Museum POLRI Jakarta Selatan

January 02, 2020. Label:
aroengbinang.com -
Museum POLRI Jakarta merupakan museum elok dengan rancangan bagus yang diresmikan oleh Presiden SBY pada 1 Juli 2009, pada hari yang sama dengan hari Ulang Tahun POLRI. Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah nama resmi yang dipakai setelah kesatuan ini terpisah dari Angkatan Bersenjata atau TNI pada tahun 2000.

Bangunan Museum POLRI Jakarta terletak di Jl. Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, persis sebelum pos jaga yang melakukan pengecekan saat pengunjung akan memasuki Markas Besar POLRI yang ada di lokasi sama. Meskipun ada petugas polisi di pos jaga, namun saya langsung masuk ke museum tanpa diminta melapor dulu ke petugas jaga.

Sesaat setelah memasuki museum seorang petugas polisi wanita yang ramah berdiri dari duduknya dan menyapa dari belakang meja penerima tamu. Dengan melempar senyum tipis ia meminta saya untuk mengisi buku tamu, namun nanti saja setelah selesai berkunjung. Tidak ada pungutan biaya untuk masuk ke dalam museum.

museum polri jakarta
Tengara Museum POLRI Jakarta menempel pada serambi gedung di belakang Monumen dan patung Bapak Kepolisian Negara RI R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo. Monumen ini diresmikan pada 14 Februari 2001 oleh Presiden RI KH Abdurrahman Wahid sebagai pendorong semangat dalam melanjutkan pembangunan POLRI yang profesional dan dicintai rakyat.

Di atas tengara nama museum, dipajang logo POLRI berwarna keemasan dengan tiga bintang lambang Tri Brata yang menjadi pedoman hidup POLRI. Di halaman depan museum juga terdapat sebuah mobil truk polisi bernomor 4383-04 dengan garis khas merah kuning yang dipajang di atas beton bundar di dekat gerbang masuk.

Pencetus ide didirikannya Museum POLRI Jakarta adalah Jendral Bambang Hendarso Danuri, saat ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian RI periode 1 Oktober 2008 - 22 Oktober 2010. Kutipan kata dan foto para mantan Kepala Kepolisian RI yang bisa menjadi inspirasi buat semua orang bisa dilihat di area Hall of Fame yang ada di lantai satu museum.

Sesaat kemudian saya masuk ke ruang pamer yang ada di lantai dasar Museum POLRI Jakarta. Agak ke tengah ada kendaraan roda dua yang pernah dipakai oleh polisi, mulai dari kereta angin (sepeda onthel), sepeda motor, sampai sepeda motor patroli polisi tandem yang lazim dipakai selama masa pendudukan Belanda dan selama masa revolusi kemerdekaan di akhir tahun 40-an.

Koleksi berbagai persenjataan dan peralatan polisi dipajang di lantai satu museum. Diantaranya Senjata Mesin Berat model HMG/ SG 43 buatan Uni Soviet keluaran 1946 yang digunakan Resimen II BriMob JaBar selama perang Papua pada 1963. Juga ada koleksi berupa Roket SPG 82 buatan Uni Soviet keluaran tahun 1946.

Salah satu koleksi menarik lainnya adalah sepeda kumbang Soekitman. Pada 30 September 1965 malam, Soekitman mendengar suara tembakan dan bergegas mengayuh sepedanya mendekati sumber suara di kediaman Jenderal DI Panjaitan. Namun ia dihadang lalu dibawa ke Lubang Buaya, dan menjadi salah satu saksi pembunuhan sejumlah pemimpin TNI di sana.

Di tempat ini dipajang Garand M1 buatan Amerika Serikat keluaran 1917, Senapan Lee Enfield buatan Inggris 1917, dan Senapan Mauser buatan Jerman antara 1920-1938. Koleksi pistol dan senjata laras pendek juga dipamerkan di lantai satu Museum POLRI Jakarta, selain berbagai peralatan polisi untuk keperluan komunikasi dan penyidikan.

Lantai 2 Museum POLRI Jakarta terbagi menjadi Ruang Kesatuan (atribut dan seragam kesatuan), Ruang Simbol Kepolisian (tanda pangkat), Ruang Kepahlawanan (dokumentasi foto), Ruang Penegakan Hukum (peralatan deteksi uang palsu dan narkotika), Ruang Laboratorium Forensik dan Identifikasi (sidik jari), serta Kid Corner untuk anak-anak.

Di dalam ruangan bagian depan museum ada Pataka dengan lambang POLRI, serta patung polisi menggandeng anak perempuan berpunggungan dengan dua pria lainnya. Pada dinding menempel semboyan POLRI, yaitu Tribrata dan Catur Prasetya.

