Makam Keramat Srati Kebumen

October 05, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Makam Keramat Srati Kebumen saya 'temukan' ketika tengah mengamati jalan saat  menuju ke Pantai Pecaron Srati Kebumen saya melihat ada sebuah undakan memanjang dan meninggi menuju ke atas perbukitan di sebelah kiri jalan Desa Srati. Saya tak ingat benar apakah ada tengara, namun sepertinya tidak. Undakan agak tajam ke atas bukit itu yang menarik perhatian saya.

Undakan itu tidak seperti jalan desa, namun dibuat cukup baik, dan karena itu saya menduga bahwa ada yang menarik di sana. Oleh karena itu sekembalinya dari Pantai Pecaron saya meminta Bambang menepi di seberang undakan, dan bertanya kepada seorang penduduk. Sayang ia tak memberi keterangan banyak. Hanya saja ia menyebutkan di atas bukit memang ada empat makam kuno. Mungkin karena tidak tahu, atau takut salah memberi informasi, sehingga ia memilih meminta orang memanggil kuncen Makam Keramat Srati itu. Khawatir lama menunggu kuncen, saya berjalan naik ke atas bukit lebih dulu.

Di setiap makam ada bekas bakaran dupa kehitaman, menandai bahwa keempat makam ini memang ada yang mengkeramatkannya, entah itu penduduk setempat atau peziarah dari daerah lain. Menurut kuncen yang saya temui belakangan, penghuni makam adalah Embah Bekel, Embah Suryadikesumo (latar depan, makam panjang), Den Bagus Sosro, dan Den Bagus Cemeti (sebelah kanan).

makam keramat srati kebumen

Penampakan deretan undakana disemen rapi menuju ke atas perbukitan yang sempat menarik perhatian saya itu saat lewat. Ada setidaknya 119 anak tangga yang harus saya tapaki untuk sampai di puncak bukit yang cukup luas. Jumlah yang relatif tidak terlalu banyak dan masih sangat sanggup untuk saya jalani meskipun tetap harus melangkah pelan sambil mengatur nafas.

Yang pertama terlihat sesampainya pada dataran di puncak bukit adalah adanya tembok rendah membentuk bidang segi empat yang memagari area Makam Keramat Srati Kebumen di keempat sisinya, dengan hanya satu lubang masuk pada sisi dimana saya datang. Selalu ada kesan tersendiri ketika berkunjung ke sebuah makam yang ada di atas perbukitan semacam ini.

Di dalam tembok rendah segi empat empat itu memang terdapat empat makam, hanya saja keempat makam itu berbeda dengan makam pada umumnya. Bahkan makam yang satu dengan makam yang lain bentuknya juga tak sama. Satu-satunya penyama dari keempat makam di kompleks Makam Keramat Srati Kebumen itu adalah semuanya dari batu, kebanyakan berbentuk segi empat.

Sayangnya setiap kubur di kompleks kecil Makam Keramat Srati Kebumen itu tidak ada nama pada nisannya sehingga sulit untuk memastikan masing-masing penghuninya, dan sebagian nisan juga sudah rompal. Hanya nama-namanya saja yang saya ketahui dari kuncen makam yang bertemu belakangan setelah saya turun dari bukit.

Penampakan empat Makam Keramat Srati Kebumen terlihat letaknya tak beraturan dan bentuk makamnya pun berbeda satu dengan yang lainnya. Boleh jadi hal itu dikarenakan kehidupan yang sederhana di kampung Srati dan keterbatasan sumber dana keluarga yang membuat bentuk kubur menjadi seperti itu.

Belakangan saya sempat mengambil foto kuncen yang berkain sarung, dengan seorang penduduk, berdiri di luar pagar Petilasan Nyai Sukendar, yang berada di tepi jalan Desa Srati, beberapa puluh langkah dari awal undakan ke makam di atas bukit. Menurut Sadimeja, kuncen yang usianya sudah 87 tahun itu, Nyai Sukendar adalah kakak keempat orang yang dimakamkan di atas bukit itu.

Di petilasan ini dulu ada batang kayu jati setingga 12 meteran, namun kemudian tertutup oleh Pohon Bulu yang sangat besar dan tinggi itu. Menurut Sadimeja, awalnya ada priyayi Solo datang ke tempat ini yang ketika itu belum ada penduduknya. Sore rasan kalau mati di sini siapa nanti yang akan merawat, malamnya datang keempat orang itu.

Sadimeja menyebutkan bahwa Embah Bekel berasal dari Jawa Timur, tepatnya Kediri, yang juga merupakan leluhurnya. Karena usianya yang sudah cukup tua, agak sulit bagi saya untuk menangkap penjelasan yang diberikan kuncen itu, akibatnya cerita tentang keempat makam dan petilasan Nyai Sukendar ini tak sepenuhnya saya peroleh.

