Candi Mendut Magelang

November 15, 2019. Label:
Mengunjungi Candi Mendut Magelang serasa memutar lorong waktu, kembali ke beberapa puluh tahun lalu, ketika pertama kali saya berkunjung ke candi yang tak sebesar Candi Borobudur dan terbilang elok ini. Candi Mendut tidak banyak berubah dari apa yang terekam dalam ingatan, jika pun ingatan itu masih tersisa, hanya saja warung cendera mata sepertinya lebih tertata dan koleksinya lebih bervariasi.

Tidak ada catatan pasti tentang kapan Candi Mendut didirikan, lantaran tak ditemukan prasasti yang secara langsung menyebut mengenai hal itu. Namun seorang arkeolog berkebangsaan Belanda bernama J.G. de Casparis menghubungkan isi prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi dengan tahun dibuatnya Candi Mendut.

Kalimat yang ada di dalam prasasti yang ditemukan di Karangtengah itu menyebutkan bahwa Raja Indra dari Wangsa Syailendra membangun sebuah bangunan suci bernama Wenuwana, bahasa di jaman Jawa kuno yang berarti 'hutan bambu'. Namun tidak jelas benar apa hubungan antara hutan bambu dengan Candi Mendut ini, lantaran hutan seperti itu tak terlihat di sana.

candi mendut magelang

Sebuah pohon beringin besar dan rimbun berdiri anggun di sudut jalan masuk ke area Candi Mendut Magelang dengan sulur-sulur akar menjuntai nyaris menembus bumi, cukup membantu mengurangi terik matahari dan memberi legitimasi pada umur candi yang sangat tua.

Candi Mendut ditemukan dan dibersihkan pada tahun 1836. Kemudian antara tahun 1897 – 1904, kaki dan tubuh Candi Mendut diperbaiki, namun hasilnya masih kurang memuaskan. Pada 1908 Candi Mendut diperbaiki kembali oleh Theodoor van Erp, dan bagian puncaknya dapat disusun ulang. Selanjutnya pada 1925 sejumlah stupa Candi Mendut berhasil disusun kembali. Bangunan Candi Mendut ini tingginya 26,4 meter, dalamannya terbuat dari batu bata yang kemudian ditutup dengan batuan alam.

Jika hari ini kita bisa menikmati keindahan Candi Mendut Magelang, itu karena jasa orang-orang yang tidak tega membiarkan bangunan candi dalam keadaan rusak, terlantar dan tidak utuh. Kepada mereka kita berhutang budi dan pantas berterima kasih. Masih banyak candi dan peninggalan purbakala di negeri ini yang sangat memerlukan kepedulian orang-orang seperti itu.

Kalau berkunjung (kembali) ke Candi Mendut suatu saat nanti, cobalah pergi ke bagian belakang candi, dimana anda akan menemukan sebuah tugu batu bertuliskan huruf Kanji yang didirikan oleh seorang wisatawan asal Jepang, sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya doa yang ia panjatkan di Candi Mendut untuk kesembuhan cucunya.

candi mendut magelang

Serombongan wisman tampak tengah mendaki undakan dan memasuki bilik di dalam perut Candi Mendut, sementara sekelompok anak sekolah yang didampingi gurunya tampak tengah berteduh dari sengat matahari di bawah bayang bangunan candi di sebelah kanan bawah. Mereka kemudian memotret relief di bagian samping Candi Mendut yang detailnya sangat halus dan indah.

Dinding Candi Mendut ini diukir dengan relief Boddhisatwa, yang di antaranya adalah Awalokiteswara, Maitreya, Manjusri, dan Wajrapani, serta relief kalpataru, dua bidadari, Hariti dan Atawaka. Selain itu ada relief pada candi yang menceritakan kisah Angsa dan Kura-kura, serta relief cerita Brahmana dan seekor kepiting.

Yang menarik adalah ada Arca Buddha berukuran besar dengan detail sangat indah di dalam bilik Candi Mendut, yang bernama Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan dharmacakramudra. Di depan Arca Buddha Wairocana Candi Mendut ini terdapat relief roda yang diapit oleh sepasang rusa, yang melambangkan Buddha. Juga diletakkan hiolo (bokor tempat meletakkan tempat hio) dan keranjang untuk manampung sumbangan dari para pengunjung.

