Wahana Ombang Ombang Dufan Ancol Jakarta Utara

November 23, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Wahana Ombang Ombang Dufan kabarnya merupakan wahana atau tunggangan favorit, bukan hanya bagi para pengunjung Dufan atau Dunia Fantasi Ancol di Jakarta Utara, namun juga menjadi favorit bagi para pengunjung theme park lainnya di berbagai penjuru dunia yang menyediakan tunggangan yang terbilang klasik ini.

Lokasi Wahana Ombang Ombang berada di dalam Kawasan Yunani, yaitu di sisi ujung utara Dunia Fantasi, di bagian tengahnya. Posisinya terletak diantara Wahana Pontang Pontang di sebelah kanan dan Hysteria di sebelah kirinya. Di dekatnya juga ada Wahana Ontang Anting, Pentas Prestasi, 3D Simulator, Baku Toki, dan Gajah Bledug. Sekelebat kebanyakan orang akan berpikir bahwa ada yang salah dengan nama wahana ini, karena tak ada istilah dalam bahasa Indonesia yang menggandakan kata ombang. Yang ada adalah ombang-ambing, atau terombang-ambing yang salah satu maknanya menurut KBBI adalah terapung-apung turun naik ke kiri dan ke kanan dibawa ombak, dan tak jelas akan dibawa kemana.

Keseruan naik Wahana Ombang Ombang ini berlangsung selama hampir 4 menit, atau tepatnya 3,6 menit. Tak begitu lama buat yang masih mengantri menunggu giliran untuk naik, namun sudah cukup lama buat yang sedang diombang-ombang badannya di atas piring terbang. Jika pernah dan senang naik undar, apalagi yang diameternya sangat besar, maka akan senang pula naik wahana ini.

wahana ombang ombang dufan
Foto tengara nama ini perlu diperlihatkan untuk menghilangkan keraguan tentang nama Wahana Ombang Ombang Dufan Ancol, yang bukan salah ketik, dan bukan ombang ambing. Memang namanya terdengar agak janggal di telinga, oleh sebab tak terbiasa mendengarnya, namun sah saja untuk memberi nama berbeda pada permainan seperti ini.

Boleh jadi karena para pengunjung Dufan yang naik wahana ini tidak bakalan terombang-ambing dengan arah yang tidak jelas, oleh karena semua gerakan wahana ini sudah terpogram sedemikian rupa yang dibuat dengan perhitungan matang. Tentunya perhitungan yang mengutamakan keselamatan pengunjung, dan dosis yang pas untuk membuat darah berdesir dan mulut berteriak kaget campur senang.

Letak dudukan Wahana Ombang Ombang ini lebih tinggi sekitar semeteran lebih dari area di sekelilingnya, mungkin untuk memberi kesan lebih sedap kepada pengunjung saat terombang-ombang naik turun. Ini bakal dirasakan asik terutama ketika piringan dalam posisi miring penuh, dan pengunjung berada di puncak piringannya.

Di bawah piringan Wahana Ombang Ombang adalah motor penggerak dan tuas hidraulik yang kombinasi gerakan berputarnya secara mendatar dan tuas yang bergerak secara vertikal menimbulkan efek seru-seruan seperti sedang naik kapal yang mengapung di atas air laut yang bergelombang setinggi satu meteran. Setelah beberapa saat berputar ke arah depan, gerakan piringan ini pun berubah arah ke belakang.

Dulu, entah beberapa tahun yang lalu, pengunjung yang tidak memiliki tiket terusan harus membeli tiket di sejumlah loket yang ada di dalam kawasan Dufan untuk bisa naik Wahana Ombang Ombang. Sekarang tak ada lagi tiket satuan, karena yang dijual adalah hanya tiket reguler sebagai pass untuk seluruh tempat yang ada di Dufan, tanpa perlu membayar lagi.

Pengunjung hanya sekali antri beli tiket di loket, atau beli via toko online, dan tinggal sabar menunggu giliran masuk dengan berdiri atau duduk ngesot di lajur antrian wahana yang diminati. Jika punya waktu terbatas, atau tak sabar antri, ada pilihan membeli tiket fast track yang hanya bisa dibeli di tempat, yaitu di depan wahana Turangga Rangga.