Sempat saya foto pandangan lebih dekat pada batu nisan dan batuan segi empat yang berada pada tumpukan kubur Den Bagus Sosro. Melihat namanya, maka kemungkinan besar semasa hidupnya beliau adalah seorang priyayi, yang disebut Sadimeja sebagai priyayi asal Solo. Sebutan den bagus biasanya ditujukan kepada anak seorang priyayi yang masih muda dan belum berkeluarga.

Seringnya terjadi perebutan kekuasaan diantara keturunan raja dan perang yang tak berkesudahan menyebabkan banyak keturunan priyayi keraton yang memilih mengungsi untuk mencari selamat atau untuk mendapatkan ketenangan pikir dan batin, jauh dari hiruk pikuk perseteruan dan intrik politik di kota raja. Mungkin begitulah ceritanya kenapa ada Makam Keramat Srati Kebumen.

Perang dan perdamaian adalah dua sisi dari mata uang yang sama, kehidupan. Perang yang berkepanjangan membuat orang bosan dan membuka pintu bagi perdamaian. Sebaliknya perdamaian dan ketenangan yang berkepanjangan cepat atau lambat akan memunculkan benih konflik yang bisa meletus menjadi peperangan terbuka yang memakan banyak korban.

Bagaimanan pun saya senang telah mampir ke atas bukit dan melihat makam keempat orang yang dihormati sebagai pepunden penduduk Desa Srati. Melihat bentuk batu makamnya, boleh jadi bahwa dahulu di tempat itu terdapat sebuah candi Hindu, dan batu bekas candi itu yang kemudian digunakan sebagai bahan penyusun kubur.

Makam Keramat Srati

Alamat : Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kebumen. Lokasi GPS : -7.7555, 109.42326, Waze.

Galeri Foto Makam Keramat Srati

Penampakan dari empat Makam Keramat Srati Kebumen yang letaknya tak beraturan dan bentuk makamnya pun berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap makam tidak ada nama pada nisannya sehingga, dan sebagian nisan juga sudah rompal. Hanya nama-namanya saja yang saya ketahui dari kuncen yang bertemu belakangan setelah saya turun dari bukit.

makam keramat srati kebumen

Pandangan dekat pada nisan dan batuan segi empat yang berada pada tumpukan kubur Den Bagus Sosro. Melihat namanya, maka ia adalah seorang priyayi, yang disebut Sadimeja sebagai priyayi asal Solo.

makam keramat srati kebumen

Kuncen yang berkain sarung, dengan seorang penduduk, berdiri di luar pagar Petilasan Nyai Sukendar, yang berada di tepi jalan Desa Srati, beberapa puluh langkah dari awal undakan ke makam di atas bukit. Menurut Sadimeja, kuncen yang usianya sudah 87 tahun itu, Nyai Sukendar adalah kakak keempat orang yang dimakamkan di atas bukit itu.

makam keramat srati kebumen

Kubur Embah Bekel yang menurut Sadimeja berasal dari Kediri, Jawa Timur, yang juga merupakan leluhurnya. Batu kuburnya kebanyakan juga merupakan batuan alam yang belum dibentuk, namun batu nisannya sudah merupakan batu buatan manusia yang telah berbentuk lazimnya nisan. Bekas bakaran dupa juga ada, meski tidak banyak.

makam keramat srati kebumen

Makam Den Bagus Sosro yang merupakan kubur dengan tumpukan batu yang terbanyak. Berbeda dengan dua kubur sebelumnya, batuan pada kubur ini kebanyakan berbentuk segi empat yang jelas merupakan hasil kerja tangan manusia. Melihat bentuknya, patut diduga bahwa batuan itu merupakan bekas batuan candi atau stana.

makam keramat srati kebumen

Makam Den Bagus Cemeti yang batuan kuburnya kebanyakan merupakan tumpukan batuan alam. Hanya sedikit yang terlihat bekas garapan tangan manusia. Pada nisan bagian kaki yang telah rompal bagian atasnya terlihat ada pahatan menyerupai gapura kecil.

makam keramat srati kebumen

Pandangan dekat pada nisan dan batuan segi empat yang berada pada tumpukan kubur Den Bagus Sosro. Melihat namanya, maka ia adalah seorang priyayi, yang disebut Sadimeja sebagai priyayi asal Solo. Seringnya terjadi perebutan kekuasaan dan perang menyebabkan banyak keturunan keraton yang mengungsi mencari selamat atau mencari ketenangan, jauh dari hiruk pikuk dan intrik politik.

makam keramat srati kebumen

Pandangan dekat pada nisan dan batuan makam Den Bagus Cemeti, dengan nisan rompal, beberapa batuan segi empat, dan batuan datar permukaannya sebagai tempat membakar dupa. Namanya mengingatkan saya pada Makam Bulupitu, karena di sana juga ada makam Raden Bagus Cemeti yang merupakan salah satu putera Aroeng Binang dengan Dewi Nawangwulan.

