Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus

November 17, 2019. Label:
aroengbinang.com - Kami menghabiskan waktu di sore hari itu dengan berkunjung ke Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus yang berada di lereng selatan Gunung Muria, sekitar 2 km sebelum masuk ke wilayah Colo. Tempat wisata alam ini berada pada ketinggian 600 mdpl dengan luas sekitar 5 ha, dinaungi pohon pinus yang menghutan di sana. Pintu masuk ke kawasan berada di sisi sebelah kiri Jalan Raya Kudus - Colo.

Semestinya kawasan wisata alam yang cukup menarik ini kami kunjungi selepas dari kunjungan ke Makam Sunan Muria dan Air Tiga Rasa Rejenu karena tempatnya terlewati, baik ketika datang maupun saat pulang. Jika saja saya mengetahuinya lebih awal atau membuat rute perjalanan sebelum pergi meninggalkan hotel.

Namun begitulah, sebuah kunjungan kadang tak bisa diukur dengan jarak dan dihitung dengan waktu. Kadang perlu suasana tertentu, kadang memang teledor lantaran tak memeriksa atau tak membuat rute perjalanan yang baik, dan kadang ada sesuatu dibalik sebuah kunjungan. Pertemuan dengan seseorang misalnya, yang bisa berekor panjang di kemudian hari.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Bentang kain merah putih berukuran besar yang kedua ujungnya dibalutkan ke batang pohon pinus menjadi pemandangan yang menyemangati sesaat setelah kami melewati gerbang dan membayar tiket masuk. Meskipun sudah sore, atau justru mungkin karena sore, terlihat ada cukup banyak pengunjung di sana. Ada yang bersama pasangannya, ada yang bersama teman-teman sesama jenis.

Hutan pinus di dalam kawasan Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus itu cukup mampu membuat jinak matahari sore. Meski di beberapa tempat tak begitu rapat jarak diantara pepohonannya, namun sinar matahari tak bisa menyentuh kulit kami. Itu karena umumnya pepohonan di sana sudah cukup besar dan tinggi. Di sana ada sebuah pohon yang ditanam Presiden RI pada 13 April 2001, masa dimana Gus Dur masih menjabat.

Meski sudah lebih dari 15 tahun namun batang pohon itu masih kecil. Butuh puluhan dan bahkan ratusan tahun untuk membesarkan batang pohon, dan hanya beberapa menit untuk menumbangkannya. Itulah mengapa kebanyakan orang lebih senang menebang ketimbang menanamnya, hingga suatu saat tak ada lagi pohon besar yang tersisa dan mulailah orang menanam pohon lagi.

Gerbang masuk ke Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus terkesan biasa saja. Ada papan tengara nama yang mulai pudar catnya sehingga tak yakin apakah bisa menarik perhatian orang ketika melewati tempat ini. Setidaknya terbukti dua kali melewatinya, papan tengara itu tak terlahap oleh mata saya yang biasanya jelalatan melihat sekeliling.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Meskipun namanya Bumi Perkemahan yang menyediakan tenda bagi yang ingin menyewa, namun tampaknya banyak yang datang hanya untuk menikmati hawa pegunungan yang segar, dan banyak pula pasangan muda yang datang untuk memadu kasih, bercengkerama berbagi cerita.

Selain pengunjung yang kebanyakan anak-anak muda, terlihat pula beberapa penjual makanan yang mangkal di sana untuk mengais rizki. Jenis jajanan yang dijual oleh para pedagang keliling itu tentu menyesuaikan selera dan harganya dengan pangsa pasar yang disasar. Harus cukup lezat namun dengan harga yang cukup terjangkau.

Waktu itu adalah akhir musim kemarau, dan mungkin karena itu tanah di sana terlihat kering dan tandus tak menyisakan rumput sebatang pun. Namun jika saja pengelolanya peduli dan hebat, biar pun musim kemarau tanah di sana mungkin akan bisa tetap berumput hijau.

Mengapa, karena belakangan saat pergi ke toilet saya melihat air yang terus mengucur, meluberi bak dan tidak boleh ditutup kerannya, karena mungkin bisa mengakibatkan banjir di bagian atas sana. Jika pun tak bisa mengairi seluruh area yang sangat luas ini, setidaknya ada satu petak tanah yang bisa dijaga kehijauan rumputnya di sepanjang waktu dan sepanjang musim.

