Pantai Suwuk Kebumen

December 30, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Pantai Suwuk Kebumen merupakan pantai Selatan kedua yang saya kunjungi di Kebumen. Kebumen memiliki garis pantai panjang, yang bila saja mendapat perhatian tinggi dari pemda dan masyarakatnya, pantai-pantainya bisa menjadi sumber pendapatan besar dan berkelanjutan.

Dari Pantai Petanahan kami ke Utara sejauh 2,5 km, dan lalu belok kiri arah ke Barat setelah masuk di Jl Petanahan - Sruweng, yang merupakan jalur jalan paling Selatan di Pulau Jawa. Mentok di pertigaan, belok ke kiri mengikuti jalan hingga gerbang Pantai Suwuk Kebumen.

Gerbang masuk ke pantai menyerupai gerbang Taman Impian Jaya Ancol Jakarta dengan lebar sekitar 40 meter. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp. 3.500 per orang, kami mengambil jalan lurus dan masuk diantara pepohonan kelapa. Setelah turun dari kendaraan, saya pun berjalan ke pinggiran pantai sementara Bambang mencari tempat parkir yang kosong dan teduh.

pantai suwuk kebumen
Seorang gadis kecil duduk di atas punggung kuda yang berjalan pelan dituntun pemandunya di sepanjang tepian Pantai Suwuk Kebumen, sementara di latar belakang anak-anak sekolah berseragam hijau biru dengan jumlah cukup banyak tampak bergerombol bermain air di bibir pantai.

Ombak di sini tergolong dahsyat dan karenanya ada papan peringatan dilarang mandi ditancapkan di tepi pantai ini. Hanya saja, papan peringatan sering dipasang untuk tidak diindahkan. Akibatnya sesekali korban jiwa tetap berjatuhan, terutama di musim libur ketika banyak pengunjung yang datang.

Di tempat keramaian dengan potensi bahaya tinggi seperti Pantai Suwuk Kebumen ini, memang tak cukup hanya mengandalkan papan peringatan untuk membuat pengunjung sadar akan adanya bahaya yang bisa mengancam jiwa. Pengumunan lewat pengeras suara yang dilakukan secara periodik dalam jangka waktu tertenu perlu dilakukan, selain wajib disediakan penjaga pantai dalam jumlah cukup.

Pengunjung Pantai Suwuk Kebumen terlihat sangat ramai. Setidaknya ada tiga rombongan besar anak berseragam sekolah, selain pengunjung keluarga. Di jalan tepian pantai seorang gadis kecil tertawa lepas dibonceng ATV oleh anak laki-laki yang serius memegang gagang setir kendaraannya yang melaju.

Dua gadis remaja melangkah meninggalkan tepian pantai sementara anak-anak sekolah berbaju pink tengah sibuk menggendong tasnya untuk berenang di kolam pesawat. Jauh di latar belakang ada gadis kecil tengah menunggang kuda, dan di sisi kanan seorang anak laki-laki berjalan melewati tengara larangan mandi di laut.

Di sisi kanan pantai terlihat warung berjejer sejajar pantai hingga sampai ke ujung yang jaraknya sekitar 400 meter. Warung di sisi kiri ada juga namun jumlahnya lebih sedikit. Di sisi kanan juga ada pemandangan perbukitan, yang belakangan saya ketahui bahwa sebagian darinya merupakan Pantai Karangbolong.

Setelah beberapa saat berada di tepian pantai kami naik lagi ke kendaraan, mengendarainya tidak keluar ke gerbang depan namun menyusuri jalan kecil di dekat gerbang yang mengarah ke Barat sampai mentok dan belok kiri. Di sebelah kanan terlihat ujung Sungai Telomoyo yang bermuara di Muara Suwuk, memisahkan Pantai Suwuk Kebumen dengan Pantai Karangbolong.

Jika saja tak ada keinginan untuk mengeksplorasi Pantai Suwuk Kebumen, boleh jadi saya tak akan sampai ke tempat itu, dan saya kira banyak pengunjung lain yang tak ke sana hingga mereka meninggalkan area pantai. Adalah sangat penting bagi pengelola untuk memberikan pengalaman yang maksimal kepada pengunjung, dan untuk itu tengara arah perlu dipasang di banyak tempat.

