Leo Kristi di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta Selatan

aroengbinang.com -
Wapres, atau Warung Apresiasi Bulungan Jakarta Selatan, adalah sebuah tempat nongkrong yang cukup nyaman dimana setiap malam para pengunjung bisa menikmati makanan dengan harga yang lumayan murah, sambil menikmati penampilan grup band baru yang menunjukkan kebolehan mereka bermain musik di sebuah panggung permanen yang terletak di tengah warung.

Wapres terletak di sebelah belakang Blok M Plaza, dekat GOR Bulungan. Saya mengunjungi tempat itu karena Komunitas Pecinta Musik Konser Rakyat Leo Kristi (LKers) akan kembali menyelenggarakan acara ririungan (kumpul-kumpul) pada Minggu, 17 Februari 2008, bertepatan hari bagi para Pecinta. Wapres dipilih sebagai tempat untuk acara itu. Lagu-lagu Konser Rakyat Leo Kristi, khususnya yang bertemakan cinta akan dibawakan oleh Grup LKers. Namun kali ini LKers berencana untuk mengundang Leo Kristi untuk menyanyikan beberapa lagunya yang bertemakan cinta itu.

Saya ditemani oleh Yoosca untuk pergi ke sana dan ia memperkenalkan saya dengan Nurhadi dan Yoyi yang mengelola Wapres. Kami setuju untuk menggunakan sound system yang ada dengan membayar Rp.500,000 dan memesan ayam bakar dengan harga Rp.12.000 per porsi, serta kopi dan teh. Maka berlangsunglah acara LKers di sana.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan
Seorang wanita dari sebuah media yang saya lupa namanya tengah mewawancarai musisi Leo Kristi di salah satu meja di Warung Apresiasi Bulungan, beberapa saat sebelum acara pada 17 Februari itu dimulai. Duduk di sebelah Leo adalah Heny, teman dekat wanitanya saat itu. Agak di belakang adalah Ari Nurtanio, seorang LKers yang tinggal di Bandung.

Pada hari kerja, bisa sampai tiga grup band yang tampil setiap malamnya. Grup band yang bermain pada hari Jumat malam, adalah mereka yang dinilai bagus pada penampilan hari-hari sebelumnya. Hal yang unik adalah bahwa setiap grup band harus membawa komposisi lagu orisinil mereka sendiri. Ini tentu baik untu memacu kreativitas.

Malam itu Wapres penuh. Cukup banyak LKers yang hadir. Ada Kurnia Effendi dan Yoosca yang membuka acara, lalu Ari Nurtanio yang membaca cerita pendek. Sena membawakan lagu Simon & Garfunkel. Henry Wijaya memotret dan hasilnya ditampilkan pada tulisan ini. Hadir juga Henry Ismono, Ramdan Malik, Albert Go, Totot Susanto, dan banyak lagi. Hadir juga Sujiwo Tejo dan Faisal Basri, keduanya penggemar berat Leo Kristi.

Suasana di lajur tengah Warung Apresiasi Bulungan yang menghadap langsung ke arah panggung sempat terekam oleh kamera. Pemisah dengan jalan waktu itu menggunakan kain hitam yang dikaitkan ke blandar atap. Meja dan kursi kayu meski kecil namun lumayan kokoh dan cukup sebagai tempat untuk meletakkan makan minum pengunjung.

Duduk semeja dengan LK menghadap ke samping adalah Boni Imam Hidayat, kakak kandung LK. Warung Apresiasi Bulungan bentuknya seperti huruf U, dengan tempat duduk dan dekor yang sederhana, yang mampu menampung sampai 100 orang. Sebuah panggung berukuran 4x4 meter berada di tengah ruangan, lengkap dengan perlatan musik dan sound system yang siap untuk digunakan, kecuali keyboard dan perkusi.

Ada sebuah foto yang memperlihatkan salah satu formasi penampilan pada malam hari itu, yaitu Asep Rezza Suhendra, gitaris maut LKers yang tinggal di Bogor, dan di sebelahnya ada sang musisi troubador Leo Imam Soekarno, aka Leo Kristi. Sebelahnya lagi adalah BA, LKers yang tinggal di Jakarta, dan lalu Gamawan Waloejo, LKers yang tinggal di Bandung.

