Vihara Amurva Bhumi Jakarta Selatan

Vihara Amurva Bhumi Jakarta, atau Kelenteng Hok Tek Tjeng Sin, adalah wihara dan kelenteng yang terletak di Jl. Prof.Dr.Satrio No.2 (lebih dikenal sebagai Jl. Casablanca), Setiabudi, Jakarta Selatan. Saya lewat wihara ini hampir setiap hari selama sekitar tujuh tahun ketika saya masih bekerja di sebuah perusahaan yang berkantor di Menara Danamon, sekarang Sampoerna Strategic Square.

Nama Tionghoa kelenteng itu selalu mengingatkan saya pada buku cerita silat Cina klasik karya penulis legendaris Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Meskipun buku-bukunya ditulis dalam bahasa Indonesia, namun Kho Ping Hoo selalu menyebut nama Cina dengan terjemahan bahasa Indonesia ketika membuat julukan bagi tokoh-tokoh dan jurus ilmu silatnya.

Kho Ping Hoo sangat piawai dalam meramu cerita, yang tak melulu tentang kependekaran dan perseteruan antara golongan (jalan) hitam dan golongan putih (hek to - pek to), namun ia juga sering memberi wejangan filsafat, kisah cinta yang memabukkan, dan bumbu imajinasi seks yang dikemas dengan cara halus.

vihara amurva bhumi jakarta
Tampak muka Vihara Amurva Bhumi dengan bangunan Pat Kwa di depannya berisi Hiolo Thian bertiang lilitan naga dan sebutir mutiara di puncaknya. Pada atap vihara terdapat sepasang arca naga berhadapan tengah berebut mustika. Di sebelah kanan terdapat Kim Lo (tempat pembakaran kertas sembahyang). Ada struktur bangunan di halaman depan Vihara Amurva Bhumi yang berbentuk Pat-Kwa segi delapan yang khas dengan ukiran naga yang elok di setiap pilar penyangga atapnya.

Di dalam bangunan segi delapan itu terdapat Hiolo Thian untuk meletakkan hio setelah menyembah Dewa Langit. Secara ukuran luas, kelenteng ini agak kecil dan koleksi patung-patungnya juga terbatas. Pada bangunan di sebelah kiri bangunan utama Vihara Amurva Bhumi terdapat ruangan dimana diletakkan patung-patung Budha dan pohon Bodhi di belakangnya. Vihara Amurva Bhumi memang merupakan kelenteng Tri Dharma, yang menyediakan altar sembahyang bagi penganut agama Buddha, Konghucu, dan Tao.

Altar Kwan Kong merupakan salah satu dari tiga tempat sembahyang utama di dalam Kelenteng Hok Tek Tjeng Sin atau Vihara Amurva Bhumi ini. Kwan Kong adalah seorang jenderal terkenal yang hidup pada jaman Sam Kok (Tiga Kerajaan), tahun 165-219 M.

Penganut Buddha menyayangi Kwan Kong sebagai dewa yang memberi perlindungan bagi kelenteng dan bangunan suci lainnya. Sedangkan penganut Tao mengagumi Kwan Kong sebagai Dewa Perang dan penganut Confusius menganggapnya sebagai orang suci yang setia, terpercaya dan gagah berani.

Di sisi sebelah kiri altar Hok Tek Tjeng Sin terdapat altar untuk memuja Kwan Im Pouw Sat, Dewi Welas-asih. Bagi penganutnya, Dewi Kwan Im dianggap yang paling sering menurunkan mujijat. Seorang peziarah yang telah membaca mantra Namo Da-Bei Guan Shi Yin Pu Sa dengan khusuk dan penuh ketulusan maka cepat atau lambat ia akan menerima pertolongannya.

Kepercayaan pada kuasa pemilik semesta dalam menebar berkah dan pertolongan bekerja dengan keajaibannya sendiri. Kekuatan pikir dan kekerasan tekad membuka banyak jalan, dan meski hanya satu saja yang benar namun tak berarti jalan yang lainnya salah. Tuhan setiap manusia sama. Ia Mahamelihat setiap apa yang diupayakan manusia, dan Mahamendengar setiap doa yang terpanjat, tak membedakan bahasa dan ritual yang digunakan untuk mengungkapnya.

Altar Hok Tek Tjeng Sin (Fu De Djen Sin) atau Dewa Bumi, yang merupakan tuan rumah Vihara Amurva Bhumi, ada di ruang utama. Nama Sanskertanya adalah Amurva Bhumi Bodhisatwa, menurut para penganut aliran Budha Mahayana. Hok Tek Tjeng Sin adalah dewa yang paling terkenal bagi petani dan pedagang. Petani menyayanginya sebagai pelindung Bumi, pedagang memujanya sebagai sumber rezeki, dan masyarakat umum menganggapnya sebagai Dewa Kemakmuran.

Hok Tek Tjeng Sin mengajarkan bahwa rejeki dan bahagia adalah perbuatan kita sendiri, bilamana berbuat kejahatan tentu mendapat kecelakaan seperti sebuah bayangan yang selalu mengikuti pemiliknya. Fuk (rejeki) asalnya dari Allah, tek (moral) timbul dari sanubari manusia. Diajarkan juga bahwa sedikit sadar, sedikit faedah; banyak sadar, banyak kebaikan; tak mau sadar, tak ada obat penolongnya. Jaman berubah-ubah, dosa menimpa-nimpa. Hanyalah yang sadar (Wu Tao) dapat lepas dari sengsara, lepas dari ketenggelaman.

Dari Buku Kitab Suci Amurva Bumi, doa yang dirapal di altar Hok Tek Ceng Sin adalah sebagai berikut: Pujilah Tuhan Yang Mahaesa Kong Co Hok Tek Ceng Sin Yang Mahaagung. Dengan khidmat dan sujud kami memohon kehadapan Kong Co Hok Tek Ceng Sin, bimbinglah kami ke jalan tengah yang mulia. Tunjukkan kami cahaya kasunyata dharmaan, bangkitkan kesadaran TAO dalam diri kami. Berkat bimbingan serta pancaran kasih Kong Co Hok Tek Ceng Sin hiduplah semua dalam kasih, tenang, tentram dan bahagia.

Vihara Amurva Bhumi Jakarta

15 foto di sini. Alamat : Jl. Prof.Dr.Satrio No.2 (Jl. Casablanca), Setiabudi, Jakarta Selatan. Lokasi GPS : -6.219465, 106.81936, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan: Hotel di Jakarta Selatan, Hotel Melati di Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Selatan.
Label : . Updated : October 13, 2018.
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!