TPI Kota Pekalongan

December 18, 2019. Label:
Hari masih pagi ketika kami tiba di gerbang TPI Kota Pekalongan yang ada di kawasan PPNP (Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan). Persis di samping Sungai Loji. Sungai selebar 100 meter-an ini dalam keadaan normal bisa dilalui oleh kapal nelayan berbobot 30 gross ton.

Suasana ramai saat kami masuk tempat pelelangan TPI Kota Pekalongan dengan atap tumpang tinggi dan tanpa dinding di ketiga sisinya. Terdengar suara pria memakai pengeras , memandu pelelangan. Sementara orang-orang bergerombol mengelilingi tumpuk ikan yang sedang dijual.

Saya cukup terkesan ketika melihat area pelelangan yang cukup bersih, dengan jejeran ikan siap lelang dalam kantung plastik yang rapi, serta proses pelelangan ikan yang tertib. Sesekali saya berhenti untuk mengambil foto yang menarik perhatian. Hanya saja saya tak sempat melihat proses bongkar ikan dari kapal nelayan saat merapat ke dermaga TPI.

TPI Kota Pekalongan 1

Seorang pria tampak sedang mengayuh becak atap terbuka, melintas pelan melewati depan gerbang masuk ke kawasan TPI Kota Pekalongan. Kebanyakan kendaraan yang terlihat parkir di halaman pelelangan adalah sepeda motor. Namun ada juga sejumlah truk ukuran tanggung, dan mobil sekelas Hi-Ace dengan bak terbuka untuk mengangkut ikan dalam jumlah besar.

Pelabuhan Pekalongan semula merupakan pelabuhan umum, namun pada Desember 1974 statusnya diubah menjadi Pelabuhan Khusus Perikanan. Lalu sejak 25 Mei 1978 pelabuhan ini telah resmi menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Penetapan statusnya jauh lebih awal dari pengoperasian Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan yang ada di Kota Cirebon.

Umumnya nelayan yang menjual hasil tangkapan ikannya di setiap TPI akan dikenakan retribusi, demikian juga ada retribusi bagi bakul ikan. Tempat ini mengutip retribusi atau ongkos lelang sebesar 3%, yaitu 1,5% dari hasil penjualan ikan oleh nelayan dan 1,5% dari bakul. Di kota lain ada yang mengutip 5% dari nelayan, dan 3% dari bakul. Terlalu besar.

TPI Kota Pekalongan 1

Seorang pria yang duduk di atas sebuah kursi tinggi dengan mic di tangannya. Ia adalah petugas juru lelang TPI Kota Pekalongan yang sedang beraksi pagi itu. Cara penyampaian proses lelangnya terdengar unik di telinga, bisa menjadi hiburan buat yang mendengarkan. Proses lelang ikannya biasa, pemenang lelang adalah peserta dengan tawaran harga tertinggi.

Suasana pelelangan ikan di TPI Kota Pekalongan bisa tertangkap dalam sebuah foto yang saya ambil, dengan deretan kantung plastik bersih dalam keranjang berisi ikan yang sudah ditimbang. Peserta lelang bergeser dari tumpuk ikan ke tumpuk berikutnya, sementara juru lelang menyebut harga penawaran yang disambut acungan tangan peserta yang bersedia membayar dengan harga itu.

Hampir setiap peserta memegang catatan di tangannya. Selain untuk menulis jumlah bungkus ikan yang sudah dibeli dan harga yang disepakati, mungkin juga untuk mencatat jumlah ikan yang dibeli oleh pesaingnya. Peserta lelang berpengalaman tentu memiliki strategi untuk mendapatkan harga ikan terbaik. Sementara nelayan berharap mendapat harga tertinggi.

Seorang pria muda tampak tengah memecah es balok menjadi potongan es yang lebih kecil dan kemudian dimasukkan ke dalam wadah plastik tebal untuk mengapit tumpukan ikan hasil pembelian lelang, sebelum dibawa pergi dengan kendaraan. Selain es batu, juga ditambahkan butiran yang sepertinya garam, yang konon membuat ketahanan ikannya bisa sampai 16 jam.

Hal itu penting karena pembeli ikan bukan saja dari Pekalongan, namun juga datang dari kota dan daerah jauh yang perjalanannya bisa memakan waktu lebih dari 8 jam. Pelabuhan Pekalongan merupakan salah satu pelabuhan perikanan tertua di Nusantara, dan kabarnya pernah menjadi salah salah satu tempat pendaratan ikan terbesar di negri ini, bahkan di Asia Tenggara.

Ikan yang biasa dilelang di TPI Kota Pekalongan ini adalah Banyar, Bentong, Layang, Lemuru, Tembang, Tongkol dan beberapa jenis tangkapan ikan lainnya. Belakangan terjadi masalah dengan pendaratan kapal nelayan bertonase besar, lantaran pendangkalan di muara Sungai Loji. Pengerukan lumpur pernah dilakukan pada 1992 dan baru dilakukan lagi pada tahun 2015.

Gerbang masuk ke TPI Kota Pekalongan berada persis di depan warung Gulai Kepala Manyung Pak Rozi yang sudah saya cicipi kelezatannya pada hari sebelumnya. Lokasi pelelangan ikan ini juga sangat dekat dengan Pantai Pasir Kencana dimana di dalamnya terdapat Wisata Bahari PPNP yang populer dengan sebutan Sea World Kota Pekalongan.