LKers naik panggung bersama Leo, setelah tampil secara terpisah. Saat tampil sendiri Leo mengundang Gayatri naik panggung, dan Naniel Khusnul Yakin didapuk penonton untuk juga naik yang mendapat tepuk riuh. Ini reuni tak terencana. Naniel adalah salah satu tulang punggung Konser Rakyat Leo Kristi pada masa-masa awal. Ia banyak membuat notasi lagu KRLK.

Pemain dan vokalis LKers yang kemudian ikut bergabung naik panggung adalah Sena Warman Reksalegora, Aries Ducat, Thanty Soemasno, Ayu Kharie, dan Linda Haslinda Totot. Lagu yang mereka bawakan adalah Gulagalugu, Kereta Laju, Salam dari Desa, dan Lenggang-lenggung Badai Lautku. Lanjut Surabaya Bernyanyi, Nyanyian Musim, dan beberapa lagu lainnya. Mood Leo sedang baik malam itu.

Semalam sebelumnya Leo menginap di rumah saya di Kota Wisata, Cibubur, dan bermain santai bersama LKers dari sekitar jam 4 sore sampai jam 10 malam, disambung makan malam telat di Pondok Seafood, Cibubur. Besok paginya tiga pemain inti LKers yang juga menginap di rumah sama mendapat kesempatan bermain di depan Leo Kristi dan masing-masing mendapat masukan berharga darinya. .

Sound system Warung Apresiasi Bulungan meskipun sudah terlihat tua, namun masih cukup bagus dan memadai untuk seukuran tempat itu. Kami hanya perlu membawa amplifier untuk gitar akustik dan beberapa buah mikrofon tambahan, oleh karena ada cukup banyak pemain dan vokalis yang akan ikut bermain dalam acara LKers.

Informasi Warung Apresiasi Bulungan

Alamat : Jl Bulungan Blok C No 1, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Lokasi GPS : -6.243468, 106.796773, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 19.00 - 00.00. Harga makanan : Rp 15.000 s/d Rp 35.000.

