Pantai Karangbolong Kebumen

October 08, 2019. Label:
Pantai Karangbolong Kebumen saya kunjungi dua kali dalam jarak waktu sangat berdekatan. Kunjungan yang pertama saya lakukan dengan menyeberangi Muara Suwuk di ujung Barat Pantai Suwuk naik perahu yang saya sewa untuk menyusuri Sungai Telomoyo, dan yang kedua lewat jalan darat dengan memutar sejauh 4,4 km.

Lebar Muara Suwuk hanya 100 meter-an, sehingga lebih dekat menyeberang dengan perahu dibanding lewat darat. Pada kunjungan pertama, selesai menyusuri Sungai Telomoyo, perahu sandar di mulut Gua Karangbolong, dan saya turun di sebelah dinding karang kehijauan unik. Saya berjalan masuk ke lorong Gua Karangbolong sepanjang 30 meter melewati serakan batu.

Lorong gua selebar 10 meter dan tinggi 5 meter ini sedikit menanjak sebelum sampai di mulut gua ada di area Pantai Karangbolong. Gua Karangbolong merupakan gua batuan sedimen (breksi) yang dikenal sebagai Formasi Gabon, terbentuk 30-15 juta tahun lalu.

pantai karangbolong kebumen

Mulut Gua Karangbolong ini saya ambil fotonya sesaat sebelum memasukinya. Beberapa saat berikutnya saya sudah keluar di ujung sana. Meskipun lorong ini lebih panjang dari Pantai Karang Bolong Serang, namun di tempat ini tak saya lihat jalur pendakian yang elok sebagaimana yang ada di Anyer.

Hal pertama yang saya lakukan adalah ke mampir warung di depan mulut gua untuk minum dan mencicipi Yutuk, Undur-undur laut, yang digoreng kering. Di mulut gua ada diorama pengambilan sarang Burung Walet. Sayangnya bisnis sarang Burung Walet di Kebumen hancur karena pengambilan sarang burung secara kalap yang tidak memperhatikan kelestarian Walet.

Sayangnya orang mulai sadar setelah semuanya terlambat, dan membutuhkan waktu sangat lama untuk ekosistem Walet terbangun kembali. Itu pun jika sudah ada perlindungan dan aturan yang jelas dari pemerintah setempat untuk melakukan konservasi bagi kehidupan Walet di Pantai Karangbolong.

Tebing luar gua Pantai Karangbolong Kebumen masih dipasangi dengan struktur bambu yang dulu digunakan oleh para pemburu sarang burung, yang kini digantikan oleh patung bisu yang menandai hancurnya bisnis liur burung laut itu. Ada tanjung kecil di ujung kiri Pantai Karangbolong yang berhadapan dengan tanggul penahan gelombang di ujung barat Pantai Suwuk. Di sana terdapat gazebo, dan ada pula sebuah batu halus yang diberi sesajian.

pantai karangbolong kebumen

Pemandangan dari dalam gua Karangbolong beberapa saat sebelum kembali ke perahu, karena tak ingin tukang perahu menunggu terlalu lama di pinggiran sungai. Perjalanan kedua lewat darat ke Pantai Karangbolong Kebumen pun dimulai agar kunjungan lebih afdol. Setelah melewati Jembatan Suwuk sejarak 900 meter dari Pantai Suwuk, jalanan mulai menanjak melewati perbukitan.

Sekitar 1,4 km kemudian kami sampai di tikungan tajam menyerupai V terbalik dan setelah itu jalanan menurun. Sejarak 1,2 km dari tikungan itu jalanan mentok di pertigaan dan kami belok kiri dan membayar tiket masuk ke Pantai Karangbolong. Sekitar 850 meter dari gapura saya sudah tiba di warung depan Gua Karangbolong yang sebelumnya saya kunjungi.

