Istana Bogor

January 14, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Semula enggan ke Istana Bogor bersama Laskar 79 ITB karena pengunjung tak boleh memotret di dalam Istana dan terbayang prosedur kaku yang harus diikuti. Namun akhirnya pergi juga karena Dewi ikut, dan ada keingintahuan untuk melihat dalaman Istana Presiden elok itu.

Sebelumnya saya hanya bisa melihat halaman belakang Istana Bogor dari tepian kolam Kebun Raya Bogor. Istana ini hanya bisa dikunjungi rombongan, kecuali Juni saat Hari Jadi Bogor. Mobil parkir di halaman sebuah Bank, tepat di seberang pos pintu masuk Istana Bogor. Hamparan rumput hijau luas di halaman istana terlihat sejuk di mata, dengan pohon-pohon beringin besar yang akar gantungnya digunting bagian bawahnya sehingga menyerupai rambut keriting yang dipotong sebatas leher wanita. Gerombolan rusa totol yang menjadi ikon tempat wisata istimewa ini merumput agak jauh dari tempat kami melangkah.

Jumlahnya rusa tak kurang dari 590 ekor. Ada jam-jam pemberian makanan rusa yang menjadi tontonan menarik, dan sempat kami lihat di ujung kunjungan. Sesaat kemudian kami disambut pemandu resmi yang ramah. Jauh dari kesan kaku. Ia dengan santai memandu kami, tidak ketat 'menjaga' peserta untuk tetap selalu bersamanya.

istana bogor
Beberapa teman Laskar 79 bergerombol di depan Patung Meminta Hujan di Istana Bogor. Patung perunggu ini dibuat pematung Ceko. Ada patung wanita lagi yang menengadahkan tangan, melambangkan rasa sukur setelah hujan turun. Di luar ruang istana rupanya diperbolehkan memotret, sedangkan di dalam ruangan istana memang tidak boleh memotret.

Adalah Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff yang membuat sketsa dan membangun Istana Bogor dalam rentang 1745-1750, meniru model arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough di dekat Oxford. Perubahan yang dilakukan oleh Daendels dan Raffles membuat Istana Bogor megah dengan luas halaman 28,4 hektar dan luas bangunan 14.892 m². Di dalam ruangan istana Bogor terdapat bermacam patung dan lukisan, 90% lebih dari jaman Presiden Soekarno. Ada lukisan Basuki Abdullah berjudul "Jaka Tarub" (255 x 170 cm) dan "Dalam Sinar Bulan" dengan lekuk indah tubuh wanita. Lalu lukisan tahun 1881 berjudul "The Russian Wedding" karya Makowski, pelukis terkenal asal Rusia.

Sebelum Ruang Garuda, pada dinding berseberangan menempel cermin besar, yang disebut cermin seribu bayangan. Tempat diantara kedua cermin itu merupakan titik kilometer nol Kota Bogor. Ruang Garuda yang berbentuk oval itu sangat mengesankan, ada puluhan pilar beton tinggi, lampu kristal susun besar, dan patung Garuda keemasan.

Keluar dari Ruang Garuda kami sampai di teras belakang Istana Bogor dengan halaman luas, dan kolam yang berbatasan dengan Kebun Raya Bogor. Di dekat kolam teratai terdapat patung The Hand of God, reproduksi dari patung yang ada di Swedia dan di sejumlah kota dunia lainnya. Ada pula patung karya Patzay Pal asal Budapest, berangka tahun 1962.

Berjalan ke arah kiri terdapat toko cindera mata. Di tempat itu dijual kaos, jaket, gantungan kunci, jam, payung, gelas, dan bermacam pernik lainnya. Semuanya bergambar dan bertulis Istana Bogor yang menjadi bukti sah telah ke istana ini, selain berfoto narsis.

