Pantai Teluk Awur Jepara

September 10, 2019. Label:
Seingat saya Pantai Teluk Awur Jepara tidak masuk ke dalam daftar kunjung yang saya buat, atau memang ingatan ini sudah sangat pendek sehingga begitu mudahnya lupa. Meskipun air dan pantai tak begitu akrab dengan kehidupan saya, namun sering terasa asik melihat tingkah orang, terutama anak, saat bermain pasir dan air laut.

Menyenangkan juga buat menikmati panorama alam saat bulatan besar matahari berwarna kemerahan bergeser turun mendekati garis cakrawala. Tentu jika langit cerah dengan hanya sedikit awan mengambang. Akan jauh lebih elok lagi jika ada kapal besar berada di dekat bulatan matahari, membentuk siluet yang sedap dipandang. Saat tiba di Pantai Teluk Awur Jepara sudah mendekati jam enam sore. Tertera 5:45 PM pada foto pertama di lokasi ini. Tidak di area utama, namun kami berhenti di pinggir jalan dekat lokasi cungkup makam mbah Joko Laut (sebagian menyebutnya Jogo Laut). Adalah Kasmudi (Budi Rentcar 0858 6572 5176) yang menentukan tempat dimana kami merapat.

Dengan begitu panjang dan lebarnya garis pantai, tempat ini bisa menjadi area olah raga jalan kaki dan jogging yang sanggup mengucurkan deras keringat dari sela pori, meski belum terlihat adanya jogging trek. Jika ingin bersantai tanpa perlu memeras peluh, maka baiknya membawa sepeda untuk dikayuh menyusur pantai dari ujung ke ujung.

pantai teluk awur jepara

Saat memasuki area pinggiran Pantai Teluk Awur Jepara, pemandangan ini menarik perhatian saya. Ada sepotong kayu tegak, dikelilingi empat onggok batu tak beraturan bentuknya, dengan papan kecil melintang di bagian atas kayu bertulis "P. SARAH". Di sebelahnya ada abu bekas bakaran dahan ranting, namun tak ada arang dupa.

Tak saya temukan keterangan tentang benda ini, yang letaknya tak jauh dari cungkup Makam Mbah Joko Laut. Sayangnya tak ada pula orang di sekitar tempat itu yang bisa memberi keterangan atau sedikit petunjuk tentang nama yang disebut pada papan kayu itu. Kepanjang dari huruf P mungkin adalah pangeran, hanya saja Sarah lebih mungkin merupakan nama wanita ketimbang pria.

Sebelumnya kami menyelinap masuk dari lubang tembok yang memisahkan jalan dengan tepian pantai, oleh karena memang tidak ada jalan "resmi" yang tersedia di sana. Ada sejumlah rumah di tepian jalan, dan ada pula saat itu segerombolan anak muda tengah duduk-duduk di atas sadel sepeda motor mereka, entah menunggu apa.

Nama Teluk Awur konon berasal dari "teluk" (takluk) dan "ngawur", perkataan yang dikeluarkan Joko Wongso, seorang raja yang menyamar menjadi nelayan, sebelum tewas dibunuh oleh pengawal kerajaannya sendiri. Adalah perempuan cantik bernama Den Ayu Roro Kuning yang bersama Syeikh Abdul Aziz, suaminya, yang merancang pembunuhan sang raja. Itu lantaran Joko Wongso hendak memperistri Roro Kuning.

Beberapa buah perahu nelayan yang terlihat mulai menua tampak teronggok di atas pasir kecoklatan tepian Pantai Teluk Awur. Motor penggeraknya, jika pun ada, biasanya dipanggul dan disimpan di rumah. Bibir pantai ini bentuknya melengkung, dengan tanjung di kedua ujung yang rentang jaraknya sekitar 3 km. Sedangkan kedalaman teluk sekira 1,5 km.

Di ujung sana adalah area utama tempat wisata pantai ini, dengan dermaga kayu menjorok ke laut tempat pelancong naik turun dari perahu. Juga bisa menjadi tempat mangkal yang nyaman bagi para pemancing. Dari kejauhan terlihat ada banyak orang tengah bergerombol di sana, sepertinya hendak menikmati panorama jelang matahari terbenam.

Pagi hari, beberapa saat setelah fajar, dan sore hari sebelum matahari tenggelam umumnya merupakan waktu yang disukai untuk berkunjung ke pantai, karena udaranya yang relatif lebih sejuk serta jika beruntung bisa melihat rona jingga langit yang elok saat matahari mulai menghilang beristirahat dibalik cakrawala.

Pandangan lebih dekat pada area utama wisata Pantai Teluk Awur, kerumunan pelancong, serta dermaga, saya ambil dengan memakai lensa 200mm. Terlihat beberapa orang tengah bermain di genangan air laut yang dangkal. Tempat ini menyediakan wahana Banana Boat, Flying Fish Boat, dan Jet sky. Sewa Ban Dalam untuk mengambang di permukaan air laut juga ada.

