Makam Kyai Hanggayuda Kebumen

October 10, 2019. Label:
aroengbinang.com - Petunjuk jalan untuk menuju ke lokasi dimana Makam Kyai Hanggayuda Kebumen berada saya peroleh dari Munasir, kuncen Makam Pangeran Bumidirjo yang beberapa saat sebelumnya saya kunjungi. Kyai Hanggayuda yang adalah ayah Joko Sangkrib atau Tumenggung Aroeng Binang I, semasa hidupnya menjadi Demang Kutawinangun.

Babad Aroeng Binang menyebut karena Kyai Hanggayuda menjadi Demang Kutawinangun, maka Kyai Ragil (ayahnya) menjadi sesepuh terakhir Karang Kebumen, tempat Pangeran Bumidorjo bermukim hingga akhir hayatnya. Nama Karang Kebumen kemudian berubah menjadi Karangrejo. Kyai Hanggayuda adalah anak kedua Kyai Ragil. Kyai Ragil adalah anak bungsu Kyai Bekel, Kyai Bekel adalah anak sulung Pangeran Bumidirjo, dan Bumidirjo adalah putera ke-5 Panembahan Sedakrapyak, raja kedua Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1601-1613.

Setelah meninggalkan Makam Pangeran Bumidirjo dan sampai di jalan besar, kami belok ke kiri, lalu belok ke kanan pada pertigaan setelah Kantor Polisi Kutowinangun. Sesudah melewati SD Mekarsari kami mengambil lurus masuk ke jalan kampung dan selewat pos ronda kami belok kanan masuk ke dalam gang yang cukup satu mobil kecil. Melewati masjid lewat terus, pada tiang listrik kedua kami sampai di jalan semen di sebelah kiri yang menuju ke lokasi Makam Kyai Hanggayuda.

makam kyai hanggayuda kebumen

Jalan semen menuju ke Makam Kyai Hanggayuda ini relatif cukup panjang dan berujung pada gapura yang berpagar namun kiri kanannya tidak ada tembok. Jika pun pagar terkunci, orang yang hendak berziarah masih bisa masuk dari sebelah kiri dan kanan gapura itu.

Mungkin karena itulah pintu pagar tidak terkunci ketika saya sampai di sana, sehingga bisa masuk ke dalam area makam lewat gapura. Di sisi sisi sebelah kiri gapura terdapat sebuah pohon yang terlihat sudah sangat tua dengan batang sangat besar berbalut akar dan kemudian bercabang setidaknya enam batang.

Dibalik pagar makam, terlihat di sebelah kiri ada empat buah makam berpasangan dalam dua baris yang beberapa diantara kijingnya sudah retak-retak. Keempat makam itu berada tepat di samping sebuah pohon sangat besar lainnya. Tampaknya pertumbuhan akar pohon itulah yang membuat kijing makam kemudian menjadi retak.

Turmudi mengatakan bahwa dulu ada seseorang yang mengaku dari keraton Yogyakarta yang memberi papan nama pada keenam makam yang ada di kompleks itu. Namun peristiwa itu, melihat kondisi makam pada saat itu, tampaknya sudah sangat lama berselang.

makam kyai hanggayuda kebumen

Keempat makam yang berpasangan dalam dua baris itu saya potret. Di baris belakang adalah Makam Kyai Hanggayuda kakung putri, dan sedangkan yang baris depan adalah makam Kyai Sandergo dan istri, pengikut Kyai Hanggayuda.

Tulisan pada nisan di keempat makam sayangnya sudah tidak bisa dibaca lagi. Keterangan di atas baru belakangan saya peroleh dari Turmudi, kuncen Makam Kyai Hanggayuda, yang saya temui di ujung jalan semen setelah saya keluar dari kompleks makam.

Suasana di sekitara Makam Kyai Hanggayuda ini boleh dibilang masih wingit, didukung dua pohon besar berusia ratusan tahun di dekatnya, juga pekarangan makam yang luas di tengah gerumbul semak rimbun dan jauh dari bising suara kendaraan dan lalu lalang orang.

Makam Kyai dan Nyai Hanggayuda terletak bersisian di bawah sebuah pohon berukuran besar yang menaunginya. Jika makam Kyai Hanggayuda masih relatif utuh, maka tidak demikian dengan makam Nyai Hanggayuda yang terlihat sudah retak, mungkin karena lebih dekat jaraknya ke pohon.

Tiga makam yang letak batu batanya sudah tak beraturan lagi dan dibalut lumut hijau terlihat berderet di sudut kiri area Makam Kyai Hanggayuda. Keterangan nama di ketiga makam itu juga sudah tidak terbaca lagi.