Saya sempat mengambil foto Bambang baru saja naik ke atas perahu yang saya sewa untuk menyusur Sungai Telomoyo, setelah sebelumnya ia melewati jembatan bambu. Sebenarnya tak ada niatan untuk naik perahu, apalagi melihat gelombang air di ujung muara yang bergolak lumayan keras. Dan saya tak pernah menyukai air, sungai atau pun laut.

Kelebihan tempat ini adalah adanya kolam renang yang di atasnya diletakkan pesawat Boeing 737-200 asli buatan 1986. Pesawat ini sebelumnya milik TNI AU yang dibawa dalam bentuk potongan dari Lanud Juanda Surabaya dan tiba di sini pada 22 Maret 2014. Potongan pesawat kemudian dirakit menjadi pesawat utuh.

Sungai Telomoyo menampung aliran sepuluh sungai besar di Kebumen sebelum berakhir di Muara Suwuk. Tidak hanya karena tukang perahu itu gigih menawarkan jasanya sehingga akhirnya saya setuju untuk menyewa perahu, namun juga melihat orang di seberang sungai yang keluar dari mulut Gua Karangbolong, dan tukang perahu setuju untuk membawa saya mampir ke sana.

Perjalanan menyusuri Sungai Telomoyo dari Muara Suwuk arah ke hilir ternyata menyenangkan. Gelombang air yang tak bersahabat hanya ada di dekat muara. Kami melewati hutan Nipah, seorang pria yang memancing sendirian di atas karang, dan lewat di bawah jembatan beton dengan deretan pemancing ikan, hingga sampai ke percabangan sungai.

Untuk anak-anak, Pantai Suwuk Kebumen merupakan tempat menarik karena kolam renang dengan pesawat besar itu, ada kuda tunggang, dan ada pula ATV. Namun bagi saya, ujung Barat Pantai Suwuk lebih menarik dengan muara sungai yang bergolak dan kesempatan menyusur sungai, serta menyeberang ke gua Karangbolong yang Travelog-nya bisa dibaca pada tulisan berikutnya.

Pantai Suwuk Kebumen

Alamat : Desa Suwuk, Kecamatan Puring, Kebumen Kabupaten. Lokasi GPS : -7.75893, 109.47355, Waze. Jam buka : sepanjang hari. Harga tiket masuk : Rp. 3.500. Naik kuda Rp. 10.000, atau Rp. 15.000 untuk 2 anak. Kolam renang Boeing Rp 15.000, masuk ke kabin pesawat Rp 15.000. Kolam renang biasa Rp. 5.000.

Video Pantai Suwuk



Galeri Foto Pantai Suwuk

Dua gadis remaja melangkah meninggalkan tepian pantai sementara anak-anak sekolah berbaju pink tengah sibuk menggendong tasnya untuk berenang di kolam pesawat. Jauh di latar belakang ada gadis kecil tengah menunggang kuda, dan di sisi kanan seorang anak laki-laki berjalan melewati tengara larangan mandi di laut.

pantai suwuk kebumen

Kelebihan tempat ini adalah adanya kolam renang yang di atasnya diletakkan pesawat Boeing 737-200 asli buatan 1986. Pesawat ini sebelumnya milik TNI AU yang dibawa dalam bentuk potongan dari Lanud Juanda Surabaya dan tiba di sini pada 22 Maret 2014. Potongan pesawat kemudian dirakit menjadi pesawat utuh.

pantai suwuk kebumen

pantai suwuk kebumen

ATV merupakan permaian yang bisa disewa oleh anak-anak dengan berboncengan atau sendirian. Medan pantai yang datar serta roda empat yang stabil membuat anak-anak bisa mengendalikan kendaraan kecil ini dengan baik. Pohon kelapa terlihat sangat banyak di area ini.

pantai suwuk kebumen

Pesawat Boeing 737-200 ini tentu menjadi daya tarik besar, bukan saja bagi anak-anak, namun bagi orang dewasa yang mungkin hanya pernah melihat gambarnya saja melalui pesawat televisi. Sebuah langkah terobosan yang patut diapresiasi.

