Waduk Sempor Kebumen

October 01, 2019. Label:

Waktu sudah hampir jam 5 sore saat kami mendekati Waduk Sempor Kebumen. Saya melihat ada jalan simpang ke kanan dengan penanda Jalan Sempor, namun Bambang tetap melanjutkan berkendara di jalan utama. Rupanya ada dua akses menuju ke waduk yang namanya sudah terekam sejak saya masih di kelas 2 SD di Jatinom, Klaten.

Keterkenalan itu lantaran berita jebolnya Waduk Sempor pada 1967 yang menelan korban hingga 127 orang, menyusul banjir bandang besar yang melanda Kota Solo akibat meluapnya Bengawan Solo pada Maret 1966, dan gegeran nasional akibat pemberontakan komunis pada tahun 1965. Meskipun ketiga peristiwa itu tak saling berkaitan, namun bekasnya dalam di ingatan. Jarak dari Gua Jatijajar, yang saya kunjungi sebelumnya, ke Waduk Sempor adalah sekitar 20 km arah ke Utara, lalu belok kanan ke Jl Raya Gombong, dan kemudian belok kiri menuju utara setelah melewati RS Purbowangi Gombong. Dari belokan terakhir itu masih 6 km lagi untuk sampai di pintu utama Waduk Sempor pada GPS -7.5664382, 109.4844139.

Keelokan Waduk Sempor ditunjang dengan pemandangan perbukitan di sekelilingnya, sehingga udaranya cukup sejuk meski hanya berada di ketinggian sekitar 30 mdpl. Matahari terbit kabarnya juga bisa dinikmati di waduk ini. Hanya saja fasilitas dan atraksi wisata Waduk Sempor perlu terus dibenahi agar lebih mampu menarik wisatawan datang.

waduk sempor kebumen

Pemandangan dari area di samping kanan tiang portal di awal jalan yang berada di atas bendungan. Portal itu tak bisa dibuka untuk lewat mobil, hanya sepeda motor yang bisa masuk. Pada lereng terdapat logo Dinas Pekerjaan Umum dan tulisan "Bendungan Sempor". Tak terlihat pada foto, di bawah saya, adalah saluran buangan luberan air waduk. Sekitar 500 meter sebelum sampai ke portal ini saya sempat berhenti beberapa saat di pinggir jalan raya karena melihat ada beberapa orang tengah memancing ikan di saluran luberan air Waduk Sempor Kebumen.

Airnya bening dan gelap, pertanda memiliki kedalaman yang lumayan. Begitulah, dimana ada air biasanya ada ikan, dan ada pula orang yang mengaisnya. Agak ke kanan pada lereng di atas terdapat pegangan tangan berwarna biru yang dipasang di samping anak-anak tangga menurun hingga ke dasar lereng bendungan. Lantaran mobil tak bisa masuk, sesaat kemudian kami naik mobil keluar dari portal, belok kanan di jalan raya, memutar dan masuk ke area Kantor Proyek Sempor yang letaknya lebih tinggi.

Pada 1916 Pemerintah Belanda telah menengarai bahwa Sempor merupakan lokasi yang baik bagi sebuah waduk yang memasok air bagi daerah pertanian sekitar. Penelitian lokasi ideal bagi Waduk Sempor dilakukan kembali oleh Pemerintah Indonesia sejak 1950. Pada 1958 pembangunan fisik Waduk Sempor dimulai dan baru selesai serta diresmikan pada 1978.

Jika saja ada waktu yang cukup panjang, tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan jika bisa naik perahu untuk mengeksplorasi area di sekitaran waduk hingga sampai ke bagian hulu waduk dimana sumber airnya mengalir masuk. Jika ingin murah memang mesti datang di saat akhir pekan, oleh karena bisa ikut wisata air reguler dan tidak harus menyewa sendiri perahunya.

waduk sempor kebumen

Pemandangan mata burung saya lihat dari area di sekitar Kantor Pengelola Waduk Sempor memperlihatkan lintasan jalan aspal di atas bentang bendungan Sempor yang hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dan para pejalan kaki. Di ujung jalan itu juga terlihat ada lagi portal belang putih melintang di jalan yang menukik turun dari perbukitan.