Pemandangan pada tanjung di ujung teluk di sisi sebelah kiri Pantai Teluk Awur sempat saya foto, dengan bola matahari yang mulai turun mendekati garis cakrawala. Adanya dermaga yang menjorok jauh ke laut, bangunan joglo tak berdinding, menara bambu di sebelah kanan, perahu nelayan, serta gerumbul pepohonan lebat di sisi kiri, ikut mempercantik panorama.

Meski sempat mendekati cungkup Makam mBah Joko Laut, namun pintunya terkunci. Jarang orang datang sore hari ke tempat seperti ini. Menarik, karena namanya Joko Laut atau perjaka laut. Jika namanya mbah Jogo Laut, atau si mbah yang menjaga laut, mungkin lebih mudah dipahami maknanya. Sayang Kasmudi tak paham kisah tentang si mbah ini.

Makam Joko Wongso kabarnya berada di Pantai Teluk Awur. Boleh jadi yang disebut mbah Joko Laut adalah Joko Wongso ini, raja yang mati tragis justru oleh perempuan yang diharapkan bisa menjadi pemuas cinta birahinya. Selain kisah Jokow Wongso, yang juga menarik adalah bawah Mas Ajeng Ngasirah, ibu kandung RA Kartini, juga berasal dari Desa Telukawur ini.

Pantai Teluk Awur Jepara

Alamat : Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Lokasi GPS : -6.6178933, 110.6462288, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sembarang waktu. Harga tiket masuk : gratis.

Galeri Foto Pantai Teluk Awur Jepara

Beberapa buah perahu nelayan yang terlihat mulai menua tampak teronggok di atas pasir kecoklatan tepian Pantai Teluk Awur. Motor penggeraknya, jika pun ada, biasanya dipanggul dan disimpan di rumah. Bibir pantai ini bentuknya melengkung, dengan tanjung di kedua ujung yang rentang jaraknya sekitar 3 km. Sedangkan kedalaman teluk sekira 1,5 km.

pantai teluk awur jepara

Pandangan lebih dekat pada area utama wisata Pantai Teluk Awur, kerumunan pelancong, serta dermaga, yang saya ambil dengan lensa 200mm. Terlihat beberapa orang tengah bermain di genangan air laut yang dangkal. Tempat ini menyediakan wahana Banana Boat, Flying Fish Boat, dan Jet sky. Sewa Ban Dalam untuk mengambang di permukaan air laut juga ada.

pantai teluk awur jepara

Pemandangan pada tanjung di ujung teluk di sisi sebelah kiri Pantai Teluk Awur, dengan bola matahari yang mulai turun mendekati garis cakrawala. Adanya dermaga yang menjorok jauh ke laut, bangunan joglo tak berdinding, menara bambu di sebelah kanan, perahu nelayan, serta gerumbul pepohonan lebat di sisi kiri, ikut mempercantik panorama.

pantai teluk awur jepara

Pandangan lebih dekat pada area utama wisata Pantai Teluk Awur, kerumunan pelancong, serta dermaga, yang saya ambil dengan lensa 200mm. Terlihat beberapa orang tengah bermain di genangan air laut yang dangkal. Tempat ini menyediakan wahana Banana Boat, Flying Fish Boat, dan Jet sky. Sewa Ban Dalam untuk mengambang di permukaan air laut juga ada.

pantai teluk awur jepara

Lengkungan pantai yang terlihat elok di sisi sebelah kiri Pantai Teluk Awur, dengan latar depan siluet perahu nelayan, dan di ujung sana ada bola matahari dan joglo terbuka yang sedap dipandang. Ombak laut yang tenang di tempat ini mestinya bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata air yang aman dan menyenangkan.

pantai teluk awur jepara

Bangunan cungkup Makam Mbah Joko Laut di pinggiran Pantai Teluk Awur, yang kira-kira berada di tengah lengkungan teluk. Jika saja kami berhenti di lokasi utama dekat dermaga, maka hampir dipastikan tak bakal mengetahui adanya makam ini, lantaran jaraknya yang cukup jauh, mungkin satu kilometer lebih.

pantai teluk awur jepara

Pemandangan lainnya di ujung sisi kiri Pantai Teluk Awur yang cukup memikat. Membayangkan romantisya suasana pada malam hari di tempat ini saat langit terang tanpa awan, dengan gemerlap ribuan bintang dan sinar rembulan, dan tanda deru mesin kendaraan.

pantai teluk awur jepara

Potongan pandangan tegak pada lokasi yang sama dengan foto sebelumnya, memperlihatkan menara bambu di ujung kanan sana, yang entah digunakan untuk apa, serta sebuah perahu motor yang sepertinya tengah sandar di dermaga. Pokok kayu di latar depan tampaknya digunakan sebagai pengikat perahu nelayan.

