250 m, meskipun hanya sekitar separuhnya yang digunakan sebagai makam, tepatnya sekitar 29.000 m². Sisanya adalah rumah penduduk, dan ada sebuah gereja di dalam kompleks makam bernama Gereja Simultan.

ereveld menteng pulo jakarta

Sebuah tengara berbunyi “Ter nagedachtenis aan hen Wier moed en standvastigheid Zegevierden over de dood” yang berarti “Mengenang mereka yang keberanian dan ketabahan menang atas kematian.”

ter nagedachtenis aan hen wier ereveld menteng pulo jakarta

Tengara di tengah bertuliskan “Opdat zij met eere moge rusten”, yang berarti Bahwa mereka dapat beristirahat dengan kehormatan, dan tengara di sebelah kanan bertuliskan “Ter nagedachtenis aan de oorlogsslachtoffers omgekomen in zui oost-azie” atau Untuk mengenang para korban perang tewas di Asia Timur.

opdat zij met eere moge rusten ereveld menteng pulo jakarta

Beberapa teman bergaya untuk dokumentasi. Area kubur di Ereveld Menteng Pulo ini ditata dengan sangat rapi, dan rumputnya terawat cukup baik, meski di sini sana ada yang mulai memerah. Bangunan Gereja Simultan terlihat di sebelah kiri.

gereja simultan ereveld menteng pulo jakarta

Ereveld Menteng Pulo dengan latar belakang crane yang digunakan untuk membuat gedung jangkung. Mereka yang beristirahat di Ereveld Menteng Pulo mungkin bisa beristirahat dengan tenang, lantaran sejauh ini tak perlu takut tergusur oleh mal dan gedung jangkung. Kubur mestinya menjadi tempat peristirahatan terakhir, namun kemestian itu sering tak berlaku.

ereveld menteng pulo jakarta

Melangkah lebih jauh ke ujung lain Ereveld Menteng Pulo terdapat beberapa pohon yang menambah asri dan membantu memberi sedikit keteduhan buat pengunjung. Di sebelah kanan terdapat kompleks kubur Ereveld Menteng Pulo yang dipisahkan dengan kubur lainnya oleh adanya sepasang gapura dan pintu berjeruji besi yang saat itu terbuka lebar.

ereveld menteng pulo jakarta

Di ujung kompleks kubur Ereveld Menteng Pulo di sisi sebelah kanan itu terdapat sebuah Tugu Peringatan Royal Air Force, dengan relief pedang mengarah ke bawah di sisi depan, dan di bagian atasnya ada semacam baling-baling pesawat dengan empat bilah, namun salah satu bilahnya telah patah.

tugu peringatan royal air force ereveld menteng pulo jakarta

Bersebelahan dengan makam sebelumnya, adalah kubur tentara KNIL pribumi beragama Islam yang tewas oleh para pejuang Republik dan dimakamkan di Ereveld Menteng Pulo. Lalu ada bangunan Gereja Simultan yang berada di bagian tengah kompleks ereveld.

knil ereveld menteng pulo jakarta

Saya sempat berjalan keluar gerbang depan Ereveld Menteng Pulo dengan area terbuka di depannya berukuran sekitar 12 x 60 m yang bisa digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Rancangan Ereveld Menteng Pulo ini dibuat oleh perwira cadangan Letkol Ir. H. A. of Oerle, komandan Divisi C 7 December.

ha of oerle ereveld menteng pulo jakarta

Deret kubur tentara KNIL pribumi. Sejak jaman Daendels menjadi Gubernur Jenderal, orang-orang pribumi dari berbagai suku dan agama telah mulai banyak direkrut oleh pemerintah kolonial, baik untuk mengisi kebutuhan menghadapi serangan armada kolonial lain, maupun untuk menaklukkan suatu daerah dan memadamkan pemberontakan rakyat di berbagai daerah lain.

knil ereveld menteng pulo jakarta

Di area ini terdapat makam Spoor. Adalah Simon Hendrik Spoor juga yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ereveld Menteng Pulo ini pada 8 December 1947. Letjen Spoor adalah komandan tertinggi pasukan KNIL yang memimpin langsung Agresi Militer I ( 21 Juli 1947 s/d 5 Agustus 1947) dan Agresi Militer II (19 Desember 1948) terhadap wilayah Republik.

makam letjen Spoor ereveld menteng pulo jakarta

Di kubur mereka menemukan kedamaian. Kubur yang ada di Ereveld Menteng Pulo ini seluruhnya berjumlah 4.300, yang dipindahkan dari kubur-kubur Belanda di Banjarmasin (tahun 1961), Tarakan (1964), Manado (1965), Palembang (1967), Balikpapan (1967), Makassar (1968) dan Cililitan (1968).

ereveld menteng pulo jakarta

Nama-nama Eropa terlihat pada nisan-nisan kubur yang berbentuk salib ini. Ketinggian, jarak antar nisan dan letak kemiringan barisannya terlihat rapi dan sempurna.

ereveld menteng pulo jakarta

Pandangan dekat pada prasasti untuk mengenang mereka yang telah tewas di berbagai peristiwa dan berbagai derah di wilayah Indonesia.

ereveld menteng pulo jakarta

Tugu Peringatan Royal Air Force, dengan relief pedang dan empat bilah baling-baling pesawat, namun salah satunya telah patah. Entah memang rusak atau disengaja sebagai simbol.

ereveld menteng pulo jakarta

Sudut pandang lainnya pada kompleks Ereveld Menteng Pulo Jakarta. Rerumputan terlihat ada yang mengering yang mestinya tak boleh terjadi jika saja petugasnya telaten merawat dan menyiraminya.

ereveld menteng pulo jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Selatan, Hotel Melati di Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Selatan.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.