Konser Wolfgang Muthspiel Jakarta Selatan

January 01, 2020. Label:
Saya mendengar dari CnJ 99.9 FM, sepertinya satu-satunya radio jazz di Jakarta di kala itu, bahwa akan ada pertunjukan langsung atau Konser Wolfgang Muthspiel di Rasuna Concert Hall Kuningan, Jakarta. Pertunjukan itu dilangsungkan pada hari Minggu, 14 Januari 2006, atau 12 tahun lalu saat tulisan ini diterbitkan ulang.

Belum pernah sebelumnya saya mendengar nama musisi ini, dan belum pernah juga ke gedung pertunjukannya. Jadi saya melakukan penyelidikan kecil tentang orang itu dan mencari petunjuk arah ke gedungnya. Saya lalu menelepon CnJ dan mendapatkan informasi lokasi konser. Tepat di sebelah Pasar Festival. Baiklah. Saya juga mendapatkan nomor telepon untuk pembelian tiketnya.

Selanjutnya menelepon Warta Jazz, dan dijawab oleh seorang jurnalis. Sayangnya ia tidak bisa mendapatkan informasi yang jelas tentang konser itu. Kami akhirnya membeli tiket di tempat, menduga bahwa akan tersedia kursi kosong. Kami tidak salah. Harga tiketnya Rp. 100.000 untuk deret belakang, Rp.150.000 di sayap, dan Rp. 350.000 untuk VIP. Kami membeli tempat duduk di sayap kiri.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Panggung sudah siap dengan perlengkapan musik dan sistem suaranya. Ada sekitar 100-an orang yang menonton di dalam ruangan berkapasitas 400. Duta Besar Austria, sebagai sponsor utama, memberi kata pembuka. Duta Besar Swiss juga ada di sana. Jika sekelas dubes hadir dalam sebuah acara konser, mestinya ada hal yang istimewa pada diri pemainnya.

Wolfgang Muthspiel lahir di sebuah kota kecil di Judenburg, Austria pada 1965. Ia belajar biola pada umur enam tahun, lalu beralih ke gitar pada usia 15. Ia belajar gitar jazz dan klasik di Graz, Austria. Ia memenangkan berbagai kompetisi nasional untuk musik klasik dan juga the International Guitar Competition di Mettmann, Germany.

Muthspiel juga dianugerahi Allstar Award for Outstanding Musicianship; dan memenangkan the Gold Medal Award di "Musicfest USA," Orlando, Florida, sebuah kompetisi jazz yang diselenggarakan oleh Downbeat Magazine. Namun dengan semua kredensialnya yang begitu hebat, unsur hiburannya yang kurang terasa. Jika ia bermain dalam grup musik Jazz mungkin akan jauh berbeda.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Sekitar jam 8 malam, Musthpiels masuk berjalan di atas panggung, memberi kata pembuka singkat, mengembangkan senyum tipis, dan segera memulai pertunjukan, memainkan jemarinya di salah satu dari beberapa gitar elektriknya yang sudah disiapkan di panggung.

Tak lama setelah itu saya merasa seperti menonton sebuah pertunjukan musik klasik ketimbang musik jazz, dimana orang duduk manis dan diam, takut membuat suara, meskipun suara shutter kamera sekalipun. Boleh jadi karena ada orang penting di sana, boleh jadi juga karena memang orang hendak menikmati musik sepenuhnya. Bersama saudaranya Christian, seorang trombonist, pianist dan composer, Muthspiel membentuk "Duo Due" pada 1982. "Duo Due" mengadakan pertunjukan secara luas di Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika Utara, serta telah menerbitkan dua buah album lewat amadeo/PolyGram.

Melihatnya di panggung seperti menonton teknik bermain gitar kelas super tanpa cela dengan menggunakan ke sepuluh jarinya, ditambah dengan kepiawaian kakinya dalam menggunakan sejenis sequencer untuk menghasilkan musik pengiring dan musik latar lainnya.

