Pulau Cangkir Kronjo Tangerang

May 22, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Lokasi Pulau Cangkir Kronjo Tangerang berada di Desa Kronjo, berjarak sekitar 30 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tiga Raksa. Sebelumnya Pulau Cangkir merupakan sebuah pulau kecil yang terpisah, namun sejak tahun 1995 pulau ini telah terhubung dengan daratan pesisir utara Pulau Jawa.

Jika dari TPI Kronjo maka jarak ke Pulau Cangkir sekitar 4 km, melewati jalan tanah diperkeras di tepian Sungai Pasilian, mengikuti kelok sungai hingga sampai ke muara dan lalu belok kiri arah ke Barat Daya mengikuti pinggiran pantai bertanggul tumpukan batu penahan abrasi sepanjang 550 meter dimana terdapat dua pos pembayaran berjarak hanya beberapa meter, satu untuk masuk ke lokasi dan yang lainnya untuk parkir. Pengaturan yang aneh, seperti ada dua penguasa di kawasan ini.

Air laut di balik tanggul terlihat keruh dengan ombak kecil, tipikal pantai utara Jawa. Kami lalu belok ke kanan arah ke Utara hingga berhenti 260 meter kemudian di kantung jalan yang berada di kawasan pulau. Jalan setelah belokan terakhir itulah yang merupakan urugan yang menghubungan daratan dengan Pulau Cangkir. Hujan rintik mulai turun, dan genangan air di tanah yang becek membuat saya harus berhati-hati memilih tempat berpijak.

pulau cangkir kronjo tangerang

Beberapa ibu-ibu tampak tengah menunggu anaknya bermain di tempat dengan fasilitas yang sangat terbatas dan sederhana. Sementara di latar belakang sana adalah jembatan bambu dengan saung di beberapa titik yang digunakan orang untuk memancing ikan laut. Ada dua jembatan bambu seperti ini, satu di sisi utara yang panjang dan satu lagi di sisi sebelah barat yang lebih pendek.

Beberapa langkah dari tempat kami parkir terlihat bangunan bertulis "Peziarahan Maqom Waliyullah Pangeran Jaga Lautan". Saat masuk ke dalam bangunan bertiang bambu besar dan beratap rumbia tampak sekumpulan pria, wanita dan anak-anak, tengah menghadap ke arah cungkup makam dengan lubang lengkung rendah bertulis aksara Arab gundul di atasnya. Sebagian peziarah tengah duduk membaca tahlil, dan sebagian lagi tengah berdiri menunggu sesuatu.

Hanya sebentar saya di sana melihat suasana, dan lalu melangkah masuk lebih dalam ke arah utara pulau melewati lorong yang dikepung kiri kanannya oleh lapak-lapak penjual pakaian dan macam-macam dagangan lainnya. Suasana sekeliling mulai dari saat memasuki area Pulau Cangkir boleh dibilang tak menarik untuk dilihat, nyaris tak ada penataan dan pengaturan yang bisa mengesankan bahwa ini adalah tempat wisata.

Saya sempat ke bangunan makam kedua di Pulau Cangkir Kronjo Tangerang, untuk kubur orang yang sama, yaitu Pangeran Jaga Lautan. Bangunan makam ini terlihat lebih besar dan lebih baik ketimbang bangunan makam yang pertama. Untuk masuk ke dalam area ini orang harus menjinjing alas kaki karena akan keluar di tempat yang berbeda. Area ini dijaga oleh beberapa orang berpakaian agamis. Entah bagaimana kisahnya sehingga di pulau ini sampai ada dua makam untuk orang sama yang terpisah hanya beberapa puluh langkah.

Jika tokoh yang disebut sebagai Pangeran Jaga Lautan memang benar ada dan dikubur di sana, maka salah satu makam itu tentulah asli dan yang lain palsu, atau mungkin petilasan. Di cungkup yang kedua ini terdapat sebuah gentong besar dengan ornamen warna keemasan, yang konon keramat. Penduduk setempat percaya bahwa Pangeran Jaga Lautan atau Syekh Waliyuddin adalah putera Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama, atau cucu dari Sunan Gunung Jati, Cirebon. Mungkin karena dipercaya sebagai anak Sultan Banten dan cucu wali maka ada banyak peziarah yang datang ke Pulau Cangkir untuk membaca tahlil dan mungkin untuk mengalap berkah.

Perkiraan saya keliling Pulau Cangkir ini hanya sekitar 325 meter, diluar jalan urug penghubung dengan daratan yang panjangnya 244 meter. Panjang terjauh dari utara ke selatan pulau ini 116 meter dan terpendek 92 meter, lebar terjauh 90 meter dan terpendek 40 meter. Bisa dibilang satu-satunya yang menarik di pulau ini adalah pemandangan jembatan bambu dan saung-saungnya. Lebih dari itu tak ada.