pantai suwuk kebumen

Di tempat ini, pantangan untuk tidak memakai pakaian berwarna hijau tampaknya tak berlaku, setidaknya anak-anak itu tak merasa takut dengan warna seragamnya. Konon Ratu Laut Selatan Nyai Roro Kidul sangat menyukai warna hijau, sehingga orang berpakaian hijau bisa ditarik ke laut untuk dijadikan budak atau pengikutnya.

pantai suwuk kebumen

Anak-anak berseragam itu meskipun tampak takut-takut namun tetap saja ingin mencoba-coba. Keberanian yang jika tak terkendali bisa berakibat fatal, bukan saja bagi anak-anak namun juga bagi orang dewasa karena gelombang Laut Selatan bisa menyeret ke tengah laut dan tak kembali lagi.

pantai suwuk kebumen

Di sisi kanan terlihat warung-warung yang berjejer sejajar pantai hingga sampai ke ujung sana yang jaraknya saya perkirakan sekitar 400 meter, sementara warung di sisi sebelah kiri hanya ada sedikit saja. Di sisi kanan juga ada pemandangan perbukitan, yang belakangan saya ketahui bahwa sebagian darinya merupakan Pantai Karangbolong.

pantai suwuk kebumen

Ombak Pantai Suwuk tergolong dahsyat, sedikit lebih dahsyat ketimbang gelombang laut di Pantai Petanahan, dan karenanya ada papan peringatan dilarang mandi ditancapkan di tepi pantai ini. Hanya saja, papan peringatan sering dipasang untuk tidak diindahkan.

pantai suwuk kebumen

Bagusnya orang-orang tua mengawasi anak-anak yang bermain di bibir pantai itu dari jarak cukup dekat, yang masih bisa terkendali jika suasana pantai tidak terlalu ramai seperti saat itu. Kuda tunggang anak-anak yang tengah melintas dituntun pemandunya terlihat cukup gagah.

pantai suwuk kebumen

Di jalan tepian pantai seorang gadis kecil tertawa lepas dibonceng ATV oleh anak laki-laki yang serius memegang gagang setir kendaraannya yang melaju. Sementara orang-orang di sekitar menjadikannya sebagai tontonan yang menghibur.

pantai suwuk kebumen

Kolam renang dengan air jernih dan pesawat sebagai tempat berteduh dari terik matahari serta sebagai awal luncuran menjadikan anak-anak betah bermain di kolam renang ini. Kolamnya sepertinya sengaja dibuat dangkal karena targetnya adalah anak-anak yang ingin bermain air di tepian laut dengan aman.

pantai suwuk kebumen

Jembatan terbuat dari kayu dan bambu sederhana di ujung Barat Pantai Suwuk yang digunakan sebagai tempat naik ke atas perahu untuk berwisata menyusur Sungai Telomoyo ke arah hulu. Muara Sungai Telomoyo disebut Muara Suwuk yang memisahkan Pantai Suwuk dengan Pantai Karangbolong.

pantai suwuk kebumen

Bambang baru saja naik ke atas perahu yang saya sewa untuk menyusur Sungai Telomoyo, setelah sebelumnya ia melewati jembatan bambu. Sebenarnya tak ada niatan untuk naik perahu, apalagi melihat gelombang air di ujung muara yang bergolak lumayan keras. Dan saya tak pernah menyukai air, sungai atau pun laut.

pantai suwuk kebumen

Seorang ayah dan anak tengah meniti jembatan bambu dan tampaknya ingin naik perahu yang belum lagi merapat. Perahu itu dibuat berbadan dua dan bersisian, diberi kursi dan atap, sehingga lebih stabil dan terlindung dari matahari. Untuk naik perahu dikutip Rp. 10.000 seorang.

pantai suwuk kebumen

Pemandangan arah ke hulu Sungai Telomoyo dengan perbukitan di ujung sana. Sungai ini lebar dan gelombangnya lumayan keras semakin mendekati Muara Suwuk karena pengaruh desakan gelombang dari arah laut yang bertabrakan dengan aliran sungai. Sayang tepian sungainya belum lagi rapi.

pantai suwuk kebumen

Tumpukan batu di ujung kanan Pantai Suwuk yang dimaksudkan sebagai pelindung terhadap abrasi karena gelombang Laut Selatan yang dahsyat. Jika saja bisa ditumbuhkan pohon Cemara Udang di sini tentu akan lebih hijau dan teduh.

