Kebun Raya Bogor

January 13, 2019. Label:
aroengbinang.com - Kebun Raya Bogor, salah satu Kebun Botani yang tertua, terbesar dan paling mengesankan di kawasan ini, terletak sekitar 60 km selatan Jakarta, di jantung kota Bogor. Meskipun telah mengunjungi Kebun Raya ini beberapa kali, namun ada beberapa yang saya baru ketahui dalam kunjungan terakhir.

Bisa dipahami karena akan sulit untuk menjelajah kebun seluas 87 hektar ini dalam sekali kunjungan. Walaupun cukup banyak koleksi pohon tua dan besar telah lenyap disapu badai beberapa tahun lalu, namun Kebun Raya Bogor masih tetap mempertahankan kebesaran daya tariknya dan merupakan tempat wajib kunjung. Kebun Raya Bogor diresmikan pendiriannya pada 18 Mei 1817 oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pelaksanaan pembangunan Kebun Raya Bogor dipimpin oleh Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent.

Reinwardt menjadi kurator pertama Kebun Raya Bogor dari 1817 - 1822 yang luasnya waktu itu mencapai 47 hektar. Ia mengumpulkan tanaman dan benih dari berbagai daerah di Hindia Belanda hingga mencapai sekitar 900 jenis tanaman yang tumbuh di kebun raya itu. Pada 1822 Reinwardt digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume, dan kemudian Johannes Elias Teysmann. Baru pada 1956 pimpinan Kebun Raya dipegang oleh putera Indonesia yaitu Sudjana Kassan menggantikan J. Douglas.

gerbang kebun raya bogor

Gerbang masuk Kebun Raya Bogor. Jika datang dari tol Jagorawi, pengunjung harus memutar, menyusuri jalan sepanjang sisi Kebun Raya Bogor untuk sampai gerbang Kebun Raya Bogor. Namun pada hari libur pintu masuk lain juga dibuka.

Beberapa puluh meter dari gerbang masuk Kebun Raya Bogor, di sebelah kanan perempatan jalan yang pertama, terdapat sebuah bangunan Memorial Lady Raffles berbentuk kubah kecil yang disangga pilar-pilar kecil diperuntukkan bagi Lady Olivia Marianne Raffles, istri Sir Thomas Stamford Raffles, yang meninggal pada 1814.


Di sebelah kanan perempatan ini terdapat Arca Lembu Nandi, batu bertulis, arca Ardhanari, arca tanpa kepala dan beberapa batu peninggalan. Arca Lembu Nandi ini dipindahkan ke Kebun Raya Bogor oleh Dr. Frideriech sekitar pertengahan abad ke-19 dari kolam kuno Desa Kotabatu, Ciapus, Bogor. Lembu Nandi merupakan kendaraan Siwa.

Tempat menarik lainnya di kompleks Kebun Raya Bogor adalah makam Ratu Galuh Mangku Alam, istri Prabu Siliwangi, Raja Pasundan. Di dalam kompleks yang sama terdapat makam Mbah Japra, yang dipercayai sebagai panglima perang Prabu Siliwangi, serta makam Mbah Baul yang menjadi patih Prabu Siliwangi.

kolam gunting kebun raya bogor

Selanjutnya saya berhenti di bagian Kebun Raya Bogor yang menghadap sisi samping Istana Kepresidenan Bogor. Bagian ini ada di ujung jalan utama di dalam kompleks kebun raya yang berawal di gerbang masuk. Di sebelah kanan jalan ini terdapat Kolam Gunting yang luas dengan tumbuhan teratai yang elok. Di sisi kiri ujung jalan ini, agak masuk ke dalam melewati gerumbul pepohonan, terdapat Makam Belanda, sebuah kompleks makam kuno yang berisi kubur orang-orang Belanda.

Makam ini umurnya lebih tua dari umur Kebun Raya Bogor sendiri. Sayang kondisi makam ini kurang terawat. Meneruskan perjalanan di jalan utama sampai jalan berbalik ke arah kedatangan namun lewat jalur berbeda, akan dijumpai kelompok gerumbul bambu luas dengan berbagai jenis bambu tumbuh di sana. Ada gerumbul sedang, ada pula gerumbul bambu yang sangat lebat. Bambu merupakan bahan serbaguna yang sangat mudah ditanam.

