Taman Kota Jenderal HM Sarbini Kebumen

Lokasi Taman Kota Jenderal HM Sarbini Kebumen berada di pojok Jl Ahmad Yani dengan Jl Indrakila Kota Kebumen. Taman ini menempati lahan 7.860 m2 di bekas Terminal Bus Kebumen yang terbengkalai sejak 2003 setelah tidak lagi digunakan. Sempat melewati taman ini beberapa kali hingga akhirnya saya putuskan untuk mampir sebentar.

Selain ingin melihat taman, nama Jenderal HM Sarbini juga menarik perhatian. Apalagi dari jauh bisa terlihat patung dada sang jenderal. Mas Sarbini rupanya lahir di Karanganyar, Kebumen, pada 29 Mei 1914 dan menjadi kebanggaan karena kiprahnya di militer dan pemerintah.

Taman Kota Jenderal HM Sarbini Kebumen berjarak 1,7 km dari Alun-Alun Kebumen, atau 750 meter dari Tugu Lawet arah Tenggara. Lokasinya yang ada di pojok membuatnya gampang diakses.



Sebuah gapura menyambut kedatangan dengan tulisan dari logam diantara kedua tugunya berbunyi "Taman Kota Jend HM Sarbini". Ada siluet burung walet di sana, simbol kejayaan bisnis sarang burung Kebumen di masa lalu, seolah berat untuk melepaskan kejayaan masa lalu yang entah kapan akan datang kembali.

Keberadaan Taman Kota Jenderal HM Sarbini Kebumen layak diapresiasi, apalagi jika perawatan dan peningkatan pemanfaatan serta fasilitasnya terus diperbaiki. Saat itu selain arena bermain anak juga telah tersedia hotspot area, area refleksi untuk kaki, taman lalu lintas, kios, koran dinding dan tempat duduk.


Suasana taman yang cukup asri dengan sejumlah pepohonan yang rimbun. Hanya saja paving blok di sejumlah tempat sudah ditumbuhi rerumputan. Bisa dimengerti bahwa fasilitas luar ruang seperti ini memerlukan perawatan rutin yang telaten, dan tak cukup satu orang untuk merawatnya.

Pembangunan Taman Kota HM Sarbini kabarnya menelan biaya Rp 2,504 miliar dengan dana APBD 2011 Kebumen. Peresmiannya dilakukan Buyar Winarso pada 26 Mei 2012, selaku Bupati Kebumen waktu itu. Namun setelah tiga tahun berjalan, taman ini sudah terlihat kurang mencorong.


Area bermain anak di Taman Kota Jenderal HM Sarbini Kebumen, dengan jumlah permainan cukup banyak, namun standard. Menjadi inspiratif jika pemkot membuat area bermain dengan tema permainan tradisional yang mulai punah, seperti engklek, gundu, gasing, egrang, bola bekel, gobag sodor, dakon, gandon, dan membidik tumpuk karet gelang.

Di pendopo Taman Kota Jenderal HM Sarbini Kebumen juga perlu dibuat kegiatan kreatif dimana anak bisa belajar membuat layangan, boneka, kapal dan pesawat kertas, melukis atau menggambar, dan kegiatan kreatif lainnya. Menjadi kewajiban pemerintah dan masyarakat untuk menjaga warisan budaya masa lalu, dengan menyediakan sarana untuk itu.


Patung dada bertopi dan berseragam militer lengkap dengan tanda kepangkatan, bertulis "Jend Purn H.M. Sarbini" dan kutipan kata-kata Bung Karno "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya". Di bawahnya tertulis "Penggagas: Edi Boedianto (Eksponen 45)". Sarbini digambarkan dengan tarikan wajah yang sedang tersenyum.

Prasasti peresmian taman kota dipasang di bagian bawah patung itu. Sarbini pernah menjabat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ke-2 (1974 – 1978), Menteri Transmigrasi dan Koperasi ke-1 (1968 – 1973), dan Menteri Pertahanan Indonesia ke-13 (24 Februari 1966 – 28 Agustus 1966).

Pada 20 Oktober 1945, Letkol Mas Sarbini memimpin pasukan Resimen Kedu Tengah TKR dalam operasi penyerangan-pengepungan tentara sekutu dan NICA di Desa Jambu, Ambarawa. Karenanya fotonya terpampang di Museum Palagan Ambarawa. Ia juga Bapak Legiun Veteran Indonesia, sehingga Gedung Veteran Balai Sarbini di Semanggi Jakarta memakai namanya.

Taman Kota Jenderal HM Sarbini Kebumen

Alamat : Jl Ahmad Yani, Kebumen. Lokasi GPS : -7.67627, 109.66533, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.

Share ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email, Subscribe. . Updated :

Versi Mobile | Kembali ke atas