Kedai Seni Djakarte Kota Tua

Sudah beberapa kali saya ke Kedai Seni Djakarte Kota Tua, restoran yang memakai bangunan tua di sudut Taman Fatahillah, Jakarta Barat. Yang pertama adalah ketika pertama kalinya naik TransJakarta, kedua kalinya ketika naik Kereta Komuter Jabodetabek menuju ke Stasiun Kota.

Juaranya masih tetap Kereta Komuter atau KRL, karena lebih cepat ketimbang TransJakarta, kalau sama-sama di luar jam sibuk. Kereta memang harus menjadi angkutan massal bagi kota seperti Jakarta yang sudah tak mampu lagi menampung kendaraan yang terus bertambah setiap harinya di jalanan.

Sebelum diperbaiki, dipercantik, dan digunakan sebagai restoran Kedai Seni Djakarte, bangunan tua restoran milik perorangan yang tidak digunakan sejak tahun 60-an ini bernama Gedung Bar-Bar. Jika dulu hanya ada Cafe Batavia, kini setidaknya ada dua pilihan lainnya yang menggunakan gedung cagar budaya untuk restoran. Satunya lagi ada di sebelah Kedai Seni Djakarte.

kedai seni djakarte kota tua
Minuman yang disajikan dalam toples, sebuah cara penyajian yang unik. Rasa Es Toples Markisanya yang mantap harganya Rp 15.000 saja, sedangkan es teh manis Rp 9.000. Pilihan lain adalah Es Toples Strawberry, Es Toples Anggur, dan Es Toples Kiwi. Ada pula minuman tradisional seperti bandrek, bajigur, dan bir pletok. Jus, float, dan minuman ringan juga ada. Harga minuman lain berkisar antara Rp 13.000 - Rp 25.000.

Pada kali pertama ke tempat ini saya tidak memesan makanan berat karena belum lama sebelumnya kami telah makan. Saat itu kami memesan pisang bakar keju, dan kemudian sosis dengan kentang goreng. Yang disebut terakhir rasanya biasa saja, namun pisang bakarnya sangat lezat. Boleh dicoba. Untuk kali yang kedua kami memesan soto Betawi, sop buntut, es toples Markisa, dan es teh dalam toples juga.

kedai seni djakarte kota tua
Nasi dan soto Betawi yang harganya dibandrol Rp 35.000, sedangkan Sop Buntut dipatok Rp 37.000. Bagi yang biasa makan di Cafe Betawi di Citos atau di gerai lainnya, porsi soto Betawi di Kedai Seni Djakarte ini agak kurang banyak, meski rasa sotonya boleh jadi tak kalah. Boleh jadi karena harganya memang lebih murah yang ada untungnya juga karena bisa mencoba makanan lainnya.

Tak ada yang berbeda dengan suasana dan dekorasi restoran dibanding saat pertama kali kami berkunjung ke tempat ini. Kesan gedungnya masih kuno dan dibiarkan seperti apa adanya, mungkin karena sewa dan segmen yang disasar dari kalangan menengah bawah yang tak begitu memusingkan dengan segela tetek bengek. Yang penting tempatnya nyaman, makanannya enak, dan relatif murah.

kedai seni djakarte kota tua
Begini suasana dan pengaturan tempat duduk di ruang utama Kedai Seni Djakarte dilihat dari tangga yang menuju ke lantai dua, dengan cat dinding berwarna merah terang. Selain pasangan meja bundar dengan kursi kayu model Betawi, di sudut ruangan juga ada sofa dengan meja segi empat. Di lantai dua ada pula tempat duduk jika lantai satu sudah penuh.

Pada dinding menempel sejumlah lukisan karya pelukis lokal, serta foto dokumentasi yang terkait dengan restoran ini. Kedai seni tampaknya hanya sekadar nama. Bukan kedai yang menjual barang seni, namun kedai makanan yang menyimpan dan memamerkan barang-barang seni.

kedai seni djakarte kota tua
Tampak muka Kedai Seni Djakarte dengan tempat duduk luar di udara terbuka, sebagian diberi payung bundar yang cukup efektif untuk melindungi mereka yang duduk di bawahnya dari sengat sinar matahari Jakarta. Jika penguasa langit itu sudah mulai turun ke arah Barat dan tidak turun hujan, duduk di luar ruang akan terasa menyenangkan karena bisa sambil menikmati suasana di sekitar Taman Fatahillah.

Tengara yang menempel pada tembok luar gedung berbunyi "Java Sea & Fire Insurance Co Ltd cs", pemiliki gedung ini pada jaman kolonial. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa perusahaan ini berdiri pada 1843 dengan kantor pusat di Kali Besar Oost No.10, Batavia. Afiliasi perusahaannya adalah Netherlands Lloyd Ltd.

Kembali ke makanan, porsi sop buntutnya juga agak kurang royal meski rasanya oke. Bagusnya, sekali lagi, jadi ada ruang untuk makanan penutup pencuci mulut. Pilihan makanan lainnya di kedai ini adalah sop buntut goreng, iga bakar, nasi sapi lada hitam, sate yam, nasi ayam goreng, sayap ayam pedas, dan nasi ayam bakar. Harganya bervariasi antara Rp 23.000 - Rp 45.000.

Kedai Seni Djakarte Kota Tua

Alamat : Taman Fatahilah, Jl. Pintu Besar Utara No. 17, Kota Tua, Jakarta Barat. Lokasi GPS : -6.1355945, 106.8128854, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam Buka : 10.00 - 22.00. Rujukan : Hotel di Jakarta Barat, Tempat Wisata di Jakarta Barat, Hotel Melati di Jakarta Barat, Peta Wisata Jakarta Barat, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta.

Share ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email, Subscribe. . Updated :

Versi Mobile | Kembali ke atas