Beberapa saat kemudian saya berada di lapangan luas hijau sejuk menanjak yang berada di dekat Pintu IV Kebun Raya Bogor, dekat Kolam Teratai. Sudut pandang elok bisa diambil dari area sekitar Kafe Dedaunan yang bisa menjadi tempat melepas penat setelah berjalan di taman yang sangat luas ini. Agak ke ujung kanan ada Taman Lebak Sudjana Kassan, dan Rumah Anggrek.

Di sisi lain Kebun Raya Bogor terdapat Taman Teijsmann yang dibangun pada 1884 oleh Dr. Melchior Treub sebagai kenangan terhadap Johannes Elias Teijsmann, Kurator Kebun Raya Bogor tahun 1831 - 1868, untuk jasa-jasanya yang besar dalam mengembangkan dan merelokasikan koleksi tanaman berdasarkan kelompok taksonominya. Dalam melakukan pekerjaan besar Kebun Raya Bogor ini, Teijsmann dibantu seorang ahli botani bernama Justuss Karl Hasskarl.Dari Monumen Teijsmann kita bisa melihat Istana Bogor dari sela-sela pepohonan.

Di Kebun Raya Bogor ada sebuah pohon dengan akar sangat mengesankan yang bernama Pohon Kempas Tualang (Koompassia excelsa) atau Pohon Manggaris, ketinggiannya mencapai 80 m dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Asia Tenggara. Akar banir pohon ini sangat besar sehingga mampu menopang batangnya yang besar dan tinggi. Pohon ini ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1914. Pohon tinggi lainnya yang juga mengesankan adalah Pohon Kecapi (Sandoricum koetjape), tumbuhan asli Indonesia dengan tinggi mencapai 20-30 meter dan diameter batangnya 60-90 cm.

Di sayap kanan Kebun Raya Bogor terdapat Taman Kaktus (Taman Meksiko) yang luas. Lalu ada Jembatan Gantung atau Jembatan Merah melintang di atas Sungai Ciliwung yang membelah Kebun Raya. Untuk membantu mengetahui apa saja yang ada di dalam Kebun Raya Bogor, silahkan lihat Peta Kebun Raya Bogor pertama dan Peta Kebun Raya Bogor kedua yang sengaja dipisah agar tulisannya masih bisa terbaca.

Tidak boleh dilewatkan adalah Museum Zoologi Bogor yang diakses dari perempatan pertama belok ke kiri, melewati tempat penjualan tanaman. Kebun Raya Bogor ini sangat luas, dan banyak sekali yang bisa dilihat dan dinikmati. Dua atau tiga kali berkunjung ke sana belum tentu bisa selesai melihat semuanya.

Usahakan hari kerja, agar bisa membawa mobil masuk. Dari Jakarta, tol Jagorawi, keluar Bogor. Belok ke kanan di pertigaan, lewati tugu kujang, susuri jalan samping Kebun Raya sampai menjumpai pintu masuk. Dari Stasiun Bogor: Naik Angkot 02 (Sukasari-Bubulak), Angkot 6 (Ciheuleut - Ramayana), Angkot 10 (Bentar- Kemang - Merdeka), atau naik ojek.

Kebun Raya Bogor

Alamat : Jl. Paledang No. 35 Bogor. Telp: (0251) 332775. Lokasi GPS : -6.602744, 106.798536, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam Buka : 08.00 - 17.00. Harga tiket masuk : sudah termasuk tiket ke Museum Zoologi Rp.15.000, Wisman Rp.26.000, Mobil Rp. 30.000, Motor Rp. 5.000, Sepeda Rp.5.000.