Di sebelah kiri Arca Dhyani Buddha Wairocana Candi Mendut ini terdapat Arca Buddha lain bernama Awalokiteswara (Padmapani) dan di sebelah kanannya terdapat Arca Wajrapani. Arca kedua di bilik Candi Mendut ini tidak saya potret karena pencahayaan di dalam bilik yang terlalu lemah.

Beberapa orang wisman terlihat tengah menikmati keindahah relief candi dengan berjalan di sepanjang lorong yang mengelilingi bagian pinggang candi. Keberadaan lorong itu sangat membantu para pengunjung yang hendak menikmati keindahan relief dari jarak yang cukup dekat. Bagian atas Candi Mendut Magelang ini bertingkat tiga, dengan 48 stupa kecil menghiasi puncaknya.

Relief-relief pada Candi Mendut ini menceritakan beberapa kisah yang mengandung pesan-pesan moral. Ada relief yang mengisahkan dua sahabat bernama Dharmabuddhi dan Dustabuddhi. Ketika Dharmabuddhi menemukan sejumlah uang, ia bercerita kepada Dustabuddhi, dan mereka lalu menyembunyikannya di bawah sebatang pohon.

Setiap kali membutuhkan uang, Dharmabuddhi mengambil sebagian dan membaginya secara adil dengan Dustabuddhi. Namun karena timbul rasa tamak yang tak bisa dibendung, suatu ketika Dustabuddhi secara nekat mengambil semua uang yang tersisa, namun ia justru menuduh Dharmabuddhi. Tetapi akhirnya dusta Dustabuddhi terbongkar dan ia pun dihukum.

Pada baris bawah adalah relief Candi Mendut yang menceritakan dua ekor burung betet yang masih bersaudara namun kelakuannya ternyata sangat jauh berbeda. Hal itu bisa terjadi karena yang satu dididik oleh seorang penyamun sedangkan yang satunya lagi dididik oleh seorang brahmana. Namun demikian, kadang pendidikan tidak mampu merubah bibit asli, baik maupun jahat, yang terbawa sejak dari lahir.

Candi Mendut Magelang

Alamat : Jl Mayor Kusen, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.604575, 110.223942, Waze.

Galeri Foto Candi Mendut Magelang

Beberapa orang wisman tengah menikmati keindahah relief candi dengan berjalan sepanjang lorong yang mengelilingi bagian pinggangnya. Bagian atas Candi Mendut Magelang ini bertingkat tiga, dengan 48 stupa kecil menghiasi puncaknya.

candi mendut magelang

Arca Buddha berukuran besar dengan detail sangat indah yang berada di dalam bilik Candi Mendut, yang bernama Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan dharmacakramudra. Di depan Arca Buddha Wairocana Candi Mendut ini terdapat relief roda yang diapit oleh sepasang rusa, yang melambangkan Buddha. Juga diletakkan hiolo (bokor tempat meletakkan tempat hio) dan keranjang untuk manampung sumbangan dari para pengunjung.

candi mendut magelang

Relief-relief pada Candi Mendut ini menceritakan beberapa kisah yang mengandung pesan-pesan moral. Relief pada baris atas dalam foto mengisahkan dua sahabat bernama Dharmabuddhi dan Dustabuddhi. Ketika Dharmabuddhi menemukan sejumlah uang, ia bercerita kepada Dustabuddhi, dan mereka lalu menyembunyikannya di bawah sebatang pohon.

Setiap kali membutuhkan uang, Dharmabuddhi mengambil sebagian dan membaginya secara adil dengan Dustabuddhi. Karena tamak, Dustabuddhi pun mengambil semua uang yang tersisa, namun menuduh Dharmabuddhi. Tetapi akhirnya dusta Dustabuddhi terbongkar dan ia pun dihukum.

