Makam Syekh Sadzali Rejenu Kudus

November 15, 2019. Label:
Kunjungan ke Makam Syekh Sadzali Rejenu Kudus bisa dibilang tak sengaja karena kombinasi keingintahuan untuk melihat daerah Rejenu, serta godaan tukang ojek untuk mengistirahatkan lutut setelah menuruni ratusan anak tangga dari Makam Sunan Muria. Tak ingat benar apa yang dikatakan tukang ojek itu, apakah makam atau kah air tiga rasa yang ada di Rejenu. Namun keduanya terdengar cukup menarik.

Ojek motor dengan mesin cukup kuat tampaknya menjadi tulang punggung transportasi para pelancong di kawasan Muria, mengingat jalannya yang berkelok menanjak dan lebar jalan yang terbatas. Jika ojek ke Puncak Colo di area makam sunan sepertinya sudah tertata dengan cukup baik, dan harga sewanya bisa dibilang standar, tampaknya tidak demikian dengan yang ada di Rejenu.

Sepintas memang sangat jelas perbedaan jumlah pengunjung ke Puncak Colo dan ke Makam Syekh Sadzali Rejenu, sangat jauh bedanya. Setidaknya itu yang saya amati waktu itu, meski jarak kedua tempat ini hanya sekitar 3 km saja, dengan lokasi Rejenu yang lebih tinggi memanjat Gunung Muria. Karenanya, jika di Colo tak banyak rimbun pepohonan yang bisa dinikmati, tidak demikian dengan di Rejenu.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Gapura paduraksa Makam Syekh Sadzali Rejenu Kudus yang diapit candi bentar pendek kami temui beberapa saat setelah turun dari ojeg dan lalu berjalan kaki menapaki undakan cukup banyak dengan kemiringan sekitar 45 derajad.

Ada lima piringan seperti itu dengan torehan berbeda, yang semuanya tak bisa saya baca. Pada dinding gapura candi bentar bagian bawah ada keramik bertulis aksara Arab gundul, namun hanya "Allah" yang bisa saya baca. Di atas lubang gapura ada lagi aksara Arab yang hurufnya jelas namun ragu keakuratan bacaan saya.

Suasana di dusun ini lumayan sunyi dengan perdu dan pepohonan terlihat dimana-mana, sebagian dengan batang yang besar, sebagian lagi sangat besar. Mengesankan. Pada gapura yang kami jumpai di sana menempel piringan keramik berwarna tembaga dengan lukisan suluran dan bebungaan, serta ada sebaris lengkung tulisan huruf Jawa.

Konon Makam Syekh Sadzali Rejenu ini ditemukan tiga orang musafir dari Arab yang mencari leluhurnya setelah mendapat petunjuk dari seorang tua. Si bapak penjaga itu mengatakan bahwa asal-usul Syekh Sadzali sudah pernah ditanyakan ke Habib Luthfi Pekalongan, dan menurutnya beliau ini hidup sebelum jaman wali songo.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Pandangan ke arah undakan terakhir menuju ke cungkup Makam Syekh Sadzali Rejenu Kudus sempat saya foto sebagai dokumentasi, sementara tanda panah ke kiri adalah menuju ke sendang air tiga rasa. Terlihat di atas undakan ada sosok beberapa orang yang tengah berjalan turun setelah berziarah.

Tak lebih dari empat orang yang saat itu meninggalkan area makam, yang memang tak bisa dibandingkan dengan jumlah puluhan orang atau bahkan ratusan yang pergi berziarah ke Makam Sunan Muria. Sebuah cungkup makam kami lihat sebelum sampai ke area Makam Syekh Sadzali. Tak tercantum nama di sana.

Si bapak penjaga dengan buku tamu di atas meja pendeknya sempat saya ambil fotonya. Letak lantai Makam Syekh Sadzali Rejenu entah dibuat lebih tinggi dari area serambi atau memang aslinya seperti itu. Adanya tembok bata merah membuat ruangan terlihat lebih cantik, meski terlihat atap sengnya.

Saya sempat berbincang sepintas dengannya saat mengisi buku tamu. Ia mengatakan bahwa masih belum jelas benar mengenai asal-usul Syekh Sadzali ini. Ada yang menyebut ia murid Sunan Muria, ada pula yang menyebut ia guru sang sunan karena letak makamnya berada di area yang lebih tinggi.