pantai suwuk kebumen

Pepohonan seperti ini hanya ada di ujung Pantai Suwuk, lumayan untuk peneduh dan penyejuk mata. Papan berwarna biru memberitahu pengunjung bahwa ada kolam renang di belakang deret warung-warung di sebelah kiri. Menonjol sebagai promosi namun mengganggu.

pantai suwuk kebumen

Dimana ada air di sana pula ada pemancing. Mereka berada di Muara Suwuk. Bagi pemancing, jaket bukan saja pelindung angin namun juga pelindung kulit agar tak hitam kena matahari. Demikian pula helm, bukan untuk pelindung kepala dari benturan, namun agar tak pening kena matahari karena berjam-jam menunggui ikan menyambar umpannya.

pantai suwuk kebumen

Di sebelah kanan tampak serombongan orang tengah melangkah menuju lubang gua Karangbolong. Karena melihat mereka itulah belakangan saya minta tukang perahu untuk merapat ke sisi itu dan masuk ke gua Karangbolong yang berupa lorong alam yang tinggi.

pantai suwuk kebumen

Warung dan gazebo sederhana itu berada di ujung Pantai Karangbolong yang bisa dilihat dari area sekitar pinggiran Muara Suwuk, atau di ujung Barat Pantai Suwuk.

pantai suwuk kebumen

Pemandangan ketika saya mulai berperahu ke arah hulu Sungai Telomoyo yang lebar ini. Lalu lintas perahu di sini tak begitu ramai, menandai bahwa berperahu belum menjadi wisata yang populer di Muara Suwuk. Perbaikan dan pengembangan standard layanan serta promosi perlu terus dilakukan.

pantai suwuk kebumen

Lubang keluar lorong guang Karangbolong yang saya ambil fotonya saat berperahu menjauh menuju ke arah hulu Sungai Telomoyo. Di sebelah kiri ada lubang gua lagi, namun seingat saya tak berhubungan dengan lubang gua yang utama.

pantai suwuk kebumen

Pandangan lebih dekat ke arah mulut gua menggunakan lensa dengan focal lenght 70 mm, memperlihatkan sepasang pengunjung yang baru saja melangkah keluar dari lorong gua Karangbolong. Pemandangan itu semakin membuat saya tertarik untuk mampir ke sana.

pantai suwuk kebumen

Bambang yang berpeci haji di depan membawa gembolan tas kamera, dan dua orang tukang perahu di belakang yang menjaga mesin dan menyetir perahu yang cukup nyaman ini. Di latar belakang adalah deret jembatan-jembatan dermaga sederhana untuk menaikturunkan penumpang. Sudah waktunya pemda membuatnya lebih rapi dan berkelas.

pantai suwuk kebumen

Pemandangan sejuk indah yang kami lihat ketika berperahu di atas Sungai Telomoyo. Bantaran sungai yang berpasir dan landai, serta pepohonan di belakangnya bisa menjadi tempat bersantai yang enak agak jauh dari kebisingan.

pantai suwuk kebumen

Sebuah perahu berbadan dua melaju dari arah yang berlawanan. Setiap tahun pemda perlu memberi bantuan dan pengawasan agar perahu-perahu itu selalu dicat ulang dan kondisinya memenuhi standard keselamatan penumpang. Di latar belakang adalah pohon-pohon nipah yang tumbuh rimbun.

pantai suwuk kebumen

Lebarnya Sungai Telomoyo membuat lalu lalang perahu di atasnya bisa berjalan dengan aman. Dengan adanya wisata berperahu di sungai yang elok ini, Pantai Suwuk memiliki potensi sangat besar untuk berkembang menjadi kawasan wisata yang berkelas.

pantai suwuk kebumen

Dari jarak lebih dekat baru terlihat bahwa perahu di seberang itu penuh dengan para pelancong yang baru saja kembali dari arah hulu menuju ke Muara Suwuk. Suatu pemandangan yang menyenangkan, apalagi jika bisa sering-sering berpapasan dengan perahu-perahu yang penuh pelancong lagi. Pariwisata di Indonesia memang masih setengah atau seperempat tidur. Potensi besar seperti ini masih belum cukup diperhatikan, terlihat dari dermaganya yang sangat sederhana.