Meskipun apa yang terlihat sama saja dengan yang tampak pada kunjungan sebelumnya, namun memang baru terasa lengkap setelah datang melewati jalur jalan yang normal lewat darat. Suasana di Pantai Karangbolong Kebumen masih relatif alami, dan semoga akan tetap seperti ini. Tak semua pantai perlu meniru Pantai Suwuk yang telah diekploitasi dengan menambah berbagai fasilitas untuk menarik pengunjung.

Suasana Pantai Karangbolong yang sepi sepertinya lebih cocok bagi pasangan yang ingin menikmati suasana pantai namun tak begitu menyukai keramaian. Selain melihat gua dan menikmati suasana di bawah rimbun pohon atau dengan duduk di warung, kegiatan lain yang bisa dilakukan di sini adalah memancing karena ikan di sini cukup berlimpah.

Saya mampir lagi ke warung di depan gua dengan dagangan Yutuknya yang khas itu. Kali ini makan pecel, selain mengunyah sedikit Yutuk. Yang menarik, sekaligus membuat trenyuh, adalah si ibu merupakan salah satu korban yang selamat dari bencana Tsunami, meski nyawanya sudah sempat berada di ujung tanduk. Itu yang membuatnya kini selalu bersyukur, walau pantai ini jauh lebih sepi ketimbang Pantai Suwuk.

Namun saya merasa khawatir juga melihat jumlah Yutuk yang digoreng di satu warung itu saja. Banyak sekali. Jika setiap harinya binatang ini terus diburu dalam jumlah besar tanpa memperhatikan pola dan kebiasaan reproduksinya, bisa jadi binatang ini tak lama lagi akan punah sebagaimana yang dialami oleh burung Walet. Jika itu sampai terjadi, maka hilanglah satu lagi mata pencaharian penduduk Kebumen.

Mudah-mudahan saja pemerintah daerah Kabupaten Kebumen sudah menerjunkan team peneliti untuk mempelajari siklus hidup Yutuk dengan seksama, dan lalu memberi penyuluhan intensif kepada warga agar tidak mengambil Yutuk pada masa mereka kawin dan berkembang biak. Hanya dengan cara itu kelestarian Yutuk akan terjaga, yang berarti juga kelestarian penghasilan para pedagangnya juga.

Berbeda dengan Pantai Suwuk, Pantai Karangbolong berbentuk lengkung seperti teluk kecil dengan panjang pantai hanya sekitar 250 meter menghadap ke arah tenggara atau menyudut sekitar 40 derajat dari Pantai Suwuk. Di ujung kanan Pantai Karangbolong Kebumen ini terdapat sungai kecil dan perbukitan. Sungai itu datang dari perkampungan di atasnya.

Pantai Karangbolong Kebumen ini ombak lautnya sangat besar, dan karenanya menarik untuk dipandang dan dinikmati. Warna air laut di dekat pantai juga terlihat agak tua, artinya air lautnya lumayan dalam sehingga tak heran menjadi sangat berbahaya bagi pengunjung untuk mandi di sini karena bisa menyeret orang ke tengah laut.

Pantai Karangbolong Kebumen

Alamat : Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kebumen. Lokasi GPS : -7.758035, 109.467794, Waze. Harga tiket masuk : Rp 3.000, Mobil Rp 5.000.

Galeri Foto Pantai Karangbolong Kebumen

Saya mampir lagi ke warung di depan gua dengan dagangan Yutuknya yang khas itu. Kali ini makan pecel, selain mengunyah sedikit Yutuk. Yang menarik, sekaligus membuat trenyuh, adalah si ibu merupakan salah satu korban yang selamat dari bencana Tsunami, meski nyawanya sudah sempat berada di ujung tanduk. Itu yang membuatnya kini selalu bersyukur, walau pantai ini jauh lebih sepi ketimbang Pantai Suwuk.

