Mata Air Sendang Pelus Kebumen

October 03, 2019. Label:
aroengbinang.com - Lokasi Mata Air Sendang Pelus Kebumen tak mudah kami temukan, meski telah berada di kecamatan dimana sendang berada. Kami putar balik beberapa kali karena belokannya terlewati. Kesulitan seperti ini membuat saya berusaha memperoleh data GPS di semua tempat yang saya kunjungi, untuk memudahkan pejalan.

Ancar-ancar yang diberikan penduduk, pertigaan itu ada di seberang pasar. Meski pasarnya dekat pinggir jalan, namun ketiadaan tengara membuat kami kesasar. Belakangan saya tahu pasar itu bernama Metho, nama lain Rogodadi, nama desa dimana Sendang Pelus berada. Setelah masuk ke pertigaan yang benar, kami bertanya lagi pada penduduk yang tengah duduk-duduk di tepi jalan, untuk memastikan arah.

Setelah 280 meter di jalan desa, jalan itu lalu menyerong ke kiri, dan terlihat gapura bertulis "Kawasan Wisata Sendang Pelus". Sesaat kemudian, setelah 450 meter dari pertigaan, sampailah kami ke tempat tujuan. Untuk berkunjung ke Mata Air Sendang Pelus Kebumen kini orang tak perlu malu lagi bertanya arah di pinggiran jalan ke orang yang tak dikenal. Cukup membuka aplikasi Waze dan cari nama Sendang Pelus, selebihnya biarka Waze yang memandu jalan. Jika Waze belum memasukkan lokasinya, tinggal klik data GPS di ujung tulisan.

mata air sendang pelus kebumen

Gapura bertulis "Kawasan Wisata Sendang Pelus" itu, yang terlihat dibuat dengan cukup baik dan sepertinya belum begitu lama dibuat. Jalanan desa yang kami lewati kondisinya tidak buruk meski hanya berupa jalan tanah yang diperkeras. Di sisi kiri kanan jalan terlihat rumah penduduk berpagar tanaman perdu yang di kampung disebut sebagai tetean.

Jarak dari Tugu Lawet hingga Sendang Pelus 28,5 km, arah ke Barat melewati Jl Pahlawan, Jl Ronggowarsito, lanjut Jl Raya Sokka yang selama puluhan tahun terkenal dengan Genteng Sokka, lanjut Jl Nasional III, belok kiri masuk jalan tembus sebelum RM Candisari hingga mentok Jl Gombong - Karangbolong, dan lalu ke kiri 6,8 km lagi untuk sampai Pasar Metho.

Keberadaan sendang bisa disebut sebagai tempat yang cukup langka, oleh sebab tak semua desa atau kecamatan bisa beruntung memilikinya. Jika pun punya maka debit air yang keluar ada yang jecil dan ada pula besar yang bisa dibuat sebagai kolam renang. Tak jarang tempat seperti ini dianggap sebagai keramat, dibumbui cerita legenda masa lalu.

Ketiadaan teman dekat atau pinisepuh yang biasa diajak bertukarpikir dan berkeluh kesah bisa merupakan salah sebab mengapa orang senang pergi ke tempat yang dianggap keramat untuk mengadukan masalah hidupnya dan meminta pertolongan. Walau pun begitu, ketika ditanya umumnya akan menjawab bahwa mereka meminta langsung ke Yang Mahakuasa, dan apa yang mereka lakukan hanya menjadi lantaran atau medium.

mata air sendang pelus kebumen

Penampakan area Mata Air Sendang Pelus dengan tugu pendek polos pada jalan masuk yang diapit dua buah batu besar kasar dan tak beraturan bentuknya. Jika suatu ketika ada pemahat patung yang piawai datang berkunjung ke sana, kedua batu itu bisa menjelma menjadi sepasang arca Dwarapala yang elok.

Di ujung sana terlihat sebuah bangunan rumah kecil kosong tanpa penghuni yang terlihat sudah mulai menua, nyaris kumuh. Suasana di sekitar Mata Air Sendang Pelus tampak sepi, maklum lkarena okasinya berada di kaki bukit yang cukup jauh jaraknya dari tepi jalan besar. Lagipula tak banyak orang tertarik untuk datang ke sendang, ketika mall dan tempat hiburan lainnya telah tersedia di kota.

Di sisi sebelah kanan area terdapat aliran sungai kecil dengan air jernih yang rupanya mengalirkan limpahan air dari Mata Air Sendang Pelus. Lokasi sendang berada di dalam kolam di belakang bangunan kecil itu. Air yang berasal dari sendang itulah yang digunakan sehari-hari oleh penduduk sekitar untuk keperluan mandi, mencuci dan keperluan lainnya.