Galeri Foto Leo Kristi di Warung Apresiasi Bulungan

Mohon maaf, kadang butuh beberapa saat sampai foto muncul.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ini adalah lajur tengah Warung Apresiasi Bulungan yang menghadap ke panggung dengan kain hitam yang dikaitkan ke blandar atap untuk membatasi pandangan dari jalan.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Paling kiri pada foto di atas adalah Asep Rezza Suhendra, dan di sebelahnya adalah Leo Kristi. Sebelahnya lagi adalah BA, dan Gamawan Waloejo.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LKers lainnya yang naik panggung adalah Sena Warman Reksalegora, Aries Ducat, Thanty Soemasno, Ayu Kharie, dan Linda Haslinda Totot.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Pemandangan pada pojok Wapres dengan bagian tengah terbuka. Kain hitam di atas adalah untuk menahan tampias air saat hujan yang memang sempat turun, namun tak lama kemudian berhenti.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Kurnia Effendi (Kef) tengah membuka acara. Dekor panggung memberi kesan yang kuat dengan lampu sorot ikut membantu suasana.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ari Nurtanio, LKers yang tinggal di Bandung, tampak tengah membacakan cerita pendek. Dalam sejumlah kesempatan ririungan, LKers tidak hanya menampilkan musik KRLK namun juga pembacaan puisi, cerita, dan penampilan lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Beberapa orang LKers tampak pada foto. Paling kiri belakang adalah Totot Susanto, di depannya adalah Tatan Daniel, dan berkacamata adalah Ramdan Malik yang duduk bersama isterinya. Ramdan adalah adik kandung ekonom Faisal Basri.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Suasana di sudut lain Wapres. Paling kiri bawah yang tengah mengepulkan asap rokoknya adalah Henry Ismono, LKers yang belakangan terkenal sebagai kolektor buku komik Indonesia.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Saya sempat berbincang dengan pria bersemangat yang tampak pada foto di kanan bawah, namun lupa namanya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Sena Warman Reksalegora tengah membawakan sebuah lagu dari Simon & Garfunkel yang juga menjadi favorit Leo Kristi. Selain menggemari musik KRLK, banyak LKers juga penggemar musik lain, baik lokal maupun dunia.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Sebelah kiri adalah Kef (Kurnia Effendi). Berkacamata dan berkumis di sebelah kanannya adalah Gamawan Waloejo, LKers yang tinggal di Bandung. Gam biasa memegang gitar di LKers, dan sebagai pemain bass di komunitas penggemar Koes Plus dan Beatles.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Grup musik asuhan Aryo LKers, Budi Ketjil and Dayo Pangestu Adji tampak tengah membawakan musikalisasi puisi pada bagian awal acara. Penampilan yang memikat dengan bloking panggung yang baik.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza dan Ayu Kharie yang tampil berdua membawakan lagu KRLK (Konser Musik Leo Kristi) berjudul Bintang Pelangi, disusul dengan Tembang Dia Hati, dan Rumput Raya Kemesraan.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Duduk paling kiri kalau tak salah adalah Punto Kumoro yang dulu pernah menjadi semacam EO bagi konser-konser KRLK. Punto juga hadir di beberapa acara LKers lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gaya dan ekspresi Rezza saat memetik gitar.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Salah satu gestur Ayu Kharie saat menyanyi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LKers dengan ekspresinya. Foto-foto pada tulisan ini hampir semuanya diambil oleh Henry Wijaya, seorang LKers dan fotografer handal dan pernah juga main sinetron. Hanya saja semua foto ditampilkan dengan kualitas sekitar 30% dari aslinya supaya lebih cepat dibuka.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Paling kiri adalah Yoosca, adik penyanyi eksentrik Renny Jayusman. Di sebelahnya adalah Thanty Soemasno, salah seorang penyanyi LKers.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gaya Ayu Kharie saat bernyanyi. Suaranya cocok untuk bernyanyi solo dengan pencapaian oktav yang tinggi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza, BA, dan Gam, tampil saat membawakan lagu Serenada Pagi 1971, salah satu tembang KRLK yang romantis namun ditutup dengan gairah semangat yang meluap tinggi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ekspresi Gamawan saat memetik gitar. Ia biasa bermain kalem dan menjaga ritme.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Saat Rezza memetik gitar dan bernyanyi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

BA dan Gam.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza, BA, dan Gam. Lagu lain yang dibawakan adalah Solus Aegroti Suprema Lexest (SASL) dan Sinagogue-Sinagogue. Yang disebut terakhir tampaknya tak pernah dibawakan saat Leo konser.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Sena, memegang rebana, kemudian bergabung naik ke panggung.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih Rezza, BA, Gam dan Sena.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ekspresi Rezza, BA, dan Gam yang memegang bass.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo dan Naniel. Lama mereka tidak manggung bersama, dan ini menjadi semacam kejutan. Meski setelah itu pun Naniel tak pernah lagi diajak Leo untuk bermain bersamanya lagi, yang tampaknya karena ada masalah pribadi diantara mereka.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo dengan fisiknya tampak masih sangat atletis di usianya yang telah menginjak 58 tahun waktu itu, dan Naniel melipat tangan saat Leo "berpidato".

