Pura Tirta Empul Gianyar Bali

February 11, 2019. Label:
aroengbinang.com - Pura Tirta Empul Gianyar berada di sebuah lembah, di Desa Manukaya, Kabupaten Gianyar, tepat di sebelah bawah Istana Tampak Siring, istana kepresidenan yang ada Bali. Jika beberapa tahun lalu saya melihat ke Pura Tirta Empul ini dari Istana Tampak Siring, maka kali ini saya bisa melakukan penglihatan yang sebaliknya.

Lokasi Pura Tirta Empul Gianyar berada cukup jauh dari tempat parkir kendaraan, dan hujan gerimis rapat telah turun ketika kami tiba di parkiran yang cukup luas. Beruntung tersedia cukup banyak payung yang bisa disewa dari anak-anak mangkal di tempat parkir, sehingga tidak perlu berhujan-hujan untuk sampai ke lokasi yang kami tuju. Ada arca di puncak candi kecil dekat tempat parkir Pura Tirta Empul Gianyar. Arca pria itu berdiri dengan posisi kaki sedikit menekuk, tangan kanan di depan dada, dan telapak tangan kiri menghadap ke atas menyangga kendi. Kepala arca mengenakan makuta. Mungkin arca ini adalah Dewa Wisnu yang tengah memegang Tirta Amrta, air kehidupan.

Setelah berjalan menyusuri jalan setapak selama beberapa saat, akhirnya kami melewati sebuah gapura candi bentar dan memasuki sebuah tanah lapang luas dengan pendopo cukup besar berada di sisi sebelah kanan. Ada banyak orang yang berteduh di pendopo, menunggu hujan gerimis reda. Namun ternyata ada banyak pula yang berada di kolam.

pura tirta empul gianyar

Halaman luas dengan bale besar ini berada di area tepat sebelum masuk ke lokasi kolam Pura Tirta Empul Gianyar. Candi bentar sebagai gerbang masuk, yang diapit oleh dua pelinggih, tampak berada di ujung halaman. Di sebelah kiri halaman ini terdapat sebuah Kori Agung yang sangat indah dengan latar belakang Istana Kepresidenan Tampaksiring.

Sepasang raksasa bermahkota di kepalanya terlihat berjaga di depan pintu berukir halus dengan sapuan warna keemasan, dan bagian atas pintu terdapat ukiran Kala dengan kedua taring mencuat ke atas. Berbeda dengan kebanyakan Kala, pada Kala di Kori Agung Pura Tirta Empul Gianyar ini terdapat sepasang tangan dengan jari terkembang.

Di ujung halaman terdapat prasasti dengan huruf latin dan Bali, berisi tata cara kunjung ke tempat suci ini. Dibalik dinding terdapat kolam persegi panjang dengan deret pancuran tempat orang melukat, atau membersihkan diri secara spiritual. Terdapat dua kolam di Pura Tirta Empul, dengan 30 buah pancuran menghadap ke Selatan.

pura tirta empul gianyar

Pada kolam Pura Tirta Empul Gianyar yang berada di sebelah kiri terlihat orang-orang masih sibuk membersihkan diri di pancuran air bening cukup deras. Masing-masing pancuran ini memiliki nama. Di kolam sebelah kanan saya melihat beberapa pengunjung tengah merapatkan kedua tangannya di atas kepala, menyembah dan merapal doa.

Kompleks Pura Tirta Empul Gianyar diperkirakan berdiri tahun 960 M semasa Chandra Bhayasingha, raja keempat Wangsa Warmadewa yang berkuasa di Pulau Bali pada abad ke 10-11. Pendirinya adalah Sri Kesari Warmadewa, yang disebut dalam prasasti Blanjong di Sanur. Airlangga, Raja Kahuripan, adalah keturunan ke-8 wangsa ini.

Di pinggir kolam yang jernih dan berlimpah airnya ada anak laki-laki dan keluarganya duduk, khusuk mengkupkan kedua tangan di atas kepala, memusatkan pikir, rasa dan jiwa untuk berdoa kepada Hyang Widi Wasa. Hujan mengguyur tidak menyurutkan orang menunggu giliran untuk melukat. Air dari Pura Tirta Empul ini mengalir ke Sungai Pakerisan.

Halaman Pura Tirta Empul Gianyar memiliki sejumlah anak tangga cukup tinggi menuju Istana Tampaksiring, namun pagar besinya terkunci. Boleh jadi pintunya dibuka jika ada tamu penting datang atau menginap di Istana. Bisa dimengerti karena alasan keamanan maka tak sembarang orang bisa melewati akses jalan tembus ke istana dan atau ke pura.

Alkisah lebih dari seribu tahun lalu hidup seorang raja jahat sakti bernama Mayadenawa yang bisa merubah dirinya menjadi bentuk apa saja. Pendeta Sang Kulputih pun memohon Batara Indra untuk membunuh Mayadenawa. Pasukan Mayadenawa pun berhasil dikalahkan oleh pasukan Batara Indra dan sisanya melarikan diri. Beruntung malam tiba.

Malam itu, dengan memiringkan telapak kakinya agar tidak meninggalkan jejak, Mayadenawa berjalan menyusup ke dalam kemah pasukan Batara Indra untuk membuat mata air Cetik (racun). Peristiwa ini menjadi asal nama Tampaksiring, berarti tanpa jejak. Esoknya banyak pasukan Bhatara Indra ditemukan mati setelah minum air Cetik.