pantai suwuk kebumen

Perahu “Sumber Rejeki” yang berpapasan dengan perahu saat kami mengarungi Sungai Telomoyo yang bermuara di Muara Suwuk. Tak jelas apakah mereka yang duduk di dalam perahu itu adalah para pelancong yang membayar sewa perahu atau rombongan para handai taulan yang pergi kondangan pesta perkawinan ...

pantai suwuk kebumen

Pepohonan Nipah di pinggiran sebuah bantaran sungai berpasir yang landai. Jika saja berperahu lebih dekat, mungkin bisa melihat beberapa binatang yang hidup di sana, meski mungkin tak ada karena belum begitu lebat pepohonannya.

pantai suwuk kebumen

Lebih ke atas lagi deretan pohon Nipah terlihat lebih banyak lebih besar dan lebih lebat, sebuah tanda yang sangat menggembirakan, dan menjadi pemandangan yang menyejukkan ketika berperahu. Lamat-lamat terlihat seorang pemancing duduk di atas sebuah tanjung kecil.

pantai suwuk kebumen

Menggeser kamera ke arah kanan, dengan pemancing di tanjung kecil di sebelah kri, terlihat sebuah jembatan besar yang melintang di atas Sungai Telomoyo agak jauh di belakang sana. Perbukitan hijau di sebelah kiri ikut memperindah pemandangan dari atas sungai.

pantai suwuk kebumen

Pemancing yang duduk sendirian di atas karang yang menjorok ke sungai itu. Tergantung pada niat dan keseringannya, memancing bisa menjadi obat penenang jiwa dan pikiran serta melatih kesabaran, namun juga bisa merupakan kegiatan paling tidak efisien dan membuang-buang waktu dengan hasil yang tak sepadan. Namun memancing juga bisa menjadi ajang judi yang bisa membuat orang miskin dan kaya mendadak.

pantai suwuk kebumen

Pandangan dari jarak cukup jauh pada seorang bapak yang tengah memasang umpan di kailnya untuk memancing ikan. Sungai di sisi Barat Pantai Suwuk ini yang tak tercemar dan terpelihara lingkungan bantarannya bisa menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang.

pantai suwuk kebumen

Nipah biasanya tumbuh di bagian belakang hutan bakau, di dekat aliran sungai yang memasok lumpur ke pesisir pantai. Daun nipah yang telah tua bisa dipakai membuat atap rumah yang tahan 3-5 tahun. Daun nipah bisa dianyam untuk dinding rumah, tikar, tas, topi dan beraneka jenis keranjang anyaman lainnya.

pantai suwuk kebumen

Jembatan dengan tiga pilar penyangga di atas sungai itu terlihat semakin dekat dengan sekitar 7 buah titik di atasnya. Tak salah, mereka adalah kumpulan para pemancing ikan!

pantai suwuk kebumen

Hutan Nipah masih menghiasi pinggiran sungai selewat bawah jembatan, dan di ujung sana terlihat semacam delta yang menjadi pemisah dua sungai. Entah sungai yang sama yang terpisah sebelumnya atau dua aliran sungai yang bertemu menjadi satu.

pantai suwuk kebumen

Sebuah benda seperti mengapung di tengah sungai, dengan bendera merah putih di atasnya. Selang besar menghubungkannya dengan bantaran di sebelah kirinya. Air disekitarnya terlihat lebih keruh.

pantai suwuk kebumen

Sementara itu hutan Nipah masih menjadi pemandangan utama di pinggiran Sungai Telomoyo ini. Pada jaman dahulu daun nipah yang muda (pucuk) dijadikan daun rokok di Sumatera, dengan cara dikelupas kulit arinya, dijemur kering, dikelantang untuk menjadikannya putih dan dipotong-potong sesuai ukuran rokok. Beberapa naskah lama Nusantara juga ditulis di atas daun nipah.

pantai suwuk kebumen

Semakin dekat terlihat bahwa benda mengapung berbendera putih itu berupa mesin motor di atas rakit bambu, dengan pipa besar untuk mengalirkan pasir setelah disedot oleh mesin dari dasar sungai.

