TPI Pasir Kebumen

October 08, 2019. Label:

TPI Pasir Kebumen adalah salah satu dari sangat sedikit Tempat Pelelangan Ikan yang pernah saya kunjungi dan tulis di catatan perjalanan ini. Mungkin karena ikan laut tak menjadi makanan harian selama puluhan tahun lantaran reaksi alergi kulit, bahkan ikan masih di depan mulut pun kadang kulit sudah gatal.

Namun beberapa bulan terakhir saya lebih sering meminta ada ikan di meja makan. Sekitar 2.8 km dari Pesanggrahan Nyi Roro Kidul arah ke Barat kami belok kiri di pertigaan gedung SDN Pasir . Setelah 900 m berkendara kami sampai di TPI Pasir Kebumen. Halaman TPI Pasir Kebumen lumayan luas, dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar 25 meter. Gedung terbuka TPI Pasir-nya sendiri panjangnya sekitar 40 meter dengan lebar 20 meter.

Saat itu sudah lewat tengah hari ketika saya sampai, sehingga suasana di TPI Pasir terlihat tak begitu sibuk. Nelayan mendarat ke Pantai Pasir mulai dari sekitar jam 11 hingga sore hari. Selain Ikan Layur, di TPI Pasir orang juga bisa memperoleh ubur-ubur jika masa panennya tiba. Saat itu ada juga Ikan Tunul (baracuda), Pe (Ikan Pari) Totol, Pe Kodok, Pe Lawet, Lanjam Ginggo, dan ikan lainnya. Namun yang menyedihkan adalah saya melihat ada Ikan Pari kecil yang ditangkap juga.

tpi pasir kebumen

Suasana yang tertangkap di TPI Pasir Kebumen siang itu. Kesibukan tampak sudah reda, beberapa orang hanya terlihat duduk-duduk di bangku, mungkin menunggu kapal nelayan tersisa yang belum datang untuk menurunkan hasil tangkapan ikannya.

Kotak-kotak stereoform putih digunakan sebagai wadah ikan, sedangkan kotak plastik kuning biasanya dipakai nelayan untuk menyimpan ikan hasil tangkapannya dengan menambahkan es balok. Dua orang tampak berjongkok menata ikan di lantai yang sudah menua dan belang.

Di sebelah kiri yang dibatasai dengan deretan kayu pipih panjang lengkung adalah tempat penimbangan ikan dengan rantai timbangan tradisional yang menggelantung pada blandar. Di ujung sana adalah ruangan yang digunakan sebagai kantor pengelola TPI Pasir.

Ketimbang sepenuhnya berharap pada kemurahan penguasa laut, sudah saatnya pemerintah dan nelayan berpikir untuk melakukan budidaya ikan laut semacam Ikan Layur. Jika pun itu belum bisa dilakukan, penelitian terhadap perilaku ikan sangat penting untuk segera dilakukan, terutama adalah pola kembang biaknya, untuk menjamin agar jumlahnya tidak terus menyusut sampai pada titik yang berbahaya bagi keberlangsungan hidup mereka.

tpi pasir kebumen

Seorang pria dengan celana nyaris melorot tengah memindahkan ikan layur ke keranjang untuk ditimbang. Jika ikan-ikan sekecil ini sudah ditangkap maka akan sangat jarang bisa ditemui ikan layur sepanjang 2 meter. Kabarnya jumlah Ikan Layur yang bisa ditangkap pun sudah mulai menurun drastis. Ini tentu merupakan akibat penangkapan secara sangat berlebihan tanpa memperhatikan pola kembang biaknya. Para nelayan harus berpikir keberlangsungan hidup ikan itu, tidak dengan cara sesuka hati mengeruknya dari laut.

Oleh orang Jepang Ikan Layur digunakan sebagai sashimi yang dimakan mentah. Tak heran jika orang Jepang ikut kelimpungan saat Menteri Susi Pudjiastuti gencar menggasak pencuri ikan di perairan Indonesia dengan menenggalamkan kapal mereka, yang membuat pasokan ikan ke negeri itu menyusut secara sangat signifikan.

Layur (Trichiurus lepturus) memiliki badan panjang ramping yang bisa mencapai 2 m panjangnya, dengan berat sampai 5 kg dan umurnya bisa sampai 15 tahun. Selain dimakan segar, ikan layur dijadikan ikan asin, juga untuk umpan pancing. Dagingnya terbilang kenyal dan mudah dilepas dari tulangnya.

Seorang pria lainnya tengah menata sejumlah Ikan Layur yang digeletakkan begitu saja di atas lantai gedung TPI Pasir yang terlihat masih kotor. Entah ia tengah menunggu pembeli, atau mungkin juga orang itu adalah pembelinya yang tengah menghitung jumlah ikan yang baru saja dibayarnya.

Jejeran ikan yang diasinkan dan dikeringkan di udara terbuka dengan panas matahari ini adalah sisa-sisa ikan yang tak laku pada saat dilelang di TPI Pasir Kebumen. Mesti suatu saat nanti ada cara lain selain diasinkan agar nelayan bisa mendapat manfaat lebih dari berkah rejeki yang berasal dari perut Laut Selatan ini.

Salah satunya adalah ruang simpang dingin (cold storage) yang telah dianggarkan (waktu itu) Menteri Susi Pudjiastuti. Mestinya TPI Pasir Kebumen menjadi salah satu yang mendapatkannya karena merupakan TPI utama. Akan lebih baik lagi jika ada roda berjalan dari pantai ke TPI untuk mengangkut boks ikan setelah turun dari kapal.