Melangkah lagi terlihat jendela-jendela tinggi pada gedung sayap kanan Istana Bogor. Jendela tinggi itu kini tertutup. Selain menghindari debu dan sinar matahari langsung, juga semua ruangan di dalamnya tentu telah diberi pendingin ruangan. Bertambah padatnya permukiman, dan panas dari bakaran kendaraan telah membuat hawa Kota Bogor tidak lagi sesejuk beberapa puluh tahun lalu, dan AC rumah makin memperburuk hawa.

Saya sempat berdiri mengamati patung Si Denok yang dibuat April 1958 oleh Trubus, seniman patung asal Solo kesayangan Bung Karno. Patung tanpa busana dengan payudara menggantung elok itu tubuhnya memakai model anak pelukis Belanda Ernest Dezentje dan wajahnya Ara, istri karyawan Istana Bogor.

Ada pula patung Marhaen di teras depan. Ketika Bung Karno bersepeda di Bandung Selatan, ia mendatangi seorang petani yang tengah bekerja di sawahnya, dan terjadilah percakapan. Petani bernama Marhaen itu ternyata mengerjakan sawah sendiri yang merupakan warisan keluarga, menggunakan perkakas pertanian sendiri, hasil panen untuk menghidupi keluarga sendiri, tidak memperkerjakan orang lain, dan punya gubuk kecil milik sendiri.

Sebuah ukiran kayu yang berada di teras depan gedung utama Istana Bogor dengan detail rumit yang sangat indah. Ada empat wujud manusia dalam ukiran kayu ini. Satu di bawah yang hanya terlihat kepala dan dua tangannya, satu yang paling besar di tengah menyerupai raksasa dengan yang memegang sebuah benda, satu lagi pada posisi kaki menekuk, dan satu lagi ada di atas. Seolah menjaga istana, di depan undakan teras terdapat sepasang patung Dwarapala raksasa.

Istana ini sempat rusak parah saat terjadi gempa besar akibat meletusnya Gunung Salak pada 10 Oktober 1834. Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) merubuhkan bangunan sisa gempa dan membangunnya kembali dengan gaya neo-klasik abad 19. Penghuni terakhir istana yang anggun ini adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg Stachourwer yang bertekuk lutut di Kalijati kepada Jenderal Imamura, Panglima Tentara Kekaisaran Jepang pada Perang Pasifik.

Sejak 1968 Istana Bogor dibuka untuk kunjungan umum atas restu Presiden Soeharto. Jika hendak berkunjung, lihat juga prosedur kunjungan ke tempat bersejarah dengan arsitektur istimewa ini. Sebuah tantangan bagi para arsitek Indonesia, yang hingga kini belum juga berhasil menciptakan trend mahakarya arsitektur Indonesia yang bisa mendunia.

Istana Bogor

Alamat : Jl. Ir. H. Juanda No. 1, Bogor. Telepon (0251) 8321001, 8328172. Faks. (0251) 8328172. Lokasi GPS : -6.59838776208, 106.797363402, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : kunjungan dengan perjanjian. Lihat Prosedur Kunjungan. Harga tiket masuk : gratis.

Galeri Foto Istana Bogor

Keluar dari Ruang Garuda kami sampai di teras belakang Istana Bogor dengan halaman luas, dan kolam yang berbatasan dengan Kebun Raya Bogor. Di dekat kolam teratai terdapat patung The Hand of God, reproduksi dari patung yang ada di Swedia dan di sejumlah kota dunia lainnya.

istana bogor

Istana Bogor dilihat dari sudut halaman. Di sebelah saya berdiri terdapat patung Si Denok yang dibuat April 1958 oleh Trubus, seniman patung asal Solo kesayangan Bung Karno. Patung tanpa busana dengan payudara menggantung elok itu tubuhnya memakai model anak pelukis Belanda Ernest Dezentje dan wajahnya Ara, istri karyawan Istana Bogor.

istana bogor

Dari jalan masuk di sisi kanan Istana Bogor, hamparan rumput hijau luas terlihat sejuk di mata, dengan pohon-pohon beringin besar yang akar gantungnya digunting bagian bawahnya sehingga menyerupai rambut gemuk keriting seorang perempuan cantik yang dipotong pendek sebatas leher.