Beton menjulang di sebelah kiri dengan cungkup di atasnya serta jembatan berpagar biru di sebelah kanannya adalah bagian dari fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air Sempor, yang ujung bawah bendungannya menjadi tempat pemancingan tak resmi itu. PLTA Sempor memiliki kapasitas 1,1 MW, namun bisa berhenti beroperasi saat kemarau tiba.

Ada perasaan senang karena bisa berkunjung ke Waduk Sempor Kebumen yang namanya sudah saya kenal sejak kecil, dan merupakan bagian dari ingatan masa itu. Selalu ada hal yang menarik ketika mengenang masa-masa kecil yang tak selalu indah namun juga tak terus buruk. Uniknya, apa yang pahit di masa itu sering terasa manis jika dikenang hari ini, dan demikian pula sebaliknya.

Sejumlah perahu wisata tampak tengah sandar di Dermaga Sempor di sisi kanan Waduk Sempor. Pemandangan ini saya lihat dari area di bagian kanan bendungan, setelah sebelumnya berkendara meninggalkan area kantor pengelola ke arah kedatangan dan belok kiri masuk ke Jl Sempor yang saya lihat pada awal kedatangan.

Jalan itu berkelok menanjak sebelum turun dan berakhir di area parkir sisi Timur bendungan Sempor, sekitar 30 meter sebelum bangunan PLTA Sempor. Di sisi ini terdapat Monumen Sempor, tugu peringatan korban yang tewas selama pembangunan Waduk Sempor, termasuk korban jebolnya bendungan pada 1967 itu. Tugu itu diresmikan oleh Ir Sutami pada Maret 1978.

Foto yang juga saya ambil adalah pandangan mata burung lainnya pada bagian atas bendungan Sempor yang enak digunakan sebagai tempat nongkrong. Area di sekitar kantor pengelola ini memiliki pandangan luas ke Waduk Sempor, dan bisa melihat hingga ujung kelok aliran Sungai Cincingguling yang dibendung untuk membuat Waduk Sempor.

Sungai yang juga disebut sebagai Sungai Sempor itu mengalir dari timur laut ke arah selatan di kaki Pegunungan Serayu Selatan dan bermuara di Samudra Hindia. Semoga saja sungai ini tidak menjadi salah satu tempat pembuangan sampah rumah tangga terbesar di Jawa Tengah. Kesadaran masyarakat perlu dibangun, dan fasilitas pun perlu dibuat agar tak ada lagi alasan orang untuk membuang sampah ke sungai.

Waduk Sempor Kebumen

Alamat : Desa Sempor, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Lokasi GPS : -7.56649, 109.4845, Waze.

Galeri Foto Waduk Sempor Kebumen

Pemandangan pada sejumlah perahu wisata yang tengah sandar di Dermaga Sempor di sisi kanan Waduk Sempor. Pemandangan ini saya ambil dari area di bagian kanan bendungan, setelah sebelumnya berkendara meninggalkan area kantor pengelola ke arah kedatangan dan belok kiri masuk ke Jl Sempor yang saya lihat pada awal kedatangan.

waduk sempor kebumen

Pandangan mata burung lainnya pada bagian atas bendungan Sempor yang enak digunakan sebagai tempat nongkrong. Area di sekitar kantor pengelola ini memiliki pandangan luas ke Waduk Sempor, dan bisa melihat hingga ujung kelok aliran Sungai Cincingguling yang dibendung untuk membuat Waduk Sempor. Sungai yang juga disebut sebagai Sungai Sempor itu mengalir dari timur laut ke arah selatan di kaki Pegunungan Serayu Selatan dan bermuara di Samudra Hindia.

waduk sempor kebumen

Beberapa orang tampak tengah memancing ikan di bawah fasilitas Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air Waduk Sempor. Saya berhenti di pinggir jalan raya untuk melihat pemandangan ini. Warna air yang gelap memberi petunjukan akan kedalaman sungai ini.

waduk sempor kebumen

Pandangan lebih dekat pada lereng Bendungan Sempor dengan undakan yang menuju ke bagian bawah fasilitas Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air Sempor. Mobil pada foto di atas berhenti tepat di depan portal. Pagar di bagian atas adalah bagian dari Monumen Sempor.

waduk sempor kebumen

Sebuah perahu wisata tampak tengah melaju menuju ke mulut reservoir Sempor yang berkelok-kelok sepanjang sekitar 4 km hingga sampai ke Sungai Cincingguling.

