Candi Borobudur Magelang

November 15, 2019. Label:
Mengunjungi Candi Borobudur Magelang mungkin sudah biasa. Namun berada di Candi Borobudur sebelum fajar mulai merekah sama sekali bukan hal biasa. Siluet stupa, kabut, hawa dingin, bias sinar fajar menyemburat dari lereng dan puncak Gunung Merapi yang perkasa, dan hening pagi yang menyelimuti, memberi kesan yang sangat mendalam.

Saya berangkat jam 4.30 di Sabtu pagi yang dingin dari sebuah hotel di Yogya, menggunakan mobil sewaan dengan seorang pengemudi berusia muda. Kami mengarah ke Magelang, sekitar 40 km ke arah utara Yogya, dengan tujuan berada di puncak Candi Borobudur untuk menikmati suasana saat matahari merangkak keluar dari lereng Merapi.

Dalam perjalanan ke Candi Borobodur, supir memberitahu bahwa satu-satunya jalan untuk melihat fajar di Candi Borobodur adalah melalui Hotel Manohara yang lokasi berada di dalam kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. Sebabnya adalah karena pintu masuk utama ke dalam area Candi Borobudur baru dibuka oleh petugas setelah jam 7 pagi. Waktu itu Punthuk Setumbu belum begitu banyak dikenal orang. Akhirnya saya ikut paket fajar Candi Borobudur di Hotel Manohara. Dengan membayar Rp.300.000 saya mendapat senter kecil, secangkir teh, dan makanan kecil sepulang kunjungan. Cukup mahal, sedangkan tamu hotel hanya membayar Rp.150.000. Diperlukan sekitar 5 menit berjalan kaki dari Hotel Manohara sampai ke halaman Candi Borobudur.

candi borobudur magelang

Setelah menunggu cukup lama sambil berjalan berkeliling dan memotret sejumlah bagian candi saat kabut masih menyelimuti, Matahari terlihat mulai keluar dari lereng Merapi. Langit pagi cukup bersih, dengan siluet stupa Candi Borobudur di latar depan. Siluet burung yang terbang menyambut fajar ikut pula memperindah suasana pagi candi.

Sekitar 20 orang telah berada di puncak Candi Borobudur ketika saya tiba, dan kabut masih menyelimuti yang membawa suasana romantis mistis. Beberapa orang duduk di batu candi menikmati suasana pagi yang dingin dan tenang, sedangkan pembawa kamera mencari lokasi terbaik untuk memotret fajar di candi Buddha terbesar di dunia ini.

Beberapa turis berada di sekitar Arupa, bagian teratas Candi Borobudur yang melambangkan Nirwana, tempat kesempurnaan dimana Budha berada. Pada tiga tingkat teratas, arca Budha ada di dalam stupa berlubang wajik yang disebut Arupadhatu, lambang tingkatan manusia yang telah terbebas dari hawa nafsu, rupa, dan bentuk wadag.

Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat, dengan 6 pelataran terbawah bujur sangkar, 3 pelataran lingkaran, dan pelataran tertinggi adalah Arupa dengan stupa Budha terbesar. Stupa berlubang di Candi Borobudur ini seluruhnya berjumlah 72 buah, dan terdapat lorong tangga batu dengan sekitar 88 anak tangga untuk sampai ke puncak candi.

candi borobudur magelang

Deretan Arca Buddha tanpa kepala ada di salah satu pelataran Candi Borobudur. Candi Borobudur yang aslinya memiliki 504 arca Buddha, 300 sudah tidak utuh lagi yang kebanyakan tanpa kepala, dan 43 buah arca telah hilang dicuri. Arca Buddha di tingkat Rupadhatu saja jumlahnya ada 432 buah.