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Meskipun bersemangat namun Leo bukanlah seorang orator, dan apa yang dikatakannya kadang mengawang di langit, membuat Tejo (Sujiwo Tejo) berteriak dari kursi penonton agar ngomongin wedokan (perempuan) saja. Seniman sering tak bisa lepas dari urusan yang satu itu.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gaya Leo saat "berpidato" dan tatap mata Naniel.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ini sepertinya eskpresi saat Leo dan Naniel saat Tejo berteriak memotong pidato Leo. Tejo adalah penggemar berat Leo dan hampir selalu datang saat Leo konser.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Heny dan Leo memegang bendera putih dengan belah ketupat warna merah di tengahnya. Sebuah simbol tentang kesucian di luar dan keberanian yang ada di dalamnya. Sementara Naniel tampak ikut ternsenyum menyaksikannya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gestur Leo saat menyanyi dan bermain gitar, dengan satu kaki diangkat dan diletakkan di atas tong, ciri khasnya. Sebelum mengangkat kaki, sering ia mengatakan "permisi" sambil tersenyum.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gayatri yang dipanggil Leo naik panggung untuk bernyanyi bersama. Ia pernah menjadi vokalis KRLK, dan pernah pula diajak Sujiwo Tejo untuk bernyanyi dalam salah satu lagu yang dibuatnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Senyum Leo saat memandang Gayatri dan Naniel yang kagok meniup sulingnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Lama tak bernyanyi bersama membuat mereka tak begitu mulus dalam membawakan lagu, yang tak menjadi masalah bagi penonton yang sudah senang dengan tampilnya mereka.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Selaian kepiawaian dalam bermain gitar, suara Leo memang dahsyat dan masih memukau.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LKers pun ikut menyanyikan lagu yang dibawakan Leo.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gestur Leo, dengan kostum panggung yang ringkas dan masih "normal".

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Penampilan Leo, sementara Gayatri, Naniel memandanginya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gayatri dan Naniel Khusnul Yakin yang asik meniup suling.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ekspresi Gayatri dan Naniel lainnya. Setelah keluar dari KRLK, Naniel pernah bergabung di grup Kantata Takwa dan Swami. Ia menciptakan lagu Bento yang legendaris itu.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo dengan wajah cerahnya saat bernyanyi dan memetik gitar.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Menatap Gayatri.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Menatap Leo.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Naniel ikut bernyanyi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Tatap dan senyum Gayatri.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Posisi kaki di atas kursi, menggantikan tong yang biasa ia pakai, membuat Leo bisa menatap jemari dengan mudah saat bermain, atau hanya kebiasaan karena enggan memakai tali gitar.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo dan Gayatri melaras lagu.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gayatri dan Naniel pada suling. Beberapa kali Naniel hadir dalam acara ririungan LKers memainkan sulingnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Meskipun tak dipersiapkan, namun penampilan Leo, Gaytari, dan Naniel cukup diapresiasi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Wajah serius Leo.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ekspresi wajah yang kadang mengeras saat memetik gitar.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Melunak dan senyum saat menyanyi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Penampilan kolanborasi LK - LKers: Rezza, Leo, BA, dan Gamawan.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Penampilan bersama: Rezza, Leo, Ayu, Thanty, Linda, BA (tertutupi Linda), Gamawan, dan Sena (tak terlihat pada foto) yang dimulai dengan lagu legendaris Kereta Laju.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Formasi lengkap.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih dalam formasi pemain yang sama.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza dan Leo yang saling mengisi melodi dan rythm, dilengkapi dengan petikan gitar Gam.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo dan Ayu Kharie

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ayu, Thanty, BA dan Linda. Kitan lirik lagu KRLK tampak diletakkan di book stand.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Linda dan Gamawan. Sementara Sena tertutup di belakang memegang rebana.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza dan Leo.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo, Ayu dan Thanty.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Lagu lain yang dimainkan adalah Gulagulugu, Lenggang-lenggung Badai Lautku.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo mengatakan sesuatu pada BA, sepertinya agar suara bass bisa lebih terdengar. Sayur Asam Kacang Panjang serta Salam dari Desa adalah lagu lainnya yang mereka bawakan.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo yang terus bersemangat sepanjang penampilan patut diapresiasi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo - LKers.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ayu, Thanty, BA, Linda.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo dan ekspresinya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo dan Ayu

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Salah satu momen memperlihatkan eskpresi Rezza dan Leo saat bermain bersama.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza, Lao, Ayu

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih Rezza dan LK (Leo Kristi)

