Tugu Lawet Kebumen

September 30, 2019
aroengbinang.com - Tugu Lawet Kebumen merupakan tempat yang paling sering saya lewati selama berada di Kebumen. Salah satunya karena saya menginap di sebuah hotel yang letaknya sangat dekat dengan tugu, dan lokasi Tugu Lawet berjarak kurang dari 1 km ke Alun-alun Kota Kebumen. Tugu Lawet juga berada di tengah simpang empat.

Lawet adalah walet dalam bahasa setempat, burung laut yang sarangnya diburu dan membuat banyak orang kaya karena harganya mahal. Sarang burung walet mengandung glikoprotein yang meregenerasi kolagen, salah satu protein di tubuh manusia yang membuat kulit halus dan cerah.

Tugu Lawet Kebumen dikerjakan oleh seorang pemahat bernama Suko pada 1975. Tak ada informasi lain tentang pemahat ini selain bahwa ia adalah rekan dari Teguh Twan, pemahat lulusan Akademi Seni Rupa Indonesia tahun 1960 yang mengerjakan Monumen Perjuangan Kemit. Melihat dari kualitas tugu, boleh jadi Suko juga lulusan akademi yang sama.

tugu lawet kebumen
Penampakan Tugu Lawet Kebumen yang tampak berbeda dengan bentuk tugu kebanyakan. Tugu setinggi 15 meter ini bentuknya tak teratur, memperlihatkan para penambang sarang burung walet yang tengah berupaya mencapai lokasi sarang dengan merayap sepanjang dinding tebing yang curam. Kondisi berbahaya yang dahulu biasa dihadapi para penambang.

Pada puncak tugu terdapat patung dua ekor Burung Walet yang digambarkan berukuran sangat besar, lebih besar dari patung manusia yang ada di bawahnya. Entah itu sebuah ketidaksengajaan atau memang ada pesan yang hendak disampaikan oleh seniman pembuatnya, baik kepada pemerintah daerah setempat, maupun ke masyarakat secara umum.

Selain dipercaya membuat kulit halus dan cerah, hal yang sangat disukai terutama oleh kaum wanita, sarang burung walet juga dianggap orang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga sanggup memerangi virus influenza dan menyehatkan paru-paru, membantu menyembuhkan luka, dan menguatkan tulang.

tugu lawet kebumen
Penampakan lebih dekat pada Tugu Lawet dengan para penambang yang digambarkan bertelanjang dada dan bercelana pendek, dengan tas penyimpan sarang burung menggantung pada pinggang. Penggambaran para penambang sarang burung walet itu sangat hidup, dengan komposisi yang bagus.

Sayang arsitektur bangunan sekeliling Tugu Lawet Kebumen ini belum mendukung, mungkin bertahan sampai puluhan tahun setelah tulisan ini terbit pertama kali. Persoalannya adalah tak banyak pemimpin daerah yang memiliki keberanian dan sanggup mengumpulkan dukungan untuk membuat perubahan besar pada lanskap kota untuk menjadi jauh lebih baik untuk ditempati.

Tempat penambangan sarang Burung Walet yang dulu terkenal ada di gua-gua alam di Pantai Karangbolong. Pada langit Gua Karangbolong di pantai itu juga dibuat diorama yang menggambarkan para penambang tengah merayap melewati rambatan tali yang menyerupai tangga. Orang juga membuat bangunan untuk menarik burung walet agar bersarang.

tugu lawet kebumen
Pandangan lebih dekat ke puncak Tugu Lawet Kebumen dengan dua ekor Burung Walet besar dengan bulu-bulu berwarna abu-abu mendekati hitam, serta patung dua orang penambang sarang burung yang berdiri menempel pada tebing yang ada di bawahnya. Teknik pembuatan dan cita rasa yang membuat tugu serta patung ini patut dipuji.

Burung Walet diketahui berkaki relatif pendek dan termasuk jarang menapak di atas tanah. Burung inu memiliki sayap meruncing dengan ekor panjang, warna bulunya hitam dengan bagian bawah tubuh umumnya berwarna coklat. Selain di daerah pantai, burung Walet juga bisa hidup di daerah permukiman, atau tinggal di dalam gua atau ruang besar. Bahan yang digunakan untuk membuat sarang Burung Walet adalah air liurnya.

Dahulu Tugu Lewat Kebumen menjadi simbol kemakmuran masyarakat Kebumen dari bisnis sarang burung, dan karenanya menjadi tugu kebanggaan. Kini Tugu Lawet menjadi tugu nostalgia, dan tugu pengingat bahwa eksploitasi anugerah alam yang tak terkendali cepat atau lambat akan berujung pada penyesalan dan pewarisan kerusakan bagi keturunan.

Yang patut dicatat adalah bahwa permintaan sarang burung Walet masih tinggi, baik untuk pasar lokal maupun eksport, terutama ke Tiongkok. Penelitian untuk restorasi habitat Burung Walet di Karangbolong perlu digalakkan. Aturan juga harus dibuat dan ditegakkan untuk penambangan sarang yang memperhatikan tabiat dan kelestarian burung.

Tugu Lawet Kebumen

Alamat : Jalan Pahlawan, Kebumen. Lokasi GPS : -7.6707, 109.66096, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.
Lihat tulisan tentang: .
Penulis : Seorang pejalan musiman ...