pantai suwuk kebumen

Beginilah rakit bambu yang dugunakan untuk tempat dua buah mesin motor besar dan sebuah mesin motor kecil dengan pipa-pipa besar yang digunakan untuk menghisap pasir dari dasar sungai. Penambangan pasir yang tak terkendali sangat berbahaya bagi kelestarian lingkungan.

pantai suwuk kebumen

Agak jauh di dekat delta terlihat lagi beberapa pompa pasir mengambang di atas air, dan di atas salah satunya ada satu orang yang tengah bekerja, sementara di bantaran kiri ada lagi orang lain dan sebuah truk dengan bercat kuning. Di bantaran sekitarnya juga ada lagi beberapa orang yang tampak tengah bekerja.

pantai suwuk kebumen

Pemandangan arah ke delta dengan lensa biasa dimana ketiga pompa penyedot pasir hanya terlihat lamat-lamat, dan orang-orang yang bekerja di pinggiran sungai hanya berupa titik-titik kecil.

pantai suwuk kebumen

Pemandangan beberapa saat setelah berbalik arah di dekat delta Sungai Telomoyo, dengan pemandangan jembatan di ujung sana. Di sebelah kiri tampak bantaran sungai yang ambrol sebagai akibat penambangan pasir yang tak terawasi dan tak terkendali. Pembiaran lebih lanjut akan memperparah kerusakan lingkungan.

pantai suwuk kebumen

Jembatan yang melintang di atas Sungai Telomoyo menjadi terlihat menarik dengan latar perbukitan yang sebagian menguning dan gundul karena saat itu musim hujan penghujan belum lagi tiba.

pantai suwuk kebumen

Ternyata bukan 7 namun delapan orang yang tengah berdiri di tepian jembatan untuk memancing, lima di kiri dan tiga di kanan, dan entah mengapa mereka semua berdiri pada sisi jembatan yang sama dengan melawan arah aliran sungai.

pantai suwuk kebumen

Memancing adalah kegiatan yang unik, mereka terlihat bersama-sama namun sangat jarang atau hampir tak pernah berbicara satu dengan yang lainnya. Setiap dari mereka seolah hidup di dunianya sendiri-sendiri, dan mata serta pikiran hanya tertuju pada umpan yang mereka lempar ke sungai. Bagaimana bisa bercakap-cakap dengan baik, berdiri pun mereka tak bisa berdekatan.

pantai suwuk kebumen

Pemandangan beberapa saat setelah melewati kolong jembatan pada arah kembali ke Muara Sungai atau di ujung Barat Pantai Suwuk, dengan perbukitan hijau dan hutan nipah di sebelah kanan bantaran. Suasana sangat tenang dan menyenangkan.

pantai suwuk kebumen

Beberapa saat kemudian ujung perbukitan yang berhadapan dengan ujung Barat Pantai Suwuk sudah terlihat. Saat kembali kami sama sekali tak berpapasan dengan perahu lagi yang berarti belum ada pelancong yang berwisata dengan berperahu di atas Sungai Telomoyo ini. Yang membuat saya juga senang adalah bendera Merah Putih yang terus berkibar di haluan atau bagian depan perahu.

pantai suwuk kebumen

Pemandangan dalaman perahu yang kami tumpangi, cukup baik untuk standar minimal kenyamanan dan harga yang cukup murah. Dengan berkembangnya ekonomi maka standard perahu wisata ini pun suatu saat nanti perlu ditingkatkan.

pantai suwuk kebumen

Si bapak pemancing soliter masih setia berjongkok di atas batu padas yang menjorok ke sungai saat kami kembali ke arah muara. Ketimbang pergi ke pasar membeli ikan dengan mengeluarkan uang memang lebih baik pulang ke rumah membawanya dari sungai dengan hanya bermodal cacing dan kesabaran untuk menunggu peruntungan.

pantai suwuk kebumen

Riak air di samping perahu yang kami tumpangi. Meski tak bisa dibilang jernih, namun air Sungai Telomoyo yang menuju ke Pantai Suwuk juga tidak keruh. Entahlah jika musim penghujan telah tiba, karena erosi di bagian hulu yang parah bisa membuat warna air menjadi jauh berbeda.

pantai suwuk kebumen

Info Kebumen

Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.