Galeri Foto Kebun Raya Bogor

Taman Teijsmann di Kebun Raya Bogor ini dibangun pada 1884 oleh Dr. Melchior Treub sebagai kenangan terhadap Johannes Elias Teijsmann, Kurator Kebun Raya Bogor tahun 1831 – 1868, untuk jasa-jasanya yang besar dalam mengembangkan dan merelokasikan koleksi tanaman berdasarkan kelompok taksonominya.

taman teijsmann kebun raya bogor

Bangunan Pusat Informasi ini berada di dekat gerbang masuk Kebun Raya Bogor. Loket masuk bagi pejalan kaki ada di dalam bangunan ini.

pusat informasi kebun raya bogor

Beberapa puluh meter dari gerbang masuk Kebun Raya Bogor, di sebelah kanan perempatan jalan yang pertama, terdapat sebuah bangunan Monumen Memorial Lady Raffles berbentuk kubah kecil yang disangga pilar-pilar kecil diperuntukkan bagi Lady Olivia Marianne Raffles, istri Sir Thomas Stamford Raffles, yang meninggal pada 1814.

monumen memorial lady raffles kebun raya bogor

Kolam sangat luas yang berada di sebelah kanan jalan utama Kebun Raya Bogor ini disebut Kolam Gunting, tampaknya dinamai demikia karena bentuk kolamnya yang seperti gunting.

kolam gunting kebun raya bogor

Di atas kolam yang langsung berbatasan dengan halaman Istana Bogor ini terdapat tanaman air bunga teratai yang sangat banyak, daun dan bunganya memberi keindahan tersendiri bagi kolam ini.

bunga teratai kebun raya bogor

Pandangan mengarah ke Istana Bogor melewati Kolam Gunting dengan dua tangkai bunga teratai berwarna merah dadu yang tengah mekar. Sebuah monumen tampak menghias halaman belakang Istana Bogor.

bunga teratai kebun raya bogor

Tengara yang diletakkan di area Taman Teijsmann. Dalam melakukan pekerjaan besarnya di Kebun Raya Bogor ini, Teijsmann dibantu seorang ahli botani bernama Justuss Karl Hasskarl.

taman teijsmann kebun raya bogor

Sebuah pokok kayu tua yang telah mati di Kebun Raya Bogor. Ada cukup banyak pokok kayu tua semacam ini, dan sejumlah pohon raksasa berumur ratusan tahun juga telah tumbang.

pohon tua kebun raya bogor

Di sebelah kanan perempatan ini terdapat Arca Lembu Nandi, batu bertulis, arca, dan beberapa batu peninggalan. Arca Lembu Nandi ini dipindahkan ke Kebun Raya Bogor oleh Dr. Frideriech sekitar pertengahan abad ke-19 dari kolam kuno Desa Kotabatu, Ciapus, Bogor. Lembu Nandi merupakan kendaraan Syiwa.

arca lembu nandi kebun raya bogor

Sejumlah pohon pakis di sebelah kiri dan di sebelah kanan terdapat rumpun bambu kuning yang cukup padat. Melewati jembatan yang ada di depan itu ada lagi rumpun-rumpun bambu berbagai jenis dari yang kecil hingga yang besar batangnya.

pohon pakis kebun raya bogor

Sepotong pemandangan di dalam Kebun Raya Bogor dengan pohon tua dengan bentuk batang menarik yang ada di sisi sebelah kanan dimana bagian bawahnya jauh lebih lebar ketimbang batang pohon di bagian atasnya. Ada cukup banyak pohon muda yang belum lama ditanam di kebun raya ini.

pohon tua kebun raya bogor

Lapangan luas hijau sejuk menanjak ini berada di dekat Pintu IV Kebun Raya Bogor, dekat Teratai Raksasa. Di ujung sana adalah Kafe Dedaunan yang bisa menjadi tempat melepas penat setelah berjalan di taman yang sangat luas ini.

kolam teratai kebun raya bogor

Makam Ratu Galuh Mangku Alam, istri Prabu Siliwangi, Raja Pasundan. Di dalam kompleks yang sama terdapat makam Mbah Japra, yang dipercayai sebagai panglima perang Prabu Siliwangi, serta makam Mbah Baul yang menjadi patih Prabu Siliwangi.