istana bogor

Entah mengapa ada sebagian rumput di halaman yang sangat luas itu mati, menyisakan tanah kemerahan yang gundul. Mungkin karena terlalu teduh, atau sebab lain. Bagaimana pun memerlukan usaha yang tak ringan untuk merawat halaman yang sangat luas ini.

istana bogor

Beberapa teman yang telah berjalan lebih dulu di depan mengira bahwa pintu masuk adalah dari serambi istana yang terlihat di latar belakang. Namun ternyata kami masuk dari jalan yang ada di sayap kiri bangunan, atau sebelah kanan dari arah kedatangan kami, sehingga mereka harus berbalik badan.

istana bogor

Gerombolan rusa totol ikon Istana Bogor merumput agak jauh dari tempat kami melangkah. Jumlahnya tak kurang dari 590 ekor. Ada jam-jam pemberian makanan rusa yang menjadi tontonan menarik, dan sempat kami lihat di ujung kunjungan. Beberapa bagian rumput tampak tengah dikupas untuk diremajakan jelang datangnya musim penghujan.

istana bogor

Lorong jalan tempat kami masuk ke dalam Istana Bogor diantara bangunan istana dengan bangunan tambahan yang terlihat di sebelah kanan. Di bawah atap penghubung itu kami naik undakan menuju ke serambi samping belakang, dan di sana pemandu memberi penjelasan tentang aturan dan sedikit sejarah mengenai istana ini.

istana bogor

Di halaman belakang sebelah kanan, di tengah bundaran lapangan rumput terdapat sebuah batu hitam dengan patung Naga dengan lidah terjulur keluar. Agak jauh di ujung agak ke kiri (tak terlihat pada foto) terdapat patung The Hand of God.

istana bogor

Pemandu yang ramah dan teman-teman Laskar 79 yang tengah menyimak. Di luar ruang istana rupanya memang diperbolehkan untuk memotret. Dari sini, dengan membalikkan badan, kami bisa melihat sisi belakang Kebun Raya Bogor, dan patung-patung elok yang tertebar di sana.

istana bogor

Dari tempat si babak memberi penjelasan pada foto sebelumnya, kami hanya bisa mengintip ke dalam ruangan di dalam gedung utama ini. Di sebelah kiri, tak tampak pada foto, ada sejumlah patung dan lukisan kecil, salah satunya ada patung pria bercaping bertelanjang dada dengan pancing di tangan dan ikan besar yang ditangkapnya.

istana bogor

Bergeser sedikit ke arah kiri dari posisi foto sebelumnya terlihat patung kayu seorang pria kurus dengan tangkai pancing bergelombang dan ikan yang sangat gemuk menggantung di ujung senar pancingnya.

istana bogor

Pemandangan dari pintu serambi belakang ke dalam ruangan sayap kiri de gedung utama Istana Bogor. Jika diperhatikan, pada kedua pojok atas ruangan terdapat CCTV yang mengawasi gerik pengunjung. Ruangan ini tak begitu luas namun sangat tinggi, dengan lampu kristal gantung yang mempesona.

istana bogor

Gerumbul pohon pisang Manila yang daunnya berbentuk kipas serta tanaman bunga perdu serta palem menghiasi halaman belakangm dengan sebuah patung wanita tanpa busana di latar depan. Di ujung sana adalah serambi bangunan sayap kanan gedung utama.

istana bogor

Berfoto dengan latar belakang seperti ini memang akan elok, hanya saja jika berdiri dalam bayang pepohonan maka hanya latar belakangnya saja yang menonjol. Bangunan yang semula dimaksudkan sebagai tempat peristirahatan itu kemudian mengalami berbagai perubahan, diantaranya oleh Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles sehingga menjadi sebuah istana megah dengan luas halaman 28,4 hektar dan luas bangunan 14.892 m².