Saya sempat mengambil gambar relung di pelataran Rupadhatu yang berisi Arca Buddha, dengan relief Kala di atasnya. Ini memperlihatkan bahwa di Jawa, Kala juga ada dalam agama Buddha. Arca Buddha di tingkat ini jumlahnya 432 buah. Candi Borobudur aslinya memiliki 504 arca Buddha, namun 300 sudah tidak utuh lagi dan 43 hilang dicuri.

Berdasar prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan bahwa pendiri Candi Borobudur adalah Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra bernama Samaratungga, sekitar tahun 824 M. Pembangunan Candi Borobudur, yang diperkirakan memakan waktu setengah abad, baru diselesaikan pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani.

Candi Borobudur mulai terlantar sejak abad ke-14 dengan masuknya pengaruh agama Islam di Jawa yang menggeser dominasi agama Buddha dan Hindu di kalangan elit penguasa. Sejak ditemukan pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa waktu itu, Borobudur telah mengalami pemugaran besar beberapa kali, yang puncaknya terjadi pada tahun 1975 hingga 1982.

Sepasang turis terlihat tengah menikmati keindahan relief Candi Borobudur, berjalan di atas dasar Candi Borobudur yang disebut Kamadhatu, melambangkan dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Setiap tingkatan melambangkan kenaikan tingkatan Bodhisattva dalam perjalanan hidup manusia menuju Nirwana, kesempurnaan menjadi Buddha.

Di atas kaki candi terdapat pelataran Rupadhatu yang menjadi lambang dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Di pelataran ini dipahat relief Lalitawistara yang berisi riwayat Sang Buddha, dan relief Jataka yang berisi cerita Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Siddharta.

Candi Borobudur dibangun bagi dan oleh penganut agama Buddha Mahayana dan diakui sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia yang menjadi model alam semesta. Selain merupakan tempat suci untuk memuliakan Sang Buddha, Candi Borobudur juga menjadi tempat ziarah bagi umat untuk membimbing mereka beralih dari alam nafsu duniawi menuju ke pencerahan dan kebijaksanaan mengikuti Buddha.

Lintasan jalan di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur saat itu terlihat sangat asri. Candi Borobudur, yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, pernah menjalani restorasi besar-besaran pada tahun 1970-an dengan dukungan dana dan bantuan teknis dari UNESCO. Pada 1991 Candi Borobudur ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Setelah selesai menikmati fajar di Candi Borobudur, saya kembali ke Hotel Manohara untuk menikmati secangkir teh panas, dan sepiring kecil pisang goreng hangat. Suasana senyap mistis sejak fajar belum lagi merekah di lereng Gunung Merapi memang memberi kesan sangat mendalam, dan layak untuk dinikmati meski harus membayar mahal.

Candi Borobudur Magelang

Alamat : Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.607877, 110.204423, Waze. Harga tiket masuk : Paket fajar: Rp.300.000, reservasi 0293-788131, 788680. Jam biasa: Rp. 30.000 dewasa, Rp. 12.500 anak-anak, US$15 wisman.

Galeri Foto Candi Borobudur Magelang

Sepasang turis tengah menikmati keindahan relief Candi Borobudur, berjalan di atas dasar Candi Borobudur yang disebut Kamadhatu, melambangkan dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Setiap tingkatan melambangkan kenaikan tingkatan Bodhisattva dalam perjalanan hidup manusia menuju Nirwana, kesempurnaan menjadi Buddha.

candi borobudur magelang

Lintasan jalan di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur yang terlihat sangat asri. Candi Borobudur, yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, pernah menjalani restorasi besar-besaran pada 1970 dengan dukungan dana dan bantuan teknis dari UNESCO. Pada 1991 Candi Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

candi borobudur magelang

Seorang pengunjung tengah melihat layar LCD kamera temannya yang sedang merekam suasana Candi Borobudur saat matahari belum lagi keluar dari pinggang Gunung Merapi di ujung sana. Langit cukup bagus dan bersahabat membuat semua yang datang di pagi itu bisa puas menikmati keindahan pagi di candi yang legendaris ini.