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Jepretan lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gamawan yang kalem, dengan seperangkat angklung di sebelah kanannya. Tak banyak lagu KRLK yang menggunakan alat musik tradisional ini.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LK, Ayu, Thanty, dan Linda Totot.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza dan LK. Dalam bermain gitar, LK dan Rezza sering menggunakan capo untuk memudahkan permainan.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Lensa yang terbatas membuat tidak semua pemain bisa ditangkap kamera. Gam tak terlihat pada foto ini.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Kef saat bercerita mengenai perjalanan komunitas LKers dan Leo Kristi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza, LK, Ayu, Thanty, Aries Ducat, Thanty dan Sena. Aries biasa main harmonika, kadang juga menabuh gitar.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Aries tampak terlihat tengah meniup harmonika ketika memainkan sebuah lagu KRLK.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Menghayati.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Semua mata memandang.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza, LK, dan Ayu.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Jika Gam terlihat pada foto, maka Rezza tak kelihatan.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Momen bersama lainnnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Tatap senyum lembut.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo tampak menikmati penampilannya, meski bermain bukan dengan grup yang ia biasa tampil.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Sesekali Leo menengok untuk memberi kode jika ada hal yang tak begitu pas, atau hanya sekadar selingan pandang.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LK, Ayu dan BA.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza, dan LK.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Momen bersama lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Cukup banyak juga lagu KRLK yang mereka mainkan saat itu. Sepertinya para penonton setia berada di tempat sampai pertunjukan selesai.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Momen lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih asik bernyanyi bersama.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LK dan Ayu.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Jika kadang Leo tak bernyanyi, LKers pun mengisi suaranya, meski tak sedahsyat suara aslinya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LK dan Ayu dengan senyumnya, dan BA yang tanpa ekspresi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Momen duet maut gitar Rezza - LK.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih terus berlanjut.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LK, Ayu, dan Gam yang bergeser ke tengah.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Grup LKers relatif baru terbentuk, sekitar 3-4 bulan, setelah terhubung karena melihat Konser Kebangsaan pada Agustus 2007 dimana Leo tampil bernyanyi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza, Leo, Ayu yang tengah menghayati lagu.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

LK seperti tengah mengiringi penggemarnya membawakan lagu2 yang diciptakannya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Momen lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo, Ayu, BA.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza dan LK.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih bersemangat.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Aries kembali meniup harmonikanya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Leo yang tetap bersemangat.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Belum lelah juga.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Stamina yang prima.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Momen bersama lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gam memainkan angklung di ujung panggung.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Terus berlanjut.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih dengan angklung dan Sena memegang rebana.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza dan LK.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Aries yang asik dengan harmonikanya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Penampilan terus berlanjut.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gestur lainnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Rezza mengintip jemari LK yang tengah memetik gitarnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Kembali berduet pada gitar, juga yang Gam mengisi rythm dan kadang melodi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Foto samping dari belakang penonton.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Totot Susanto, LKers dan suami Linda, tengah menikmati tontonan dan ikut pula bernynanyi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Gunawan Sunindyo dan Totot di ujung sana.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ari Nurtanio.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ramdan Malik.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Kembali melihat panggung.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Masih dari sisi panggung.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Panggung yang penuh. Bukan panggung yang kekecilan, namun orangnya yang kebanyakan.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Bertopi merah paling kiri adalah Albert Go. Di samping Yoosca adalah Ira, isteri Rezza.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Dari arah belakang panggung ketika penampilan bersama hampir usai.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Ketika LKers turun panggung, Leo masih menyanyikan bebarapa lagu, diantaranya Silmon Blues.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Menghentak.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Terpesona menonton.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Pengunjung yang setia.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Belum juga beranjak dari tempat duduk.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Wiwit (isteri Gamawan), dan Lies (kakanya Thanty).

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Lies dan Thanty.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Isteri Albert Go.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Henry dan Tatan Daniel.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Isteri Ramdan Malik.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Aries, dan Totot di belakangnya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Berkacamata adalah Faisal Basri.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Amir Daulay (Alm) dan Albert Go.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Amir, Gam, dan Albert.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Pasangan LKers yang saya lupa namanya.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Kef dan Budhi.

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Berkaos hitam di tengah adalah Faisal Basri

leo kristi warung apresiasi bulungan jakarta selatan

Saat itu bukan musim kampanye, jadi dua jari ya tak bermakna nomor urut calon dalam pemilu atau pilkada. Hanya ekspresi kesenangan dan kemenangan teman LKers.

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Selatan, Hotel Melati di Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Selatan.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.