Turmudi menyebut nama pemilik makam adalah Mil'ul Jamil Nujum, dan Kyai Bekel. Sedangkan nama pada kubur yang ketiga ia sudah lupa, meski mencoba keras untuk mengingat-ingatnya. Ketiganya merupakan pemgikut Kyai Hanggayuda.

Menurut Turmudi, pohon besar berusia ratusan tahun di dekat Makam Kyai Hanggayuda adalah Pohon Panggang. Ia juga menuturkan bahwa dahulu ada banyak Katik di tempat itu, yaitu sejenis burung yang besarnya hampir sama dengan burung merpati.

Semoga pada saatnya nanti Makam Kyai Hanggayuda juga mendapat perhatian yang layak dari pemerintah Kabupaten Kebumen, karena bagaimana pun ia adalah keturunan Pangeran Bumidirja dan juga leluhur dari keluarga Aroeng Binang.

Makam Honggoyudo Kutawinangun Kebumen

Alamat : Dukuh Suaran, Desa Mekarsari, Kutawinangun, Kebumen. Lokasi GPS : -7.72512, 109.74419, Waze.

Galeri Foto Makam Honggoyudo Kutawinangun

Tiga makam yang letak batu batanya sudah tak beraturan lagi dan dibalut lumut hijau berderet di sudut kiri area Makam Kyai Hanggayuda. Keterangan nama di ketiga makam itu juga sudah tidak terbaca lagi.

makam kyai hanggayuda kebumen

Makam Kyai dan Nyai Hanggayuda yang terletak bersisian. Jika makam Kyai Hanggayuda masih relatif utuh, maka tidak demikian dengan makam Nyai Hanggayuda yang terlihat sudah retak, mungkin karena lebih dekat jaraknya ke pohon.

makam kyai hanggayuda kebumen

Pohon Panggang berusia ratusan tahun dengan percabangan batang yang banyak. Bagian bawah pohonnya terlihat ruwet namun indah karena balutan akar-akarnya yang besar.

makam kyai hanggayuda kebumen

Makam Hanggayuda dengan Pohon Panggang di dekatnya. Akar Pohon Panggang inilah yang kemudian membuat retak kijing, terutama kijing yang lebih dekat ke pohon. Di ujung sana terlihat bata telanjang yang disusun menjadi tembok namun sudah rusak.

makam kyai hanggayuda kebumen

Makam Hanggayuda dengan latar belakang Pohon Panggang yang satunya lagi. Pohon ini lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan dengan pohon yang ada di sebelah kanan makam. Karena jaraknya masih cukup jauh dari makam, akar pohon itu belum sampai mengganggu makam.

makam kyai hanggayuda kebumen

Makam Kyai Sandergo dengan latar Pohon Panggang yang meskipun batang pohonnya tidak terlihat sebesar pohon yang satunya lagi, namun batang penyusunnya sangatlah rapat.

makam kyai hanggayuda kebumen

Gapura Makam Hanggayuda dengan pohon panggang berusia ratusan tahun berada di sebelah kirinya. Pohon panggang yang satunya lagi ada di belakangnya.

makam kyai hanggayuda kebumen

Turmudi, kuncen Makam Hanggayuda, yang mengaku mantan Kaum dan rumahnya ada di sebelah kanan gang masuk ke makam.

makam kyai hanggayuda kebumen

Bagian atas Pohon Panggang dengan dahan-dahan yang masing-masing sudah sebesar batang pohon sendiri. Kulitnya relatif mulus dan batangnya ada yang relatif lurus menjulang tinggi.

makam kyai hanggayuda kebumen

Kalau melihat akar-akar gantungnya yang banyak diantaranya sudah berukuran besar maka ini adalah pohon beringin yang berumur sudah sangat tua. Sudah sangat sulit untuk menjumpai pohon dengan umur setua itu, kecuali di area makam seperti ini yang dianggap masih keramat.

makam kyai hanggayuda kebumen

Sisi lain dari Pohon Panggang di kompleks Makam Kyai Hanggayuda (Honggoyudo) memperlihatkan belitan akar-akarnya yang sudah berukuran cukup besar dan bisa membantu menopang batang pohon utamanya.

makam kyai hanggayuda kebumen

Bagian atas dari Pohon Panggang yang meskipun cukup padat daunnya namun tak serimbun pohon beringin. Semoga saja pohon ini lestari, dan Makam Kyai Hanggayuda telah pula dipugar oleh keluarga atau pemerintah daerah setempat.

makam kyai hanggayuda kebumen

Info Kebumen

Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.