Perbukitan Menoreh Magelang

November 15, 2019. Label:
Adalah sebuah obrolan kecil yang membuat saya sampai mengetahui akan keberadaan sebuah hotel mewah tidak jauh dari Candi Borobudur bernama Aman Jiwo, yang hanya memerlukan beberapa menit berkendara ke arah Perbukitan Menoreh Magelang.

Karena nama Perbukitan Menoreh sendiri memiliki arti khusus buat saya, maka saya pun memutuskan mampir sebentar ke tempat itu untuk secangkir teh dan semangkuk bubur setelah selesai menikmati suasana jelang munculnya mentari pagi di Candi Borobudur. Ketika tiba di lokasi, saya pun turun dari kendaraan, memasuki bangunan hotel, melewati ruang depan dan langsung menuju ke sebuah ruang terbuka di bagian tengah hotel.

Di sana bisa mengambil beberapa foto Perbukitan Menoreh sementara membuat percakapan kecil dengan salah satu karyawan hotel. Menikmati suasana pagi di dekat Perbukitan Menoreh terasa menyenangkan. Sayang saya tidak ada waktu untuk tinggal dan menikmati matahari terbenam, yang konon sangat mistis dan indah. Beberapa pepohonan sejenis Turi terlihat indah dengan latar Perbukitan Menoreh yang berwarna hijau kebiruan.

perbukitan menoreh magelang

Pemandangan ke arah Perbukitan Menoreh yang diambil dari area terbuka Hotel Aman Jiwo ketika matahari baru saja memanjat naik di langit pagi. Perbukitan Menoreh termasuk ke Kecamatan Kulon Progo, membentang dari utara ke barat, dan berada antara 500 – 1000 mdpl.

Di Coffee-shop Hotel Aman Jiwo saya menikmati secangkir teh pahit dan semangkuk bubur seharga sekitar Rp.100.000, sarapan bubur termahal yang pernah saya santap, dan itu sudah beberapa tahun lewat. Bisa dimaklumi, karena untuk menginap semalam di hotel ini, pengunjung harus mengeluarkan uang mulai dari US$ 700 sampai US$ 2.600, belum termasuk tambahan 21% untuk pelayanan dan pajak.

Perbukitan Menoreh begitu berarti buat saya karena jasa seorang penulis produktif yang legendaris bernama SH Mintardja. Ia menulis cerita silat Jawa yang sangat terkenal berlatar belakang sejarah Pajang dan Mataram berjudul Api di Bukit Menoreh, sebuah cerita bersambung terpanjang dalam sejarah penulisan buku silat Indonesia.

Pada masa itu buku roman sejarah lokal masih berjaya baik di kalangan muda maupun kamu tua, dan sering ceritanya diangkat dalam bentuk sandiwara radio yang disiarkan secara bersambung, dan selalu ditunggu dengan setia oleh pendengarnya. Selain silat Cina, atau sadurannya seperti kisah Bende Mataram karangan Herman Pratikto, cerita komik juga masih menikmati masa jayanya.

perbukitan menoreh magelang

Perbukitan Menoreh memiliki puncak berundak-undak yang membuatnya terlihat elok, ditambah lagi dengan latar depan pepohonan yang juga tak kalah cantiknya. Salah seorang karyawan hotel mengatakan bahwa di puncak perbukitan Menoreh terdapat beberapa pos pengamatan yang digunakan pengunjung untuk menikmati suasana saat matahari terbenam atau matahari terbit.

Serial Api di Bukit Menoreh terbit sampai hampir sebanyak 400 buku, dan belum lagi selesai sampai penulisnya meninggal dunia pada Januari 1999, tanpa memberi indikasi bagaimana akhir ceritanya. Entahlah apakah memang disengaja oleh penulisnya untuk tidak memiliki akhir cerita, untuk menjadi salah satu buku cerita serial terpanjang di dunia.

Belakangan ada penulis lain yang meneruskan serial buku itu, namun dengan warna cerita yang berbeda. Buku karangannya yang juga sangat fenomenal dan inspiratif adalah serial Nagasasra dan Sabuk Inten, yang terbit dalam 29 buku. Meskipun di sana sini ada selipan cerita tak penting yang agak berkepanjangan, namun secara umum buku ini ceritanya padat dan memikat.