candi borobudur magelang

Kabut pagi masih menyelimuti pemandangan sekitar namun langit sebenarnya tak begitu gelap, baik selama di perjalanan maupun setelah berada di dalam candi, sehingga senter yang saya dapatkan dari hotel nyaris sama sekali tidak berguna. Namun berada di Candi Borobudur di pagi yang dingin diantara orang-orang yang tak dikenal memberi pengalaman dengan rasa tersendiri.

candi borobudur magelang

Cahaya temaram seperti ini yang mencukupi untuk menuntun langkah menapaki lorong undakan candi hingga sampai ke atas, serta berjalan mencari posisi yang baik untuk melihat momen saat matahari mulai keluar dari pinggang Gunung Merapi dan menerangi langit.

candi borobudur magelang

Dengan kecepatan kamera yang rendah, stupa-stupa dengan lubang-lubang berbentuk berlian tegak di Candi Borobudur ini masih bisa terlihat dengan jelas. Stupa berlubang di Candi Borobudur ini seluruhnya berjumlah 72 buah, dan terdapat lorong tangga batu dengan sekitar 88 anak tangga untuk sampai ke puncak candi.

candi borobudur magelang

Matahari mulai muncul dari pinggang Gung Merapi memancarkan semburat warna kemerahan pada langit di sekitar gunung. Awan altocumulus terlihat menghiasi langit, dengan siluet stupa dan kepala arca Buddha di latar depan. Matahari terbit selalu ditunggu orang, demikian juga ketika tenggelam, yang bisa membawa suasana berbeda bagi yang melihatnya.

candi borobudur magelang

Bergeser sedikit dari posisi sebelumnya, siluet arca Buddha kini bisa terlihat dengan lebih jelas, sementara di depan sana juga terlihat ada beberapa orang yang tengah berjalan mencari posisi yang baik untuk melihat terbitnya matahari di pinggang Merapi di ujung sana.

candi borobudur magelang

Dari sudut pandang ini terlihat lubang berlian pada stupa yang tembus pandang ke arah belakang sana, dengan latar matahari terbit yang mulai menyevar sinarnya. Ini menunjukkan bahwa di dalam stupa itu tidak ada Arca Buddha, atau mungkin ada tetapi bagian atasnya telah hilang. Kepala arca Buddha sering dijual sebagai suvenir, dan kabarnya banyak ditemukan di museum-museum di luar negri.

candi borobudur magelang

Di latar depan bawah terlihat seorang turis tengah duduk menikmati suasana pagi menjelang keluarnya matahari yang hampir sepenuhnya meninggalkan pinggang gunung. Sementara seorang pria di depannya terlihat tengah memotret. Siluet stupa candi tampak cantik, dengan latar kabut yang masih mengambang di atas pepohonan sekitar candi.

candi borobudur magelang

Siluet seorang pengunjung yang tengah memeriksa hasil fotonya sesaat setelah melakukan pemotretan. Memotret tanpa tripod saat cahaya matahari masih sangat lemah membutuhkan tangan yang terlatih dan stabil untuk mendapatkan gambar yang cukup baik. Bagaimana pun sering tak mudah untuk tidak membuat kamera bergerak saat menekan tombol memotret.

candi borobudur magelang

Momen langka matahari terbit dengan latar depan siluet stupa Candi Borobudur seperti ini memang layak untuk diabadikan, karena langit tak selalu ramah kepada pengunjung yang datang ke Candi Borobudur untuk melihat matahari terbit, terutama tentu pada musim penghujan. Seluruh stupa berlubang di candi ini jumlahnya ada 72 buah.

candi borobudur magelang

Seorang pengunjung wanita tampak tengah memotret keluarnya matahari dari lereng Gunung Merapi menggunakan kamera kecil, atau kamera yang ada pada telepon genggamnya. Memotret matahari terbit dan matahari terbenam memang tidak boleh mengintipnya dari kamera karena membuat kerusakan pada mata yang bersifat permanen.

