Kampung Daun Parongpong Bandung

Oleh Bambang Aroengbinang. November 15, 2018
Kampung Daun Parongpong Bandung atau Kampung Daun Culture Gallery & Café adalah sebuah restoran dengan nuansa tradisional Jawa Barat di lingkungan indah nyaman. Lokasinya berada sekitar 900 m di sebelah atas Kampung Gajah, tepatnya di Jl Sersan Bajuri Km 4,7 No 88, Desa Cihideung, Parongpong, Bandung.

Dalam perjalan menuju Kampung Daun Parongpong Bandung, di kiri dan kanan jalan ada banyak sekali penjual tanaman bunga segar yang sangat sedap dipandang mata. Daerah Desa Cihidueng memang telah berkembang menjadi Kawasan Wisata Bunga, yang mengingatkan kembali akan julukan Kota Bunga yang nyaris sirna. Sekitar 80% warga desa Cihideung kabarnya memang menjadi petani bunga.

Di salah satu petak jalan itu ada warung tradisional yang sederhana namun cukup nyaman, dengan lauk pauk memilih sendiri sesukanya, dengan harga yang lumayan murah. Di Bandung selalu ada pilihan untuk makan, dari yang paling sederhana dan murah hingga yang paling bergengsi dan mahal. Selain urusan kantong, suasana hati dan kenangan kadang ikut menentukan.

kampung daun parongpong bandung
Tengara nama Kampung Daun Parongpong Bandung yang ditata dengan apik sebagai latar panggung. Bunga berwarna merah menjadi tampak serasi dengan latar nama cafe yang berwarna hijau tua. Sebuah bedug tampak diletakkan di sebelah kanan. Tempat ini tampaknya menjadi area penampilan kesenian tradisional Sunda, karena ada nama culture pada nama tempat ini.

Pintu masuknya ke area ini berada sekitar 750 m dari Jl Sersan Bajuri, di dalam kawasan perumahan Triniti Villas, dengan area parkir yang cukup luas. Nuansa tradisional mulai terlihat di gerbang masuk Kampung Daun, dengan dua miniatur puncak Gedung Sate, dan ucapan selamat datang dalam bahasa Sunda. Melangkah masuk ke dalam gerbang, akan terlihat sebuah kereta dan deretan gubug tradisional, yang tampaknya dipergunakan sebagai tempat menunggu bagi para tamu. Suatu ketika nanti kereta semacam ini mungkin akan ditarik oleh sebuah motor, bukan lagi oleh seekor kuda.

Tak jauh dari sana ada sebuah saung yang disediakan bagi tamu untuk melakukan pemesanan tempat di Kampung Daun Parongpong Bandung, dengan papan pengumuman yang kosong. Hari masih sangat pagi, dan belum lagi menerima tamu. Ketika kami pulang, papan ini sudah ditempel dengan sebuah lembar promosi. Sambil menunggu mendapatkan meja, pengunjung bisa membayar artis untuk dilukis, dengan sketsa, gaya realis atau karikatur, hitam putih atau berwarna.

Untuk membuat sketsa wajah memerlukan waktu sekitar 5-10 menit, sedangkan untuk lukisan realis berwarna bisa membutuhkan waktu 1-1,5 jam. Ini bisa menjadi semacam hiburan tersendiri bagi yang ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi model sebuah lukisan, apalagi jika harus diam selama 1 jam untuk dilukis. Bukan hal yang mudah, namun tentu ada sensasi tersendiri. Melihat sketsa atau lukisan wajah sendiri tentu juga berbeda dengan melihat hasil foto dengan kamera digital, meski ada banyak perangkat lunak yang sekarang bisa mengimitasi lukisan dari foto digital.

Suasana di ruang terbuka di bagian tengah Kampung Daun Parongpong Bandung memiliki nuansa tradisional yang sangat kental, dengan gubug-gubug terbuat dari bambu beratap rumbia dimana ada pedagang gulali, dodol, dan kue-kue tradisional lainnya.

Di sekitar tempat ini ada koleksi sejumlah setrikaan tua yang dipajang di beranda, dan juga di sepanjang jendela kaca luar gedung gallery Kampung Daun. Sayang saat itu pintu galerinya masih dipalang dan digembok, sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam untuk melihat apa saja koleksi yang dipajang di sana.
Di ujung kawasan Kampung Daun Parongpong Bandung terdapat air terjun kecil namun elok, dengan sebuah jembatan di atasnya yang menuju ke rumah makan. Sepertinya area ini merupakan tempat yang romantis untuk bersantap malam, di tengah hawa sejuk pegunungan, dan bunyi gemercik air yang jatuh ke batu padas.

Sebelumnya saat masuk lebih ke dalam lagi, terdapat saung-saung di sebelah kiri dan kanan yang dikelilingi rimbun tanaman dan pepohonan, serta tebing tinggi. Kampung Daun memang berada di sebuah lembah yang diapit dua tebing batu alam. Di dalamnya juga mengalir sebuah sungai yang berasal dari gunung Burangrang.

Kampung Daun menyediakan menu makanan lokal khas Sunda dan Indonesia, seperti Nasi Timbel, Nasi Liwet Parahyangan, Nasi Bakar Sambal Belut, dll, serta makanan Eropa seperti steak, pasta, pizza, dll. Ada pula makanan ringan, seperti Batagor, Serabi, gorengan, colenak, serta berbagai pilihan minuman. Sayang kami belum sempat mencicipi makanannya.

Kampung Daun Parongpong Bandung

20 foto di gallery. Alamat : Kampung Daun Culture Gallery & Cafe, Jl Sersan Bajuri Km 4,7, Cihideung, Parongpong, Bandung. Telp: 022-278-7915, 278-4572. Lokasi GPS : -6.8172143, 107.5893098, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Senin - Jum'at, Sabtu : 11:00 - 23:00; Minggu & Hari Besar : 11:00 - 24:00. Rujukan : Hotel di Lembang, Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel Murah di Bandung, Hotel di Bandung
Label : .
Share, Print!
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.
Disarankan untuk Anda Follow me