Tribrata berbunyi: "Kami polisi indonesia: 1. Berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2.Menjunjung tinggi kebenaran keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945. 3.Senantiasa melindungi mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban. Dalam bahasa Sanskerta adalah 1.Rastra Sewakottama (abdi utama nusa bangsa), 2.Nagara Yanottama (warga negara teladan negara), dan 3.Yana Nucacana Dharma (wajib menjaga ketertiban pribadi rakyat).

Di lantai 2 disajikan aksi satuan polisi dalam memerangi terorisme, dan miniatur Monumen Gorom, sebagai kenangan keterlibatan POLRI selama operasi Trikora pada 1962 yang dimulai dari Pulau Gorom. Selanjutnya ada maket toko dan restoran yang luluh lantak setelah meledaknya bom Bali 2002, dan lukisan sketsa pelaku Bom Bali dan Bom Marriott. Di lantai tiga terdapat Perpustakaan, Ruang Pameran Temporer, dan Ruang Audio Visual. Koleksi Museum POLRI Jakarta diatur rapi dan profesional, dilengkapi toilet di setiap lantai dan pendingin ruangan. Ada pula monitor LCD dengan film dokumenter. Meskipun gratis, pengunjung rombongan besar sebaiknya memberitahu museum terlebih dahulu.

Informasi Museum POLRI Jakarta

Alamat : Jl. Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telp. 021-7210654. Lokasi GPS : -6.239495, 106.802065, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Selasa - Minggu, 09.00 - 16.00. Harga tiket masuk : gratis.

Galeri Foto Museum POLRI

Mohon maaf jika foto agak lambat munculnya.

museum polri jakarta

Ruang pamer ini yang berada di lantai dasar Museum POLRI Jakarta, dengan koleksi kereta angin, sepeda motor, dan sepeda motor tandem yang biasa terlihat wara-wiri selama masa pendudukan dan perioded revolusi kemerdekaan RI.

museum polri jakarta

Senapan Garand M1 USA tahun 1917, Senapan Lee Enfield Inggris tahun 1917, dan Senapan Mauser Jerman tahun 1920-1938. Berbagai jenis pistol serta peralatan komunikasi dan penyidikan juga dipamerkan di lantai satu Museum POLRI Jakarta.

museum polri jakarta

Berdiri pada tiang di bagian tengah adalah pataka lambang POLRI, bersisian dengan patung polisi menggandeng anak perempuan berpunggungan dengan dua patung lainnya. Semboyan POLRI berupa Tribrata dan Catur Prasetya terlihat menempel pada dinding.

museum polri jakarta

Seragam POLRI di sebelah kanan, dan menempel pada dinding adalah poster tentang Museum POLRI, dan di sebelahnya poster berisi Sejarah POLRI. Di belakang sana ada diorama dan patung polisi yang berwarna tembaga. Pada poster itu disebutkan bahwa melalui Museum POLRI diharapkan muncul gambaran tentang watak kelembagaan POLRI yang semakin profesional, modern, dan mandiri, sesuai tuntutan perkembangan zaman.

museum polri jakarta

Koleksi berbagai persenjataan dan peralatan polisi yang dipajang di lantai satu Museum POLRI, seperti Senjata Mesin Berat model HMG/ SG 43 buatan Uni Soviet tahun 1946 (kiri ) yang digunakan Resimen II Brigade Mobil Jawa Barat selama perang pembebasan Irian Barat pada tahun 1963. Di sebelah kanan adalah Roket SPG 82 buatan Uni Soviet tahun 1946.

museum polri jakarta

Sisi pandang berbeda pada Senjata Mesin Berat model HMG/ SG 43 buatan Uni Soviet keluaran tahun 1946 dan peluncur Roket SPG 82 buatan Uni Soviet keluaran tahun 1946. Di latar belakang ada patung polisi dengan seragam jaman dahulu yang kini sudah tak dipakai lagi.

museum polri jakarta

Sejumlah senapan laras panjang dari jaman sebelum Perang Dunia II yang dipajang di Museum Polri, baik senapan buatan Amerika Serikat, Inggris, dan juga buatan Jerman. Persenjataan ini mungkin sebagian masih bisa digunakan, sehingga pengamanannya juga mestinya cukup ketat.

museum polri jakarta

Hall of Fame terletak di lantai dasar Museum POLRI, berisikan kutipan kata dan foto para mantan Kepala Kepolisian RI, dari mulai kepala polisi yang pertama, hingga yang terakhir. Foto-foto kenangan peristiwa yang bersejarah juga dipasang di tempat ini.

museum polri jakarta

Sejumlah tema yang berhubungan dengan organisasi kepolisian dan berbagai aksi satuan-satuan polisi di masa lalu di lantai 2 Museum POLRI, seperti aksi kepahlawanan oleh satuan-satuan polisi dan dokumentasi kegiatan polisi dalam memerangi aksi terorisme.