pantai karangbolong kebumen

Tebing gua Pantai Karangbolong Kebumen dengan struktur bambu yang dulu digunakan oleh para pemburu sarang burung, yang kini digantikan oleh patung bisu yang menandai hancurnya bisnis liur burung laut itu. Ada tanjung kecil di ujung kiri Pantai Karangbolong yang berhadapan dengan tanggul penahan gelombang di ujung barat Pantai Suwuk. Di sana terdapat gazebo, dan ada pula sebuah batu halus yang diberi sesajian.

pantai karangbolong kebumen

Dinding yang ada di luar mulut Gua Karangbolong yang sela-sela batunya ditumbuhi oleh lumut menjuntai. Tampaknya dinding ini terendam ketika air laut sedang pasang.

pantai karangbolong kebumen

Dua lempengan dinding di luar Gua Karangbolong yang dipisahkan oleh celah yang sempit. Batuan ini terlihat sangat keras karena telah terbentuk jutaan tahun yang lalu.

pantai karangbolong kebumen

Lumut hijau terang juga terlihat tumbuh di celah diantara kedua lempeng batuan ini, meskipun tampaknya sangat sedikit terkena sinar matahari, dan juga kemungkinan hanya dalam waktu singkat saja.

pantai karangbolong kebumen

Model atau bentuk lengkung karang yang bolong ini sepertinya agak standar, maksudnya ada kemiripan dengan bentuk yang saya lihat di Karangbolong Anyer.

pantai karangbolong kebumen

Deretan batuan berlumut pada dinding yang berujung di mulut Gua Karangbolong ini terlihat elok, membentuk seperti garis yang cukup rata di bagian atasnya. Garis imajiner atas itu sepertinya adalah batas atas air laut atau air muara sungai ketika pasang.

pantai karangbolong kebumen

Pandangan yang lebih jelas ke dalam lorong Gua Karangbolong yang dengan tinggi sekitar 5 meteran dan ada lintasan berpasir yang halus sangat mudah untuk dilewati. Karena bukan batuan kapur maka tak banyak yang bisa dilihat di dalam gua ini selain sensasi ketika melewati lorongnya.

pantai karangbolong kebumen

Seorang pemancing sepertinya tengah tak puas dengan lokasi tempat memancingnya dan hendak mencoba peruntungan di titik lain. Tempat ia berdiri adalah tanjung kecil di ujung kiri Pantai Karangbolong yang berhadapan dengan tanggul penahan gelombang di ujung barat Pantai Suwuk. Di sana terdapat gazebo, dan ada pula sebuah batu yang diberi sesajian.

pantai karangbolong kebumen

Mulut Gua Karangbolong yang satunya lagi, dilihat dari area Pantai Karangbolong. Perbedaan dengan mulut gua yang di tepi sungai adalah adanya diorama yang menggambarkan bagaimana orang mengambil sarang burung Walet dengan meniti bambu dan kadang harus dibayar dengan nyawa jika tak hati-hati.

pantai karangbolong kebumen

Warung di ibu tempat saya membeli minuman dan kemudian mencicipi Yutuk, atau undur-undur laut. Mudah-mudahan pemerintah tidak lagi kecolongan sebagaimana yang terjadi dengan sarang burung Walet. Penangkapan Yutuk harus memperhatikan konservasi binatang ini, sehingga tidak punah sebagaimana Walet. Syukur jika sudah bisa diternak.

pantai karangbolong kebumen

Warung satunya lagi yang merapat ke dinding terusan dari dinding Gua Karangbolong. Tengara larangan berenang dilaut terpasang di sebelah kiri. Tidak bisanya orang berenang, dan tidak adanya kolam renang sebagai penggantinya membuat anak sekolah lebih senang pergi ke Pantai Suwuk, membuat Pantai Karangbolong menjadi sepi.

pantai karangbolong kebumen

Pandangan jarak dekat ke arah diorama dan lubang yang menjadi sarang burung Walet. Keserakahan memang sumber segala kerusakan di bumi ini. Peran pemerintah sebagai regulator dan pembuat kebijakan sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan, bagi kepentingan ketiga belah pihak: si hewan, si tumbuhan, dan si manusia.