istana bogor

Teman-teman menuju ke undakan pada bangunan sayap kanan gedung utama Istana Bogor. Di tengah taman rerumputan bundar di sebelah kanan ada kolam kecil yang di tengahnya ada patung seorang wanita cantik tanpa busana dengan lutut menekuk dan tubuh sensual. Di sebelah kanannya lagi ada toko cindera mata.

istana bogor

Bangunan Istana Bogor ini sudah berbeda dengan bangunan awal yang dibuat sketsanya oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff meniru model arsitektur Blehheim Palace di dekat Oxford Inggris yang menjadi kediaman Duke Malborough. Bangunan lama hancur karena gempa yang terjadi saat Gunung Salak meletus pada 10 Oktober 1834.

istana bogor

Teman-teman berfoto di undakan depan teras bangunan sayap kanan gedung utama Istana Bogor. Jika serombongan orang melihat undakan seperti ini, maka tidak bisa tidak mereka akan meminta dipotret, tak peduli apakah itu anak sekolah, mahasiswa, alumni, sampai presiden dan para menterinya ... :)).

istana bogor

Di toko cindera mata ini dijual kaos, jaket, gantungan kunci, jam, payung, gelas, dan macam-macam pernak-pernik lainnya. Semuanya bergambar dan bertulis Istana Bogor yang menjadi bukti sahih bahwa Anda pernah pergi ke istana itu, selain berfoto narsis tentunya.

istana bogor

Pandangan samping pada teras belakang Istana Bogor dengan patung wanita di latar depan. Adalah Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) yang merubuhkan bangunan lama sisa gempa Gunung Salak dan membangunnya kembali dengan gaya arsitektur neo-klasik Eropa abad ke-19.

istana bogor

Sebuah patung di halaman belakang Istana Bogor karya Patzay Pal asal Budapest, berangka tahun 1962. Koleksi karya-karya seni budaya seperti ini yang tidak banyak bertambah semasa orde reformasi.

istana bogor

Torehan tulisan "Patzay Pal, Budapest, 1962" pada landasan patung pria telanjang yang tengah bertarung dengan ular itu. Patung itu merupakan replika patung "Memorial to Raoul Wallenberg" di Taman Szent Istvan, Distrik XIII, Budapest, karya Pal Patzay (1896-1979), yang dihancurkan oleh rejim komunis dan dipasang kembali pada peringatan ke-50 tahun penghancurannya.

istana bogor

Memiliki rumah dengan halaman sangat luas seperti ini, apalagi dihiasi dengan patung-patung artistik yang elok mempesona tentu menjadi impian banyak orang, jika saja mampu membeli dan merawatnya. Jika tidak maka jadilah presiden, agar bisa tinggal di tempat ini, setidaknya selama kurun waktu lima tahun...

istana bogor

Saya sempat memotret undakan di sayap kanan gedung utama Istana Bogor saat melangkah menuju ke bagian depan istana, beberapa saat setelah keluar dari Toko Cindera Mata. Kembaran undakan pada sisi berlawanan yang kami tapaki ketika hendak memasuki Istana Bogor.

istana bogor

Jendela-jendela tinggi pada dinding luar gedung utama sayap kanan Istana Bogor. Jendela yang kini lebih banyak tertutup. Selain untuk menghindari debu dan sinar matahari langsung, juga semua ruangan di dalamnya tentu telah diberi pendingin ruangan. Bertambah padatnya permukiman penduduk, dan panas dari gas buangan kendaraan telah membuat hawa Kota Bogor tidak lagi sesejuk beberapa puluh tahun lalu. Dan mesin-mesin pendingin ruang semakin memperburuk keadaan.

istana bogor

Dua teman melintas saat saya memotret teras sayap kanan bangunan utama, dengan teras bangunan utama terlihat di sebelah kanan, berhias patung lambang negara Garuda Pancasila. Di belakang saya adalah patung Si Denok. Kemana kaki melangkah di Istana Bogor, mata memang selalu tertumbuk pada sosok patung artistik, baik berbahan perunggu, batu, maupun kayu.