Sebuah monumen kecil yang terlihat di sebelah kiri gambar adalah miniatur Monumen Gorom yang dibuat untuk mengenang peran Polisi selama operasi Trikora pada tahun 1962 yang dimulai dari Pulau Gorom, di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.

museum polri jakarta

Lukisan sketsa pelaku sejumlah peledakan bom juga dipajang di Museum POLRI, diantaranya adalah pelaku peledakan Bom Bali pada 12 Oktober 2002, pelaku peledakan bom Marriott, lukisan sketas Hambali, dan lukisan rekayasa kepala Asmar yang hancur di Marriott.

museum polri jakarta

Sebuah model atau maket yang memperlihatkan kondisi toko dan restoran yang luluh lantak setelah terjadinya bom Bali. Maket ini bisa ditemukan di lantai dua Museum POLRI. Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, hancur dalam waktu yang hampir bersamaan pada pukul 23.05 Wita, 12 Oktober 2002. Lebih dari 200 orang tewas dan 200 lebih lainnya luka berat ringan.

museum polri jakarta

Sepeda kumbang bersejarah yang digunakan Soekitman. Pada 30 September 1965 malam, Soekitman yang sedang berpatroli mendengar suara tembakan. Ia pun bergegas mengayuh sepedanya mendekati sumber suara di rumah Jenderal DI Panjaitan. Namun ia ditangkap dan dibawa ke Lubang Buaya, dan adalah Soekitman yang menjadi saksi pembunuhan pemimpin TNI di sana. Soekitman mendapatkan kenaikan pangkat dari AKP (Ajun Komisaris Polisi) menjadi AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi). Ia wafat pada 30 September 2007 dalam usia 64 tahun.

museum polri jakarta

Diantara kutipan kata pada Hall of Fame adalah "Polisi jangan menjadi momok masyarakat" dari Jenderal Polisi Drs. Hoegeng Iman Santoso, "Senyummu adalah suksesku" dari Jenderal Polisi Drs. Kunarto MBA, "Tujuan kami adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat" dari Jenderal Polisi Drs. Dibyo Widodo, dan beberapa kata kutipan lainnya lagi.

museum polri jakarta

Deretan foto para Kepala Kepolisian RI, lengkap dengan medali, bintang jasa, dan tongkat komando. Beberapa kata kutipan adalah "Polri harus merupakan wadah yang benar-benar dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat serta mampu menjadikan dirinya sebagai tempat mengadu" dari Jenderal Polisi Drs. Mohamad Hasan. Ada pula kutipan kata Jenderal Polisi Drs. Widodo Budidarmo "Percayalah bahwa Polri mempunyai dedikasi dan sifat jujur".

museum polri jakarta

Alasan kenapa Polri memiliki senjata berat adalah pada jaman Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto, Polri dilibatkan dalam operasi militer dan pertempuran, karena menjadi bagian dari TNI. Baru setelah reformasi, Polri terpisah dari militer, namun masih memiliki kesatuan elit Brimob dan Densus 88 yang kuat.

museum polri jakarta

Sejumlah pedang dan samurai dipajang diantara dua patung perunggu polisi dengan seragam dari jaman dahulu. Seragam polisi kini dibuat lebih ramah, sesuai dengan fungsi utamanya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

museum polri jakarta

Koleksi Museum POLRI yang menarik ini adalah sebuah sepeda motor dengan merk Harley Davidson WLA C Class. Sepeda motor dengan tenaga besar ini pernah digunakan oleh Polri untuk patroli pada sekitar tahun 1943.

museum polri jakarta

Prasasti dengan lambang Garuda Pancasila, menandai peresmian Monumen Bapak Kepolisian Negara Republik Indonesia R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo pada 14 Februari 2001 oleh Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, yang bertujuan sebagai pendorong semangat dalam melanjutkan pembangunan POLRI yang profesional dan dicintai rakyat. Soekanto dilantik menjadi Kapolri yang pertama pada 29 September 1945, dan menjabat hingga 14 Desember 1959.

museum polri jakarta

Halaman depan museum dengan sebuah mobil truk polisi bernomor 4383-04 dengan garis khas merah kuning yang dipajang di atas beton bundar di dekat gerbang masuk, dan patung Kapolri yang pertama Soekanto Tjokrodiatmodjo.

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Selatan, Hotel Melati di Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta Selatan, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Selatan.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.