Selain Makam Syekh Sadzali, kabarnya ada sejumlah makam misterius di Rejenu yang hingga kini tak diketahui siapa pemiliknya. Lokasi makam yang berada di lereng gunung membuat cukup banyak undakan yang harus kami tapaki, namun tak sampai membuat lutut goyah. Lagipula hawa yang sejuk serta pemandangan sekitar membuat perjalanan tak begitu terasa.

Jirat kubur Makam Syekh Sadzali Rejenu dikelilingi kelambu yang dilindungi kisi kayu. Kelambu itu kabarnya dibuka dan diganti setiap tanggal 25 Syura dengan ritual Bukak Luwur. Rangkaian acaranya ada pengajian, khataman Al-Qur’an, tahlil, dan selamatan nasi tumpeng. Bekas kelambu kemudian menjadi rebutan peziarah. Di sebelah seorang remaja yang tengah membaca kitab suci di sisi makam, dengan latar sebuah batu besar yang sepertinya dikeramatkan, dilandasi tumpukan bata.

Bekas botol minuman penguat stamina pria yang ada di atas batu itu telah dipasangi sumbu untuk dijadikan penerang di malam hari. Listrik sebenarnya sudah masuk ke desa ini, namun mungkin memang sengaja dibuat seperti itu untuk menambah kekhusyukan.

Di dekat area makam ada sebuah musholla yang tak begitu besar ukurannya, dengan kentongan terlihat menggantung ebas bdi serambi kecilnya. Namun tak tampak ada bedug di sana, karena barangkali terlalu berat untuk menggotongnya naik hingga sampai ke tempat ini. Meski sederhana, namun atap tumpang dan pilarnya membuat musholla ini tampak lumayan cantik.

Selain ziarah, saya kira kawasan Rejenu masih punya ruang yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata alam yang lebih menarik ketimbang puncak Colo, asalkan tak mengikuti jejak Colo yang panorama alamnya tersita semua oleh berlimpah ruahnya bangunan lapak dagangan. Sebagai langkah awal, jangan ciptakan kesan buruk pada peziarah dengan memasang harga ojek yang lebih mahal untuk turun dari Rejenu ketimbang harga saat naik ke sana.

Makam Syekh Sadzali Rejenu Kudus

Alamat : Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS : -6.6512523, 110.9028652, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Makam Syekh Sadzali Rejenu Kudus

Si bapak penjaga dengan buku tamu di atas meja pendeknya. Letak lantai Makam Syekh Sadzali Rejenu entah dibuat lebih tinggi dari area serambi atau memang aslinya seperti itu. Adanya tembok bata merah membuat ruangan terlihat lebih cantik, meski terlihat atap sengnya. Saya sempat berbincang sepintas dengannya saat mengisi buku tamu. Ia mengatakan bahwa masih belum jelas benar mengenai asal-usul Syekh Sadzali ini.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Jirat kubur Makam Syekh Sadzali Rejenu dikelilingi kelambu yang dilindungi kisi kayu. Kelambu itu kabarnya dibuka dan diganti setiap tanggal 25 Syura dengan ritual Bukak Luwur. Rangkaian acaranya ada pengajian, khataman Al-Qur’an, tahlil, dan selamatan nasi tumpeng. Bekas kelambu kemudian menjadi rebutan peziarah. Di sebelah seorang remaja yang tengah membaca kitab suci di sisi makam, dengan latar sebuah batu besar yang sepertinya dikeramatkan, dilandasi tumpukan bata.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Pemandangan yang saya ambil beberapa saat setelah turun dari ojeg dan menapaki undakan ke arah makam dan sendang. Kontur tanah di desa ini bertingkat dan berbukit-bukit, dengan banyak pohon rimbun terlihat ada di banyak tempat. Kesan pertama cukup menyenangkan, meski rumah penduduk terlihat sangat sederhana.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Pemandangan pada undakan menuju ke Makam Syekh Sadzali Rejenu, beberapa saat sebelum bertemu lagi dengan undakan berikutnya. Meskipun jumlahnya cukup banyak namun belum sampai membuat lutut yang mulai menua ini goyah. Hawa pegunungan yang sejuk serta pemandangan alam sekitar membuat perjalanan menjadi lebih mudah.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Salah satu dari lima piringan keramik yang menempel pada dinding depan gapura paduraksa itu. Meski telah mencoba menerkanya, tetap saja saya tak bisa membacanya. Padahal mestinya mudah. Begitulah, huruf dan bahasa yang lama tak digunakan lambat laun akan terpendam di kerak ingatan dan sulit dimunculkan.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Lempeng tembikar yang menempel pada bagian bawah candi bentar, dengan lekuk separuh bulatan di keempat sisinya, serta lingkaran di tengahnya. Tak bisa saya baca huruf yang ada di tengah lingkaran. Sedangkan yang di kiri bawah berbunyi "Allahu Akabar".