Karena itulah di depan loket itu sekarang ditutup dengan papan yang berisi segala macam larangan yang sifatnya umum saja, namun tentunya tetap perlu diperhatikan bagi yang ingin naik wahana ini. Syarat untuk bisa naik wahana ini hanyalah mempunyai tinggi minimal 1 meter.

Wahana ini dibuat oleh Chance, sebuah perusahaan keluarga dari AS yang membuat berbagai wahana bagi taman tematik seperti Dufan, termasuk roller coaster dan Ferris wheel. Wahana yang nama aslinya Wipeout ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1991, sebagai penyempurnaa dari versi sebelumnya yang dinamai Trabant. Nama lain dari wahana Ombang Ombang, selain Wipeout, adalah the Mexican Hat, Hully Gully, Sombrero, Wagon Wheel, Casino, Razzle Dazzle dan Super Satellite.

Wahana Ombang Ombang ini bentuknya seperti piring terbang dengan kursi setinggi sekitar setengah meter dari lantai, yang masih cukup mudah untuk naik ke atasnya landasannya. Kursi yang melingkar itu tak terlihat bergoyang saat orang naik, karena disangga ban karet yang juga berfungsi sebagai rem.

Jumlah kursi yang masing-masing diberi nomor itu seluruhnya ada 20 buah, dan karena masing-masing kursi hanya bisa diisi oleh dua orang maka setiap kali trip wahana ini sanggup menggendong maksimal 40 orang. Di setiap kursi ada pegangan tangan dari besi berlapis enamel, yang terhubung dengan palang penutup kursi di sebelah kanannya.

Sayangnya ada beberapa kursi yang pegangan tangannya sudah lenyap, mungkin rusak dan belum diganti dengan yang baru, jika memang sudah ada niatan untuk menggantinya. Oleh karena itu, kursi-kursi itu dan kursi-kursi yang berlawanan di seberangnya (untuk menjaga keseimbangan piringan) dibiarkan dalam keadaan kosong.

Saya sempat mengambil foto Wahana Ombang Ombang setelah beberapa saat sejak ia mulai berputar, dengan piringan yang sudah berputar miring namun belum cukup ekstrim sudut kemiringannya. Seperti tampak pada foto itu, kursi-kursi yang dibiarkan kosong adalah kursi yang pegangan tangan dan palang pintunya sudah tak ada lagi di tempatnya.

Kursi-kursi yang diduduki oleh para pengunjung itu seolah dipegang erat oleh tangan-tangan Gurita berukuran raksasa berkacamata yang duduk manis di atas pusat piringan. Belalai tangan itu juga menjadi tempat bagi lampu-lampu hias kecil yang akan menyala ketika senja mulai jatuh. Namun yang rusak-rusak itu mestinya sudah diperbaiki saat Anda ke sana.

Wahana Ombang Ombang Dufan

Alamat : Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Telp. 021 - 64710000, 021 - 6403249/50 ext. 421/422. Lokasi GPS : -6.1224411, 106.8326751, Waze. Jam buka : Senin s/d Jumat 10.00 - 18.00, Sabtu, Minggu, Libur: 10.00 - 20.00. Harga tiket masuk : Rp200.000, dan Rp295.000 untuk akhir pekan. Annual Pass Rp600.000, cek promo sebelum beli tiket.

Video Wahana Ombang Ombang Dufan



Galeri Foto Wahana Ombang Ombang

Dulu, entah beberapa tahun yang lalu, pengunjung yang tidak memiliki tiket terusan harus membeli tiket di loket ini untuk bisa naik Wahana Ombang Ombang. Sekarang tak ada lagi tiket satuan, karena yang ada sekarang adalah tiket reguler sebagai pass untuk seluruh tempat yang ada di Dufan tanpa perlu membayar lagi.

wahana ombang ombang dufan

Wahana Ombang Ombang ini bentuknya seperti piring terbang dengan kursi setinggi sekitar setengah meter dari lantai, yang masih cukup mudah untuk naik ke atasnya landasannya, sebagaimana terlihat pada foto. Kursi yang melingkar itu tak terlihat bergoyang saat orang naik, karena disangga ban karet yang juga berfungsi sebagai rem saat hendak berhenti.