makam ratu galuh mangku alam kebun raya bogor

Jembatan Gantung, yang juga dikenal sebagai Jembatan Merah karena warnanya. Jembatan ini melintang di atas Sungai Ciliwung yang membelah Kebun Raya Bogor. Tempat bagus untuk foto selfie.

jembatan gantung kebun raya bogor

Sekumpulan burung tampak bertengger di puncak pepohonan yang daunnya sangat lebat di seberang Kolam Gunting. Burung-burung ini cukup merasa nyaman di sana karena pohonnya sangat tinggi sehingga sama sekali tak terganggu dengan hilir mudik pengunjung di dalam kebun raya.

burung di kebun raya bogor

Patung The Hand of God di halaman belakang Istana Bogor itu merupakan hadiah dari pemerintah Swedia yang dipasang sekitar tahun 1963 pada masa Soekarno. Patung itu merupakan replika dari patung karya pematung terkenal asal Swedia bernama Carl Milles. Patung yang sama ada juga di Stockholm, Detroit, Tokyo, Porjus, Melbourne, Peking, dan Schweiz.

patung the hand of god kebun raya bogor

Pohon Kecapi (Sandoricum koetjape) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia, tumbuh pada ketinggian tak lebih dari 1000 mdpl. Tinggi pohon ini bisa mencapai 20-30 meter, dan batangnya bisa mencapai diameter 60-90 cm. Rebusan daun Kecapi dipakai sebagai penurun panas, serbuk kulit batangnya untuk obat cacing gelang, akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare. Daging buah bagian luar berwarna merah dan rasanya sedikit asam, sedangkan daging buah bagian dalam berwarna putih rasanya lebih manis.

pohon kecapi kebun raya bogor

Sebuah monumen di dekat Kolam Gunting dengan relief C.G.K. Reinwardt. Tulisan di bawah relief berbunyi "18-05-1817, Pendirian Kebun Raya Bogor oleh Ahli Botani Jerman C.G.K. Reinwardt. Grundung des Botanischen Gartens Bogor durch den deutschen Botaniker C.G.K. Reinwardt. Foundation of the Botanic Carden by the German Botanist C.G.K. Reinwardt".

monumen reinwardt kebun raya bogor

Istana Bogor yang cantik dilihat dari pinggiran Kolam Gunting. Di tepi kolam sana terdapat sebuah patung wanita tengah bersimpuh di atas batu. Patung itu merupakan karya Pematung Trubus yang diberin nama Patung Endang Terate.

istana bogor kebun raya bogor

Bunga Teratai yang menghiasi Kolam Gunting di Kebun Raya Bogor dan halaman belakang Istana Bogor. Ada lima kuncup Bunga Teratai yang menunggu waktu untuk mekar. Setelah mekar bunga-bunga teratai bisa bertahan 3-4 hari.

bunga teratai kebun raya bogor

Monumen Reinwardt dengan latar belakang Istana Bogor. Meskipun secara umum kondisi monumen ini masih baik, namun tulisannya sudah memerlukan perawatan agar kembali seperti semula.

monumen reinwardt kebun raya bogor

Pohon tua dengan batang yang unik ini berada di halaman Kantor Pengelola Kebun Raya Bogor. Melihat bentuk dan ukuran batangnya, pohon ini mestinya sudah berusia lebih dari ratusan tahun.

pohon tua kebun raya bogor

Di Kebun Raya Bogor terdapat lebih dari 30 jenis bambu, baik asli Indonesia maupun bambu yang berasal dari negara lainnya. Bambu termasuk suku Poaceae atau jenis rumput-rumptan berkayu. Banyak bagian bambu yang berguna bagi manusia. Rebungnya disayur, batangnya untuk tiang dan bahan anyaman berbagai benda keperluan rumah tangga, alat musik, wadah air, rakit, dan banyak lagi kegunaan lainnya.

hutan bambu kebun raya bogor

Rumpun-rumpun bambu yang sangat padat dan lebat. Di dunia ada sekitar 1250 jenis bambu. Jika di negara tropis bambu tumbuh berkelompok membentuk rumpun, di negara beriklim subtropis bambu tumbuh sebagai tanaman tunggal.