Tidak sebagaimana menonton film di TV atau di bioskop, dimana penonton disajikan gambaran tokoh dan suasana sesuai dengan apa yang ada di pikiran sutradara dan produsernya, membaca buku membebaskan masing-masing pembacanya untuk menggunakan imaji masing-masing tentang para jagoan, penjahat, maupun alam yang menjadi setting ceritanya. Dan itu sangat menarik, serta membekas sangat lama.

Pemandangan yang asri terlihat dari bangunan tradisional beratap rumbia namun dengan desain yang berkelas, membuat orang dengan dompet tebal mau membayar harga sewa sangat mahal untuk tidur di sana. Selain itu, tempat ini memang jauh dari kebisingan kota, tempat banyak keluarga mencari makan, membuat orang sepenuhnya bisa beristirahat dan menikmati suasana yang tenang dan damai.

Ada sebuah legenda tentang batu cadas putih yang berada di tengah Perbukitan Menoreh. Batu cadas yang bentuknya menyerupai seekor kuda itu konon adalah jelmaan kuda yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro yang digunakannya untuk melintasi Perbukitan Menoreh ketika memimpin perang Jawa melawan tentara kolonial Belanda pada awal abad 19.

Tak jelas bagaimana kisah semacam ini bisa muncul dan kemudian menjadi dongeng yang diceritakan turun temurun sebagai pengantar tidur. Namun orang tua jaman sekarang sepertinya sudah jarang yang menyempatkan waktu untuk mendongeng kepada anak-anaknya sebelum mereka tidur. Entah anaknya yang sibuk dengan gadget, dan atau orang tuanya juga sibuk sendiri.

Saat itu Puncak Candi Borobudur bisa terlihat lamat-lamat tersamar kabut, letaknya pada satu garis lurus dengan jalanan setapak di dalam lingkungan hotel. Jalan itu menuju ke kamar-kamar hotel mewah yang sempat saya tengok dalamannya. Kamar yang romantis memang. Cocok buat pasangan yang hendak menghabiskan sebagian besar waktu untuk bercinta.

Perbukitan Menoreh Magelang

Alamat : Kecamatan Kulon Progo, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.632117, 110.201905, Waze.

Galeri Foto Perbukitan Menoreh Magelang

Pemandangan yang asri diambil dari bangunan tradisional beratap rumbia namun dengan desain yang berkelas, membuat orang dengan dompet tebal mau membayar harga sewa sangat mahal untuk tidur di sana. Selain itu, tempat ini memang jauh dari kebisingan kota, tempat banyak keluarga mencari makan, membuat orang sepenuhnya bisa beristirahat dan menikmati suasana yang tenang dan damai.

perbukitan menoreh magelang

Puncak Candi Borobudur terlihat lamat-lamat di ujung sana tersamar kabut, letaknya pada satu garis lurus dengan jalanan setapak di dalam lingkungan hotel. Jalan itu menuju ke kamar-kamar hotel mewah yang sempat saya tengok dalamannya. Kamar yang romantis memang. Cocok buat pasangan yang hendak menghabiskan sebagian besar waktu untuk bercinta.

perbukitan menoreh magelang

Salah satu puncak yang menonjol di Perbukitan Menoreh tampak di sebelah kiri. Mungkin di sana merupakan salah satu tempat pos pengamatan yang disebut oleh penjaga hotel. Membayangkan jika saja pada tebing itu dibuat undakan untuk menuju ke puncak bukit, tentu akan menjadi atraksi yang akan sangat menarik bagi pelancong.

perbukitan menoreh magelang

Lembah diantara bukit di Perbukitan Menoreh. Pohon di latar depan tampaknya adalah Pohon Turi yang letak dahan dan daunnya tampak sedap dipandang mata. Hawa di sini masih sejuk dingin.

perbukitan menoreh magelang

Matahari mulai naik di atas Perbukitan Menoreh menerangi tanah yang masih basah oleh embun semalam. Menikmati suasana pagi di dekat Perbukitan Menoreh ini terasa menyenangkan.

