Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara

September 28, 2019. Label:
aroengbinang.com - Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara di Welahan merupakan tempat pertama yang kami kunjungi di sore hari itu setelah memasuki kota semenanjung di pesisir utara Pulau Jawa ini. Waktu sudah hampir pukul enam sore, kurang dua puluh menit lagi, dan matahari sudah turun ke cakrawala. Bagaimana pun kami sudah di depan kelenteng.

Sebenarnya yang masuk daftar kunjung saya adalah Kelenteng Hian Thian Siang Tee, yang lokasinya dekat Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara ini. Hanya saja karena sudah lapar makan dan bantal, membuat pikiran tak kritis. Lagi pula di Jepara saya mencatat hanya satu kelenteng. Karena tak mengecek ulang nama kelenteng ini, akibatnya Kelenteng Hian Thian Siang Tee malah terlewatkan tak saya kunjungi, dan sampai meninggalkan Jepara pun saya mengira urusan kelenteng selesai. Baru sadar ketika mulai menulis. Bagaimana pun saya menghibur diri karena Hok Tek Ceng Sin Jepara ini merupakan kelenteng tua yang juga cantik.

Tidak ada catatan pasti tentang kapan Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara ini berdiri, namun ada yang menyebut bersamaan dengan berdirinya Masjid Agung Demak yaitu tahun 1466 M. Bangunan aslinya berada di samping kanan gapura kelenteng yang bertulis "Gerbang Damai Sejahtera", karenanya kelenteng ini juga dikenal sebagai Kelenteng Gerbang Damai Sejahtera.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Penampakan bangunan utama Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara yang menggunakan atap pelana tumpang khas bangunan Tiongkok. Di puncaknya terdapat patung sepasang naga yang tengah berebut mustika, dengan empat tulisan dalam huruf Tionghoa di bawahnya.

Naga dalam tradisi kepercayaan Tionghoa pada jaman dahulu adalah merupakan lambang keadilan, kekuatan dan menjadi penjaga barang-barang dan tempat suci. Sepasang Ciok say, singa penjaga kelenteng semacam Dwarapala di pura, tampak berjaga di Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara ini.

Ciok say (Singa Kilin) tersusun dari 18 jenis binatang. Badan kuda sisik ular dan ikan, buntut kura-kura, kaki burung-macan-kerbau-menjangan, mata kepiting, telinga kelinci, taring macan, jenggot dan mulut singa. Ciok say jantan memegang bola dan betinanya memegang anaknya.

Pada setiap pilar di serambi Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara terdapat lukisan binatang yang menggambarkan 12 Shio dalam tradisi Tionghoa, yaitu Tikus, Kerbau, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Sementara lubang hawa pada dinding dihias ornamen sepasang naga yang sangat indah.

Arti harafiah Hok Tek Ceng Sin atau Fu De Zheng Shen adalah "dewa bumi atas kemakmuran dan jasa". Ada perbedaan dengan Dewa Bumi Tho Ti Kong (Tu Di Gong). Hok Tek Ceng Sin adalah sosok satu dewa yang menjadi pelindung masyarakat serta dianggap sebagai dewa bumi secara keseluruhan, dan altarnya dibuat sejajar dengan altar dewa lainnya.

Sedangkan Tho Ti Kong adalah para dewa bumi yang menguasai tanah setempat, seperti tanah dimana kelenteng didirikan. Kelompok dewa ini kedudukannya paling rendah dalam kepangkatan Surga dan paling dekat dengan manusia, sehingga altarnya sejajar dengan lantai. Altar untuk memuja Tho Ti Kong biasanya juga dibuat di makam orang Tionghoa.

Hiolo Thian berkaki tiga untuk memuja Dewa Langit ada di serambi Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara. Pada keempat kakinya ada relief wajah raksasa, demikian pula pada pegangan di kiri kanannya. Relief pada badan hiolo juga menampilan wajah raksasa dan binatang yang menyerupai kepiting dan belalang sembah. Tak ada ornamen naga pada hiolo ini.

Namun pada pilar tampak melilit seokor naga dengan mata yang mencorong menyala, berhadapan dengan harimau. Naga melambangkan keselamatan, serta pelindung arah timur yang melambangkan musim semi atau mulainya kehidupan baru. Sedangkan harimau melambangkan keberanian dan pelindung dari roh-roh jahat, serta pelindung arah barat (musim gugur).

Rupang Hok Tek Ceng Sin yang diapit sepasang naga berwarna keemasan di Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara. Suasana di dalam ruangan cukup gelap karena penerangan yang kurang memadai, dan saya tidak membawa tripod sehingga agak sulit untuk mengambil gambar ini. Hanya dengan bertelekan pilar bisa dihasilkan gambar yang lumayan baik ini.

Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara

Alamat : Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Jepara. Lokasi GPS : -6.7878272, 110.7207084, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara

Cioksay dan pilar pada serambi Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara. Pada setiap pilar itu terdapat lukisan binatang yang menggambarkan 12 Shio dalam tradisi Tionghoa, yaitu Tikus, Kerbau, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Sementara lubang hawa pada dinding dihias ornamen sepasang naga yang sangat indah.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Hiolo Thian berkaki tiga untuk memuja Dewa Langit di serambi Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara. Pada keempat kakinya ada relief wajah raksasa, demikian pula pada pegangan di kiri kanannya. Relief pada badan hiolo juga menampilan wajah raksasa dan binatang yang menyerupai kepiting dan belalang sembah. Tak ada ornamen naga pada hiolo ini.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Rupang Hok Tek Ceng Sin yang diapit sepasang naga berwarna keemasan di Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara. Suasana di dalam ruangan cukup gelap karena penerangan yang kurang memadai, dan saya tidak membawa tripod sehingga agak sulit untuk mengambil gambar ini. Hanya dengan bertelekan pilar bisa dihasilkan gambar yang lumayan baik ini.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Kimlo yang berbentuk labu ini digunakan sebagai tempat untuk pembakaran kertas sembahyang. Di kebanyakan kelenteng yang saya kunjungi, bentuk Kimlo berupa pagoda bertingkat. Nama penyumbang dan tahun pembuatan terlihat pada sisi sebelah kiri Kimlo.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Gerbang Damai Sejahtera yang menjadi gerbang masuk ke Kelenteng Hok Tek Ceng Sin, dan karena nama gerbang inilah penduduk Welahan menamainya sebagai Kelenteng Gerbang Damai Sejahtera. Bangunan asli kelenteng ada di sebelah gerbang ini.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Ciok Say betina tampak di sebelah kanan yang kaki kirinya memegang anaknya. Pada pilar terlihat lukisan yang melambangkan ke-6 Shio lainnya, yaitu Kelinci, Harimau, Kambing, Kuda, Anjing, dan Babi. Orang bisa menebak umur seseorang dengan tepat dengan mengetahui Shio-nya.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Lubang hawa dan lubang cahaya bulat besar pada dinding dihias ornamen sepasang naga yang sangat indah. Lubang hawa bulat biasanya ada di kelenteng Konghucu, sedangkan di kelenteng Tao biasanya berbentuk segi delapan (pat-kwa). Konon orang pertama yang menemukan pat kawa adalah Kaisar Fu Xi (2953 -2838 SSM) yang menyimpulkan bahwa semua perubahan di alam semesta mengikuti hukum kehidupan atau hukum alam.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Seorang pengurus kelenteng tengah bersembahyang di depan Hiolo Thian menghadap ke bagian depan kelenteng. Orang yang bersembahyang kepada Thian selalu dilakukan dengan memunggungi kelenteng. Orang ini terkesan menghindar sehingga saya tak sempat berbincang dengannya.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Sejumlah makanan persembahan dengan bentuk yang berbeda-beda tampak dijejer di meja sembahyang untuk Hok Tek Ceng Sin. Cahaya lampu minyak dan lilin yang temaram tak mampu memberi penerangan yang memadai bagi ruangan kelenteng yang cukup besar ini.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Sepasang naga berwarna keemasan yang sedang berebut mustika menghias bagian depan meja persembahan bagi Hok Tek Ceng Sin, dengan empat huruf Tionghoa di atasnya. Menurut kepercayaan, sebelum berdoa di altar Dewa Bumi sebaiknya orang berbuat kebaikan terhadap sesama terlebih dahulu.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Altar pemujaan bagi Houw Ciang Kun atau Jendral Harimau, yang memiliki gelar Xia Tan Jiang Jun (Jendral Panggung Bagian Bawah). Ia adalah pengawal Hok Tek Ceng Sin yang membantunya mengusir roh-roh jahat serta menghindarkan rakyat dari roh malapetaka. Houw Ciang Kun juga sering dipandang sebagai dewa pelindung bagi anak-anak.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Lampu minyak dengan tempelan nama orang yang menyumbangkannya serta alamat lengkapnya. Sepanjang lilin menyala maka berkah dari Dewa Bumi akan terus mengalir kepada pemiliknya. Semakin kaya dan dermawan seseorang, semakin besar pula lampu minyak atau lilin yang disumbangkannya ke kelenteng.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Pandangan lebih dekat pada hiolo Thian dengan patung harimau dan naga di belakangnya. Hiolo seperti ini umumnya berkaki tiga dan diletakkan di teras depan kelenteng atau di cungkup terpisah di depan bangunan utama.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Asap hiolo membubung di kelenteng menjadi pemandangan yang nyaris tidak pernah berhenti. Kepulan dan arah asap yang lurus menuju ke langit konon bisa menjadi petunjuk bahwa doa pemasangnya bakal sampai ke dewa yang dituju.

kelenteng hok tek ceng sin jepara

Info Jepara

Hotel di Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Peta Wisata Jepara.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.