Bandung Barat, Jawa Barat, Kuliner, Lembang

Ketan Bakar Lembang

Entah sudah beberapa tahun saya tidak pernah lagi menikmati Ketan Bakar Pasar Buah Lembang, yang djual di tepian jalan di depan pasar buah Lembang, Bandung. Mungkin sudah lebih dari tiga puluh tahun, namun kenangan baik akan makanan itu masih tetap saja menempel diingatan yang mulai memendek ini.

Karenanya, ketika kebetulan lewat di Lembang beberapa waktu yang lalu, kami sempatkan untuk berhenti sejenak di salah satu kios penjual ketan bakar di depan Pasar Buah Lembang itu, beberapa meter sebelum kelokan jalan ke kanan, arah ke kawah Tangkuban Perahu dan Subang.

Dulu jalur Bandung Lembang Subang Jakarta masih sering saya lalui sebelum beroperasinya Jalan Tol Cipularang yang memangkas waktu perjalan cukup banyak. Pemandangan di jalur lama yang berkelok dan umumnya beraspal mulus itu sangat indah, dan bisa mampir mambeli nanas manis yang segar serta ubi cilembu.

Saat itu hari masih pagi, namun para penjual Ketan Bakar Pasar Buah Lembang telah berada di dalam kios yang sederhana, siap dengan barang dagangannya. Seingat saya para penjual ketan bakar itu berjualan sampai pagi dinihari, untuk melayani pembeli yang membutuhkan makanan hangat di tengah hawa Lembang yang masih sangat dingin.

Seperti terlihat pada papan yang mereka pasang, dijual juga jagung bakar dan rebus, colenak, pisang keju, kopi dan susu, bajigur dan bandrek. Jenis-jenis makanan yang sedap dan minuman penghangat tubuh untuk dikonsumsi di daerah pegunungan berhawa dingin, terutama ketika matahari telah bersembunyi di balik cakrawala.

Kebutuhan perut sebenarnya sederhana saja. Cukup sesuatu yang sehat dan membuat kenyang. Lidah yang kadang menuntut lebih, dan sering menginginkan rasa baru yang aneh-aneh dan berganti-ganti. Yang lebih mahal lagi adalah selera, dan kebutuhan akan suasana, yang harganya kadang tak ada batas atasnya.

Tumpukan ketan yang sudah dibakar terlihat di lapak ini yang tinggal dihangatkan saja jika ada pembeli yang di atas, satu hal yang mempercepat pelayanan pada pembeli. Sedangkan di sebelah kiri lapak adalah beberapa ketan yang masih sedang dipanaskan di atas panggangan yang ditiup dengan kipas listrik. Bara apinya terlihat mata.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyiapkan ketan bakar yang kami pesan. Ketan yang sudah dibakar diberi bumbu yang terbuat dari oncom, dan dibungkus dengan daun pisang yang dilapis kertas. Sederhana saja, sesuai dengan harga yang dibayar pembeli.

Sebelum dimakan untuk dinikmati, ketan bakar sempat saya potret di pangkuan selagi mobil berjalan, dan akibatnya satu ketan bakar pun terpaksa dikorbankan karena jatuh ke bawah kursi selagi dipotret ...

Saat digigit dan dikunyah selagi masih hangat, rasa ketan bakar Lembang ini sungguh sangat sedap di lidah, meleleh kalau istilah sekarang atau mantul - mantap betul, dan sangat nyaman di perut. Sedikit pedas, namun tidak terlalu pedas bagi lidah dan perut saya, yang tidak terbiasa dengan rasa cabe yang membakar.

Ketan Bakar Pasar Buah Lembang memang memiliki tekstur yang menggugah rasa. Para penggemar kemping biasanya berbekal ketan untuk disantap ditepi api unggun di saat angin dingin menggigit tubuh, tengah malam hingga dini hari.

ketan bakar lembang ketan bakar lembang ketan bakar lembang ketan bakar lembang

Nah, jika kebetulan anda lewat Lembang, saat menuju atau meninggalkan Kota Bandung, jangan lupa mampir di depan Pasar Buah Lembang untuk membeli beberapa potong ketan bakar yang hangat dan sedap. Ada banyak penjual di sana, dan kebanyakan rasa lezatnya sama.

Lokasi Ketan Bakar berada di tepi Jalan di depan Pasar Buah Lembang, Lembang, Bandung Barat. Lokasi GPS : -6.812527, 107.6156974, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rute Bandros, Hotel di Lembang, Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel di Bandung, Hotel Murah di Bandung.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Maret 03, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.