perbukitan menoreh magelang

Ada sebuah legenda tentang batu cadas putih yang berada di tengah Perbukitan Menoreh pada foto di atas. Batu cadas yang bentuknya menyerupai seekor kuda itu konon adalah jelmaan kuda yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro yang digunakannya untuk melintasi Perbukitan Menoreh ketika memimpin perang Jawa melawan tentara kolonial Belanda pada awal abad 19.

perbukitan menoreh magelang

Perbukitan Menoreh tampaknya seperti perbukitan kapur dengan dinding-dinding bukit berwarna keputihan. Rimbunnya pepohonan di lereng perbukitan membuatnya tak mudah longsor.

perbukitan menoreh magelang

Coffee-shop Hotel Aman Jiwo, dimana saya menikmati secangkir teh pahit dan semangkuk bubur seharga sekitar Rp.100.000, yang mungkin merupakan sarapan bubur termahal yang pernah saya santap.

perbukitan menoreh magelang

Seorang wanita melintas di ruangan coffe-shop yang megah ini. Menginap semalam di hotel ini, pengunjung harus mengeluarkan uang mulai dari US$ 700 sampai US$ 2.600, belum termasuk tambahan 21% untuk pelayanan dan pajak.

perbukitan menoreh magelang

Lintasan jalan di Hotel Aman Jiwo yang menuju ke kamar-kamar hotel mewah yang sangat cocok untuk pasangan yang menginginkan suasana romantis di kaki perbukitan dengan pemandangan yang elok. Candi Borobudur lamat-lamat terlihat di ujung sana. Jika saja sedang ada atraksi kembang api di candi, tentulah akan elok dipandang dari tempat ini.

perbukitan menoreh magelang

Pemandangan yang sama dengan foto sebelumnya namun ditarik lebih ke belakang lagi hingga berada di pinggiran gedung hotel, memperlihatkan kontur hotel dan pemandangannya yang lepas indah ke arah Candi Borobudur di ujung sana.

perbukitan menoreh magelang

Pemandangan ke arah Perbukitan Menoreh yang diambil dari area terbuka Hotel Aman Jiwo ketika matahari baru saja memanjat naik di langit pagi. Perbukitan Menoreh termasuk ke Kecamatan Kulon Progo, membentang dari utara ke barat, dan berada antara 500 – 1000 mdpl.

perbukitan menoreh magelang

Bentuk atap ada yang limasan namun ada juga yang menyerupai candi meski samar. Dengan harga kamar yang begitu mahal maka para tamu tentunya diperlakukan dengan cara berbeda dibanding hotel yang biasa.

perbukitan menoreh magelang

Tempat penjualan suvenir yang menawarkan berbagai patung Buddha, sesuai dengan kedekatannya dengan Candi Borobudur, kain-kain batik halus, perhiasan, hingga baju dan gong.

perbukitan menoreh magelang

Panorama Perbukitan Menoreh lainnya, tampak seperti raksasa yang malas untuk bangun meski matahari sudah merayap naik.

perbukitan menoreh magelang

Seekor burung tampak tengah melayang dan tertangkap kamera secara tidak sengaja. Banyaknya pepohonan di Perbukitan Menoreh menjadi alasan yang sangat baik bagi berbagai macam satwa untuk tinggal menetap di sana.

perbukitan menoreh magelang

Pemandangan lainnya pada jalan untuk menuju ke kamar, dan juga ke sawah di ujung sana. Bagi yang berminat untuk jalan pagi menghirup udara segar, di kaki Perbukitan Menoreh ini bisa menjadi salah satu tujuan yang bisa dipertimbangkan, asal siap merogoh kantung uang lebih dalam.

perbukitan menoreh magelang

Pemandangan lainnya ke arah Perbukitan Menoreh dari area terbuka di belakang gedung utama Hotel Aman Jiwo. Mengikuti nama hotel, pengunjung mungkin akan menjadi aman jiwanya ketika menghabiskan semalam atau dua malam di sana, sekalipun akan membuat bolong kantung uangnya.

perbukitan menoreh magelang

Info Magelang

Peta Wisata Magelang, Tempat Wisata di Magelang, Hotel di Magelang.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