pantai karangbolong kebumen

Pandangan sekali lagi dari dalam Gua Karangbolong saat kembali ke perahu. Sisi barat Pantai Suwuk yang merupakan ujung aliran Sungai Telomoyo tampak di si ujung sana.

pantai karangbolong kebumen

Cekungan di depan mulut gua memang sangat bagus karena selain landai juga terlindung dari arus air Sungai Telomoyo, sehingga perahu bisa mendarat di pasir dengan aman. Jika saja dibuat jembatan lengkung terbuat dari kayu selebar tiga meter yang dikait dengan kawat baja, akan sangat baik bagi kemajuan wisata kedua pantai ini.

pantai karangbolong kebumen

Ketika kembali ke perahu saya masih saja tertarik dengan tekstur dan lumut yang ada pada dinding kiri tebing. Melihat bentuknya, saya tak yakin kalau itu terbentuk secara alami. Saya kira lereng kecil ini merupakan lereng buatan untuk mencegah abrasi pada dinding luar gua.

pantai karangbolong kebumen

Pemandangan dari mulut Gua Karangbolong ke arah tanggul penahan gelombang di sisi Barat Pantai Suwuk. Orang-orang yang terlihat berdiri di sana, semuanya adalah pemancing ikan. Jika saja ada Pohon Cemara Udang di sana, tentu akan lebih elok dan sejuk.

pantai karangbolong kebumen

Sebelumnya saya lihat beberapa orang berjalan melipir di pinggiran sungai yang tampak pada foto ke ujung sebelah sana. Tampaknya hal itu hanya bisa dilakukan ketika air sungai tidak sedang tinggi.

pantai karangbolong kebumen

Gelombang di yang menghantam tepian barat Pantai Suwuk itu tingginya sekitar 2 meteran. Tak heran jika diperlukan penahan gelombang untuk menahan abrasi. Namun gelombang yang besar itu tak mengganggu para pemancing dan konco-konconya.

pantai karangbolong kebumen

Sesajian berupa bebungaan dibungkus daun pisang yang diletakkan di atas batu di tanjung Pantai Karangbolong, menandai bahwa masih ada masyarakat (mungkin para pemilik warung) yang percaya perlunya menyenangkan penguasa Laut Selatan.

pantai karangbolong kebumen

Sebuah batu dengan permukaan halus, terpisah sendirian dari batu-batu lainnya, yang juga diberi sesaji bunga di atasnya. Seingat saya ada yang menyebutkan bahwa ada air tawar di sekitar tempat ini, yang saya duga adalah genangan yang ada di bagian atas itu, namun tak terlalu yakin karena waktu itu tak saya cicipi.

pantai karangbolong kebumen

Pemandangan yang memperlihatkan letak batu itu dari tepian air laut di tanjung Pantai Karangbolong. Meskipun gempuran ombak ke batuan ini terjadi tak henti-hentinya, namun batuan yang telah berusia sangat tua ini tampaknya tetap kokoh kuat.

pantai karangbolong kebumen

Dua pasang bangku beton berhadapan dengan peneduh beratap genteng ini berada di ujung bukit Karangbolong yang lancip dan tipis, atau berada di tepian Muara Suwuk, dengan pemandangan langsung ke Pantai Suwuk.

pantai karangbolong kebumen

Pada bukit yang berada di atas Gua Karangbolong ini entah memang tak tumbuh pohon atau pohon yang ada sudah ditebangi. Jika saja ada pohon besar di atas sana dengan akar yang melilit bebatuan maka bisa menjadi pamdangangan mengasyikkan sebagaimana yang ada di Pantau Karangbolong Serang, Banten.