hutan bambu kebun raya bogor

Deretan pohon sejenis palem yang ditanam di kiri kanan jalan di dalam area Kebun Raya Bogor. Palem termasuk dalam keluarga Arecaceae, bersama dengan pohon kelapa, kurma, salak, rumbia, kelapa sawit, dan lontar.

pohon palem kebun raya bogor

Pilar-pilar batu di Taman Teijsmann yang mengingatkan saya pada pilar-pilar yang ada di ITB, Bandung. Pilar batu ini menyangga anyaman besi yang menjadi rambatan tanaman yang tumbuh begitu subur sampai terlihat sangat tebal.

taman teijsmann kebun raya bogor

Monumen berbentuk obelisk yang berada di tengah Taman Tejsmann dengan pondasi tiga tingkat dari batu dan tiga tingkat lagi dari keramik membentuk bidang segi empat konsentrik. Sedikit terlihat di belakang sana adalah Istana Bogor.

tugu tejsmann kebun raya bogor

Tulisan pada salah satu sisi Monumen Tejsmann yang berbunyi "geplaatst door zyne Vrienden en Vereerders in 1884" atau "dipasang oleh teman-teman dan pengikutnya pada tahun 1884".

monumen tejsmann kebun raya bogor

Tulisan pada dinding monumen di sisi lainnya yang berbunyi "ter Herinnering aan Johannes Elias Teysmann." atau "dalam kenangan dari Johannes Elias Teysmann."

tugu teysmann kebun raya bogor

Pemandangan mengarah ke Istana Bogor dengan memunggungi Monumen Teijsmann. Di kiri kanan adalah gerumbul rumpun bambu yang sangat lebat, dengan tempat duduk di bawahnya dimana sepasang anak muda tengah duduk di sana.

monumen teijsmann kebun raya bogor

Monumen Teijsmann pada arah yang memunggungi Istana Bogor. Kotak batu yang ada di lapis lantai pertama sepertinya sebuah prasasti, namun pelat yang ada tulisannya telah hilang. Di ujung sana adalah pilar-pilar batu yang menopang tumbuhan rambat sangat tebal.

monumen teijsmann kebun raya bogor

Pemandangan pada sebuah pohon palem tunggal dengan daun yang elok berlatar pilar-pilar batu penyangga tanaman rambat serta sebuah pohon tua yang sangat besar dan rimbun. Pohon palem di sebelah kanan juga terlihat sangat tua hingga mencapai ketinggian seperti itu.

pohon palem kebun raya bogor

Deretan pohon-pohon palem yang sangat jangkung ini mudah-mudahan bisa terus bertahan, mengingat tak jarang Bogor dilanda hujan diiringi petir yang sesekali menghantam pohon tinggi seperti ini.

pohon palem kebun raya bogor

Prasasti di depan Arca Nandi yang ditulis dalam huruf Sunda Kuno. Ada yang menyebut bahwa ini merupakan prasasti yang dibuat Dr. Frideriech yang berarti "Tidak jauh dari sini ada kolam", namun belum saya temukan tulisan ilmiah yang mendukung pendapat ini.

prasasti batu tulis kebun raya bogor

Di belakang arca Nandi adalah Arca Ardhanari, lambang persatuan Shiwa dengan Parwati. Ardhanari kberbentuk setengah pria dan setengah wanita bertangan empat, dengan dua tangan belakang masing-masing memegang aksamala dan camara dan dua tangan depan diletakkan di depan perut.

arca ardhanari kebun raya bogor

Pohon tua ini letaknya berdekatan dengan letak Arca Nandi. Akarnya menyebar konsentrik yang menjadi semacam pondasi kuat bagi penopang pohon. Pohon ini bernama Koompassia excelsa (Becc.) Taub. (Leguminosae) dan mendapat julukan Kayu Raja dari Asia. Ketinggian pohon mencapai lebih dari 80 meter dan merupakan salah satu pohon tertinggi di Asia Tenggara. Pohon ini ditanam tahun 1914.