candi borobudur magelang

Stupa terbesar di puncak Candi Broboudur ini berada di area yang disebut Arupa yang melambangkan Nirwana, tempat kesempurnaan dimana Budha berada. Pada tiga tingkat teratas, arca Budha ada di dalam stupa berlubang wajik yang disebut Arupadhatu, lambang tingkatan manusia yang telah terbebas dari hawa nafsu, rupa, dan bentuk wadag.

candi borobudur magelang

Singa penjaga di Candi Borobudur. Arca singa seperti ini bisa ditemukan di beberapa titik, baik di dalam maupun di kaki candi. Bedanya singa penjaga candi ini dengan singa penjaga di kelenteng (Ciok Say) adalah tidak adanya bola dan anak singa pada kakinya.

candi borobudur magelang

Matahari pagi yang sudah naik di atas gunung dilihat dari sela-sela lorong Candi Borobudur dengan sebuah stupa di ujung sana. Namun kabut pagi masih belum sepenuhnya terangkat dari permukaan bumi.

candi borobudur magelang

Beberapa turis tengah menikmati keindahan Candi Borobudur di bagian teratas yang disebut Arupa, lambang kesempurnaan. Stupa terbesar di puncak candi terbuat dari susunan batu polos, kecuali pada bagian tengahnya dimana terdapat ornamen relief yang melingkari sepanjang bulatan stupa.

candi borobudur magelang

Sebuah relung pada candi yang berisi Arca Buddha di salah satu tingkat di Candi Borobudur yang disebut Rupadhatu, dengan relief kepala Kala di atasnya. Arca Buddha di tingkat Rupadhatu ini jumlah keseluruhannya ada sebanyak 432 buah.

candi borobudur magelang

Dinding berelief seperti pada foto di atas ada pada empat pelataran Rupadhatu, yang letaknya di atas kaki Candi Borobudur. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.

candi borobudur magelang

Deretan relief terlihat pada dinding Candi Borobudur. Relief ini ada di setiap tingkatan, kecuali pada teras teratas di tingkatan Arupa. Relief di Candi Borobudur berupa gambaran rakyat jelata, pertapa, raja dan bangsawan wanita, bidadari dan makhluk suci, tetumbuhan, hewan, bangunan tradisional Nusantara, dan banyak lagi. Relief Perahu Cadik Borobudur yang saya lihat replikanya di Museum Bahari Jakarta adalah salah satu relief di Candi Borobudur yang terkenal.

candi borobudur magelang

Lorong tangga batu dengan sekitar 88 anak tangga untuk sampai ke puncak Candi Borobudur. Candi Borobudur ini terdiri dari 10 tingkat, dimana enam pelataran terbawah berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berikutnya bentuknya berupa lingkaran, dan pelataran tertinggi adalah Stupa Budha terbesar yang berada di puncak Candi Borobudur.

candi borobudur magelang

Pemandangan dari salah satu sudut Candi Borobudur. Candi Borobudur pada 1991 telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Pada keempat pelataran Rupadhatu dipahat relief-relief pada dinding candi yang isi ceritanya diantaranya adalah relief Lalitawistara yang menggambarkan riwayat Sang Buddha, dan relief Jataka yang berisi cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Siddharta.

candi borobudur magelang

Sisi kanan candi pada pelataran Kamadhatu, melambangkan dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Sepasanag turis dan seorang wisatawan mancanegara tampak bersilang jalan pada pelataran yang cukup luas ini. Di atas kaki candi terdapat pelataran Rupadhatu yang menjadi lambang dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.

candi borobudur magelang

Pemandangan ke arah jalan masuk Candi Borobudur dengan berkas-berkas sinar Matahari pagi yang hangat memancar ke segala arah, diambil dari atas Candi Borobudur.