waduk sempor kebumen

Pemandangan ke arah Dermaga Sempor dengan sejumlah perahu wisata yang tengah sandar. Pelampung di latar depan adalah sebagai pembatas wilayah fasilitas Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air Sempor.

waduk sempor kebumen

Pemandangan pada sisi Waduk Sempor yang berada di seberang bendungan. Pagar pembatas dengan kawat tinggi tampak dipasang untuk memisahkan kawasan waduk dari daerah permukiman.

waduk sempor kebumen

Pemandangan pada sisi bagian dalam Bendungan Sempor, dengan menara beton Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air Sempor di latar belakang. Pengunjung yang tidak ingin naik perahu wisata bisa duduk-duduk di tepian waduk menikmati pemandangan alam sekitar dengan perbukitan yang subur.

waduk sempor kebumen

Di ujung sana adalah Menara Sempor yang merupakan tugu berbentuk silindris dengan puncak berupa lidah api mirip Monas, sehingga orang ada yang menyebutnya sebagai Monas Sempor. Di lereng bukit di belakanganya ada lagi bangunan lain yang tek jelas untuk apa.

waduk sempor kebumen

Sebuah perahu berpenumpang dua orang tampak baru saja meninggalkan dermaga Sempor. Perahu wisata yang tengah sandar bentuknya bermacam-macam dengan cat berbeda-beda pula, sehingga terlihat kurang rapi. Beberapa orang berkerumun di tepian waduk dekat dermaga, dengan motor diparkir di dekatnya.

waduk sempor kebumen

Prasasti peresmian Waduk Sempor yang dibuat pada dinding sebuah batu besar. Prasasti ini terlihat sudah tua dan huruf-hurufnya sudah agak susah dibaca. Pengrusakan dalam bentuk corat-coret oleh tangan-tangan jahil membuat prasasti ini dipagari cukup tinggi.

waduk sempor kebumen

Prasasti yang ada pada Monumen Sempor, diresmikan oleh Ir Sutami pada Maret 1978 sebagai penghargaan dan pengingat bagi pekerja dan orang-orang yang tewas selama pembangunan Waduk Sempor.

waduk sempor kebumen

Deretan nama-nama korban tertulis pada bagian bawah Monumen Sempor. Sayang sekali kondisi monumen ini sudah sangat buruk dan memerlukan perawatan yang besar. Buruknya kondisi monumen mungkin bisa menjadi indikasi buruknya manajemen perawatan Waduk Sempor sendiri.

waduk sempor kebumen

Sebuah patung cukup menarik diletakkan di bagian depan area Monumen Sempor. Arca yang dimaksudkan sebagai penjaga pintu masuk Monumen Sempor ini ada sepasang, mengenakan kaij poleng dengan kepala berhisa makuta.

waduk sempor kebumen

Arca dwarapala yang satu lagi, dengan wajah yang terlihat lebih garang, memegang gada di tangan kirinya. Arca ini dibuat dengan detail cukup baik, hanya saja sudah memerlukan perawatan dan pengecatan ulang agar lebih mencorong.

waduk sempor kebumen

Pandangan lebih dekat pada menara beton stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air Sempor dengan dua dek dan mesin-mesin yang dicat dengan warna biru. Bagian yang berwarna putih tampaknya adalah sebuah pengukur.

waduk sempor kebumen

Para pemancing ikan tampak tengah mengadu untung di pinggir sisi kanan Waduk Sempor. Seperti terlihat pada foto, sepeda motor bisa dibawa hingga ke dekat tempat pemancingan tak resmi itu. Di latar belakang terlihat asap membubung naik, menandai bahwa pawon berbahan bakar kayu masih digunakan di desa seberang itu.

waduk sempor kebumen

Nama-nama korban yang ditulis pada salah satu sisi Monumen Sempor. Sama seperti tulisan sebelumnya, kondisi tulisan pada prasasti ini sudah sangat buruk.

waduk sempor kebumen

Monumen Sempor dengan latar depan salah satu patung Dwarapala yang memagang gada dengan tangan kanannya. Monumen ini juga dipagar keliling tinggi untuk menghindari pengrusakan, namun akibatnya tak ada pengunjung yang bisa mendekat ke monumen tua ini.

waduk sempor kebumen

Info Kebumen

Hotel, Tempat Wisata, Peta.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang !

Loading comments…

Jejak Pembaca

Baca Pula