Pantai Pulau Cangkir yang berbatu dan air yang keruh tak menghalangi anak-anak untuk mencebur dengan pakaian seadanya dan bermain air laut yang ombaknya tenang. Adanya tempat penyewaan ban memberi kesenangan tambahan bagi anak yang orang tuanya mau merogoh kocek untuk kesenangan anaknya. Sejumlah perahu nelayan tampak terlihat di cakrawala sana.

Belum ada penataan yang memadai di tepian pantai dimana anak-anak itu bermain air. Bangunan lapak warung dan dagangan, makam, dan sebuah masjid, hampir memenuhi seluruh bagian pulau yang sangat kecil ini, menyisakan sedikit ruang untuk melihat pemandangan laut. Perlu penataan radikal agar pulau ini layak disebut sebagai tempat wisata. Namun ada satu yang menarik perhatian saya saat berada di area sekitar pintu keluar makam Pangeran Jaga Lautan yang ada di ujung pulau, yaitu adanya sebuah grup pemusik anak muda yang enak sekali didengar permainannya. Sayang saya tak terpikir untuk meminta mereka mengulang memainkan lagunya dan lalu merekam. Di ujung pulau juga ada area permainan anak-anak sederhana, dikepung deretan sepeda motor parkir.

Pemandangan menarik juga ada pada potongan jalan saat menuju dan meninggalkan Pulau Cangkir, yang sejajar Sungai Pasilian dimana terdapat gerumbul-gerumbul hutan bakau yang menyejukkan pemandangan. Di beberapa titik dibuat semacam dermaga batang bambu yang disewakan buat para pemancing ikan. Sementara di sisi seberangnya terdapat area tambak yang luas, dan ada pula pemancingan berbayar.

Pantai Pulau Cengkir Kronjo Tangerang

Alamat : Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Lokasi GPS : -6.028921, 106.441383, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sembarang waktu. Harga tiket masuk : Rp 3.500, parkir motor Rp 5.000, mobil Rp 10.000.

Video



Galeri Foto Pulau Cengkir Kronjo

Ini adalah bangunan makam kedua di Pulau Cangkir Kronjo Tangerang, untuk kubur orang yang sama, yaitu Pangeran Jaga Lautan. Bangunan makam ini terlihat lebih besar dan lebih baik ketimbang bangunan makam yang pertama. Untuk masuk ke dalam area ini orang harus menjinjing alas kaki karena akan keluar di tempat yang berbeda. Area ini dijaga oleh beberapa orang berpakaian agamis. Entah bagaimana kisahnya sehingga di pulau ini sampai ada dua makam untuk orang sama yang terpisah hanya beberapa puluh langkah.

pulau cangkir kronjo tangerang

Beberapa langkah dari tempat kami parkir terlihat bangunan bertulis "Peziarahan Maqom Waliyullah Pangeran Jaga Lautan". Saat masuk ke dalam bangunan bertiang bambu besar dan beratap rumbia tampak sekumpulan pria, wanita dan anak-anak, tengah menghadap ke arah cungkup makam dengan lubang lengkung rendah bertulis aksara Arab gundul di atasnya. Sebagian peziarah tengah duduk membaca tahlil, dan sebagian lagi tengah berdiri menunggu sesuatu.

pulau cangkir kronjo tangerang

Pantai Pulau Cangkir yang berbatu dan air yang keruh tak menghalangi anak-anak untuk mencebur dengan pakaian seadanya dan bermain air laut yang ombaknya tenang. Adanya tempat penyewaan ban memberi kesenangan tambahan bagi anak yang orang tuanya mau merogoh kocek untuk kesenangan anaknya. Sejumlah perahu nelayan tampak terlihat di cakrawala sana.

pulau cangkir kronjo tangerang

Beberapa langkah dari tempat kami parkir terlihat bangunan pada foto di atas bertulis "Peziarahan Maqom Waliyullah Pangeran Jaga Lautan". Saat masuk ke dalam bangunan bertiang bambu besar dan beratap rumbia ini tampak sekumpulan pria, wanita dan anak-anak, tengah menghadap ke arah cungkup makam dengan lubang lengkung rendah bertulis aksara Arab gundul di atasnya. Sebagian peziarah tengah duduk membaca tahlil, dan sebagian lagi tengah berdiri menunggu sesuatu.

pulau cangkir kronjo tangerang

Lorong di dalam Pulau Cangkir yang terbentuk dari deretan lapak pedagang aneka rupa yang sama sekali tak teratur dengan tenda-tenda plastik yang semakin menambah keruwetan.

pulau cangkir kronjo tangerang

Salah satu titik di pinggiran Pulau Cangkir dengan dermaga bambu sederhana dan saung-saung serta rumah setengah kumuh di tepian pulau yang tak berpantai.

pulau cangkir kronjo tangerang

Salah satu saung di pinggiran laut yang bisa dipakai untuk bersantai, namun tak ada selera saya untuk mampir ke sana.