koompassia excelsa kebun raya bogor

Pemandangan pada lorong Jembatan Gantung Kebun Raya Bogor yang besi-besinya dicat merah, memperlihatkan konstruksi jembatan dengan dua tali baja yang mengikat kedua puncak tiang jembatan. Jembatan ini melintang di atas Kali Ciliwung.

jembatan merah kebun raya bogor

Pohon beringin dengan akar-akar gantung yang sudah berukuran sangat besar karena tuanya. Kadang-kadang akar ini yang kemudian menjadi penopang utama pohon sementara pohon aslinya sendiri menjadi lapuk saking tuanya dan terkurung oleh akar.

pohon beringin kebun raya bogor

Bentang Jembatan Gantung atau Jembatan Merah yang elok dipandang. Konstruksi jembatan ini terlihat masih kuat dengan tali-tali baja yang masih terjagadan lengkap. Hanya saja jembatan ini sudah memerlukan pengecatan dan perawatan.

jembatan gantung kebun raya bogor

Cafe Dedaunan dengan pemandangan luas ke arah lapangan yang berujung pada kolam teratai. Cafe ini menyediakan makanan dan minuman lokal, oriental dan Barat.

cafe dedaunan kebun raya bogor

Pemandangan dari depan Cafe De Daunan ke arah lapangan rumput luas yang turun melandai dan berujung pada air mancur kecil di tengah kolam teratai. Beberapa anak remaja tampak tengah foto selfie berlatar kolam. Tempat ini cukup jauh dari gerbang utama jika ditempuh dengan berjalan kaki.

cafe de daunan kebun raya bogor

Pemandangan ke arah sisi sebelah kanan dari depan Cafe De Daunan pada jalan yang mengarah ke Rumah Anggrek. Di ujung kiri tampak arca nandi di puncak tembok berundak, dan ada lagi arca di bawahnya yang tampak seperti Ganesha.

cafe dedaunan kebun raya bogor

Denah Kebun Raya Bogor yang memberi informasi rinci tentang tempat serta apa saja yang ada di dalam kompleks ini. Dari denah ini terlihat luasnya kompleks Istana Bogor. Total ada 46 titik yang ditandai dalam denah ini. Sangat membantu bagi pejalan yang ingin mengeksplorasi kebun raya. Denah ini ada di dekat perempatan pertama setelah gerbang masuk.

denah kebun raya bogor

Pemandangan ini diambil dari pinggir jalan di luar kompleks Kebun Raya Bogor. Jembatan di sana itu berada persis di sebelah area koleksi Kaktus atau Taman Meksiko. Di pinggiran jalan ini ada jejeran pedagang kelinci, binatang yang terlihat lucu dan menggemaskan.

jembatan merah kebun raya bogor

Sebuah arca tanpa kepala dengan kedua tangan yang juga sudah rusak. Patung ini letaknya berada di dekat arca Nandi, pada posisi duduk bersila dengan perut bincit dan pusar terbuka.

arca tanpa kepala kebun raya bogor

Arca Nandi itu kondisinya masih cukup baik meski pada bagian leher sudah terlihat ada jamur yang tumbuh dan jika dibiarkan bisa merusak arca. Hanya saja telinga dan tanduk nandi terlihat sudah agak cacat.

arca nandi kebun raya bogor

Wid duduk di sebelah Arca Ardhanari untuk memperlihatkan bahwa arca ini cukup tinggi sekitar satu meteran. Arca ini dibuat cukup halus dan bagus, hanya sayangnya bagian wajahnya sudah agak rusak.

arca ardhanari kebun raya bogor

Duduk-duduk di dekat kolam air berbentuk bundar yang terletak tidak jauh dari Monumen Memorial Lady Raffles. Jika saja air melimpah dan jernih, serta ada ikan-ikan besar di sana tentu akan terasa lebih menyenangkan.

