Candi Pawon Magelang

Candi Pawon Magelang adalah sebuah candi yang ukurannya relatif kecil. Candi ini yang saya kunjungi selepas memotret Perbukitan Menoreh, di daerah Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi berada diantara Candi Borobudur dan Candi Mendut, atau tepatnya 1,75 km jika dari arah Candi Borobudur dan 1,15 km dari arah Candi Mendut, sedikit berbelok dari jalan utama, sehingga bisa terlewati begitu saja.

Tidak ada yang mengetahui asal muasal secara pasti nama Candi Pawon ini. Sejarawan Belanda J.G. de Casparis memperkirakan bahwa nama Pawon berasal dari kata awu yang artinya abu, tempat perabuan, atau tempat mayat dibakar. Konsepnya mungkin berbeda dengan tempat pembakaran mayat yang sekarang, oleh sebab sering pada jaman dahulu ada yang hanya digunakan untuk satu orang penting saja.

Bajranalan adalah nama yang diberikan oleh orang setempat untuk Candi Pawon, yang berasal dari kata Sansekerta vajra yang berarti halilintar dan anala yang artinya api. Halilintar atau petir bisa memercikkan api bisa pula tidak, dan karenanya dianggap perlu menambahkan kata api di belakangnya, sesuai tujuan dibuatnya candi ini.

candi pawon magelang
Candi Pawon ini lokasinya berada di tengah-tengah perumahan penduduk, dipagari dengan jeruji kawat tipis di sekeliling candi dengan tinggi sekitar 1 meter. Adanya pagar itu sedikit memberi perlindungan bagi candi agar tidak menjadi tempat terbuka yang siapa saja boleh berada dan bermain di sana.

Ketika pertama kali dibangun, di sekeliling candi mestinya bersih dari permukiman penduduk dalam jarak setidaknya puluhan meter. Bukan hanya karena tanah pada waktu masih mudah didapat, namun karena area di sekeliling candi seharusnya mampu menampung banyak orang ketika berlangsung sebuah upacara, pembakaran mayat misalnya.

candi pawon magelang
Tampak depan Candi Pawon, dengan undakan setinggi sekitar 2 meter untuk sampai ke lubang masuk ke dalam bilik candi. Lebih tingginya ruang utama candi tentu tidak dimaksudkan agar tidak terendam manakala terjadi banjir, namun lebih karena sebagai penghormatan bagi benda yang sebelumnya ada di dalam candi itu.

Sayangnya di dalam bilik Candi Pawon Magelang ini sudah tidak ditemukan lagi arca yang semestinya berada di sana. Munculnya permukiman penduduk di sekitar candi bisa menjadi petunjuk bahwa dahulu pengawasan area candi sangat lemah, sehingga patung yang ada di dalamnya pun tak terjaga.

candi pawon magelang
Seorang pengunjung wanita dengan dandangan ringkas dan warna cerah yang kontras tampak tengah meniti tangga untuk memasuki ruangan utama Candi Pawon. Catatan yang ada menuturkan bahwa candi ini pernah dipugar oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1903.

Berbeda dengan umumnya candi Buddha lainnya, di puncak Candi Pawon ada stupa utama yang dikelilingi stupa-stupa kecil lainnya, yang bentuk semuanya bisa dikatakan langsing, mungkin menyesuaikan dengan besarnya ukuran candi. Bentuk stupa itu lebih menyerupai bentuk yang ada di candi Hindu. Bagaimana pun kedua kepercayaan itu datang dari anak benua yang sama.

candi pawon magelang
Undakan Candi Pawon dengan relief makara indah di kiri kanannya. Namun hiasan makara yang ada pada ujung anak tangga di sebelah kiri sudah tidak ada lagi. Barangkali tidak terlalu sulit untuk membuatnya kembali, dan menjadikannya menjadi lebih indah, tanpa mengurangi arti kesejarahannya.

Relief ini dibuat dengan cukup halus dan indah, dengan relief kala di atas lubang masuk ke bilik candi, dan dinding luarnya berhias relief pohon kalpataru yang diapit kinara-kinari, mahluk berkepala manusia berbadan burung. Di sekeliling badan candi terdapat relief orang dan sejumlah relief lainnya, yang kondisinya masih cukup baik.

Candi Pawon Magelang

Alamat : Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.606106, 110.219528, Waze. Rujukan : Peta Wisata Magelang, Tempat Wisata di Magelang, Hotel di Magelang.
Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

.