Galactica Dufan Ancol Jakarta Utara

Beberapa waktu lalu kami sempat menjajal Wahana Galactica Dufan Ancol, setelah bersabar mengantri untuk menunggu giliran agar bisa masuk ke dalam gedung permainan semacam perang bintang ini. Bisa dibilang bahwa Galactica adalah salah satu wahana terfavorit di Dunia Fantasi yang berada dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Nama Galactica mengingatkan pada serial TV dengan tema futuristik luar angkasa Battlestar Galactica yang episode pertamanya disiarkan stasiun ABC di AS pada September 1978. Film serial TV dengan tema sama yang lebih populer di Indonesia adalah Star Trek, dengan pesawat ruang angkasa USS Enterprise yang dikapteni James T. Kirk (William Shatner), dan tokoh ikonik commander Spock (Leonard Nimoy) dari planet Vulcan dengan ekspresi wajah dan bentuk telinga uniknya.

Berbeda dengan Wahana Ice Age Dufan dimana pengunjung duduk di atas semacam perahu yang berjalan di atas rel di sepanjang lorong sungai, maka di Wahana Galactica Dufan Ancol ini sama sekali tidak ada aliran air pada lorong lintasannya. Ini tentu disesuikan dengan tema cerita yang merupakan permainan luar angkasa.

galactica dufan ancol
Berpose di depan tengara nama Wahana Galactica Dufan, yang mengambil episode “A Battle for Mars”, pertempuran luar angkasa melawan para Alien untuk memperebutkan kekuasaan atas Planet Mars. Di sebelahnya berdiri tegak patung sesosok manusia berukuran tinggi besar, boleh jadi Alien, yang menggunakan kelengkapan pakaian ala serdadu luar angkasa.

Diantara semua planet yang beredar di dalam tata surya kita, Planet Mars merupakan satu-satunya planet yang masih mungkin untuk dihuni oleh bangsa manusia (dan mungkin pula bangsa Alien), meskipun kemungkinan dihuninya saat ini relatif masih kecil oleh sebab kondisi alam dan karakterisik tanahnya yang tidak seramah di Bumi.

Begitu pun, dengan intervensi dan modifikasi teknologi maju, Mars tetap merupakan planet yang sangat menjanjikan sebagai pilihan untuk dihuni manusia, terutama ketika daya dukung Bumi sudah semakin melemah dengan pertumbuhan jumlah penduduk, rusaknya lingkungan, dan habisnya sumber daya alam yang tak terbarukan. Karenanya perang memperebutkan Mars, seperti yang disimulasikan di Galactica Dufan Ancol ini, sangat mungkin terjadi di masa depan.

PT Pembangunan Jaya Ancol meluncurkan untuk pertama kali wahana Galactica Dufan ini bersama tiga wahana lainnya pada tanggal 20 Desember 2017, sekaligus untuk menghadirkan suasana baru dalam menyambut datangnya libur Natal dan Tahun Baru. Ketiga wahana lainnya adalah Dream Playground, Time Adventure dan Colour of Kingdom.

Setiap wahana Galactica bisa menampung 6 orang pengunjung, dengan jumlah keseluruhan wahana ada 16 buah, jika seluruhnya beroperasi, dengan panjang trek sekitar 225 meter. Di sepanjang trek, masing-masing wahana bergerak secara sangat dinamis, dengan berputar dan berbelok treknya, dan dalam cahaya lorong yang remang dengan lampu warna-warni maka sangat sulit untuk mendapatkan foto yang tidak goyang.

galactica dufan ancol

Antrian di dermaga wahana luar angkasa Galactica Dufan Ancol. Antrian itu tinggal tersisa beberapa orang setelah sebagian besar orang naik ke wahana yang datang dari lorong di ujung sana melewati rel di sisi sebelah kanan foto.

Sebelumnya, setelah lolos dari antrian luar ruang dan masuk ke dalam gedung, di sebuah ruangan yang ada di bagian paling depan gedung pengunjung duduk dan menonton cerita tentang Alien selama beberapa menit , sebagai pengantar sebelum menaiki Wahana Galactica. Selesai menonton barulah pengunjung berjalan menuju ke "dermaga luar angkasa" itu.

