Vihara Amurva Bhumi Jakarta Selatan

January 01, 2020. Label:
aroengbinang.com -
Vihara Amurva Bhumi Jakarta, atau Kelenteng Hok Tek Tjeng Sin, adalah wihara dan kelenteng yang terletak di Jl. Prof.Dr.Satrio No.2 (lebih dikenal sebagai Jl. Casablanca), Setiabudi, Jakarta Selatan. Saya lewat wihara ini hampir setiap hari selama sekitar tujuh tahun ketika saya masih bekerja di sebuah perusahaan yang berkantor di Menara Danamon, sekarang Sampoerna Strategic Square.

Nama Tionghoa kelenteng itu selalu mengingatkan saya pada buku cerita silat Cina klasik karya penulis legendaris Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Meskipun buku-bukunya ditulis dalam bahasa Indonesia, namun Kho Ping Hoo selalu menyebut nama Cina dengan terjemahan bahasa Indonesia ketika membuat julukan bagi tokoh-tokoh dan jurus ilmu silatnya.

Kho Ping Hoo sangat piawai dalam meramu cerita, yang tak melulu tentang kependekaran dan perseteruan antara golongan (jalan) hitam dan golongan putih (hek to - pek to), namun ia juga sering memberi wejangan filsafat, kisah cinta yang memabukkan, dan bumbu imajinasi seks yang dikemas dengan cara halus.

vihara amurva bhumi jakarta

Gapura yang menjadi gerbang masuk ke dalam kompleks Vihara Amurva Bhumi di Jakarta Selatan, dilihat dari sebelah dalam, diambil setelah beberapa saat kami datang. Seorang pria tampak tengah bekerja meneruskan pengerjaan pengecatan yang memang sudah membuat gapura terlihat mencorong. Sepasang naga berebut mustika tampak bertengger di atas gapura yang bergaya khas kelenteng.

Lambang Yin-Yang, yang biasa menjadi lambang bagi agama Konghucu, tampak pada badan gapura. Ada pula lambang pat kwa yang menyerupai bentuk sarang laba-laba. Vihara Amurva Bhumi adalah kelenteng Tri Dharma yang menyediakan altar sembahyang bagi penganut agama Buddha, Konghucu, dan Tao. Papan nama vihara atau wihara tampak masih belum dicat ulang, mungkin setelah bagian gapura selesai dikerjakan.

Ada struktur bangunan di halaman depan Vihara Amurva Bhumi yang berbentuk Pat-Kwa segi delapan yang khas dengan ukiran naga yang elok di setiap pilar penyangga atapnya. Di dalam bangunan segi delapan itu terdapat Hiolo Thian untuk meletakkan hio setelah menyembah Dewa Langit. Secara ukuran luas, kelenteng ini agak kecil dan koleksi patung-patungnya juga terbatas.

Tampak muka Vihara Amurva Bhumi cukup cantik dengan bangunan Pat Kwa di depannya berisi Hiolo Thian bertiang lilitan naga dan sebutir mutiara di puncaknya. Pada atap vihara terdapat sepasang arca naga berhadapan tengah berebut mustika. Di sebelah kanan terdapat Kim Lo (tempat pembakaran kertas sembahyang).

Pada bangunan di sebelah kiri bangunan utama Vihara Amurva Bhumi terdapat ruangan dimana diletakkan patung-patung Budha dan pohon Bodhi di belakangnya.

Altar Kwan Kong merupakan salah satu dari tiga tempat sembahyang utama di dalam Kelenteng Hok Tek Tjeng Sin atau Vihara Amurva Bhumi ini. Kwan Kong adalah seorang jenderal terkenal yang hidup pada jaman Sam Kok (Tiga Kerajaan), tahun 165-219 M.

Penganut Buddha menyayangi Kwan Kong sebagai dewa yang memberi perlindungan bagi kelenteng dan bangunan suci lainnya. Sedangkan penganut Tao mengagumi Kwan Kong sebagai Dewa Perang dan penganut Confusius menganggapnya sebagai orang suci yang setia, terpercaya dan gagah berani.

