Pical Sikai Bukittinggi

Sebelum memulai jalan-jalan ke sejumlah tempat menarik yang telah direncanakan, pagi itu kami mampir terlebih dahulu untuk menjajal sarapan pagi di Pical Sikai Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan melewatkan menu sarapan di hotel yang disediakan gratis. Pical adalah sebutan dalam bahasa setempat untuk padanan kata pecel.

Jika hendak menikmati kuliner setempat maka sewaktu pesan kamar hotel memang sebaiknya mengambil harga yang tidak termasuk sarapan pagi. Meski kadang menu sarapan di hotel juga memasukkan pilihan kuliner setempat yang populer, namun menikmati kuliner langsung di tempat aslinya tentu mendatangkan kesan yang berbeda, selain harga sarapannya yang akan jauh lebih murah.

Lokasi Pical Sikai Bukittinggi berada di sebuah gang di Jl. Panorama 19c, Kota Bukittinggi, di dekat jalan masuk ke Taman Panorama dan Lobang Jepang, tempat yang akan kami kunjungi selepas sarapan. Setelah turun dari kendaraan yang diparkir di pinggir jalan, kami berjalan kaki beriringan masuk ke dalam gang, dan sempat menengok ke kiri dan kanan sebelum akhirnya menemukan warungnya.

pical sikai bukittinggi
Papan petunjuk ke arah Pical Sikai Bukittinggi di pinggir Jalan Panorama yang cukup jelas terlihat oleh para pejalan yang lewat di dekatnya. Ketika menemukan tempatnya saat itu, tampak muka warung pical ini terkesan masih sederhana, kesederhanaan yang membawa kesan seperti hendak makan pagi di kampung sendiri.

Lokasi warungnya berada sekitar 20 meter dari jalan besar, dan karena akses masuknya yang kecil maka kendaraan memang harus diparkir di tepi jalan oleh sebab tidak ada dan tidak disediakan parkir khusus bagi kendaraan tamu yang hendak sarapan pagi di sini. Kunjungan kami itu terjadi bertahun lalu, namun semoga saja warung ini tetap lestari.

pical sikai bukittinggi
Tampah bambu berlapis lembar daun pisang yang berisi bahan sayuran penyusun menu sarapan Pical Sikai Bukittinggi untuk kami santap di pagi itu. Selain daun singkong dan kol, ramuan picalnya juga ditambah dengan rebung dan jantung pisang. Jika jantung pisang, rebung, dan daun singkongnya direbus dahulu sebelum disajikan, maka irisan kol segar hanya dicuci bersih dan disajikan masih dalam bentuk mentah.

Saat itu ada dua meja panjang di dalam warung. Meja yang ada di sisi bagian depan menjadi tempat diletakkannya sayur mayur, bumbu dan perlengkapan Pical Sikai, dan di sisi lainnya menjadi tempat makan para pengunjung. Suasana warung masih sepi, belum ada pelanggan yang datang. Rupanya kami memang datang terlalu pagi di tempat itu dan harus menunggu beberapa saat sampai penjualnya siap melayani.

pical sikai bukittinggi
Pical Sikai Bukittinggi yang siap disantap, setelah ditambah lontong pical, ditabur keripik sanjai, kerupuk merah, dan disiram bumbu kacang khas Pical Sikai. Bumbu kacang pical Sikai ini dibuat dari kacang tanah goreng yang ditumbuk dan ditambah dengan cabai dan gula merah. Rasanya sungguh nikmat. Satu porsi Pical Sikai Bukittinggi harga saat itu Rp 8.000 saja.

Keripik sanjai (potongan singkong yang diiris tipis-tipis), dan kerupuk merah merupakan pelengkap hidangan Pical Sikai, yang menambah gurih rasa makanan. Sementara peyek adalah menu tambahan yang sayang juga kalau dibiarkan tanpa disentuh. Warung Pical Sikai Bukittinggi mulai melayani pengunjung dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore, tepat sebelum maghrib tiba.

pical sikai bukittinggi
Uni Reni seoranglah yang melayani kami sarapan di pagi hari itu. Usaha Pical Sikai Bukittinggi rupanya telah ada sejak tahun 1948. Sudah sangat lama, masih dalam masa hangatnya perjuangan revolusi kemerdekaan. Awalnya dimulai oleh Mak Tuo Rubama, Chairiah (Sikai), dan Muslimah, yang kemudian berkembang menjadi usaha keluarga 8 orang bersaudara.

Usaha ini sekarang dilanjutkan oleh generasi kedua, dimana Uni Reni adalah anak dari Ibu Muslimah. Setiap 2 minggu sekali, masing-masing keluarga mendapat giliran bergantian datang untuk menjaga jualan di warung Pical Sikai Bukittinggi.

Mudah-mudahan saja usaha yang menyajikan menu makanan sehat ini bisa terus berlanjut di tengah gempuran makanan instan yang kenikmatan sesaatnya sering membawa berbagai penyakit di kemudian hari.

Pical Sikai Bukittinggi

Jl. Panorama 19c, Bukittinggi, Sumatera Barat. GPS: -0.30734, 100.36450, Waze. Jam buka : 08.00 - 18.00. Rujukan : Peta Wisata Buittinggi, Tempat Wisata di Bukittinggi, Hotel di Bukittinggi

Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

.