istana bogor

Pandangan lebih dekat pada bangunan utama, dengan kubah keemasan di tengahnya. Pilar-pilar penyangga besar tinggi dengan patung burung Garuda Pancasila di atasnya, serta cat putih pada seluruh dinding dan jendela, memberi kesan otoritatif yang kuat.

istana bogor

Beberapa teman berfoto dengan latar kubah dan pilar-pilar teras depan Istana Bogor. Cuaca sangat bersahabat ketika itu, meskipun Bogor sering mendapat julukan sebagai kota hujan karena seringnya hujan turun di kota ini tanpa melihat musim.

istana bogor

Bangunan induk Istana Bogor memang sangat elok untuk dijadikan sebagai latar belakang foto bersama. Karena halamannya yang sangat luas dan tidak adanya kendaraan lalu lalang di dalam kawasan istana, membuat udara di sana menjadi lebih bersahabat.

istana bogor

Halaman rumput yang sangat luas seperti ini menjadi sesuatu yang sangat mewah untuk dimiliki, bahkan jika di kampung sekalipun. Belum lagi biaya perawatan yang harus dikeluarkan agar selalu terlihat cantik dan rapi.

istana bogor

Patung batu Dwarapala dalam ukuran besar dengan gada berukir di tangan kanan berlandas lutut, dan pada lengan serta kepalanya terdapat hiasan berupa lilitan ular dengan mulut menganga. Sepasang patung ini berada di depan teras bangunan utama istana.

istana bogor

Patung Marhaen yang terkenal ini berada di teras depan Istana Bogor. Ketika Bung Karno bersepeda di Bandung Selatan, ia mendatangi salah seorang petani yang tengah bekerja di sawahnya, dan terjadilah percakapan. Petani bernama Marhaen itu ternyata mengerjakan sawah sendiri yang merupakan warisan keluarga, menggunakan perkakas pertanian sendiri, hasil panen untuk menghidupi keluarga sendiri, tidak memperkerjakan orang lain, dan punya gubuk kecil milik sendiri.

istana bogor

Ekspresi patung ini terlihat berbeda jika dilihat dari sudut yang lain. Bandingkan dengan foto sebelumnya. Ada patung Marhaen lain yang entah disimpan dimana berupa petani bertopi dengan memanggul cangkul di pundaknya.

istana bogor

Sebuah ukiran kayu yang berada di teras depan gedung utama Istana Bogor dengan detail rumit yang sangat indah. Ada empat wujud manusia dalam ukiran kayu ini. Satu di bawah yang hanya terlihat kepala dan dua tangannya, satu yang paling besar di tengah menyerupai raksasa dengan yang memegang sebuah benda, satu lagi pada posisi kaki menekuk, dan satu lagi ada di atas.

istana bogor

Berpanas-panas sejenak untuk bisa dipotret dengan latar halaman depan Istana Bogor yang luas dan kolam yang menjadi tempat kawanan kijang totol minum air. Kesempatan berkunjung ke Istana Bogor boleh dikatakan langka, sehingga bisa dimaklumi setiap peluang untuk berfoto selalu dimanfaatkan.

istana bogor

Pandangan tegak pada foto teman Laskar 79 dengan patung perunggu ini dibuat pematung Ceko. Adalah seni dan budaya yang bisa menjadi perekat suatu bangsa, dan membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

istana bogor

Awalnya adalah Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff yang membuat sketsa dan membangun Istana Bogor pada tahun 1745-1750, meniru Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough. Perubahan yang dilakukan Daendels dan Raffles membuat Istana Bogor menjadi megah dengan luas halaman 28,4 hektar dan luas bangunan 14.892 m².

istana bogor

Info Bogor

Hotel di Bogor, Hotel di Bogor Kota, Peta Wisata Bogor, Tempat Wisata di Bogor.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.