Di pojok kiri area sendang terdapat bentuk seperti patung setengah badan yang tidak sempurna, entah memang dari awalnya seperti itu atau rusak karena dimakan oleh waktu. Pada tembok batu di sebelah kanannya terdapat tulisan "Mata Air Sendang Pelus", dengan relief dua ekor pelus yang digambarkan pada posisi berhadapan.

Di kolam tempat Mata Air Sendang Pelus ada sebuah kotak tembok kecil yang dipergunakan sebagai tempat ritual, terlihat dari tumpukan bakaran dupa yang ada di tengahnya. Kabarnya memang ada beberapa orang yang segaja datang ke tempat ini untuk ngalap berkah agar apa yang diinginkannya tercapai. Kepercayaan pada yang gaib memang pilihan, tak bisa dipaksakan.

Jernihnya Mata Air Sendang Pelus Kebumen masih terlihat pada foto lainnya yang saya ambil di sana, meski dasarnya sendangnya perlu dibersihkan. Seorang pria yang tengah membersihkan diri di kali mengatakan bahwa dulu memang ada pelus (Anguilla spp) yang hidup di sendang ini.

Keterangan pria itu secara tak langsung mengatakan bahwa tak ada lagi pelus yang hidup di sendang. Sayang saya tak bertemu kuncen untuk mengkonfirmasi keterangan pria itu. Sejumlah tulisan yang terbit beberapa tahun lalu menyebutkan bahwa di sendang ini memang ada pelus besar, yang keluar dari sarangnya ketika diberi telur goreng oleh kuncen.

Mudah-mudahan pelusnya masih ada. Namun, kelestarian mata air Sendang Pelus ini terancam dengan penambangan batu dan gamping pada perbukitan resapan air. Saya sempat ke tebing bukit yang sebagian telah lenyap itu. Harapan saya, semoga masyarakat tahu kapan harus berhenti merusak alam, agar terhindar dari bencana yang mereka ciptakan sendiri.

Mata Air Sendang Pelus

Alamat : Desa Rogodadi, Kecamatan Buayan, Kebumen. Lokasi GPS : -7.6991, 109.47761, Waze.

Galeri Foto Mata Air Sendang Pelus

Kolam tempat Mata Air Sendang Pelus dengan sebuah kotak tembok kecil yang dipergunakan sebagai tempat ritual, terlihat dari tumpukan bakaran dupa yang ada di tengahnya. Kabarnya memang ada orang yang segaja datang ke tempat ini untuk ngalap berkah agar apa yang diinginkannya tercapai. Kepercayaan memang pilihan, tak bisa dipaksakan.

mata air sendang pelus kebumen

Jernihnya air di kolam Mata Air Sendang Pelus Kebumen masih terlihat, meski dasarnya sendangnya perlu dibersihkan. Seorang pria yang tengah membersihkan diri di kali mengatakan bahwa dulu memang ada pelus (Anguilla spp) yang hidup di sendang ini.

mata air sendang pelus kebumen

Salah satu celah batu gamping yang mengeluarkan mata air, meskipun terlihat samar gelegak airnya. Bisa jadi karena musim hujan belum lagi tiba sehingga mata air yang keluar tidak begitu besar. Kerusakan hutan di perbukitan juga lambat laun akan berpengaruh pada besarnya keluaran mata air ini.

mata air sendang pelus kebumen

Penampakan pada kolam mata air Sendang Pelus, yang meskipun airnya jernih namun pada dasar kolam tampak kotoran tanah dan debu yang akan menjadi keruh jika ada orang yang mencebur ke dalamnya. Kabarnya sendang ini dibersihkan setahun sekali.

mata air sendang pelus kebumen

Undakan untuk turun ke Sendang Pelus yang airnya cukup dingin. Penduduk tampaknya tidak menggunakan kolam sendang ini untuk keperluan sehari-hari. Mereka hanya menggunakan limpahan air sendang yang telah mengalir ke kali kecil. Jika saja debu tanah telah dibersihkan, dasar sendang akan terlihat jauh lebih elok.

mata air sendang pelus kebumen

Tebing yang telah diperkosa manusia untuk diambil batu dan gampingnya. Batu yang telah dipotong-potong menjadi berukuran kecil terlihat teronggok di dua tempat. Sebuah tangga bambu yang digunakan terlihat bersender pada dinding batu, demikian pula tali-tali yang digunakan untuk bergelantungan saat memotong batu.

mata air sendang pelus kebumen

Penampakan pada potongan dinding tebing dengan hutan yang ada di atasnya. Entah sudah berapa banyak pepohonan yang ditebang untuk mengupas tanah di bawahnya dan diambil batu gamping serta batu hitamnya. Kebumen juga kaya dengan batuan tua, namun banyak yang telah dirusak manusia.