pulau cangkir kronjo tangerang

Seorang bapak tengah menumbukkan alunya ke dalam lumpang untuk membuat adonan untuk dijual. Sayang saya lupa apa nama makanan atau bumbu yang seperti terasi itu.

pulau cangkir kronjo tangerang

Spanduk yang memberi ucapan selamat datang kepada para peziarah. Jika bukan untuk berziarah, maka orang datang ke Pulau Cangkir untuk memancing di joran.

pulau cangkir kronjo tangerang

Lorong yang terkesan ruwet karena tanpa penataan yang baik, dengan papan arah ke makam kedua di Pulau Cangkir, untuk orang yang sama dengan yang ada di makam pertama. Ada yang menyebut bahwa yang kedua itulah yang asli.

pulau cangkir kronjo tangerang

Sebuah gentong dengan ornamen keemasan di area makam. Ada air keramat yang bisa diperoleh di tempat itu, namun saya tak tertarik untuk mencobanya.

pulau cangkir kronjo tangerang

Tua muda berzikir di depan makam. Yang tua mungkin mengharapakna rizki lancar, yang muda mungkin berharap lulus sekolah atau mendapat kerja yang bagus. Selalu ada alasan jika orang pergi ke makam.

pulau cangkir kronjo tangerang

Serombongan ibu-ibu dengan para bapaknya terlihat tengah membaca tahlil di depan makam mbah Jaga Laut. Masing-masing orang tentu datang dengan masalahnya sendiri dan mungkin berharap berkah, namun tentu ada juga yang semata berziarah tanpa berharap ada imbal balik.

pulau cangkir kronjo tangerang

Makam pendiri, pemelihara dan yang melestarikan Pulau Cangkir, bernama Waslim bin Suryadi. Sudah selayaknya ia mendapat penghormatan atas apa yang telah dilakukan semasa hidupnya.

pulau cangkir kronjo tangerang

Di ruangan ini ada beberapa orang yang duduk berjaga mengawasi para peziarah. Selain menjaga kotak sumbangan, mungkin mereka mengutip bayaran pada peziarah yang mengambil botol air mineral yang ada di sana.

pulau cangkir kronjo tangerang

Ini adalah tempat dan suasana yang akan terlihat saat peziarah keluar dari area makam. Kesan sederhana dan apa adanya, setengah kumuh, terasa di sini. Ada sejumlah mainan anak-anak di ujung area ini.

pulau cangkir kronjo tangerang

Serangkaian foto yang memperlihatkan saat anak-anak bermain di air laut, yang meski terlihat keruh ternyata tak mengurangi kegembiraan mereka. Kebanyakan laut utara Jawa memang keruh, pengaruh kerusakan lingkungan di daratan yang dibawa sungai ke laut.

pulau cangkir kronjo tangerang

Wajah anak-anak meski diblur pun masih tertangkap ekspresi gembiranya. Bermain di laut asiknya memang jika ada teman bermain, makin banyak lebih asik.

pulau cangkir kronjo tangerang

Kembali asik bermain setelah sempat menyadari bahwa ada yang memotret keceriaan mereka di air laut Pulau Cangkir Kronjo. Ketika melihat ke arah kamera mereka biasanya menunjukkan wajah yang lebih riang. Menangkap ekspresi anak-anak menjadi momen yang menyenangkan saat berada di pantai. Tanpa mereka, laut mati.

pulau cangkir kronjo tangerang

Tetap tertawa riang ketika difoto saat bermain air, meski mungkin tak akan pernah melihat hasil fotonya. Boleh jadi mereka baru melihatnya saat sudah besar nanti ... Tak apa, yang penting mereka menikmati kebersamaan meski bermain di air laut yang keruh.

pulau cangkir kronjo tangerang

Wajah-wajah anak-anak yang riang saat bermain di air laut Pulau Cangkir Kronjo. Adanya sewaan ban membuat anak kecil pun bisa ikutan bermain di air, dengan ditemani anak-anak yang lebih besar. Apalagi pantainya relatif dangkal dan tak ada ombak besar yang perlu dikhawatirkan.

pulau cangkir kronjo tangerang

Bermain bersama memang mengasyikkan, entah berdua apalagi jika berempat bersama-sama berbagi sepetak tempat di atas ban karet yang cukup besar. Air laut yang keruh pun tak jadi soal, yang penting air laut, begitu mungkin yang terpikir.

pulau cangkir kronjo tangerang

Salah satu joran yang menjadi tujuan para penggila memancing ikan di Pulau Cangkir. Jembatan bambunya menjorok sangat jauh ke tengah laut. Lautu utara Jawa relatif tenang sehingga orang mungkin merasa nyaman saja meski berada di joran sederhana di atas laut yang jauh dari daratan.

pulau cangkir kronjo tangerang

Info Tangerang

Peta Wisata Tangerang, Hotel di Tangerang, Tempat Wisata di Tangerang
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.