Altar Hok Tek Tjeng Sin (Fu De Djen Sin) atau Dewa Bumi, yang merupakan tuan rumah Vihara Amurva Bhumi, ada di ruang utama. Nama Sanskertanya adalah Amurva Bhumi Bodhisatwa, menurut para penganut aliran Budha Mahayana. Hok Tek Tjeng Sin adalah dewa yang paling terkenal bagi petani dan pedagang. Petani menyayanginya sebagai pelindung Bumi, pedagang memujanya sebagai sumber rezeki, dan masyarakat umum menganggapnya sebagai Dewa Kemakmuran.

Hok Tek Tjeng Sin mengajarkan bahwa rejeki dan bahagia adalah perbuatan kita sendiri, bilamana berbuat kejahatan tentu mendapat kecelakaan seperti sebuah bayangan yang selalu mengikuti pemiliknya. Fuk (rejeki) asalnya dari Allah, tek (moral) timbul dari sanubari manusia. Diajarkan juga bahwa sedikit sadar, sedikit faedah; banyak sadar, banyak kebaikan; tak mau sadar, tak ada obat penolongnya. Jaman berubah-ubah, dosa menimpa-nimpa. Hanyalah yang sadar (Wu Tao) dapat lepas dari sengsara, lepas dari ketenggelaman.

Dari Buku Kitab Suci Amurva Bumi, doa yang dirapal di altar Hok Tek Ceng Sin adalah sebagai berikut: Pujilah Tuhan Yang Mahaesa Kong Co Hok Tek Ceng Sin Yang Mahaagung. Dengan khidmat dan sujud kami memohon kehadapan Kong Co Hok Tek Ceng Sin, bimbinglah kami ke jalan tengah yang mulia. Tunjukkan kami cahaya kasunyata dharmaan, bangkitkan kesadaran TAO dalam diri kami. Berkat bimbingan serta pancaran kasih Kong Co Hok Tek Ceng Sin hiduplah semua dalam kasih, tenang, tentram dan bahagia.

Di sisi sebelah kiri altar Hok Tek Tjeng Sin terdapat altar untuk memuja Kwan Im Pouw Sat, Dewi Welas-asih. Bagi penganutnya, Dewi Kwan Im dianggap yang paling sering menurunkan mujijat. Seorang peziarah yang telah membaca mantra Namo Da-Bei Guan Shi Yin Pu Sa dengan khusuk dan penuh ketulusan maka cepat atau lambat ia akan menerima pertolongannya.

Kepercayaan pada kuasa pemilik semesta dalam menebar berkah dan pertolongan bekerja dengan keajaibannya sendiri. Kekuatan pikir dan kekerasan tekad membuka banyak jalan, dan meski hanya satu saja yang benar namun tak berarti jalan yang lainnya salah. Tuhan setiap manusia sama. Ia Mahamelihat setiap apa yang diupayakan manusia, dan Mahamendengar setiap doa yang terpanjat, tak membedakan bahasa dan ritual yang digunakan untuk mengungkapnya.

Informasi Vihara Amurva Bhumi Jakarta

Alamat : Jl. Prof.Dr.Satrio No.2 (Jl. Casablanca), Setiabudi, Jakarta Selatan. Lokasi GPS : -6.219465, 106.81936, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Vihara Amurva Bhumi

Mohon maaf, kadang foto agak lambat munculnya.

vihara amurva bhumi jakarta

Di bagian depan Vihara Amurva Bhumi terdapat altar berbentuk Pat Kwa berisi Hiolo Thian untuk menyembah Dewa Langit. Sepasang arca naga berebut mustika terlihat di atas wuwungan. Kim Lo ada di kanan kiri bangunan untuk membakar uang kertas bagi para leluhur.

vihara amurva bhumi jakarta

Arca naga yang digambarkan tengah berebut mustika matahari. Ukiran naga dan ornamen lainnya dibuat dengan detail yang sangat baik dan elok. Sejumlah batang hio tampak menancap pada Hiolo Thian di tengah bangunan.

vihara amurva bhumi jakarta

Struktur bangunan di halaman depan Vihara Amurva Bhumi yang berbentuk Pat-Kwa segi delapan yang khas dengan ukiran naga yang elok di setiap pilar penyangga atapnya. Di dalam bangunan segi delapan itu terdapat Hiolo Thian untuk meletakkan hio setelah menyembah Dewa Langit.