mata air sendang pelus kebumen

Dalaman batu yang elok itu sebentar lagi akan lenyap menjadi serpihan kecil untuk diangkut ke kota. Dibutuhkan kebijakan agar manusia bisa membangun tanpa merusak alam. Karena rusaknya alam akan menjadi bom waktu bencana yang harus dibayar oleh manusia sendiri.

mata air sendang pelus kebumen

Relung gua yang tercipta karena penambangan batu dan gamping. Gua itu pun akan lenyap seiring dengan habisnya tebing di atasnya. Hidup memang tidak pernah mudah, namun banyak susah terjadi karena ulah manusia sendiri yang tak tahu kapan mereka harus berhenti merusak alam dan lalu menjaganya agar lestari dan bisa dinikmati anak keturunan.

mata air sendang pelus kebumen

Pengrusakan tebing batu dan gamping pada sisi ini banyak dilakukan oleh masyarakat setempat, umumnyena dengan menggunakan peralatan tradisional. Namun di atas sana kabarnya penambang yang lebih massif juga terjadi menggunakan alat-alat berat dengan kecepatan penghancurna yang tentunya berlipat.

mata air sendang pelus kebumen

Air Sendang Pelus terlihat sangat jernih sehingga batuan kerikil yang ada di dasar kali bisa terlihat dengan sangat jelas. Ini mengingatkan saya pada jernihnya Sumur Pasucen yang terdapat di bagian atas kompleks Makam Panembahan Kalibening di daerah Banyumas.

mata air sendang pelus kebumen

Sepertinya yang dilakukan oleh para penambang adalah memamksimalkan perolehan dari batuan kapur dan batuan keras yang mereka pecahkan dari dinding tebing. Sisa-sisa tambang berupa koral atau batu kecil pun mereka kumpulkan dan tentu akan dijual kepada mereka yang membutuhkan.

mata air sendang pelus kebumen

Batu koral yang dikumpulkan oleh para penambang dan menunggu pembeli dari kota atau dari daerah lain.

mata air sendang pelus kebumen

Lubang gua buatan tak terlalu dalam yang sepertinya memang sengaja dibuat sebagai tempat berteduh sementara, baik dari dari tetes air hujan yang turun maupun dari terik matahari ketika para penambang tengah beristirahat sambil membuka bekal makanan minuman yang mereka bawa dari rumah.

mata air sendang pelus kebumen

Lubang gua lainnya yang melihat warna gelapnya maka dinding atasnya adalah berupa batuan keras. Jika batuan gamping menjadi penanda bahwa daerah ini dahulu pernah terendam di bawah air laut, maka batuan keras menjadi penanda bahwa dahulu kala di sana pun ada aktivitas vulkanik.

mata air sendang pelus kebumen

Batuan gamping yang sebagian diikat oleh batuan vulkanik itu sepertinya cukup keras dan tak ada kekhawatiran terjadi longsor ketika dibuat relung atau gua buatan dangkal di area tebing ini. Karena jaraknya yang sangat dekat dengan Sendang Pelus, tak bisa tidak orang akan tertartik untuk melihat dari dekat area tebing batu gamping ini.

mata air sendang pelus kebumen

Jika saja ada penambang yang tengah bekerja tentu akan menjadi tontonan yang menarik perhatian untuk melihat bagaimana cara kerja mereka dan alat apa saja yang mereka gunakan. Ketersediaan peralatan dan pengalaman para penambang akan menentukan teknik yang mereka gunakan dalam membongkar tebing ini.

mata air sendang pelus kebumen

Lubang gua di tebing batuan gamping itu boleh jadi akan terendam air di puncak musim penghujan, oleh karena bentuknya yang miring ke dalam serta dibatasi oleh gundukan pecahan batuan gamping halus dengan area dataran yang ada di luarnya.

mata air sendang pelus kebumen

Mungkin ada masanya nanti ketika aktivitas penambangan telah berhenti oleh karena satu dan lain sebab, pada permukaan tebing batuan gamping ini akan dipahat oleh para seniman patung serangkaian relief yang mengambil kisah klasik Jawa.

mata air sendang pelus kebumen

Secara umum gamping adalah batuan sedimen yang berisikan material mineral kalsit dan aragonit, dua varian yang tak sama dengan CaCO₃. Sumber utama dari kalsit adalah organisme laut yang kemudian mengendap dan menjadi batuan di dasar laut, dan oleh karena itulah mengapa keberadaan batuan gamping merupakan petunjuk bahwa suatu daerah pernah berada di bawah permukaan laut dalam jangka waktu yang panjang.

mata air sendang pelus kebumen

Info Kebumen

Hotel, Tempat Wisata, Peta.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.