Ada sebuah patung seorang anak yang tampak seperti hendak terjun ke kolam renang. Bantalan patung itu terlihat sangat artistik. Selain patung-patung cantik, di tengah area Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus terdapat jalan lebar yang dilapis tatanan batu-batu gunung. Jalan itu berkelok di awal dan lalu lurus menanjak cukup tajam ke atas bukit.

Salah satu yang membuat Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus ini terlihat menarik dan hidup adalah karena adanya sejumlah patung artistik yang terpasang di lokasi yang tak terlalu berjauhan. Salah satunya adalah patung bocah pada foto di atas, yang diletakkan tepat di tengah puncak undakan dengan ekspresi dan gestur yang memikat.

Di sebelah patung anak itu diletakkan sebuah sepeda asli antik. Sepeda itu mengangkut dua keranjang bambu yang besar dan panjang dan di dalamnya terdapat bilah-bilah bambu kuning kering. Ekspresi si anak seolah sedang kosong pikirannya, mungkin lelah memikirkan beban hidup yang tak kunjung berkurang. Ia yang masih kecil mungkin harus membantu orang tuanya dan tak bisa bermaian selayaknya anak-anak.

Siapa pun pembuat patung anak kecil di Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar itu patut dipuji cita rasa dan kepiawaian dalam membuatnya, karena selain membuat hasil karya yang imajinatif juga ekspresi si anak bisa tergambar dengan sangat baik. Entah ini merupakan hasil pengamatan, atau imajinasi murni, atau pengalamannya sendiri di masa kecil.

Meski sempat ragu karena tak jelas dimana ujungnya, akhirnya kami berjalan kaki mendaki jalan lebar itu. Jalan itu diportal di beberapa titik, membuat mobil tak bisa melewatinya. Sesekali kami berhenti dan duduk di atas portal atau di atas batu jalan, sampai akhirnya kami tiba di dataran luas yang ditata secara apik dan berkelas. Di tempat itulah kami bertemu dan berbincang dengan Taqim (Mustaqim) serta isterinya dan kemudian disuguhi teh, sementara anak laki-laki mereka memasang sound system di area terbuka yang luas di belakang rumah.

Pemilik sanggar dan galeri Taqim Art ini menjadikan lahan dan bangunan tempat tinggalnya di Desa Kajar itu sebagai studio penelitiaan dan pengembangan seni serta laboratorium Seni Nasional Bukit Kalpataru. Ia bercerita tentang minatnya pada agribisnis, termasuk tentang hypernano technology yang ingin dikembangkannya. Ia juga aktif mengajak dan melibatkan masyarakat Desa Kajar untuk bersama-sama menjaga kawasan wana wisata dan mengembangkan Kajar sebagai Desa Seni.

Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus

Alamat : Desa Kajar, Kecamatan Lajar Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -6.67878, 110.89231, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Harga tiket masuk : Rp.7.000.