Jarak antara ruangan bagian depan ke area tempat naik wahana itu sebenarnya lumayan jauh, dan ada pemandangan yang cukup menarik di sepanjang lorongnya. Hanya saja lantaran sudah lama mengantri di luar, setiap orang seperti berlomba untuk lebih dulu sampai ke dermaga dan dengan demikian melewatkan kesempatan untuk berfoto di dalam lorong.

Saya sempat mengambil sejumlah foto ketika berada dalam lorong wahana Galactica Dufan Ancol Jakarta Utara yang diambil saat kapsul yang kami tumpangi bergerak maju sambil berputar 360 derajat. Gerakan kapsul yang bukan sekali dua terjadi selama dalam perjalanan menaikinya. Di ruangan dengan cahaya berlumens rendah, dan duduk di dalam wahana yang bergerak, mendapatkan foto tanpa bergoyang lumayan susah.

Ada banyak instalasi mahluk Alien (Mantide) yang kami lihat setelah naik ke dalam wahana Galactica Dufan dengan tempat duduk melingkar tanpa penutup. Masing-masing orang dipersenjatai dengan sebuah pistol laser untuk beradu kecepatan dan ketepatan dalam menembak sasaran dengan setting futuristik Mars di tahun 2020.

Meskipun ketika pertama kali menaiki wahana sudah ada suara yang memberi penjelasan mengenai bagaimana cara permainannya, namun tetap saja ada kebingungan ketika tangan sudah memegang pistol laser untuk memilih sasaran mana yang hendak ditembak, dan mana yang bukan. Tak jelas pula dimana melihat naiknya skor ketika berhasil menembak sasaran yang ditetapkan.

Mestinya ketika kita menembak dengan tepat akan keluar skor dan skor tertinggi yang akan terlihat. Nah dimana melihat skor inilah yang awalnya bingung, meskipun belakangan bisa melihatnya. Ada skor tertinggi sepanjang masa yang akan tetap bertengger di papan skor sampai ada pengunjung yang bisa mengalahkannya dengan membuat rekor skor baru yang lebih tinggi.

Sebagaimana ketika memainkan sebuah game yang tak cukup hanya sekali main untuk bisa menguasai teknik bermain dan membuat rekor baru, Wahana Galactica Dufan Ancol ini memang tak cukup hanya naik sekali untuk mahir memakai pistol laser untuk menembak sasaran. Jika memiliki kartu pas tahunan maka tak ada masalah untuk sering ke tempat ini. Kalau senang dengan kisah bertema luar angkasa, cobalah baca novel serial Red Rising karya Pierce Brown, yang salah satunya juga bertemakan pertempuran dahsyat di Planet Mars.

Galactica Dufan

Alamat : Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Telp. 021 - 64710000, 021 - 6403249/50 ext. 421/422. Lokasi GPS : -6.1240387, 106.8332607, Waze. Jam buka : Senin s/d Jumat 10.00 - 18.00, Sabtu, Minggu, Libur: 10.00 - 20.00. Harga tiket masuk : Rp200.000, dan Rp295.000 untuk akhir pekan. Annual Pass Rp600.000, cek promo sebelum beli tiket.

Galeri Foto Galactica Dufan

Salah satu mahluk Alien (Mantide) di wahana Galactica Dufan dengan tempat duduk melingkar tanpa atap. Setiap orang memegang pistol laser untuk menembak sasaran dengan setting Mars di tahun 2020.

galactica dufan ancol

Lorong wahana Galactica Dufan Ancol Jakarta Utara saat kapsul bergerak sambil berputar 360 derajat beberapa kali. Di ruangan dengan cahaya temaran di dalam wahana bergerak lumayan susah mendapat foto yang baik.

galactica dufan ancol

Ruangan teater kecil di gedung Galactica Dufan Ancol dimana pengunjung disajikan tontonan tentang mahluk Alien, sebelum kami berjalan cepat menuju ke “dermaga wahana luar angkasa”.

galactica dufan ancol

Wahana kapsul luar angkasa itu, yang beberapa saat sebelumnya ditinggalkan oleh para “serdadunya”, dan siap untuk digunakan para serdadu baru yang sudah tak sabar berdiri dalam antrian yang lumayan panjang. Setiap wahana kapsul ini bisa muat 6 orang, namun kadang dibiarkan ada kursi yang kosong jika ada rombongan yang datang dengan jumlah ganjil.