makam keramat srati kebumen

Pandangan samping pada Makam Mbah Bekel yang merupakan kubur paling kecil diantara keempat kubur yang ada di sini, dengan bagian tengahnya dibiarkan tanpa tumpukan batu dan berbentuk sedikit membulat. Di jaman Majapahit, Bekel adalah Kepala Pasukan Tentara kecil yang langsung berada di bawah perintah Rakryan Tumenggung dan Senopati. Bekel setara dengan komandan kompi berpangkat Kapten. Bekel juga dikenal sebagai salah satu perangkat desa dibawah Lurah dan Carik.

makam keramat srati kebumen

Pandangan samping dari Makam Embah Suryadikesumo, yang merupakan makam terpanjang, dengan bagian tengah juga dibiarkan kosong tanpa tumpukan batu. Jika kedua den bagus itu mungkin dua-duanya berasal dari Solo, maka embah ini kemungkinan berasala juga dari Kediri, Jawa Timur.

makam keramat srati kebumen

Pandangan pada Makam Keramat Srati dilihat dari sisi berlawanan dari akses masuk. Area sekitar makam masih merupakan tegalan yang tak terawat, namun di ujung bukit yang berlawanan dengan akses masuk saya melihat ada sejumlah bangunan rumah penduduk.

makam keramat srati kebumen

Sebuah pohon di sekitar Makam Keramat Srati yang lebat tandan buahnya menarik perhatian saya. Melihat bentuk buahnya nampaknya bisa digunakan untuk membuat tasbih atau untuk keperluan lainnya.

makam keramat srati kebumen

Undakan semen Makam Keramat Srati di bagian paling atas yang saya foto sesaat sebelum turun dari perbukitan. Undakan pada bagian atas ini tidak serapi undakan yang ada di bagian bawah, namun kondisinya masih cukup baik dan dibuat kasar agar tidak licin di musim penghujan.

makam keramat srati kebumen

Sadimeja yang sudah berumur 87 tahun. Karena usianya yang sudah cukup tua dan menggunakan bahasa Jawa, agak sulit bagi saya untuk menangkap penjelasan yang diberikan olehnya, akibatnya cerita tentang keempat makam dan petilasan Nyai Sukendar ini tak sepenuhnya saya peroleh.

makam keramat srati kebumen

Di petilasan Nyai Sukendar ini dulu ada batang kayu jati setingga 12 meteran, namun kemudian tertutup oleh Pohon Bulu yang sangat besar dan tinggi itu.

makam keramat srati kebumen

Tak ingat benar apakah karena ada tengara tentang makam yang menarik perhatian, atau kah semata adanya undakan yang membuat saya tertarik. Namun meskipun tidak ada tengara sekalipun, undakan seperti yang menuju ke puncak perbukitan yang ada di sebuah desa seperti ini hampir pasti akan ada cerita yang menarik untuk diketahui, utamanya bagi penggemar kubur dan sejarah.

makam keramat srati kebumen

Makam panjang yang di tengahnya kosong ini merupakan makam Embah Suryadikesumo, setidaknya begitulah yang saya tangkap dari penjelasan kuncen Sadimeja. Nisannya adalah batu lonjong yang ditegakkan, dan batuan yang digunakan kebanyakan merupakan batuan alam yang belum tersentuh tangan manusia. Bekas bakaran dupa ada di batu bagian kepalanya.

makam keramat srati kebumen

Tak jelas pohon apa yang berdiri menjulang tinggi dan rimbun di samping Makam Keramat Srati ini. Boleh jadi adalah pohon kepuh yang berumur belum terlalu tua, setidaknya tidak setua umur kubur yang ada di sana.

makam keramat srati kebumen

Rumah penduduk yang saya lihat dari atas perbukitan dimana Makam Keramat Srati berada. Lokasi makam tampaknya juga merupakan jalan pintas antar kampung yang dipisahkan oleh bukit yang tinggi ini, sehingga sesekali ada saja orang yang lewat di sana.

makam keramat srati kebumen

Batang utama pohon di samping area Petilasan Nyai Sukendar ini sudah dilapis oleh akar gantung yang tumbuh besar hingga menyerupai batang muda.

makam keramat srati kebumen

Pohon-pohon tua yang ada di sekitar petilasan Nyai Sukendar itu. Tak jelas benar manakah yang ada lebih dulu, petilasannya atau pohonnya. Namun jika sebelumnya tidak pohon di sebuah kubur, maka biasanya memang akan ditanam pohon di sekitar makam sebagai peneduh keluarga yang hendak berziarah.

makam keramat srati kebumen

Info Kebumen

Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.