wahana ombang ombang dufan

Penampakan Wahana Ombang Ombang setelah beberapa saat sejak ia mulai berputar, dengan piringan yang sudah berputar miring namun belum cukup ekstrim sudut kemiringannya. Seperti tampak pada foto, kursi-kursi yang dibiarkan kosong adalah kursi yang pegangan tangan dan palang pintunya sudah tak ada lagi di tempatnya.

wahana ombang ombang dufan

Lorong yang menjadi akses masuk antrian untuk naik ke Wahana Ombang Ombang Dufan. Lampu-lampu sudah mulai menyala, tanda sebentar lagi senja sudah akan jatuh di daerah Jakarta. Hari-hari biasa Dufan buka hingga jam 6 sore, namun di hari Sabtu dan Minggu buka hingga jam 8 malam. Jam buka tetap jam 10 pagi.

wahana ombang ombang dufan

Penampakan saat Wahana Ombang Ombang baru saja ditinggalkan oleh para penumpangnya setelah selesai merasakan pengalaman berputar naik turun selama hampir empat menit. Di ujung sana adalah tempat dimana petugas mengoperasikan wahana.

wahana ombang ombang dufan

Seorang petugas tampak tengah membantu memasangkan palang pintu pengaman untuk masuk ke lubangnya. Setiap kursi dicek oleh petugas dan dibantu pemasangan palangnya, sekaligus mereka melakukan pengecekan jika masih ada kursi kosong yang bisa dinaiki pengunjung lainnya.

wahana ombang ombang dufan

Setelah proses pengecekan selesai dilakukan, semua petugas meninggalkan area yang ada di dalam lingkaran, oleh sebab piringan wahana ini bukan hanya bergerak naik turun namun juga mendatar, sehingga sangat berbahaya jika ada orang berdiri di dalam area ini.

wahana ombang ombang dufan

Tempat duduk di wahana ini cukup lagi, bahkan bagi orang yang berperawakan tinggi sekalipun. Sekadar saran saja, agar jangan ikut meniru mas ini yang iseng meletakkan kaki tidak pada tempatnya, karena bagaimana pun selain alas kaki umumnya kotor, meletakkan kaki pada tempatnya tentu lebih baik.

wahana ombang ombang dufan

Pada awal putaran, piringan masih bergerak mendatar secara tidak konsentrik, artinya satu sisinya bisa serong cukup jauh hingga sampai hampir mendekati pinggiran lingkaran dimana orang berdiri menonton dari balik pagarnya.

wahana ombang ombang dufan

Beginilah penampakan bagian bawah piringan Wahana Ombang Ombang ketika sudah mulai miring dan orang merasa sudah seperti sedang duduk di atas air laut yang bergelombang naik turun. Cahaya lampu warna-warni yang ada di bawah piringan menjadi hiburan bagi orang yang menonton sambil menunggui teman atau keluarganya yang naik wahana ini.

wahana ombang ombang dufan

Penampakan ketika piringan sedang menukik hingga hampir menyentuh lantai setelah sebelumnya naik cukup tinggi. Di ujung sana adalah para pengunjung yang sedang mengantri giliran untuk naik. Tak begitu padat antriannya karena hari telah mulai sore.

wahana ombang ombang dufan

Tampak pada sebelah kiri pada foto adalah tuas hidraulik yang batangnya mulai memanjang dan mendorong ke arah atas batang besi besar yang menjadi penyangga piringan wahana Ombang Ombang. Bukan hanya menyangga, namun di bagian ujungnya juga ada mekanisme lain yang membuat piringan bisa berputar.

wahana ombang ombang dufan

Perhatikan posisi besi penyangga yang telah berubah dari posisi sebelumnya yang terlihat pada foto sebelumnya. Perubahan posisi tuas hidraulik dan posisi piringan pada ujung atas besi penyangga itulah yang menciptakan sensasi gelombang pada penumpang yang duduk di atas piringan.