pantai teluk awur jepara

Seorang pria tampaknya tengah dalam perjalanan menuju ke masjid terdekat untuk shalat maghrib di sana, demikian pula dengan satu pria lagi di sebelah belakang kanan di dekat perahu nelayan. Area tepian pantai ini cukup keras untuk bisa dilalui oleh sepeda dan sepeda motor. Sewa sepeda agak susah di sini karena areanya yang sangat terbuka.

pantai teluk awur jepara

Baris tumpuk sampah yang menghias tepian pantai. Sebagaimana sungai, laut dianggap sebagai tempat sampah raksasa yang orang boleh buang apa saja ke sana. Bukan hanya itu, orang bermobil mewah pun masih banyak yang seenaknya buang sampah di jalan raya. Konsep kebersihan masih jauh dianggap sebagai kebutuhan dan kehormatan diri.

pantai teluk awur jepara

Pokok kayu yang terendam air laut. Mungkin benar adanya bahwa area ini dulunya adalah daratan, karena abrasi dan naiknya air laut dialami di banyak tempat di sepanjang pantai utara Laut Jawa. Semakin panasnya bumi akibat pembakakaran bahan fosil membuat air yang beredar di bumi juga semakin banyak lantara melelehnya es di kutub dengan kecepatan yang tinggi.

pantai teluk awur jepara

Tarikan garis pandang lain pada arah matahari tenggelam, dengan tepian pantai beserta sampahnya di latar depan. Jika saja ada nelayan yang menawarkan naik perahu, ingin rasanya pergi ke dermaga di ujung sana itu dan melihat dari dekat area sekitarnya.

pantai teluk awur jepara

Potongan foto yang saya ambil dengan lensa 200mm, menangkap siluet dua orang pria yang tengah mengayuh perahunya menuju ke tepian pantai. Pemandangan elok seperti ini yang membawa perasaan senang ketika tengah menunggu saat-saat matahari tenggelam di balik cakrawala.

pantai teluk awur jepara

Pemandangan pada tanjung di ujung teluk di sisi sebelah kiri Pantai Teluk Awur, dengan bola matahari yang mulai turun mendekati garis cakrawala. Adanya dermaga yang menjorok jauh ke laut, bangunan joglo tak berdinding, menara bambu di sebelah kanan, perahu nelayan, serta gerumbul pepohonan lebat di sisi kiri, ikut mempercantik panorama.

pantai teluk awur jepara

Pandangan yang memperlihatkan beberapa orang yang sedang berada di dermaga, dengan sebuah kapal cepat bersender di sana dan cungkup gubug yang nyaris telanjang dan akan membuat orang tetap basah kuyup jika hujan turun deras.

pantai teluk awur jepara

Potongan foto yang saya ambil dengan lensa 200mm, menangkap siluet dua orang pria yang tengah mengayuh perahunya menuju ke tepian pantai. Pemandangan elok seperti ini yang membawa perasaan senang ketika tengah menunggu saat-saat matahari tenggelam di balik cakrawala.

pantai teluk awur jepara

Anak yang tengah terendam di air laut hingga paha pada bagian foto di sebelah kiri tampaknya tengah mengikat perahu, yang baru saja menepi ke pantai, dengan tali ke patok yang ada di sebelahnya. Entah bagaimana caranya agar patok kayu itu bisa kuat tertancap di sana.

pantai teluk awur jepara

Anak yang terlihat pada foto sebelumnya tampak masih mengencangkan ikatan tali di perahu yang baru saja sampai di tepian yang ditumpangi dua orang itu, setelah sebelumnya mengikatkan talinya ke tonggak kayu agar tidak terbawa oleh gerak air laut. Perahu yang dibiarkan berada di laut, tampaknya yang masih sering digunakan wira-wiri oleh pemilik atau pemakainya.

pantai teluk awur jepara

Sebuah pandangan tegak pada arah cakrawala ketika bola matahari bergerak semakin rendah untuk memberi jalan kepada senja agar mulai menyapa bumi.

pantai teluk awur jepara

Pergantian dari siang ke sore, dan dari sore ke malam, adalah pergantian dari suasana hingar dan panas ke ke suasana yang hingarnya mungkin masih sama namun dengan nuansa dan suasana yang berbeda, di tempat yang berbeda pula. Namun di pantai, senja sering identik dengan suasana yang tenang.

pantai teluk awur jepara

Pemandangan beberapa saat sebelum bulatan matahari itu benar-benar tenggelam di balik cakrawala. Meskipun langit tak begitu bersih, namun beruntung tak ada awan yang menggantung di dekat cakrawala, sehingga tenggelamnya matahari masih bisa dinikmati. Dengan segala keterbatasannya, Pantai Teluk Awur Jepara masih layak untuk dikunjungi.

pantai teluk awur jepara

Info Jepara

Hotel di Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Peta Wisata Jepara.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