Pada baris bawah adalah relief Candi Mendut yang menceritakan dua ekor burung betet yang masih bersaudara namun kelakuannya sangat berbeda karena yang satu dididik oleh seorang penyamun sedangkan yang satunya lagi dididik oleh seorang brahmana.

candi mendut magelang

Arca Buddha berukuran besar dengan detail sangat indah yang berada di dalam bilik Candi Mendut, yang bernama Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan dharmacakramudra. Di depan Arca Buddha Wairocana Candi Mendut ini terdapat relief roda yang diapit oleh sepasang rusa, yang melambangkan Buddha.

candi mendut magelang

Di sebelah kiri Arca Dhyani Buddha Wairocana Candi Mendut ini terdapat Arca Buddha lain bernama Awalokiteswara (Padmapani) dan di sebelah kanannya terdapat Arca Wajrapani. Kedua arca di bilik Candi Mendut ini tidak saya potret karena pencahayaan di dalam bilik yang terlalu lemah.

candi mendut magelang

Di depan Arca Buddha Candi Mendut ini diletakkan hiolo (bokor tempat meletakkan tempat hio) dan keranjang untuk manampung sumbangan dari para pengunjung.

candi mendut magelang

Dinding Candi Mendut ini diukir dengan relief Boddhisatwa, yang di antaranya adalah Awalokiteswara, Maitreya, Manjusri, dan Wajrapani, serta relief kalpataru, dua bidadari, Hariti dan Atawaka. Selain itu masih ada relief Candi Mendut yang menceritakan kisah Angsa dan Kura-kura, serta relief cerita Brahmana dan seekor kepiting.

candi mendut magelang

Pandangan lebih dekat pada bagian depan Candi Mendut dengan sepasang Makara pada tepian undakan kiri kanan, yang disanggak oleh Ghana. Pria berbaju putih di sana itu memegang cermin untuk memantulkan sinar matahari agar masuk ke dalam ruangan candi.

candi mendut magelang

Pandangan lainnya pada bagian depan Candi Mendut yang dibuat dalam bentuk simetris sempurna. Kecanggihan arsitektur nenek moyang kita, serta ketinggian seni budayanya, yang sebagian bisa terlihat pada bangunan candi ini patut untuk diapresiasi.

candi mendut magelang

Beberapa orang turis tampak tengah bergerombol mengamati relief yang ada pada dinding Candi Mendut. Meski sebagian relief itu telah rusak karena berbagai sebab, namun sisa keindahannya masih terpancar dengan sangat jelas.

candi mendut magelang

Pandangan lebih dekat pada relief yang ada pada dinding luar Candi Mendut. Besar dan tinggi relief bisa diperbandingkan dengan orang yang tengah mengamati di bawahnya.

candi mendut magelang

Foto yang memperlihatkan relief suluran dan bebungaan pada bagian bawah badan candi, serta relief pada ujung kiri dinding luar Candi Mendut.

candi mendut magelang

Pandangan pada anak tangga di sisi lain dari Candi Mendut, dengan sepasang Makara yang relatif masih sangat baik kondisonya di ujung bawahnya, serta sejumlah relief pada dinding anak tangga.

candi mendut magelang

Meskipun telah rusak di sana sini, namun keindahan relief pada dinding luar Candi Mendut ini masih bisa terlihat dengan sangat jelas. Di kiri kanan atas ada Ghana, namun yang sebelah kanan kepalanya sudah hilang. Di bagian tengah ada lima relief berbentuk manusia dan bebungaan di atasnya.

candi mendut magelang

Sosok manusia pada bagian bawah terlihat masih relatif baik, demikian pula relief Ghana yang ada pada tiang kiri kanan atas, serta relief Kala yang diapit Makara di sisi bagian atas kondisinya juga masih sangat baik.

candi mendut magelang

Pandangan pada phon beringin tua yang di belakangnya adalah kios serta tempar parkir kendaraan para pengunjung Candi Mendut. Seorang turis tampak tengah mengagumi pohon yang memang sangat besar ukurannya ini.

candi mendut magelang

Besar dan tinggi pohon beringin tua ini bisa dibandingkan dengan tinggi dua anak kecil yang tengah bermain di bawahnya.

candi mendut magelang

Sudut pandang lainnya pada arca Dhyani Buddha Wairocana berukuran besar dengan detail sangat indah di dalam bilik Candi Mendut, dengan sikap tangan dharmacakramudra. Jika saat itu belum ada penerangan di dalam bilik candi, mudah-mudahan saat ini sudah ada.

candi mendut magelang

Info Magelang

Peta Wisata Magelang, Tempat Wisata di Magelang, Hotel di Magelang.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