candi borobudur magelang

Candi Borobudur dilihat dari taman asri yang berada di tengah-tengah lintasan masuk dan keluar candi saat matahari sudah mulai meninggi. Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat, dengan 6 pelataran terbawah bujur sangkar, 3 pelataran lingkaran, dan pelataran tertinggi adalah Arupa dengan stupa Budha terbesar.

candi borobudur magelang

Pemandangan dari belakang stupa Candi Borobudur jetika bola matahari nulai keluar dari pinggang Gunung Merapi yang panampakannya mestinya sudah berbeda setelah beberapa kali meletus dan kehilangan bagian puncaknya.

candi borobudur magelang

Suasana sekitar saat itu memang masih temaram, dan malasnya memasang tripod ketika memotret membuat semut banyak bertebaran pada foto karena kompromi pada ISO dan kecepatan shutter. Begitu pun adanya burung yang beterbangan di langit pagi memberi kesan tersendiri pada yang melihat, selain tentunya penampakan bola matahari yang sudah keluar sekitar separuhnya.

candi borobudur magelang

Hawa yang dingin, langit yang masih temaram, dan suasanya yang relatif sepi dengan hanya beberapa orang pengunjung yang ikut menikmati sunrise di Candi Borobudur memberi kesan tersendiri. Memotret saat menjelang fajar atau senja memang paling baik dengan memakai tripod untuk mendapatkan hasil foto dengan resolusi yang baik.

candi borobudur magelang

Suasana lainnya yang tertangkap kamera dengan latar depan stupa dan pengunjung yang duduk di atas bebatuan candi serta kabut yang masih menyelimuti permukiman penduduk, dan matahari yang sinarnya yang masih lemah mulai memancar keluar dari pinggang Gunung Merapi.

candi borobudur magelang

Dua orang pengunjung tampak tengah membidikkan kameranya ke arah bola matahari yang telah keluar sepenuhnya dari tameng pinggang Gunung Merapi. Tak jelas benar apakah penentuan lokasi candi oleh penguasa pada jaman dibuatnya ada hubungannya dengan posisi relatifnya terhadap gunung dan keluarnya bola matahari.

candi borobudur magelang

Seorang turis wanita kulit putih tampak tengah berjalan diantara stupa Candi Borobudur beriringan dengan temannya, memunggungi arah matahari terbit yang mulai terang cahayanya.

candi borobudur magelang

Burung pun ikut menikmati suasana pagi setelah semalaman mereka tidur diantara dahan dan ranting pepohonan, untuk kemudian mereka mencari makanan untuk mengisi perutnya yang mulai lapar. Adalah Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra bernama Samaratungga yang diduga sebagai pemrakarsa berdirinya Candi Borobudur pada sekitar tahun 824 M.

candi borobudur magelang

Pandangan lebih dekat pada relung yang berisi arca Buddha dalam ukuran cukup besar. Pada bagian atas lubang relung terdapat relief Kala tanpa rahang dengan ukuran lumayan besar, yang disangga di bagian kiri dan kanan pilar oleh relief Ghana.

candi borobudur magelang

Matahari yang belum begitu jauh melayang di atas Gunung Merapi terlihat sudah mulai terang dan kuat pancaran sinarnya, meski masih belum sepenuhnya mampu mengangkat kabut yang menyelimuti hampir seluruh dataran rendah di bawah sana.

candi borobudur magelang

Pandangan dari undakan batuan Candi Borobudur ke arah halaman depan candi dan lintasan pejalan kaki yang hendak masuk ke atau pun keluar dari area utama. Meskipun kondisi beberapa tahun lalu sudah cukup baik, namun pemerintah masih akan memperbaiki lagi fasilitas yang ada agar lebih mampu menyedot wisatawan asing.

candi borobudur magelang

Pandangan cantik lainnya pada Candi Borobudur pada bagian pojokan ketika seorang turus asing baru saja melewatinya, dan sepasang turis asing lainnya baru saja akan melewatinya. Selain patung yang ada di pojok agak ke bawah, ada puli relief di sepanjang dinding di bagian bawah dan juga pada dinding di trap di atasnya.