TPI Kota Pekalongan

Alamat : Kompleks PPNP (Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan), Jl WR Supratman, Pekalongan Kota. Telp 0285-425165. Lokasi GPS : -6.8613183, 109.6910593, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto TPI Kota Pekalongan

Suasana pelelangan ikan di TPI Kota Pekalongan bisa tertangkap dalam foto ini, dengan deretan kantung plastik bersih dalam keranjang berisi ikan yang sudah ditimbang. Peserta lelang bergeser dari tumpuk ikan ke tumpuk berikutnya, sementara juru lelang menyebut harga penawaran yang disambut acungan tangan peserta yang bersedia membayar dengan harga itu.

TPI Kota Pekalongan 1

Seorang pria muda tampak tengah memecah es balok menjadi potongan es yang lebih kecil dan kemudian dimasukkan ke dalam wadah plastik tebal untuk mengapit tumpukan ikan hasil pembelian lelang, sebelum dibawa pergi dengan kendaraan. Selain es batu, juga ditambahkan butiran yang sepertinya garam, yang konon membuat ketahanan ikannya bisa sampai 16 jam.

TPI Kota Pekalongan 1

Deret dan baris ikan yang teronggok rapi dan bersih di dalam kantung palstik yang cukup tebal. Jika saya datang lebih awal tentu akan bisa melihat proses turunnya ikan dari kapal nelayang, bagaimana ikan itu dipilah dan ditimbang, sebelum terlihat rapih seperti ini.

TPI Kota Pekalongan 1

Sekantung ikan siap lelang yang es baloknya sudah meleleh menjadi air dingin. Jika dipikir sungguh kasihan perjalanan nasib ikan-kan itu, yang biasanya hidup senang bergerombol menari di dalam air di lautan bebas yang sangat luas. Jika pun tidak ditangkap nelayan, mereka juga bisa menjadi santapan ikan yang lebih besar.

TPI Kota Pekalongan 1

Seorang pria tampak tengah menaikkan ke atas gledekan besi sebuah keranjang plastik berisi kantung ikan yang sudah dibeli lewat proses lelang. Orang itu akan membawa keranjang ke kendaraan pembeli yang diparkir di halaman, setelah sebelumnya diisi dengan es yang dicampur dengan garam itu.

TPI Kota Pekalongan 1

Melihat pemandangan ini, serta melihat proses lelang, boleh dikatakan bahwa TPI Kota Pekalongan telah dikelola secara profesional, meskipun sepertinya masih ada tuntutan agar pelayanannya bisa lebih ditingkatkan dan retribusinya bisa dikurangi untuk meningkatkan penghasilan para nelayan. Apalagi di musim ombak besar, dimana hampir semua nelayan tidak bisa melaut.

TPI Kota Pekalongan 1

Area yang sedang dibersihkan ini tampaknya adalah tempat dimana ikan pertama kali diletakkan setelah turun dari kapal nelayan yang merapat di dermaga TPI, kemudian dipilah, dimasukkan ke dalam plastik dan ditimbang, sehingga perlu diguyur air seperti ini.

TPI Kota Pekalongan 1

Kerumunan orang yang mewakili nelayan dan bakul terlihat masih banyak, sementara di belakang mereka adalah tumpukan ikan dan pemiliknya yang masih harus sabar menunggu giliran. Ada gumulan strategi dan suratan rejeki yang berlangsung hampir setiap hari di tempat ini. Hanya ketika gelombang laut tinggi tempat ini menjadi sepi.

TPI Kota Pekalongan 1

Penampakan pada es balok yang sudah dipecah yang dicampur dengan butiran garam untuk memperpanjang umur pengawetan ikan. Selain garam juga bisa digunakan kluwak, dan beberapa jenis bahan alami lainnya yang telah dilakukan penelitian untuk menggantikan bahan sintetis kimia yang berbahaya bagi manusia.

TPI Kota Pekalongan 1

Balok es yang sudah dipecah diletakkan pada dasar wadah plastik tebal, naru kemudian diletakkan tumpukan ikan di dalam plastik yang disela-selanya ditambahkan lagi batu es sebagai pendingin. Ada juga banyak bisnis dan pengasi rejeki yang berperan di tempat pelelangan ikan ini.

TPI Kota Pekalongan 1

Deretan tumpukan ikan-ikan yang tengah menunggu pengepakan akhir sebelum dinaikkan ke atas truk bak terbuka yang terlihat telah merapat ke sisi tempat pelelangan. Laut sangatlah luas, namun tetap diperlukan kesadaran dari para nelayan untuk memperhatikan kelangsungan kehidupan ikan yang menjadi sumber penghasilan utama mereka.

TPI Kota Pekalongan

TPI Kota Pekalongan 1

TPI Kota Pekalongan 1

TPI Kota Pekalongan 1

TPI Kota Pekalongan 1

TPI Kota Pekalongan 1

TPI Kota Pekalongan 1

TPI Kota Pekalongan 1

Info Pekalongan

Hotel di Pekalongan, Tempat Wisata di Pekalongan, Peta Wisata Pekalongan.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