kolam bundar kebun raya bogor

Pandangan dekat pada tulisan di dalam bangunan memorial bagi Olivia Mariamne, isteri Thomas Stamford Raffless yang pangkatnya disebut sebagai Letnan Jenderal Jawa. Tulisan paling bawah menyebutkan bahwa bangunan ini hancur karena angin (maksudnya tertimpa pohon yang rubuh karena angin) pada 4 Januari 1970 dan direkonstruksi 17 Agustus 1970.

memorial lady raffles kebun raya bogor

Pohon dengan batang akar yang unik dan indah ini berada di dekat Jembatan Merah.

pohon tua kebun raya bogor

Sudut pandang lainnya pada Istana Bogor dari tepian kebun raya.

istana bogor dari kebun raya bogor

Pepohonan seperti ini serta lapangan rumput yang sangat luas membuat Istana Bogor terlihat sangat sejuk dipandang mata.

lapangan rumput kebun raya bogor

Sepotong jalan dengan pohon-pohon palem yang berjejer memagari jalan di Kebun Raya Bogor. Meski kurang rapi namun cukup enak dilihat mata.

pohon palem kebun raya bogor

Sudut pandang lain pada arca Nandi dan Arca Ardhanari yang merupakan lambang persatuan Shiwa dengan sang isteri, Parwati, yang dalam wujud lain disebut sebagai Betari Durga.

arca nandi ardhanari kebun raya bogor

Sebuah pohon besar dan tinggi yang sebagian daunnya berwarna kekuningan sempat menarik perhatian saya.

pohon tua kebun raya bogor

Pandangan tegak pada Jembatan Merah yang melintang di atas Sungai Ciliwung dan membagi Kebun Raya Bogor menjadi dua bagian.

jembatan merah kebun raya bogor

Pandangan dekat pada daftar dan lokasi fasiliatas serta tempat menarik yang berada di dalam kawasan Kebun Raya Bogor. Lihat foto kedua untuk melihat nomor lokasi secara lengkap.

denah kebun raya bogor

Koleksi kelompok tanaman yang tumbuh atau ditumbuhkan di Kebun Raya Bogor serta angka denah lokasinya. Lihat foto kedua untuk melihat nomor lokasi yang lengkap

denah kebun raya bogor

Jika berjalan kaki dari Tugu Kujang ke gerbang Kebun Raya Bogor atau arah sebaliknya maka anak-anak akan senang karena ada banyak penjual kelinci di jalur pedestrian, selain aneka jualan khas Bogor lainnya.

penjual kelinci kebun raya bogor

Batang akar pohon yang sangat besar dan unik itu sebagian bisa menjadi tempat duduk atau bersandar. Area taman yang sangat luas membuat jumlah bangku yang disediakan jauh dari mencukupi kebutuhan pengunjung.

pohon tua kebun raya bogor

Sudut pandang sedikit berbeda pada prasasti aksara Sunda Kuno yang ada di dekat Arca Nandi. sampai di sini bisa dilihat bahwa ada banyak sekali tempat menarik di kawasan Kebun Raya Bogor, dan masih jauh lebih banyak lagi yang tak terlihat di tulisan ini. Jika berkunjung ke sana akan lebih menyenangkan jika membawa sepeda untuk berkeliling.

prasasti batu tulis kebun raya bogor

Sudut pandang utuh pada bangunan Memorial Lady Olivia Marianne Raffles, isteri dari Sir Thomas Stamford Raffles, yang meninggal dunia pada tahun 1814.

tugu memorial lady raffles kebun raya bogor

Jalan lumayan lebar ini adalah jalan utama di dalam Kebun Raya Bogor yang kemudian bercabang-cabang membentuk jaringan jalan untuk mengakses tempat-tempat utama di dalam kebun raya yang sangat luas ini.

jalan utama kebun raya bogor

Salah satu tempat menarik yang bisa dikunjungi di dalam kompleks Kebun Raya Bogor adalah Makam Belanda, yang berumur lebih tua ketimbang kebun rayanya sendiri.

makam belanda kebun raya bogor


Info Bogor

Hotel di Bogor, Hotel di Bogor Kota, Peta Wisata Bogor, Tempat Wisata di Bogor.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang !
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.