galactica dufan ancol

Penampakan beberapa mahluk Alien di dalam permainan Galactica, A Battle for Mars. Entah mengapa orang hampir selalu menggambarkan mahluk Alien dengan bentuk yang aneh seperti ini, meskipun juga digambarkan bahwa mereka telah menguasai teknologi yang jauh lebih canggih dari manusia.

galactica dufan ancol

Instalasi futuristik pada dinding sepanjang lorong permainan Galactica Dufan Ancol, dengan lintasan trek yang berbelok ke kanan. Wahana yang kami tumpangi juga sering berputar 360 derajat yang membuat lebih sulit untuk menembak, baik untuk menembakkan pistol laser maupun untuk menembakkan shutter kamera.

galactica dufan ancol

Pemandangan lainnya pada trek Galactica, A Battle for Mars, yang selain memasang figur Alien di banyak titik sepanjang lorong juga menghiasi dinding dengan aneka jenis tumbuhan aneh yang ditimpa sinar lampu warna-warni, menghasilkan nuansa yang enak dilihat.

galactica dufan ancol

Mahluk Alien kecil lainnya yang terlihat patut dikasihani ketimbang harus ditembak untuk menambah skor. Mahluk maju boleh jadi mengalami evolusi ke arah ekstrem yang berlawanan. Yang pertama badannya semakin mengecil karena anggota badannya lebih jarang dipakai namun otaknya membesar karena sebagian besar kerja memakai organ ini. Yang kedua semakin besar badannya karena asupan nutrisi yang semakin hebat, dan otaknya pun berkembang semakin baik.

galactica dufan ancol

Pemandangan sesaat sebelum berakhirnya petualangan Galactic, A Battle for Mars, setelah menyusuri lorong sepanjang 225 meter. Ini adalah pertempuran yang tak pernah berujung, karena tak jelas siapa kah yang menang dan siapa yang kalah. Yang pasti, mahluk Alien itu tetap nongkrong di sana, sampai suatu saat nanti dibongkar manakala jumlah pengunjungnya menyusut untuk digantikan dengan wahana dengan dekor baru yang sedang ngehit.

galactica dufan ancol

Tengara nama Galactica, A Battle for Mars, dengan patung orang yang mengenakan dandanan serdadu di jaman perang bintang. Masa depan selalu memiliki daya tarik kuat, yang membuat imajinasi liar orang mampu menciptakan banyak hal yang dianggap sangat mustahil untuk dicapai hari ini. Namun banyak hal pula yang telah kita nikmati hari ini adalah merupakan hasil imajinasi masa lalu yang pada jamannya juga dianggap sangat muskil.

galactica dufan ancol

Pemandangan dari jarak yang ditarik lebih ke belakang lagi pada bangunan wahana Galactica, A Battle for Mars. Berbeda dengan di Bumi, suhu terendah di Mars bisa mencapai -95 derajat Cesius, sedangkan suhu tertinggi hanya sekitar 20 derajat Celcius di puncak musim panas. Mars juga mengalami 4 musim, sebagaimana di sebagian permukaan Bumi.

galactica dufan ancol

Berfoto dengan pandangan lebih dekat ke patung mahluk dengan pakaian luar angkasa itu. Melihat wajahnya, mahluk ini memang bukan sebangsa manusia karena ada mencuat paruh di wajahnya, menyerupai paruh burung Rajawali. Saat ini pesawat tanpa awak menempuh waktu 6 bulan untuk sampai ke Mars, dan orang berpikir untuk membuat pesawat antariksa bagi orang yang hendak ikut tur ke Mars dengan waktu tempuh 8 bulan, dengan kemungkin paling cepat 3 bulan ketika teknologi telah memungkinkannya. Berminat untuk ikut?

galactica dufan ancol

Info Tentang Jakarta

Hotel di Jakarta Utara
Hotel Melati di Jakarta Utara
Nomor Telepon Penting
Peta Wisata Jakarta
Peta Wisata Jakarta Utara
Rute dan Jadwal Lengkap KRL Commuter Line Jabodetabek
Rute Lengkap TransJakarta
Tempat Wisata di Jakarta
Tempat Wisata di Jakarta Utara
Trayek Bus Damri Bandara Soekarno - Hatta
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