vihara amurva bhumi jakarta

Pandangan samping bagian muka Vihara Amurva Bhumi yang memperlihatkan sepasang Singa penjaga (Ciok Say) di halaman vihara. Singa betina biasanya digambarkan tengah bermain dengan anaknya, sedangkan singa jantan salah satu kakinya tengah bermain bola. Penyangga teras juga dihiasi arca naga yang melilit tiang-tiangnya.

vihara amurva bhumi jakarta

Hiolo Thian atau Hiolo Thi Kong adalah hiolo yang digunakan untuk menancapkan batang hio setelah digunakan untuk bersembahyang kepada Dewa Langit atau Tuhan YME. Hiolo Thian biasanya berkaki tiga, dan diletakkan di depan kelenteng. Umumnya di kelenteng tidak ada altar untuk menyembah Thian, hanya ada hiolo-nya saja. Namun di Taiwan kabarnya banyak kelenteng yang memiliki altar Thian di dalam ruangannya.

vihara amurva bhumi jakarta

Ruangan dimana diletakkan patung-patung Budha dan pohon Bodhi. Vihara Amurva Bhumi adalah kelenteng Tri Dharma bagi penganut agama Buddha, Konghucu, dan Tao.

vihara amurva bhumi jakarta

Altar Hok Tek Tjeng Sin, dewa yang paling terkenal terutama bagi petani dan pedagang, di Vihara Amurva Bhumi Jakarta. Petani memujanya agar panen berlimpah dan terlindung dari hama, pedagang meminta berkahnya agar usahanya lancar dan untung besar. Dewa Bumi adalah Dewa Kemakmuran.

vihara amurva bhumi jakarta

Altar Hok Tek Tjeng Sin yang berada di bawah cungkup kayu berukir, dikelilingi nyala pelita. Pelita atau nyala api lilin, simbol penerangan dan pencerahan jiwa, umumnya selalu menyala di dalam kelenteng, dan mungkin menjadi salah satu penyebab seringnya kebakaran yang menghancurkan barang-barang bernilai seni dan sejarah tinggi di sebuah kelenteng. Beberapa kelenteng kontemporer telah mengganti nyala lilin dengan lampu bohlam kecil.

vihara amurva bhumi jakarta

Altar pemujaan bagi Kwan Kong, seorang jenderal legendaris dari jaman Sam Kok, yaitu antara tahun 165-219 M.

vihara amurva bhumi jakarta

Patung Kwan Kong yang diapit dua dewa lainnya terlihat gagah dengan jubah dan pakaian perangnya serta senjata berupa golok panjang melengkung yang biasa dipakai ketika berperang sambil menunggang kuda. Kwan Kong dipuja karena ia setia, terpercaya dan gagah berani.

vihara amurva bhumi jakarta

Altar pemujaan bagi Kwan Im Pouw Sat, Dewi Welas-asih, dewi yang paling sering menurunkan mujijat. Cara untuk mendapat pertolongan sang dewi adalah dengan membaca mantra Namo Da-Bei Guan Shi Yin Pu Sa secara khusuk dan tulus.

vihara amurva bhumi jakarta

Selain rupang Kwan Im yang besar, ada sejumlah patung kecil di altar Kwan Im ini yang dibuat dengan detail indah.

vihara amurva bhumi jakarta

Di kiri kanan altar Dewi Kwan Im terdapat deretan pelita yang masing-masing ada nama pemiliknya. Menuangkan minyak sayur kedalam cawan pelita adalah merupakan salah satu bagian ritual di kelenteng, dengan harapan agar jalan hidupnya selalu diterangi dan jika pun mengalami kesulitan maka akan selalu ada jalan keluarnya.

vihara amurva bhumi jakarta

Di sebelah kiri adalah altar Hok Tek Tjeng Sin (Dewa Bumi), dan di sebelah kanan adalah altar Kwan Kong. Tidak terlihat pada foto, di sebelah kiri altar Dewa Bumi adalah altar Dewi Kwan Im.

vihara amurva bhumi jakarta

Pada altar Dewa Bumi terdapat persembahan berupa buah-buahan beraneka jenis yang lazimnya berjumlah ganjil. Buah-buahan itu merupakan lambang pengorbanan dan kerelaan setelah diberi berkah melimpah. Pemilihan buah ada pula artinya. Apel melambangkan kesehatan, pisang kerukunan, pear kedamaian, jeruk kesejahteraan, dan tebu berkah kesuksesan.

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Selatan, Hotel Melati di Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Selatan.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.