makam syekh sadzali rejenu kudus

Piring keramik yang sudah retak namun masih menyatu, dengan toreh lukisan seperti pohon tebu di tengah lingkaran. Tak bisa pula saya baca aksara Jawa yang ditoreh di sana. Tolong kabari ke saya yah jika njenengan sudah bisa membacanya ... :)

makam syekh sadzali rejenu kudus

Cungkup makam ini terlihat beberapa saat sebelum kami tiba di jalan simpang ke arah sendang air tiga rasa ke kiri dan lurus ke arah makam Syekh Sadzali. Sayangnya tak tampak ada nama penghuni kubur di sana. Memang ada sejumlah makam di Rejenu yang hingga kini masih misterius.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Gapura paduraksa Makam Syekh Sadzali Rejenu ketika dilihat dari arah dalam atau dari area di bagian atasnya. Pada dindingnya juga melekat piring keramik dengan jumlah dan posisi yang sama dengan yang ada di bagian depan. Hanya saja tembikar yang ada pada candi bentar sudah tak jelas lagi tulisannya.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Salah satu pohon besar yang kami lihat di sekitar area makam dan sendang. Berharap bahwa tak ada orang kota rakus yang datang, dan tak pula ada penduduk rakus yang membolehkan pohon-pohon tua itu ditebang untuk menghias rumah mewah orang kota.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Selain tanaman rambat elok yang menyelimuti pohon besar itu, di atas sana ada pula paku-pakuan yang tumbuh subur di salah satu dahannya, menandai bahwa curah hujan di tempat ini cukup tinggi. Meskipun daunnya tak terlalu rimbun namun sudah cukup baik untuk mengurangi sengat sinar matahari.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Jirat kubur makam Syekh Sadzali dikelilingi kelambu yang dilindungi kisi kayu. Kelambu itu kabarnya dibuka dan diganti setiap tanggal 25 Syura dengan ritual Bukak Luwur. Rangkaian acaranya ada pengajian, khataman Al-Qur’an, tahlil, dan membuat nasi tumpeng. Bekas kelambu kemudian menjadi rebutan peziarah.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Penampakan pada ruang utama cungkup makam dimana terdapat jirat kubur Syekh Sadzali yang ditutup kelambu dan jeruji kayu. Lembaran karpet dipasang di sekeliling kubur sebagai tempat duduk bagi para peziarah saat berdzikir dan berdoa.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Pandangan dekat ke sisi sebelah kiri cungkup Makam Syekh Sadzali Rejenu memperlihatkan ada semacam baki berwarna tembaga dengan sebuah benda di dalamnya yang sepertinya adalah lampu penerang.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Pandangan dekat pada batu gunung yang ada di dalam ruang utama cungkup makam Syekh Sadzali. Bekas botol minuman penguat stamina pria di atas batu itu telah dipasangi sumbu untuk dijadikan penerang di malam hari. Listrik sebenarnya sudah masuk ke desa ini, namun mungkin memang sengaja dibuat seperti itu untuk menambah kekhusyukan.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Sebuah musholla di dekat area makam, dengan kentongan menggantung di serambi kecilnya. Namun tak tampak ada bedug di sana. Meskipun sederhana, namun atap tumpang dan pilarnya membuat mushalla ini tampak lumayan cantik.

makam syekh sadzali rejenu kudus

Info Kudus

Hotel di Kudus, Hotel Murah di Kudus, Peta Wisata Kudus, Tempat Wisata di Kudus.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