Untuk saya, sayangnya, itu bukan sebuah penampilan sempurna yang saya harapkan. Saya tidak menemukan unsur penghibur dari sebuah pertunjukan langsung. Kecuali teknik permainannya yang luar biasa, ia pun terlihat terlalu serius di panggung dengan gitar dan jari jemarinya. Pada 1986 Muthspiel meninggalkan Austria dan beremigrasi ke Amerika Serikat, tinggal mula-mula di Boston untuk belajar di New England Conservatory dengan Mick Goodrick dan David Leisner. Kemudian ia mengikuti Berklee College of Music dengan mendapat bea siswa penuh, lulus dengan predikat "Magna Cum Laude" pada 1989.

Di Berklee ia bertemu Gary Burton, yang mengundangnya untuk mengisi kursi gitar di the Gary Burton Quintet. Bersama Burton, ia tampil di hampir 200 konser jazz di seluruh dunia. Wolfgang Muthspiel dipilih oleh Musician Magazine sebagai salah satu dari sepuluh gitaris jazz papan atas pada 1994 dan dianugerahi Jazz Musician of the Year di Austria pada 1997 oelh Perdana Menteri Austria.

Setelah pertunjukan Muthspiel menemui penggemarnya di sebuah meja di depan ruangan yang memang disediakan untuknya setelah konser selesai. Sebuah hal yang positif karena membuat penonton berkesempatan berbincang dan melihat dalam jarak yang dekat dengan musisinya.

Konser Wolfgang Muthspiel Jakarta

Alamat : Rasuna Concert Hall Kuningan, Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jl. Hr Rasuna Said Kav. C No. 22, Setiabudi, Jakarta Selatan. Lokasi GPS : -6.2221905, 106.8328196, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Info Jakarta : Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Selatan, Hotel Melati di Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Selatan.

Galeri Foto Konser Wolfgang Muthspiel


konser wolfgang muthspiel jakarta

Gestur Muthspiel saat ia tengah menyapa para penonton yang khusuk menonton pertunjukannya.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel dengan gitarnya yang lain lagi. Persoalan lainnya dengan konser ini adalah saya belum pernah mendengar lagu yang dimainkannya, meskipun itu bukan sebuah keharusan. Jika saja ia sempat menggarap satu komposisi lokal, tentu akan menjadi sebuah kejutan menyenangkan.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Ekspresi Muthspiel saat memainkan sebuah lagu. Kesempurnaan dalam bermain musik tentu melewati latihan yang sangat berat, dan tanpa putus. Selain itu bakat tentu sangat membantu.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel dengan gitarnya. Saat bermain boleh dibilang wajahnya serius. Boleh jadi karena main di depan duta besar sehingga harus menjaga gestur.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Ekspresi Muthspiel lainnya, meresapi suara dari denting gitar yang dimainkan oleh jemarinya sendiri.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel baru terlihat ramah saat menyapa penonton, dan ini sedikit mencairkan suasana yang kaku.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Gestur Muthspiel saat berbicara dengan penonton. Gitar yang digunakannya rupanya akustik, dan dari ampli menggunakan speaker tembak. Konon memang lebih jernih hasil suaranya.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Pemandangan saat jeda, memperlihatkan deretan kursi penonton dengan warna merah marun dan punggung hitam, memberik kombinasi kuat dan elok dilihat. Tempat ini akustiknya sangat bagus dan cocok untuk konser.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel kembali naik ke panggung membawakan komposisi musik berikutnya. Permainannya tetap bersih dan sempurna.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Seluruh komposisi lagu yang dimainkannya sepenuhnya suara instrumen musik, tanpa ada vokal. Bagaimana pun bermain musik tunggal tetap ada keterbatasannya.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Pada beberapa lagu, Muthspiel sempat merubah setelan senar gitarnya untuk lebih mudah menghasilkan bunyi tertentu yang ia kehendaki.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel kembali memainkan gitar bolongnya yang tanpa kepala atau headless. Gitar atau bass tanpa kepala biasanya punya masalah dalam keseimbangan, sehingga tak mudah membuat dan memakainya.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel saat menemui penggemarnya di sebuah meja di depan ruangan yang disediakan untuknya setelah konser berakhir.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel dengan penonton yang sempat berbincang dengannya, dan meminta tanda tangan untuk album yang mereka beli.

konser wolfgang muthspiel jakarta

Muthspiel dengan seorang penggemar wanitanya yang tengah menyodorkan album untuk ditandatangani.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