Air Tiga Rasa Rejenu Kudus

Ada ketidaksengajaan, atau mungkin setengah jodoh, bahwa kami dapat berkunjung ke Air Tiga Rasa Rejenu Kudus yang nama "resminya" adalah Sendang Petilasan Syekh Sadzali Rejenu. Jodoh setengahnya lagi sayangnya tak kesampaian, lantaran mestinya juga berkunjung ke Air Terjun Monthel yang berjarak hanya sekitar 1,3 km sebelum sendang.

Cerita sebelum ke Air Tiga Rasa Rejenu, berpuluh undakan telah kami turuni dari area Makam Sunan Muria dan lutut mulai tegang serta timbul jemu oleh sebab tak bisa melihat panorama lantaran kiri kanan undakan tertutup lapak. Mau berhenti makan pecel tapi belum lapar. Karenanya saat bertemu jalan simpang dan melihat ojeg di sana, timbul godaan: naik ojeg atau terus jalan kaki menuruni undakan.

Saat menanyakan harga, tukang ojeg memberi tawaran menarik selain pilihan kembali ke parkir kendaraan, ialah membawa kami ke Air Tiga Rasa Rejenu. Kepalang tanggung sudah joged jantung sewaktu ke makam, kami menyetujuinya. Perjalanan ke Rejenu meski lebih jauh dan juga menanjak, namun tak semendebarkan saat ke makam. Jaraknya sekitar 3 km, separuhnya mengarah ke utara, artinya memanjat lereng Gunung Muria.

air tiga rasa rejenu kudus
Pandangan ke arah jalan simpang menurun yang menuju ke area sendang Air Tiga Rasa Rejenu Kudus. Beberapa orang pengunjung tampak tengah berkerumun di sekitar sendang. Sendang itu berada di tempat terbuka tanpa ada penjaganya. Hanya kotak amal besar diletakkan di depan tembok kelilingnya yang kecil dan terbuat dari susunan bata telanjang.

Di dekat sendang ada tengara nama yang nyaris tak bisa dibaca lantaran sudah terlalu lama terpapar panas dan hujan, dan dibiarkan menggeletak begitu saja. Dua baris bagian atas masih bisa dibaca, yang berbunyi "Sendang Petilasan Syaikh Sadzali Rejenu". Sedangkan baris bagian bawahnya hanya bisa dibaca sepotong-sepotong dan sulit dirangkai maknanya.

air tiga rasa rejenu kudus
Sudut pandang pada Air Tiga Rasa Rejenu Kudus yang memperlihatkan posisi sendang pertama di ujung sana dekat lubang masuk. Sendang kedua berada di dekatnya, dan agak jauh di sebelah sini adalah sendang yang ketiga. Jika pun memang pernah ada, sendang keempat mungkin ada diantara sendang kedua dan ketiga yang sekarang menjadi gerumbul rumput dan perdu itu.

Rasa air ketiga sendang itu konon berbeda-beda, yang pertama agak asam, yang kedua agak pahit dan yang ketiga tawar. Tak saya cicipi rasa ketiga sendang itu, hanya menggunakan airnya untuk mencuci tangan dan membasuh muka. Rasanya dingin dan segar di kulit. Menurut kabar burung, jika air dari keempat sendang dicampur maka bisa mengabulkan keinginan orang. Namun sendang keempat itu telah ditutup Syekh Sadzali. Namanya cerita burung, tak apa jika tak mempercayainya.

air tiga rasa rejenu kudus
Salah satu dari mata Air Tiga Rasa Rejenu yang disebut sebagai sendang petilasan Syekh Sadzali itu. Ketiga sendang yang letaknya berdekatan itu semuanya berukuran sekecil sendang ini, dikelilingi tembok bata polos. Ketiga mata air itu konon tak pernah kering meski di musim kemarau. Bisa dimaklumi karena masih banyak pohon besar di sekitarnya.

Meski area di sekitar sending terlihat sederhana saja, namun ada seorang ibu yang meminta difoto temannya di dekat sendang ketiga. Sendang itu memang terlihat paling banyak airnyanya dan paling bening dibanding kedua sendang lainnya. Keberadaan sendang di atas bukit seperti ini hanya memungkinkan ketika lingkungan alam sekelilingnya masih terjaga dengan baik.

air tiga rasa rejenu kudus
Pohon besar yang ada di aera Air Tiga Rasa Rejenu Kudus seperti ini mestinya sudah berumur hampir seratusan tahun, namun terlihat masih kokoh dan kuat. Bagian tengah pohon diselimuti tanaman rambat rimbun. Pohon ini saya kira akan cukup kuat jika saja di atasnya dibuat rumah pohon kecil dari bambu atau kayu untuk bersantai menikmati hawa dan pemandangan sekitar.

Berharap tak ada orang kota rakus yang datang ke Rejenu, dan tak pula ada penduduk rakus yang membolehkan pohon-pohon tua itu ditebang untuk menghias rumah mewah orang kota itu. Selebihnya akan sangat membantu bagi pejalan jika saja di bawah pohon itu dipasang keterangan mengenai nama pohonnya yang bisa digunakan sebagai oleh-oleh cerita, dan perkiraan usianya.

Lepas dari semua cerita tentang Air Tiga Rasa Rejenu, ada rasa senang melihat banyak pohon besar tinggi dan rimbun di sana. Lingkungan tuanya masih terjaga. Jika berkunjung, karena curah hujan di sana tinggi, baiknya sebelum tengah hari sudah turun ke Colo. Bersiap juga membayar ojeg lebih mahal saat turun, yang harus ditelan lantaran jalan kaki bukan pilihan.

Air Tiga Rasa Rejenu Kudus

Alamat : Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Jam buka sembarang waktu. Lokasi GPS : -6.6512523, 110.9028652, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Hotel di Kudus, Hotel Murah di Kudus, Peta Wisata Kudus, Tempat Wisata di Kudus.

Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

.