Bhatara Indra pun menancapkan tombak pusakanya ke tanah, dan terpancarlah air suci yang menghidupkan kembali seluruh pasukan. Mata air ini disebut Tirta Empul, atau air bergelembung. Mengetahui usahanya gagal, Mayadenawa lari seraya merubah bentuk berkali-kali, namun tidak bisa menipu Batara Indra yang terus mengejarnya.

Ketika Mayadenawa berubah menjadi batu, ia dipanah Batara Indra dan dari batu itu mengalir deras cucuran darah yang menjadi Sungai Petanu. Selama seribu tahun air Sungai Petanu dikutuk, membuat padi tumbuh cepat namun darah keluar ketika padi dipanen dan tersebar bau anyir. Kematian Mayadenawa diperingati setiap 210 hari sesuai Kalender Pakuwon Bali sebagai kemenangan kebaikan (dharma ) atas kejahatan (adharma), dan hari itu dikenal sebagai Hari Raya Galungan.

Pura Tirta Empul Gianyar

Alamat : Desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Lokasi GPS : -8.41492, 115.31590, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Pura Tirta Empul

Halaman Pura Tirta Empul dengan undakan menuju Istana Tampaksiring, namun pagar besinya terkunci yang tampaknya dibuka hanya jika ada tamu penting datang atau menginap di Istana Tampaksiring.

pura tirta empul gianyar

Sebuah arca di puncak sebuah candi kecil dekat dengan tempat parkir Pura Tirta Empul, dengan warna-warni ojek payung di latar depan.

pura tirta empul gianyar

Sebuah arca di puncak sebuah candi kecil dekat dengan tempat parkir Pura Tirta Empul, dengan warna-warni ojek payung di latar depan.

pura tirta empul gianyar

Arca pria itu berdiri dengan posisi kaki sedikit menekuk, tangan kanan di depan dada, dan telapak tangan kiri menghadap ke atas menyangga sebuah kendi atau tempat air. Kepala arca mengenakan makuta. Mungkin arca ini adalah Dewa Wisnu yang tengah memegang Tirta Amrta, air kehidupan.

pura tirta empul gianyar

Di ujung halaman terdapat prasasti pada batu cukup besar yang ditulis dengan huruf latin dan Bali, berisi tata cara kunjung ke tempat suci ini. Hujan masih turun cukup deras ketika kami sampai di depan prasasti.

pura tirta empul gianyar

Kolam berbentuk persegi panjang di Pura Tirta Empul dengan deretan pancuran tempat orang untuk melukat, yaitu membersihkan diri secara spiritual. Terdapat dua buah kolam dengan seluruhnya ada 30 buah pancuran menghadap ke arah Selatan.

pura tirta empul gianyar

Kolam sebelah kanan Pura Tirta Empul ketika beberapa pengunjung merapatkan tangan, menyembah dan merapal doa. Air Pura Tirta Empul ini mengalir ke Sungai Pakerisan.

pura tirta empul gianyar

Di pinggir kolam yang terlihat sangat jernih dan berlimpah ada seorang anak laki-laki dan keluarganya tengah duduk khusuk, mengkupkan kedua tangan di atas kepala, memusatkan pikir, hati dan jiwanya untuk memuja kepada Hyang Widi Wasa.

pura tirta empul gianyar

Hujan yang terus mengguyur tidak menyurutkan orang untuk menunggu giliran melakukan ritual melukat di kolam Pura Tirta Empul.

pura tirta empul gianyar

Air kolam Pura Tirta Empul terlihat sangat jernih dan berlimpah. Semoga daerah resapan air di atas sana masih terus terjaga sehingga air jernih akan tetap terus mengalir. Lembaran karet terlihat digelar di jalan pemisah agar tidak licin ketika dilewati.

pura tirta empul gianyar

Tulisan di atas pancuran paling kiri berbunyi "Tirta Empul" dan di bawahnya terdapat arca yang dibalut kain kuning putih. Di sebelah arca terdapat batu bertulis akasara Jawa Bali, dan bertumpuk disektiarnya adal kotak janur berisi bunga persembahan. Di atas dua pancuran sebelahnya terdapat batu berukir lambang sawstika, dan lalu di sebelahnya lagi ada batu bertulis. Di belakang batu itu ada tulisan "Tirta Sambutan / Pamlaspas".

pura tirta empul gianyar

Di pancuran Tirta Empul di sebelah kanan tampak lebih banyak orang yang mengantri untuk mengguyur kepala dan badan, ketimbang pada pancuran yang ada di paling kiri.

pura tirta empul gianyar

Pancuran paling kiri adalah Tirta Pabersihan, dan di sebelahnya adalah Tirta Pangentas. Kedua pancuran ini sepi karena memang lazimnya digunakan pada upacara kematian.

pura tirta empul gianyar

Di sebelah kiri halaman ini terdapat sebuah Kori Agung yang sangat indah dengan latar belakang Istana Tampaksiring. Sepasang raksasa bermahkota berjaga di depan pintu berukir halus dengan sapuan warna keemasan, dan bagian atas pintu terdapat ukiran Kala dengan kedua taring mencuat ke atas.

pura tirta empul gianyar

Berbeda dengan kebanyakan Kala lain, pada Kala di Kori Agung Pura Tirta Empul ini terdapat sepasang tangan dengan jari terkembang.

pura tirta empul gianyar

Info Gianyar

Hotel di Ubud, Hotel di Gianyar, Hotel di Bali, Tempat Wisata di Gianyar, Peta Wisata Gianyar, Tempat Wisata di Bali.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.