Tentang Aroengbinang

Situsweb aroengbinang[dot]com menerbitkan tulisan yang berhubungan dengan perjalanan, yaitu travelog, kuliner, peta wisata, hotel, rental mobil, dan tempat wisata. Label Blog berisi tulisan yang terkait blogging di lingkungan WordPress maupun Blogger, dan berbagai tips yang bermanfaat.

Pencarian Cepat



Situsweb ini dibuat oleh Bambang Aroengbinang, berawal dari kegemarannya berkunjung ke tempat bersejarah, tempat dan peristiwa yang menarik minatnya, dibarengi kesenangannya memotret dan menulis. Pengalamannya selama menggunakan WordPress self-hosted dan Blogger juga diterbitkan di situsweb ini.

Komentar

Jika ingin meninggalkan komentar di sebuah tulisan, gunakan form Kontak untuk meminta admin membukanya. Setelan umum adalah tidak ada komentar, namun komentar bisa dibuka atas permintaan, atau jika dianggap perlu oleh admin.

Sponsored Post

Situsweb ini tidak menerima sponsored post, tidak melayani pemesanan kamar hotel, namun silahkan daftarkan bisnis Anda untuk dimuat di aroengbinang. Semua foto ditampilkan dengan kualitas 60% dari aslinya, yang bisa Anda gunakan untuk tujuan non-komersial dengan link aktif ke sumber tulisannya.

Tentang Bambang Aroengbinang

BA lahir di Desa Mersi dengan nama R Bambang Sutjahjo, salah satu putera R Soemantri, Wedana Jatinom Klaten tahun 1962-1967. Saat ia lahir pada 1959, ayahnya masih menjabat sebagai camat di Purwonegoro. R Soemantri adalah keturunan ke-4 Aroengbinang I melalui RB Wongsodikromo (Penewu Surakarta), RB Soemodiwirjo, dan R Hoedawikarta (Penatus Masaran, Banjarnegara).

Aroeng Binang I adalah putera ke-8 Kyai Hanggajoeda, Demang Kutowinangun. Kyai Hanggajoeda adalah anak ke-2 Kyai Ragil, dan Kyai Ragil adalah anak bungsu Kyai Bekel, Lurah Lundong Kebumen. Kyai Bekel adalah anak sulung Pangeran Bumidirjo, putera ke-5 Panembahan Sedakrapyak, raja kedua Kesultanan Mataram. Pangeran Bumidirjo menyingkir dari keraton dan memilih menjadi rakyat biasa setelah membuat marah Amangkurat I, keponakannya sendiri, karena menasihatinya agar tidak bertindak sewenang-wenang.

Ibunda BA adalah anak ke-2 pasangan KH Abdul Djamil dan Siti Fatmah, puteri KH RM Muhammad Ilyas, Sokaraja. KH RM Muhammad Ilyas adalah buyut Pangeran Diponegoro melalui Pangeran Diponegoro II dan KH RM Ali Dipawangsa. Zaenab, ibu Siti Fatmah, adalah canggah dari Kyai Abdus Somad, Jombor, melalui Kyai Hasanudin, Kyai Mu'tasim, dan Nyai Maseh.

BA sekolah hingga kelas 2 di SD Negeri Jatinom-Klaten, lalu pindah ke SDN II Mersi-Purwokerto setelah ayahnya pensiun pada tahun 1967. Pendidikan selanjutnya adalah SMPN 1 dan SMAN 1 Purwokerto, lulus 1977, kemudian kuliah di Farmasi ITB dan lulus sarjana pada 1985. Diploma MM/MBA (dual degree Monash University) ia peroleh dari IPMI Business School pada tahun 1996.

Kehidupan profesional BA dijalaninya di sejumlah perusahaan farmasi, diagnostik, alat kesehatan, life science, serta distribusi. Perusahaan tempat ia pernah bekerja adalah PT Dexa Medica, PT Iris Pelangi Indah, PT Otsuka Indonesia, PT Sandoz Biochemie Farma Indonesia, Becton Dickinson, PT DKSH Tunggal, dan Bio-Rad.