Kebijakan Menteri Susi yang mesti dudukung adalah agar dalam menangkap ikan para nelayan menjaga kelestarian, memperhatikan siklus kembang biak, dan tidak memakai pukat harimau yang bakal menghancurkan kelestarian ikan. Nelayan harus berpikir apa yang mereka akan tinggalkan buat nelayan anak keturunan mereka nanti.

TPI Pasir Kebumen

Alamat : Desa Pasir, Pasir Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.7668, 109.43676, Waze.

Galeri Foto TPI Pasir Kebumen

Seorang pria tengah menata Ikan Layur yang digeletakkan begitu saja di atas lantai gedung TPI Pasir yang masih kotor. Entah ia tengah menunggu pembeli, atau entah ia adalah pembelinya yang tengah menghitung jumlah ikan yang baru saja dibelinya.

tpi pasir kebumen

Jejeran ikan yang diasinkan dan dikeringkan di udara terbuka dengan panas matahari ini adalah sisa-sisa ikan yang tak laku pada saat dilelang di TPI Pasir Kebumen. Mesti ada cara lain selain diasinkan agar nelayan bisa mendapat manfaat lebih.

tpi pasir kebumen

Empat orang tengah sibuk memindahkan ikan dari boks warna kuning yang baru turun dari kapal nelayan ke boks lainnya untuk ditimbang, sementara beberapa orang lainnya mengawasi. Di sebelah kiri belakang adalah timbangan tradisional yang digunakan untuk menimbang ikan. Fasilitas seperti ini yang perlu dibuat modern oleh Menter Susi.

tpi pasir kebumen

Ikan Layur dalam keranjang yang siap diangkat. Adalah tugas pemerintah dan peneliti untuk mendidik para nelayan agar mengerti siklus hidup ikan semacam ini, sehingga tidak menangkap ikan muda dan tidak menangkap ikan yang bertelur. TPI bisa menjadi ujung tombak upaya melakukan hal benar dalam mengelola kekayaan laut kita.

tpi pasir kebumen

Keranjang besar berisi ikan layur itu ditimbang pada timbangan duduk mekanik, sedangkan ikan salam jumlah kecil ditimbang dengan memakai timbangan gantung seperti tampak di latar depan.

tpi pasir kebumen

Kaca yang menjadi pembatan area terbuka dengan Kantor Pengelola TPI Pasir Kebumen. Model seperti ini sudah kuno. Menteri Susi baiknya meniru kantor pelayanan di kelurahan di Solo dan Jakarta setelah era Jokowi yang lebih profesional dan melayani.

tpi pasir kebumen

Miris juga melihat darah merah berceceran di lantai TPI Pasir ini. Darah merah segar itu mengalir dari sejenis ikan pari yang disebut orang setempat sebagai Ikan Pe. Ikan itu tampaknya belum lama dibunuh setelah dibiarkan hidup sebelum sampai ke daratan.

tpi pasir kebumen

Saya tak tahu persis nama ikan ini. Kepalanya hampir menyerupai lumba-lumba namun sirip bagian atasnya sangat besar, relatif jika dibandingan dengan ukuran badannya. Orang yang ada di sana menyebut nama Lanjam Ginggo, namun tak saya temukan informasi tentang nama itu.

tpi pasir kebumen

Setidaknya ada tiga jenis Ikan Pe yang saat itu tergeletak tak bernyawa di lantai TPI Pasir, yaitu Pe Totol (sejenis pari namun tak ada kikir), Pe Kodok, Pe Lawet.

tpi pasir kebumen

Ikan pari ini tampak masih kecil di mata saya, setidaknya jika dibandingkan dengan ikan pari yang ada di sebelahnya. Jika benar bahwa ikan pari ini masih bayi, maka tak selayaknya nelayan menangkapnya. Menteri Susi perlu menempatkan petugas penyuluhan di setiap TPI, dan menegakkan aturan di setiap TPI tentang ikan yang tidak boleh ditangkap untuk menjaga kelestariannya.

tpi pasir kebumen

Seingat saya ini adalah bagian mulut Ikan Pari yang saat itu posisinya dalam keadaan terlentang. Meski mata Ikan Pari berada di permukaan atas tubuh dan mulut di permukaan tubuh bawah sehingga tidak bisa melihat mangsanya, namun ia tetap bisa makan dengan mengandalkan indra pencium dan reseptorelektrik.

tpi pasir kebumen

Ikan Layur yang siap diangkat. Menteri Susi menyebutkan bahwa dahulu mudah untuk mendapatkan 30 ton Ikan Layur dalam sehari, namun kini mendapatkan 3 ton saja sudah bagus. Pengambilan kekayaan laut yang berlebihan tanpa memperhatikan kelestariannya cepat atau lambat akan berakhir pada kepunahan, atau setidaknya kelangkaan.

tpi pasir kebumen

Memindahkan dari kotak pendingin yang biasanya hanya menggunakan es batu buatan penduduk, tanpa fasilitas pendingin di perahu, ke basket untuk ditimbang setelah mendapatkan pembeli, pun dilakukan secara manual saja.

tpi pasir kebumen

Tangan-tangan yang siap mengangkat tumpukan ikan yang berbadan langsing panjang itu ke arah timbangan yang berada tak jauh di ruangan TPI Pasir.

tpi pasir kebumen

Info Kebumen

Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow This Blog !

Baca Pula