candi borobudur magelang

Pandangan lebih dekat lagi pada bagian pojok Candi Borobudur dengan arca yang disangga oleh Ghana, dan relief-relief pada dinding di siri kiri kanannya, serta di atasnya. Dua diantara sekian relung berisi patung Buddha terlihat pada foto ini, juga ada patung Buddha yang berada di luar relung. Meskipun relief dan arcanya sudah banyak yang rusak, namun keelokan dan ketinggian selera seni budaya candi ini masih terpancar dengan sangat kuat.

candi borobudur magelang

Diperlukan kondisi fisik yang cukup baik untuk bisa mendaki anak tangga dari satu trap lantai ke trap lantai lainnya, dan kemudian berjalan mengelilingi candi setidaknya sekitar 5 kali atau lebih untuk melihat setiap arca dan relief pada dinding, serta stupa yang ada di candi ini.

candi borobudur magelang

Candi Borobudur dilihat dari undakan yang menjadi akses masuk dan keluar bagi para pelancong yang hendak menikmati panorama matahari terbit dari atas candi. Lampu-lampu taman telah mati ketika kami meninggalkan area candi.

candi borobudur magelang

Sudut pandang lainnya ke arah Candi Borobudur dari bawah undakan dengan tanaman perdu yang biasa disebut tetean terlihat dipotong rapi di kiri kanan akses masuk dan keluar ini. Pepohonan di area taman Candi Borobudur ini mestinya tidak boleh terlalu tinggi agar tidak menjadi penghalang penglihatan.

candi borobudur magelang

Pemandangan ke arah Candi Borobudur dengan ditarik lebih ke belakang lagi, dari luar pagar keliling candi. Mendaki anak tangga ini tak begitu berat karena memang tidak terlalu tinggi dan tak begitu banyak jumlah undakannya.

candi borobudur magelang

Candi Borobudur dilihat dari jalan setapak yang menuju ke arah Hotel Manohara, yang pada lereng dindingnya ditanami dengan pohon perdu dan bebungaan cukup elok dipandang mata, oleh sebab beberapa tangkainya saat itu tengah berbunga.

candi borobudur magelang

Sudut pandang lainnya pada Candi Borobudur yang juga memperlihatkan adanya tanah lapang berumput cukup luas yang ada pada jalur lintasan menuju ke Hotel Manohara, untuk mengambil jatah minuman hangat dan camilan pagi pengganjal perut.

candi borobudur magelang

Ini adalah foto yang saya ambil ketika baru saja sampai ke kawasan Candi Borobudur setelah beberapa saat sebelumnya berjalan kaki melewati jalan setapak dari area Hotel Manohara. Senter yang diberikan pihak hotel, cukup membantu di beberapa segmen jalan yang kami lewati.

candi borobudur magelang

Foto yang diambil pada saat baru datang ke area candi dan langit masih sangat temaram, diambil dengan kecepatan shutter rendah sehingga terlihat cukup terang.

candi borobudur magelang

Pemandangan Candi Borobudur dari atas undakan di sebuah lantai saat matahari masih bersembunyi dibalik punggung Gunung Merapi. Terlihat ornamen lengkung pada bahu dinding batu yang ada di sebelah kiri dan kanan undakan candi.

candi borobudur magelang

Pemandangan dari sela-sela stupa Candi Borobudur ketika kabut putih tebal masih menyelimuti permukaan bumi di sekitar candi, dan langit masih sangat miskin dengan cahaya terang matahari pagi.

candi borobudur magelang

Semburat cahaya yang berwarna kemerahan sudah mulai terlihat menghiasi langit di sisi sebelah kanan dari lereng Gunung Merapa nun jauh di sana, sementara para wisatawan pemburu fajar masih sabar menunggu terbitnya sang Matahari dengan berdiri atau duduk diantara stupa Candi Borobudur.