pantai karangbolong kebumen

Pantai Karangbolong dari belakang dua pohon Cemara Udang yang masih sangat muda. Jika saja waktu itu saya berjalan sampai ke ujung sana, yang menjadi muara sebuah sungai kecil, mungkin saya akan mendapat pemandangan lain yang menarik.

pantai karangbolong kebumen

Pantai Karangbolong Kebumen ini ombaknya memang lumayan besar. Warna air laut di dekat pantai juga terlihat agak tua, artinya air lautnya cukup lumayan dalam sehingga tak heran sangat berbahaya untuk mandi di sini karena bisa menyeret orang kedalam laut.

pantai karangbolong kebumen

Yutuk yang telah dibuat rempeyek. Jika warung yang sepi seperti milik si ibu ini bisa menyiapakan cukup banyak Yutuk, saya tak membayangkan berapa banyak Yutuk yang disiapkan di warung-warung di Pantai Suwuk yang jauh lebih ramai.

pantai karangbolong kebumen

Nasi pecel si ibu di Pantai Karangbolong yang menjadi menu makan untuk siang hari itu. Rasanya cocok untuk lidah saya. Selain dua warung yang fotonya telah ditampilkan, ada lagi warung yang bentuknya menyerupai rumah bambu yang berada agak jauh di sisi kiri dari mulut gua.

pantai karangbolong kebumen

Jika orang-orang pada diorama terlihat kecil, itu karena diorama pengambilan sarang burung walet ini letaknya memang cukup tinggi melekat pada dinding atas Gua Karangbolong.

pantai karangbolong kebumen

Area mulut Gua Karangbolong yang berada di tepian Muara Suwuk yang menjadi tempat mendarat perahu. Permukaan air sungai saat itu pas bagi perahu untuk masuk ke dalam area itu, keluar dari aliran sungai.

pantai karangbolong kebumen

Si ibu yang merupakan korban selamat dari bencana tsunami yang menghantam pantai selatan Laut Jawa pada 17 Juli 2006 lalu. Ia kini mengisi hari-harinya dengan berjualan di Pantai Karangbolong yang meskipun sepi namun tetap mensyukuri rizki yang diberikan sang Pencipta kepadanya.

pantai karangbolong kebumen

Kesabaran untuk menunggu pejalan mampir di warungnya, dan membawa rejeki baginya, menjadi sebuah latihan kebatinan yang kian lama bisa kian mendekatkan diri pada yang Maha Pemberi. Bahwa setiap lembar uang, entah secara fisik atau cera virtual di bank, dan kini di dompet digital, sudah ada jalannya sendiri untuk kapan dimana dan kepada siapa akan berpindah tangan.

pantai karangbolong kebumen

Wajan yang telah menghitam oleh sebab terlalu sering bekerja kelewat keras, dan pemiliknya mungkin telah merasa lelah untuk membersihkannya ketika waktunya pulang dan ingin segera beristirahat di rumah. Jika saja KKN mahasiswa menyasar hal sederhana seperti ini, membersihkan peralatan dagang usaha mikro dan umkm, tentu manfaatnya akan dirasakan langsung oleh rakyat kecil.

pantai karangbolong kebumen

Si ibu baru saja mengangkat gorengan Yutuk matang dari atas wajan, sementara adonan Yutuk dengan tepung yang ada di dalam wadah plastik sudah hampir habis digoreng. Mungkin cukup untuk mengais rejeki halal di hari yang lumayan sepi itu.

pantai karangbolong kebumen

Bambang yang menemani saya berkeliling dan si ibu yang tengah merapikan dagangannya. Tak saya tanyakan apa yang si ibu lakukan jika ketika petang telah tiba ternyata masih ada dagangannya yang belum laku. Namun umumnya orang kecil seperti si ibu ini memiliki naluri sosial yang tinggi, dengan memberikan sisa dagangannya ke orang miskin di sekitar tempat tinggalnya.

pantai karangbolong kebumen

Info Kebumen

Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.

: Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.