wahana ombang ombang dufan

Posisi tuas dan ketinggian tuas telah berubah lagi, yang membuat posisi piringan hampir pada sudut kemiringan ekstremnya. Satu sisi kursinya ada pada bagian paling rendah yang hampir menyentuh lantai, dan pada sisi berlawanan berada pada posisi paling puncak dari gelombang mekanik buatan ini.

wahana ombang ombang dufan

Pemandangan pada bagian atas piringan, ketika wahana menukik tajam dan lalu menanjak naik lagi hingga sampai ke titik puncak tertingginya, dan para pengunjung yang duduk di sana pun merasakan desir darahnya berjalan lebih cepat dari biasanya.

wahana ombang ombang dufan

Pemandangan pada sisi sebelah kanan wahana, yang memperlihatkan ketinggian dasar lantai wahana dari area di sekitarnya. Ini memberi sensasi yang lebih hebat ketika pengunjung berada di puncak kemiringan oleh karena ketinggiannya dari area sekitar. Trap-trapan menurun adalah diperuntukkan bagi pengunjung yang keluar dari dalam area wahana setelah habis waktunya.

wahana ombang ombang dufan

Posisi piringan yang sudah cukup tinggi sudut kemiringannya membuat orang serasa sedang terbang melayang ke angkasa, sehingga orang yang mengantri di ujung sana bisa terlihat dengan jelas.

wahana ombang ombang dufan

Adanya lampu yang warna warni membuat orang yang melihat di pinggiran areanya tidak terlalu bosan untuk menunggu, selain tentu saja teriakan orang yang kaget kesenangan ketika piringannya menukik atau pindah arah gerakan.

wahana ombang ombang dufan

Piringan wahana ini terlihat dekat bukan karena diambil dengan menggunakan lensa tele, namun karena piringannya yang memang mendekat ke tempat dimana saya berdiri, oleh sebab gerakan mendatar yang tidak konsentrik dari rotor yang ada di bawah piringan.

wahana ombang ombang dufan

Pemandangan ketika piringan Wahana Ombang Ombang sudah akan segera berhenti berputar. Perhatikan pada ujung kanan bawah piringan, dimana terdapat roda karet yang selain berfungsi sebagai rem agar piringan berhenti berputar, juga sebagai penstabil saat orang naik atau turun dari kursi.

wahana ombang ombang dufan

Ini adalah kelompok terbang berikutnya yang naik setelah menunggu sekitar empat menit jika beruntung, atau hingga 8 menitan atau lebih jika sedang ramai orang yang mengantri hendak naik wahana ini.

wahana ombang ombang dufan

Paman dan keponakan tertawa senang dan saat merasakan sensasinya ketika wahana mulai berputar, naik dan lalu menukik turun semakin cepat, diikuti dengan sejumlah variasi gerakan heboh lainnya.

wahana ombang ombang dufan

Menonton wahana seperti ini kadang tak kalah menyenangkan dibandingkan yang naik. Lagi pula tanpa ada yang menonton, mereka yang sedang naik pun akan merasa ada yang kurang keseruannya. Orang memang sering senang saling melihat, sawang sinawang, yang kadang bisa membuat lupa sejenak pada masalah yang sedang dihadapi.

wahana ombang ombang dufan

Meskipun ada tempat duduk, yang memang tidak banyak, mereka yang sedang menunggu ada yang lebih memilih duduk di atas tembok rendah yang membatasi pinggiran taman. Beruntung cukup banyak pohon rindang di sekitar area wahana ini.

wahana ombang ombang dufan

Ada pilihan lain jika tak hendak menunggu sambil menonton di pinggiran area Wahana Ombang Ombang, yaitu duduk santai sembari menyantap semangkok bakso di lapak makanan yang lumayan nyaman ini. Lokasinya persis berada di sebelah kirinya.

wahana ombang ombang dufan

Seorang bapak tampak tersenyum saat memandang ke arah piringan wahana Ombang Ombang yang tengah menukik dan mendengar pula suara-suara teriak kesenangan dari mereka yang tengah asik menunggang di atasnya.

wahana ombang ombang dufan

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Utara, Hotel Melati di Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta Utara, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Utara.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.