candi borobudur magelang

Seorang wisatawan tampak tengah mencoba peruntungan dengan memasukkan tangannya melaui lubang stupa untuk memegang benda yang ada di dalamnya. Jika berhasil, konon keinginan yang diniatkan saat melakukan itu akan terkabul.

candi borobudur magelang

Pemandangan menjelang fajar dengan latar depan sebuah arca Buddha yang ada di dalam badan stupa tanpa penutup di bagian atasnya. Ada sejumlah arca seperti ini di Candi Borobudur, entah apakah sedari aslinya sudah seperti ini atau memang belum selesai direstorasi.

candi borobudur magelang

Siluet arca Buddha tanpa penutup stupa dengan latar belakang langit yang mulai merekah merah ketika Matahari mulai memanjat lebih tinggi dari balik punggung Gunung Merapi.

candi borobudur magelang

Seorang turis pria tampak tengah memperhatikan sebuah stupa dengan kamera siap di tangan. Ia berjalan mendekati arca Buddha tanpa penutup untuk melihat dan memotretnya dari jarak yang dekat. Tanpa tripod, ia harus memiliki tangan yang sangat kuat dan stabil untuk menahan kamera agar tidak goyang saat menekan tombol shutter.

candi borobudur magelang

Arca Buddha dengan wajah tenang, mata terpejam dan senyum sangat tipis menghiasi bibirnya. Di belakangnya ada dua orang turis wanita yang tengah membidikkan kamera untuk merekam langit yang mulai kemerahan, dengan latar depan deretan stupa Candi Borobudur yang elok.

candi borobudur magelang

Pandangan yang lebih jelas lagi pada arca Buddha dan dua orang turis yang sedang membidikkan kameranya untuk merekam suasana fajar di atas Candi Borobudur.

candi borobudur magelang

Gunung Merapi yang anggun ketika cahaya kemerahan menghiasi kaki, pinggang, hingga puncaknya, beberapa saat menjelang terbitnya matahari. Setelah meletus dengan sangat dahsyat beberapa kali, puncak Gunung Merapi dipastikan telah mengalami perubahan bentuk dari apa yang terlihat pada foto ini.

candi borobudur magelang

Seekor burung kembali menghiasi langit di sekitar Candi Borobudur ketika fajar mulai merekah, dan langit mulai terlihat terang.

candi borobudur magelang

Pandangan yang sedikit lebih terang ketika seekor burung terbang melintas dengan latar belakang bola matahari yang sudah hampir keluar seluruhnya dari pinggang Gunung Merapi, meski kabut masih setia menyelimuti bumi.

candi borobudur magelang

Siluet stupa Candi Borobudur yang menjadi latar depan ketika fajar mulai menyingsing dari pinggang Gunung Merapi yang agung.

candi borobudur magelang

Ini adalah penampakan stupa yang letaknya paling tinggi dan paling besar diantara stupa lainnya yang ada di Candi Borobudur. Terlihat ada ornamen relief cukup menarik di sepanjang lingkaran bagian tengah stupa ini.

candi borobudur magelang

Sejumlah turis masih setia menunggu terbitnya matahari di pelataran puncak Candi Borobudur. Ada yang memang menginap di Hotel Manohara, dan ada pula yang datang pagi-pagi seperti saya khusus untuk melihat terbitnya matahari di candi Buddha yang sangat besar dan agung ini.

candi borobudur magelang

Suasana yang cukup ramai di area pelataran puncak Candi Borobudur ketika langit sudah mulai agak terang. Tak berapa lama kemudian para pemburu fajar itu turun dari candi dan berjalan kaki menuju ke Hotel Manohara untuk minum kopi atau teh panas dan sepiring kecil goreng pisang.

candi borobudur magelang

Info Magelang

Peta Wisata Magelang, Tempat Wisata di Magelang, Hotel di Magelang.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