Galeri Foto Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar

Salah satu yang membuat Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus ini terlihat menarik dan hidup adalah karena adanya sejumlah patung artistik yang terpasang di lokasi yang tak terlalu berjauhan. Salah satunya adalah patung bocah pada foto di atas, yang diletakkan tepat di tengah puncak undakan dengan ekspresi dan gestur yang memikat.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Patung seorang anak lainnya yang tampak seperti hendak terjun ke kolam renang. Bantalan patung itu terlihat sangat artistik. Selain patung-patung cantik, di tengah area Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus terdapat jalan lebar yang dilapis tatanan batu-batu gunung. Jalan itu berkelok di awal dan lalu lurus menanjak cukup tajam ke atas bukit. Meski sempat ragu karena tak jelas dimana ujungnya, akhirnya kami berjalan kaki mendaki jalan lebar itu.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Pohon Mahoni yang ditanam Gus Dur pada 13 April 2001 saat masih menjabat sebagai Presiden RI ke-4. Di latar belakang kanan adalah patung balap karung.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Dua patung yang letaknya agak berdekatan itu menggambarkan suasana serunya perlombaan lari balap karung. Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar memang sering digunakan untuk acara out bound dan team building.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Bagi yang pernah ikut atau melihat lomba lari balap karung, ekpresi seperti ini tentu tidak asing lagi. Diperlukan usaha keras untuk melompat-lompat dengan cepat.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Pandangan sepintas pada kontur tanah yang bertingkat-tingkat di dalam kawasan Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus. Waktu itu adalah akhir musim kemarau, dan mungkin karena itu tanah di sana terlihat kering dan tandus tak menyisakan rumput sebatang pun. Namun jika saja pengelolanya peduli dan hebat, biar pun musim kemarau tanah di sana akan bisa tetap berumput hijau.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Si bocah dengan ekspresi kosong, duduk bertopang dagu. Entah apa yang merisaukan pikiran dan perasaannya. Atau kah ia sedang merindukan seseorang, teman wanita kecilnya mungkin? Agak jauh di belakang sana tampak patung elok lainnya.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Sudut pandang lain pada patung si bocah, memperlihatkan sepeda yang disenderkannya pada sebatang pohon roboh yang bentuknya berlekuk seperti badan seekor ular naga.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Sepotong pemandangan perbukitan yang bisa puas dinikmati oleh mereka yang hendak bersantai di Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus. Meskipun namanya Bumi Perkemahan yang menyediakan tenda bagi yang ingin menyewanya, namun tampaknya banyak yang datang hanya untuk menikmati hawa pegunungan yang segar, dan banyak pula pasangan muda yang datang untuk memadu kasih, bercengkerama berbagi cerita.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Sekawanan gadis tampak sedang melangkahkan kaki hendak meninggalkan area Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar. Melihat dandannya, mungkin mereka datang ke tempat ini sepulang sekolah. Sementara Wid masih duduk di sebelah patung si bocah.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Patung seorang pria dengan dada bidang dan otot-otot perut bertonjolan. Kedua tangannya tampaknya juga memegang karung. Perhatikan juga pepohonan di belakangnya yang elok.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Wid berdiri di samping patung, menjadi perbandingan besarnya patung yang seukuran orang dewasa.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Bulu-bulu kapas yang beserakan di tanah lantaran tak ada orang mau memanen buah randu tua, hingga mereka meletus dan memuntahkan isinya ke permukaan bumi.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Inilah jalan lebar berlapis batu yang rapi di tengah area Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar. Sebelum akhirnya naik ke atas, kami sempat turun di tengah jalan lantaran tak yakin kemana dan dimana jalan ini akan berakhir.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Wid di latar depan dan sepasang muda-mudi di belakang sana duduk di atas portal yang membuat jalan ini tak bisa dilalui oleh kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Wid duduk di atas portal tak permanen yang bisa dicabut bila ada keperluan tertentu. Sementara di belakang sana sepasang kekasih duduk begitu saja di ata bebatuan.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Pandangan yang mengarah ke bagian bawah dengan sepasang muda-mudi sedang duduk di atas portal, dan di ujung sana sekelompok pelajar tengah duduk-duduk santai.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Pemandangan pada daerah perbukitan subur di lereng Gunung Muria. Suburnya area tak lepas dari keberadaan debu vulkanik yang pernah dimuntahkan Gunung Muria sekitar 2000-an tahun lalu.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Pemandangan rapi dan bersih pada area dimana Mustaqim membuat studio seninya. Tempat ini menjadi sepotong surga kecil setelah sebelumnya kami datang dari kawasan hutan di bawahnya.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Jalan ini merupakan terusan dari jalan berlapis batu yang sebelumnya kami lewati. Di belakang Wid adalah bangunan cukup besar bergaya tradisional yang kami tak sempat menengoknya.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Sudut pandang lainnya pada foto si bocah yang menggelitik perasaan siapa pun yang memandangnya.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Tulisan Selamat Datang dan papan nama Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar yang sudah mulai memudar. Sebaiknya dibuat yang baru, dan dipasang menyudut, satu ke arah pengendara yang datang dari Kudus, dan satu lagi ke arah pengendara yang datang dari Colo.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Pandangan lebih dekat lagi pada Wid dan patung. Siapa pun yang melihat patung anak itu pasti terkesan dengan ekspresi wajah dan gestur tubuhnya, dan meniru posisi tangan serta wajahnya bisa memberi kesenangan tersendiri.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus

Info Kudus

Hotel di Kudus, Hotel Murah di Kudus, Peta Wisata Kudus, Tempat Wisata di Kudus.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang !
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.